Senin, 18 November 2019
  • keragaman
  • TIDAK PENTING APAPUN AGAMA ATAU SUKUMU. KALAU KAMU BISA MELAKUKAN SESUATU YANG BAIK UNTUK SEMUA ORANG, ORANG TIDAK AKAN TANYA APA AGAMAMU
    KH. Abdurrahman Wahid
    7 September 1940 - 30 Desember 2009

HEADLINE

Wayang dari Kacamata Gus Dur: Pembentuk Budaya Politik

Senin, 18 November 2019
oleh : Suraji
Tulisan berikut adalah kelanjutan dari rangkuman ceramah KH. Abdurrahman Wahid pada diskusi dan pementasan wayang kulit dalang Ki Purbo Asmoro dengan lakon “Kunti Pinilih”. Selain untuk mentransfer nilai-nilai masyarakat, wayang juga dapat dipakai sebagai medium untuk meninjau hubungan antara negara dan warganya. Kewajiban-kewajiban warga negara, kewajiban-kewajiban para penyelenggara pemerintahan, semuanya mendapatkan tempat dalam cerita wayang. Karena isi cerita wayang sebenarnya perihal perebutan tahta, yang berujung pada Mahabaratha atau Barathayuda.

PILIHAN REDAKSI

SOROT

Pernyataaan Sikap Jaringan Gusdurian terkait Papua

Kita Semua Bersaudara. Pekan ini, di tengah kegembiraan masyarakat merayakan hari kemerdekaan Republik Indonesia, sebuah insiden kekerasan kembali terjadi di Papua. Warga memblokade sejumlah ruas jalan di Manokwari, bahkan kantor DPRD provinsi Papua Barat terbakar. Eskalasi kemarahan warga ini ditengarai terpicu oleh peristiwa-peristiwa kekerasan sebelumnya yang terjadi di Malang dan Surabaya Jawa Timur.

ARSIP

BERITA