Selasa, 21 Januari 2020

ARTIKEL KAMPUNG GUSDURIAN

Artikel Kampung Gusdurian

Kebudayaan Menertawakan Kehidupan

oleh : AHMAD INUNG, 0 Komentar
Tema Haul Gus Dur ke-10 adalah “Kebudayaan Melestarikan Kemanusiaan”. Tema ini tidak hanya digunakan pada acara Haul Gus Dur yang diadakan di Ciganjur, tapi juga menjadi tema dari berbagai acara haul yang diadakan oleh ratusan komunitas GUSDURian di seluruh penjuru Indonesia. Haul Gus Dur yang diadakan oleh GERDU Suroboyo, komunitas GUSDURian Surabaya, juga mengambil tema ini.
Kategori : Headline

GUSDURian Tuban Menggelar Haul Satu Dekade Gus Dur

oleh : AHMAD JIUREMI, 0 Komentar
Tuban, Gusdurian.Net - Komunitas GUSDURian Tuban peringati Haul KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) pada satu dekade (ke -10) di Yayasan Seribudua, Gununganyar, Soko Tuban. Acara tersebut untuk mengenang hidupnya sosok Gus Dur dan untuk bermahabah pada sang guru bangsa. Pada, Jum'at 22 Jumadil Awal 1441 H/ 17 Januari 2020.
Kategori : Peristiwa , Pilihan Redaksi

Jurus Mabuk Politik Luar Negeri Gus Dur (Bag-1): Juru Damai Israel-Palestina

oleh : RIFQI FAIRUZ, 0 Komentar
Gus Dur dikenal sebagai presiden yang gemar melakukan lawatan ke luar negeri semasa (tidak genap) dua tahun pemerintahannya. Tercatat Gus Dur melakukan lawatan sebanyak 80 kali selama 20 bulan. Berarti rata-rata Gus Dur mengunjungi 4 negara dalam satu bulan. Rekor yang fantastis untuk kinerja yang singkat. Tak heran aksi Gus Dur tersebut menuai kritik, terutama dari Amien Rais dan Akbar Tandjung di pihak parlemen.
Kategori : Headline , Pilihan Redaksi

Haul dan Kerinduan

oleh : ALISSA WAHID, 0 Komentar
Wafat di penghujung tahun 2009, almarhum Gus Dur masih terus menggerakkan perubahan dalam masyarakat, sebagaimana dijalaninya sepanjang kehidupan. Penggal-penggal perjuangannya meninggalkan jejak perubahan yang signifikan dalam perjalanan bangsa. Jejak gerakan Gus Dur pada dekade 1970an di ranah pesantren dan Nahdlatul Ulama berpuncak di tahun 1984 saat terpilih menjadi Ketua Umum PBNU dibarengi penerimaan terhadap Pancasila sebagai ideologi organisasi. Dasawarsa 1980an, ia semakin kuat menjejak gerakan kebudayaan dan gerakan masyarakat sipil. Gus Dur, bersama Romo Mangunwijaya, Th.Sumartana dan ibu Gedong Oka mendorong peran agama dan organisasi agama sebagai kekuatan pembebasan masyarakat dari ketidakadilan sosial.
Kategori : Headline , Opini , Pilihan Redaksi

Menelusuri Jejak Gus Dur di Tegalrejo (1957-1959)

oleh : NUR KHALIK RIDWAN , 0 Komentar
Gus Dur pindah dari Yogyakarta ke Magelang, tepatnya di Pesantren Tegalrejo pada 1957. Di pesantren ini Gus Dur nyantri selama sekira dua tahun lebih sedikit, di bawah asuhan KH. Chudlori. Greg Barton menyebut demikian, “Gus Dur membuktikan dirinya sebagai siswa yang berbakat dengan menyelesaikan pelajarannya di bawah asuhan KH. Chudlori selama dua tahun di Tegalrejo.
Kategori : Opini , Pilihan Redaksi

Bedanya Gus Dur dan GUSDURian

oleh : SUAIB PRAWONO, 0 Komentar
Pasca kepergian KH. Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, sekolompok anak muda mendirikan komunitas bernama Jaringan GUSDURian. Komunitas yang dikomandoi oleh putri sulung Gus Dur, Alissa Wahid ini, bertujuan untuk melanjutkan cita-cita perjuangan Gus Dur yang dianggap belum selesai. Salah satunya adalah bagaimana merawat perbedaan, mengkampanyekan toleransi dan memperjuangkan kesetaraan umat manusia.
Kategori : Opini , Pilihan Redaksi