Sabtu, 14 Desember 2019

ARTIKEL KAMPUNG GUSDURIAN

Artikel Kampung Gusdurian

Gus Dur dan Perihal hari Minggu

oleh : MUHAMMAD ISBAH HABIBI , 0 Komentar
"Jangan sebut Minggu, Minggu itu berasal dari Dominggo, Dominggo artinya hari menyembah Tuhan Allah Yesus Kristus." Bunyi potongan video Ustaz Abdul Somad melarang jamaahnya menggunakan kata Minggu.
Kategori : Headline , Opini

Gus Dur, Guru Politik Kemanusiaan: Refleksi Hari Guru dan Menjelang Pilkada

oleh : TAUFIK BILFAQIH, 0 Komentar
Ada beberapa peristiwa tersohor terkait sikap KH. Abdurahman Wahid (Gus Dur) dalam menghadapi problem politik. Diantaranya, pembelaan terhadap calon Gubernur Bangka Belitung dari kaum minoritas seperti Basuki Tjahya Purnama (Ahok), Tionghoa. Sikap lainnya, ketika ia "dilengserkan" dari jabatannya sebagai presiden. Ribuan orang siap berjihad untuk mendukung Gus Dur, namun bapak bangsa ini justru meminta para pendemo untuk pulang dan tidak melanjutkan aksi turun lapangan. Demikian pula pembelaannya terhadap kelompok-kelompok aliran kepercayaan yang berbeda dengan maenstream baik Syiah dan Ahmadiyah.
Kategori : Opini , Pilihan Redaksi

Sikap Gus Dur terhadap Orang yang Memusuhinya

oleh : MUHAMMAD AS HIKAM , 0 Komentar
Pelajaran yang termasuk paling sulit dari Gus Dur kepada saya (mungkin juga bagi seluruh warga NU dan sebagian terbesar bangsa Indonesia) adalah: berteman dengan pihak yang tak sependapat dengan – atau malah memusuhi- kita. Tampaknya hal ini sederhana saja, apalagi kalau cuma diomongkan, diseminarkan, dikhotbahkan, dan ditulis. Yang sulit adalah ketika dipraktikkan. Secara konsisten lagi. Bukan saja mempraktikkan kata “cintailah musuhmu” adalah kerja keras pribadi, tetapi juga punya dampak kepada yang lain.
Kategori : Opini , Pilihan Redaksi

Gus Dur dan Privilese

Masalah privilese itu nyata, bukan fiksi. Gus Dur mungkin satu dari banyak tokoh yang tumbuh karena adanya privilese. Dan ia mengakui adanya privilese tersebut. Kita tahu, ia adalah anak (mantan) menteri, cucu pendiri NU dan Pesantren Tebu Ireng. Ia adalah seorang yang berdarah biru.
Kategori : Opini , Pilihan Redaksi

Menelisik Akar Ekstrimisme dalam Agama

oleh : MUH. ERSAD MAMONTO, 0 Komentar
Qarin (samaran) adalah nama ponakan saya yang masih duduk di bangku SD. Dia pada dasarnya adalah anak yang ceria, cerewet dan sangat suka menjahili orang di sekitarnya. Sampai kira-kira sebulan yang lalu, ada pernyataan darinya yang cukup membuat saya tersentak.
Kategori : Opini , Pilihan Redaksi

Gus Dur dan Bagimu Agamamu

oleh : AHMAD SOLKAN, 0 Komentar
Belakangan ini sedang santer-santernya orang-orang menggembar-gemborkan agama. Agama dijadikan alat untuk memenuhi kepentingan pribadi dan golongan. Saking parahnya, setiap apa-apa harus dilabeli dengan nama agama supaya laku keras di masyarakat. Mulai dari makanan, pakaian, hotel, perbankkan, hingga perpolitikan. Sedikit-sedikit mudah mengharam-haramkan dan menyesat-sesatkan sesuatu. Apabila tidak sepaham berarti salah.
Kategori : Headline , Opini , Pilihan Redaksi