Rabu, 21 November 2018

MEMBINCANG TOLERANSI DI KOPDAR GUSDURIAN CIANJUR

Kamis, 01 November 2018
oleh : Mustopa
Dibaca sebanyak 156 kali
GUSDURian Cianjur kembali mengadakan acara Kopdar (Kopi Darat), di Pondok Pesantren Al-Munawwariyyah Cilaku Babakan (30/10/2018.). Ini adalah pesantren sejarah, yang menjadi basis NU sampai saat ini. Kemajuan pesantren saat ini sangat pesat dalam hal pembangunan, termasuk dalam cara berpikir santri saat ini untuk membincang Gus Dur dan Indonesia.

            Hari ini ada sebagian santri Cianjur yang sangat miris akan pengetahuan politik, karena sudah ada yang dibawa ke ranah aksi politis, dan banyak santri juga yang tidak tahu apa makna politis saat ini, makanya bisa dibohongi lewat bendera yang bertuliskan kalimat Tauhid, kejadian pembakaran bendera HTI di Garut saat ini masih ramai dikalangan para santri Cianjur, makanya ada sebagian santri yang punya niat ingin membubarkan BANSER, padahal hal itu sangat mustahil, mungkin ini efek santri yang kurang bergaul dan bertemu banyak orang untuk berdiskusi tentang keindonesiaan dan kebangsaan.

            Ketika kopdar kita tidak lepas membincang perkara itu, padahal bagi Gusdurian Cianjur, hal itu jangan dibawa serius, anggap saja bendera hitam itu sebagai umbul-umbul, seperti halnya Gus Dur menganggap bendera papua sebagai umbul-umbul. Jadi ya tidak perlu dibawa ribut, percuma tidak akan mendapatkan piala penghargaan.

            Berbicara masalah toleransi juga di kalangan santri saat ini masih belum selesai, masalahnya, masih banyak pemahaman tentang agama lain yang tidak dipelajari atau di ketahui, jelas ini jadi PR besar untuk Gusdurian Cianjur, karena kita sebagai penggerak mempunyai cita-cita bahwasanya Santri Cianjur ke depan harus toleran, tanpa memandang apapun, jadi jangan seperti sekarang, baru bendera saja, ributnya sudah luar biasa, dan yang lebih ngeri lagi sambil menjelakan Banser, sekaligus bilang Takbir, dan di akhiri kalimat 2019 GANTI PRESIDEN, sungguh ini pembodohan sangat luar biasa bagi santri.

            Hasil kopdar ini sangat luar biasa, karena ada yang minat untuk aktif di komunitas Gusdurian, ya walaupun belum mengetahui apa itu Gusdurian dan bagaimana gerakannya, namun tidak apa-apa, yang penting ada semangat dulu untuk kopdar Gusdurian, karena kalau sudah berbicara Sang Guru Bangsa, tidak akan ada habisnya. Dari Gusdur, kita belajar, apa itu kemanusiaan yang sesungguhnya, dan belajar memahami konteks politik kebangsaan ala Gus Dur yang sangat jenaka.

            Semoga Santri Cianjur kedepan, bisa lebih dewasa ketika menghadapi masalah, jangan fanatik seperti sekarang, Santri harus tetap bersatu untuk menjaga NKRI, jangan mendogma Khilafah, karena itu sangat omong kosong (utopis). Mari segenap untuk barisan Santri, kita sama-sama berpancasila, karena itu sudah final tidak bisa diganggu gugat.

Mustopa_Chakep, Penggerak Komunitas GUSDURian Cianjur