Selasa, 24 April 2018

ARTIKEL KAMPUNG GUSDURIAN

Artikel Kampung Gusdurian

Gus Dur dan Musik

oleh : HUSEIN MUHAMMAD, 0 Komentar
Kata pa Acung (Abdul Wahid Maryanto) : “Bapak menyimpan dan mengkoleksi banyak kaset dan CD musik klasik, wayang dan musik-musik yang lain baik Barat maupun Indonesia”. Beberapa nama komponis musik klasik dunia antara lain adalah Ludwig van Beethoven, Wolfgang Amadeus Mozart, Johan Sebastian Bach, Frederic Chopin, Frans Schubert, Peter Ilich Tchaikovsky dan lain-lain. Akan tetapi Gus Dur amat suka pada Shimponi 9 in D minor karya besar sang maestro; Beethoven. Dia sering bercerita soal ini. Katanya pada suatu saat: Simfoni No. 9 ini menggambarkan kehidupan Beethoven yang penuh dengan perubahan-perubahan dan perjuangan keras. Ia menggapai kegembiraan dengan mengarungi badai kesulitan. Para pendengarnya menyebut simfoni ini sebagai “the inhuman voice”.
Kategori : Opini , Pilihan Redaksi

Bismillah dan Hilangnya Rahman Rahim

oleh : ABAS ZAHROTIN, 0 Komentar
Seharusnya, saat mendengar nama Allah, hati kita tergetar karena rasa takut kepada Sang Maha Pencipta. Namun kini sebaliknya, jika diteriakkan nama Allah, orang akan bergetar hatinya karena takut pada orang yang mengatakannya.
Kategori : Opini , Pilihan Redaksi

Pernyataan Sikap Bersama atas Kriminalisasi 3 Petani Surokonto Wetan dan Permohonan Grasi

oleh : ADMIN, 0 Komentar
Kyai Nur Aziz, Sutrisno, dan Rusmin (tiga petani miskin di Surokonto Wetan, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah) telah divonis penjara 8 (delapan) dan denda Rp. 10 Milyar karena memperjuangkan hak atas tanah yang dikelola oleh masyarakat sejak tahun 1970. Kedua petani (Nur Aziz dan Sutrisno) akan mengajukan Permohonan Grasi Kepada Presiden Republik Indonesia karena putusan majelis hakim tersebut tidak adil dan tidak berperikemanusiaan. Kedua petani tersebut dituduh merambah hutan dengan menggunakan dasar Pasal 94 ayat (1) huruf a UU 18/2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan di wilayah yang diklaim sebagai kawasan hutan negara.
Kategori : Headline , Pilihan Redaksi

Beduk dan Kentongan

oleh : ALISSA WAHID, 0 Komentar
Sebuah beduk besar yang indah menyita perhatian saya saat mengunjungi Masjid Jawa di Bangkok. Masjid yang didirikan pada tahun 1905 ini adalah masjid tinggalan para pemukim berdarah Jawa di Bangkok. Arsitekturnya menyerupai masjid-masjid Nusantara, begitu pun tradisi yang dihidupinya.
Kategori : Headline , Opini , Pilihan Redaksi

Menyoal Tidur Gus Dur

oleh : MOHAMMAD PANDU, 0 Komentar
Jangan remehkan perkara tidur. Nazi Jerman, barangkali tak akan tumbang jikalau Hitler tak tidur saat pasukan Sekutu mendarat di pantai Normandia, Perancis. Namun apa daya, gara-gara Hitler terlambat bangun dan gagal memberi komando pada pasukannya, peristiwa yang terkenal dengan nama Operasi Overlord itu dengan mudah melumpuhkan Nazi Jerman sekaligus mengakhiri Perang Dunia II pada tahun 1944.
Kategori : Headline , Opini , Pilihan Redaksi

Cara Gus Dur Memahami Ayat Tegas Terhadap Non-Muslim

oleh : WILDAN IMADUDDIN, 0 Komentar
Salah satu ayat al-Quran yang seringkali dikutip oleh sebagian saudara kita sesama umat Islam untuk menegaskan eksklusifitas antar sesama Muslim adalah Q.S al-Fath [48] ayat 29 yang bunyinya sebagai berikut: مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللَّهِ وَالَّذِينَ مَعَهُ أَشِدَّاءُ عَلَى الْكُفَّارِ رُحَمَاءُ بَيْنَهُمْ تَرَاهُمْ رُكَّعًا سُجَّدًا يَبْتَغُونَ فَضْلًا مِنَ اللَّهِ وَرِضْوَانًا سِيمَاهُمْ فِي وُجُوهِهِمْ مِنْ أَثَرِ السُّجُودِ ذَلِكَ مَثَلُهُمْ فِي التَّوْرَاةِ وَمَثَلُهُمْ فِي الْإِنْجِيلِ كَزَرْعٍ أَخْرَجَ شَطْأَهُ فَآزَرَهُ فَاسْتَغْلَظَ فَاسْتَوَى عَلَى سُوقِهِ يُعْجِبُ الزُّرَّاعَ لِيَغِيظَ بِهِمُ الْكُفَّارَ وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ مِنْهُمْ مَغْفِرَةً وَأَجْرًا عَظِيمًا
Kategori : Headline , Opini , Pilihan Redaksi

Otonomi untuk Akomodasi

Dalam suatu pertemuan para pemangku adat atau para sultan nusantara dengan presiden Joko Widodo di Istana Bogor (Kompas, 5 Januari, hlm. 4) lalu berkembang aspirasi agar mereka dilibatkan dalam pembangunan yang lebih nyata. Tidak lupa mereka menguitp UUD 1945 Pasal 18B Ayat 1 dan 2. Namun, menurut penulis, lahirnya pasal 18B ayat 1 dan 2 harus dilihat dalam perspektif yang lebih luas dan menyeluruh dalam penataan kebinekaan Indonesia ke depan, tidak hanya -- mengutip aspirasi salah seorang pemangku adat tersebut-- agar perwakilan mereka dimasukkan pada unit kerja presiden. Tulisan ini hendak mencoba mengeksplorasi pengembangan implementasi dari Pasal 18 B tersebut untuk antisipasi tantangan pengelolaan kebinekaan Indonesia ke depan.
Kategori : Headline , Opini , Pilihan Redaksi

Haul Gus Dur dan Kisah Saya di Kampus Katolik

oleh : AHMAD NAUFA KHOIRUL FAIZUN , 0 Komentar
Di sebuah sudut di Kampus Katolik Universitas Sanata Dharma (USD), Yogyakarta, ada tempat berukuran sekitar 3×2 meter. Tak mewah, memang. Namun, di atap ruangan itu tertulis tanda panah, arah kiblat. Dan di bawahnya terhampar beberapa sajadah. Itulah, bentuk toleransi beragama yang nyata-nyata ada di Indonesia: sebuah Universitas Katholik, menyediakan Mushala, tempat untuk shalat bagi yang beragama Islam.
Kategori : Headline , Opini , Peristiwa , Pilihan Redaksi

Pernyataan Sikap Jaringan Gusdurian Indonesia atas Meningkatnya Aksi Intoleransi dan Kekerasan terkait Agama Tahun 2018

oleh : ADMIN, 0 Komentar
Belakangan ini aksi intoleransi berupa pemaksaan dan kekerasan kembali meningkat di tanah air. Januari lalu, tepatnya Mingggu, 28 Januari 2018, kekerasan dialami pemimpin Pondok Pesantren Al Hidayah Cicalengka, Kabupaten Bandung, KH Umar Basri (Mama Santiong). Ia menjadi korban penganiayaan usai Shalat Subuh di masjid. Belum lama berselang, Komando Brigade PP Persis, Ustaz Prawoto. Ustaz Prawoto meninggal dunia setelah sempat menjalani perawatan di rumah sakit akibat dianiaya seorang pria pada KKamis, 1 Februari 2018. Awal Februari ini juga beredar berita tentang biksu Budha yang dipaksa meninggalkan kediamannya di Tangerang. Di Yogyakarta, sebuah kegiatan bakti sosial gereja juga dipaksa untuk dibatalkan.
Kategori : Sorot