Sabtu, 25 November 2017

PERINGATI HARI SANTRI, GUSDURIAN KUALA LUMPUR RESMIKAN GRIYA GUSDURIAN

Rabu, 01 November 2017
oleh : Siti Nurfadillah
Dibaca sebanyak 72 kali
K.H Abdurrahman Wahid Wafat pada tanggal 30 Desember 2009 dalam usia 69 , kehilangan sosok pemimpin seperti beliau menyita kisah dan bekas yang mendalam, terutama untuk keluarga dan orang-orang didekatnya. Bahkan para pendukung dan pengagumnya turut merasa kehilangan. Gus Dur merupakan cucu KH. Hasyin Asyari, salah seorang pendiri Nahdatul Ulama, dan memiliki pesantren yang cukup besar di daerah Jombang Jawa Timur. Sosok kepemimpinan beliau sangatlah patut untuk dicontoh, kecintaannya terhadap Indonesia tidak pernah membuat dirinya membeda-bedakan suku, ras, dan agama. Baginya siapa yang tertindas dialah yang patut untuk dibela, dibela keadilannya dan dibela dari sisi kemanusiaannya. Maka dari itu Gus Dur mendapat gelar Bapak Tionghoa, itu karena Gusdur getol membela keadilan kaum Tionghoa yang terdiskriminasi budaya dan agamanya.
 
Itulah sebabnya banyak sekali orang yang sangat menghargai beliau, dan membelanya sampai beliau tiada lagi dimuka bumipun masih banyak orang-orang yang ada disamping beliau untuk terus memperjuang kan apa yang telah beliau lakukan, nah untuk mempermudah Melanjut kan perjuangan Gus Dur para santri dan pengangum beliau mendirikan Komunitas Jaringan Gusdurian. sebuah organisasi kecil sebutan untuk para murid, pengagum dan penerus Gus Dur. Yang mendalami pemikiran Gu Dur, meneladani karakternya, serta berjuang dalam meneruskan perjuangan yang telah dirintis oleh Gus Dur. 
 
Dan satu hal yang mesti diketahui, Gusdurian ini bukan hanya terdiri dari mereka yang ber agama  muslim saja melainkan umat non muslimpun  banyak ikut serta  untuk bergabung dalam jaringan Gusdurian. Jaringan Gusdurian dikoordinasi oleh putri sulung Gus Dur yaitu Mbak Alissa Wahid, 
 
Tidak hanya di Indonesia di Malaysia pun ternyata ada Gusdurian. Gusdurian Kuala Lumpur berdiri sejak Mei 2014 lalu, hanya saja mereka tidak memiliki markas tetap untuk tempat berkumpul sesama Gusdurian. Untuk pertama kalinya Gusdurian Kuala Lumpur meresmikan markas tetap untuk berkumpul bersama para sahabat Gusdurian.
 
Peresmian Griya "Gusdurian Kuala Lumpur"  diresmikan oleh putri Almarhum Gusdur Mbak Anita Wahid di Kuala Lumpur, bertepatan dengan Hari Santri Nasional 22 Oktober 2017.
dalam acara peresmian Griya Gusdurian Kuala Lumpur ini turut hadir Juga salah satu grup sholawat yang dipimpin oleh Ustadz Syafii dari Sampang Madura. Grup sholawat yg datang jauh dari Madura ini ikut  memeriahkan peresmian Griya "Gusdurian Kuala Lumpur".
 
Peresmian griya Gusdurian Kuala Lumpur berjalan sangat baik, ketibaan Mbak Anita Wahid di lokasi peresmian disambut Langsung Oleh Bapak Irzal Maryanto Selaku dewan Pembina Gusdurian KL didampingi Saudara Abdul Rahman Selaku Ketua Gusdurian KL. diawali makan siang yang didampingi oleh beberapa Perempuan pengagum Gus Dur Mbak Anita sedikit demi sedikit menceritakan tentang perjalanannya dari Indonesia menuju Kuala Lumpur. Dan setelah  selesai makan siang kamipun berjalan ringan menuju tempat acara, mbak Anita berjalan paling depan, bak sosok seorang pemimpin yang kami rindukan. Melangkah dengan semangat untuk meresmikan " Griya Gusdurian Kuala Lumpur". 
 
Tujuan utama diresmikannya griya Gusdurian Kuala Lumpur ini sebagai tempat Perjuangan para sahabat Gusdurian Kuala Lumpur untuk berkumpul dan terus memperjuang kan  9 Nilai Utama pemikiran Gus Dur, diantara 9 nilai utama pemikiran Gusdur yaitu, ketauhidan,  kemanusiaan, keadilan, kesetaraan, pembebasan, persaudaraan, serta kesederhanaan, keksatriaan, dan kearifan lokal.
Gus Dur Telah Meneladankan , Saat nya kita Melanjutkan.