Minggu, 18 November 2018
  • keragaman
  • TIDAK PENTING APAPUN AGAMA ATAU SUKUMU. KALAU KAMU BISA MELAKUKAN SESUATU YANG BAIK UNTUK SEMUA ORANG, ORANG TIDAK AKAN TANYA APA AGAMAMU
    KH. Abdurrahman Wahid
    7 September 1940 - 30 Desember 2009

HEADLINE

Nasihat Gus Dur Ini Sesuai dengan Kaidah Fikih

Senin, 05 November 2018
oleh : Amin Nur Hakim
Ada sebuah kaidah fikih yang berbunyi, al-îtsâru bil qurabi makrûhun, mendahulukan orang lain dalam masalah ibadah hukumnya makruh. Kaidah ini masuk ke dalam kaidah ‘aglabiyyah’ dalam kumpulan kaidah fikih. Sebagaimana masyhurnya, kaidah fikih terbagi kepada tiga golongan, Kulliyyah, Aghlabiyyah, dan Mukhtalaf. Kata itsâr, sebagaimana diterangkan oleh Syaikh Yasin al-Faddani, adalah mendahulukan orang lain daripada diri sendiri, dan kata qurab adalah jamak dari qurbah, yaitu segala sesuatu berupa kewajiban dan kesunnahan yang dapat mendekatkan diri kepada Allah. Ada sebagian ulama yang berpendapat, makna qurab adalah ibadah secara umum. (Syaikh Yasin al-Faddani, al-Fawâid al-Janiyyah Hasyiyah al-Mawâhib as-Saniyyah, Dar el-Rasyid, juz 2, halaman 95)

PILIHAN REDAKSI

SOROT

PERNYATAAN SIKAP JARINGAN GUSDURIAN TENTANG POSISI GUSDURIAN DALAM PEMILIHAN PRESIDEN 2019

Menjelang Pemilihan Presiden 2019, suasana kebangsaan semakin dinamis. Berbagai manuver dan pendekatan kepada kelompok-kelompok warga bangsa dilakukan untuk kepentingan kemenangan pasangan Calon Presiden/Calon Wakil Presiden. Tak terkecuali kepada Keluarga Gus Dur dan kepada jutaan Pengikut Gus Dur melalui berbagai kelompoknya. Inspirasi warisan perjuangan Gus Dur yang masih sangat relevan, dikombinasikan dengan keteguhan merawat para Pengikut Gus Dur selama ini, nyata-nyata berdampak pada pengaruh yang tetap besar dari sosok Gus Dur dan keluarga. Hal ini menyebabkan ramainya pendekatan partai politik kepada Keluarga Gus Dur dan para Pengikut Gus Dur di setiap perhelatan politik bangsa ini. Keluarga Gus Dur merawat warisan perjuangan Gus Dur melalui berbagai strategi. Peran Gus Dur secara garis besar dapat dipetakan sebagai seorang ulama, sebagai seorang pejuang kemanusiaan dan demokrasi, sebagai seorang penggerak kultural, dan sebagai seorang politisi. Peran yang sangat lengkap ini berdampak pada strategi merawat inspirasi perjuangan Gus Dur. Secara garis besar, Keluarga Gus Dur mengambil peran menjadi pengayom bagi semua, terutama Ibu Sinta Nuriyah Wahid. Secara khusus, warisan Gus Dur sebagai pejuang kemanusiaan dirawat oleh Jaringan GUSDURian Indonesia. Sedangkan warisan Gus Dur sebagai politisi dan Negarawan dirawat melalui Gerakan Kader Gus Dur.

ARSIP

Kegiatan Bulan Ini

Aktivitas Terbaru

1 Minggu, 3 Hari yang lalu
Muhamad Ihsan Hayasa telah memberikan komentar pada sebuah Topik Diskusi di GUSDURian Jogja
1 Minggu, 3 Hari yang lalu
Muhamad Ihsan Hayasa telah membuat topik diskusi berjudul Topik Diskusi di GUSDURian Surabaya
1 Minggu, 3 Hari yang lalu
Muhamad Ihsan Hayasa telah membuat topik diskusi berjudul Topik Diskusi di GUSDURian Manado
1 Minggu, 4 Hari yang lalu
Muhamad Ihsan Hayasa telah bergabung dengan paguyuban GUSDURian Jakarta
1 Minggu, 4 Hari yang lalu
Muhamad Ihsan Hayasa telah bergabung dengan paguyuban GUSDURian Surabaya
1 Minggu, 4 Hari yang lalu
Muhamad Ihsan Hayasa telah bergabung dengan paguyuban GUSDURian Jogja
1 Minggu, 4 Hari yang lalu
Muhamad Ihsan Hayasa telah bergabung dengan paguyuban GUSDURian Sukabumi
1 Minggu, 4 Hari yang lalu
Muhamad Ihsan Hayasa telah bergabung dengan paguyuban GUSDURian Sukabumi
1 Minggu, 4 Hari yang lalu
Muhamad Ihsan Hayasa telah bergabung dengan paguyuban GUSDURian Manado
1 Minggu, 4 Hari yang lalu
Muhamad Ihsan Hayasa telah bergabung dengan paguyuban GUSDURian Lampung