Sabtu, 20 Oktober 2018
  • keragaman
  • TIDAK PENTING APAPUN AGAMA ATAU SUKUMU. KALAU KAMU BISA MELAKUKAN SESUATU YANG BAIK UNTUK SEMUA ORANG, ORANG TIDAK AKAN TANYA APA AGAMAMU
    KH. Abdurrahman Wahid
    7 September 1940 - 30 Desember 2009

HEADLINE

Apakah-Tradisi Sedekah Laut itu 'Syirik' ?

Rabu, 17 Oktober 2018
oleh : Vinanda Febriani
Bantul, Yogyakarta adalah kota budaya. Kota dengan sederet peninggalan budaya yang tak ternilai harganya. Kini salah satu adat budayanya dirusak, dikecam oleh mereka yang mabuk agama. Jangan biarkan, tindak, dan jangan takut. Jangan kalah oleh kelompok kecil yang akan merusak damai bangsa ini. Menurutnya, kejadian ini merupakan awal atas tindakan radikal kelompok tersebut, jika tak dilawan maka akan terus dan akan semakin menjadi. Tidak ada kekerasan dalam Agama. Kita sudah lama hidup dalam gandeng mesra budaya nenek moyang dan agama yang kita anut, dan tak masalah. Jika saat ini mereka berani congak, ini adalah salah kita semua, yang diam atas ulah mereka selama ini. Mereka ada di mana-mana dan kita membiarkannya. Lawan! Indonesia bukan tempat bagi pemeluk konservatism agama, 'Sing waras ojo ngalah'.

PILIHAN REDAKSI

SOROT

PERNYATAAN SIKAP JARINGAN GUSDURIAN TENTANG POSISI GUSDURIAN DALAM PEMILIHAN PRESIDEN 2019

Menjelang Pemilihan Presiden 2019, suasana kebangsaan semakin dinamis. Berbagai manuver dan pendekatan kepada kelompok-kelompok warga bangsa dilakukan untuk kepentingan kemenangan pasangan Calon Presiden/Calon Wakil Presiden. Tak terkecuali kepada Keluarga Gus Dur dan kepada jutaan Pengikut Gus Dur melalui berbagai kelompoknya. Inspirasi warisan perjuangan Gus Dur yang masih sangat relevan, dikombinasikan dengan keteguhan merawat para Pengikut Gus Dur selama ini, nyata-nyata berdampak pada pengaruh yang tetap besar dari sosok Gus Dur dan keluarga. Hal ini menyebabkan ramainya pendekatan partai politik kepada Keluarga Gus Dur dan para Pengikut Gus Dur di setiap perhelatan politik bangsa ini. Keluarga Gus Dur merawat warisan perjuangan Gus Dur melalui berbagai strategi. Peran Gus Dur secara garis besar dapat dipetakan sebagai seorang ulama, sebagai seorang pejuang kemanusiaan dan demokrasi, sebagai seorang penggerak kultural, dan sebagai seorang politisi. Peran yang sangat lengkap ini berdampak pada strategi merawat inspirasi perjuangan Gus Dur. Secara garis besar, Keluarga Gus Dur mengambil peran menjadi pengayom bagi semua, terutama Ibu Sinta Nuriyah Wahid. Secara khusus, warisan Gus Dur sebagai pejuang kemanusiaan dirawat oleh Jaringan GUSDURian Indonesia. Sedangkan warisan Gus Dur sebagai politisi dan Negarawan dirawat melalui Gerakan Kader Gus Dur.

ARSIP

Kegiatan Bulan Ini

Aktivitas Terbaru

5 Hari, 15 Jam yang lalu
Mohammad Abid Amrullah telah bergabung dengan paguyuban GUSDURian Jombang
5 Hari, 15 Jam yang lalu
Mohammad Abid Amrullah telah bergabung dengan paguyuban GUSDURian Malang Raya
5 Hari, 15 Jam yang lalu
Mohammad Abid Amrullah telah bergabung dengan paguyuban GUSDURian Surabaya
5 Hari, 15 Jam yang lalu
Sanjaya Effendi telah bergabung dengan paguyuban GUSDURian Surabaya
5 Hari, 15 Jam yang lalu
Muhamad ardi telah bergabung dengan paguyuban GUSDURian Pati
5 Hari, 15 Jam yang lalu
Muhamad ardi telah bergabung dengan paguyuban GUSDURian Pati
6 Hari, 22 Jam yang lalu
Moch.sifak telah memberikan komentar pada sebuah Topik Diskusi sarasehan
1 Minggu, 2 Hari yang lalu
Moch.sifak telah bergabung dengan paguyuban GUSDURian Surabaya
1 Minggu, 2 Hari yang lalu
Ikhsan yusuf telah bergabung dengan paguyuban GUSDURian Bali
1 Minggu, 2 Hari yang lalu
Dzikri Dzikrullah telah bergabung dengan paguyuban GUSDURian Jakarta