Selasa, 19 Juni 2018

ARTIKEL KAMPUNG GUSDURIAN

Artikel Kampung Gusdurian

Kartini Sebagai Foto Model

oleh : AHMAD ZAINUL HAMDI, 0 Komentar
Dalam tulisannya tentang desain dokumen yang menganalisis hubungan antara teks dan gambar, Aliisa Makynen (2012) memulai tulisannya dengan sebuah pepatah lama yang banyak dikenal orang: “Sebuah gambar lebih berarti dari seribu kata”. Di sini hendak dinyatakan bahwa sebuah gambar bisa lebih menjelaskan gagasan daripada deretan kalimat dalam sebuah tulisan. Pepatah ini mengandung kebenaran yang nyaris tak terbantahkan. Rambu-rambu lalu lintas hingga buku resep masakan telah membuktikan kebenaran ini. Sekalipun demikian, saya ingin mengawali tulisan tentang Kartini ini justru dari pertanyaan: Mungkinkah sebuah gambar justru menghilangkan makna kata-kata?
Kategori : Headline , Opini

Kelakar Madura Buat Gus Dur

oleh : ARIF GUMANTIA, 0 Komentar
Buku ini diterbitkan kembali dengan momen yang tepat, ketika ruang publik kita dibanjiri oleh narasi-narasi yang serius dan penuh kepalsuan ( kemunafikan ). Ruang publik baik di dunia nyata maupun dunia maya riuh rendah dengan narasi-narasi yang tidak mempunyai relevansi dengan esensi kehidupan. Buku yang pernah terbit tahun 2001 ini tidak hanya relevan untuk dibaca saat ini, tetapi juga signifikan. Buku karya ki Dalang H. Sujiwo Tejo ( penulisnya menyebut dirinya dalang, karena menurutnya seorang dalang dalam proses kreatifnya mesti menguasai sastra, musik, seni rupa, teater, dan sebagainya ) ini membuat pembaca seolah dibawa ke masa ketika Gus Dur masih hidup, ketika ruang publik kita banyak diwarnai dengan joke dan anekdot yang segar, ruang publik yang membuat kita tertawa lepas dan merayakan hidup dengan menertawakan diri sendiri.
Kategori : Headline , Opini , Pilihan Redaksi

Itikad Kata-kata

oleh : ALISSA WAHID, 0 Komentar
”Bu, apakah kita sama sekali tidak boleh menyebut kata banci? Bagaimana kalau kita sedang harus berdiskusi tentang itu? Masak tidak boleh disebut sama sekali?” Demikian tanya anak saya yang berusia 10 tahun.
Kategori : Headline , Opini , Pilihan Redaksi

Kepada Sayyidina Umar, Rindu Berat Ini Kami Alamatkan

oleh : SURAJI, 0 Komentar
Sebulan yang lalu kami menghadiri konferensi pers untuk meminta Presiden memberikan grasi kepada Kyai Nur Aziz, seorang Kyai kampung yang sedang menjalani vonis delapan tahun penjara, akibat memperjuangkan para petani Surokonto Wetan, Kendal Jawa Tengah. Mereka sudah lebih 25 tahun menggarap lahan Perhutani yang terlantar, dan harus melepas tanah tersebut.
Kategori : Headline , Opini , Pilihan Redaksi

Gusdurian Alternatif Gerakan Sosial untuk Perjuangkan Rakyat

oleh : MUHAMMAD AUTAD ANNASHER, 0 Komentar
Purbalingga-Komunitas Gusdurian harus menjelma menjadi gerakan sosial untuk menjembatani masyarakat memperoleh hak-haknya. Komunitas ini mesti mampu menjadi penggerak sosial di tengah-tengah kehidupan masyarakat. Hal tersebut diungkapkan oleh Koordinator Umum Sekretariat Nasional (Seknas) Jaringan Gusdurian, Alissa Wahid, dalam acara temu Komunitas Gusdurian Purbalingga, Rabu sore lalu (28/3).
Kategori : Headline , Peristiwa , Pilihan Redaksi

Gus Dur: Sebuah Buku yang Terbuka

oleh : ARIF GUMANTIA, 0 Komentar
K.H. Abdurrahman Wahid atau sering dipanggil Gus Dur adalah sebuah buku yang terbuka. Yang senantiasa siap kita baca, kita tafsirkan, kita diskusikan, dan barangkali juga siap untuk dicaci maki oleh lawannya. Meskipun Gus Dur tidak pernah memposisikan mereka yang berbeda ide dan pemikiran sebagai seorang “lawan”, melainkan lebih sebagai sahabat berdiskusi dan beradu argumentasi.
Kategori : Headline , Opini , Pilihan Redaksi

Gusdurian Purbalingga Gelar Workshop Video Dokumenter

oleh : MUHAMMAD AUTAD ANNASHER, 0 Komentar
Gusdurian Purbalingga berusaha mewadahi kreativitas dan potensi generasi muda dengan menggelar Workshop Video Dokumenter yang difasilitsi CLC Purbalingga yang selama ini sejalan bersama. Workshop yang rencana digelar selama sehari dari pagi hingga sore sempat molor hari berikutnya lantaran hujan pada Sabtu-Minggu, 17-18 Maret 2018. Materi teori diberikan di Sekretariat Gusdurian Purbalingga di Jl. Sekar Flamboyan Perumahan Griya Abdi Kencana Purbalingga.
Kategori : Peristiwa , Pilihan Redaksi

Mahalnya Percaya

oleh : ALISSA WAHID, 0 Komentar
Setiap kali memasuki periode percaturan kekuasaan lokal-nasional, Jaringan Gusdurian kerap ikut sibuk. Bukan karena terlibat perebutan kekuasaan yang terjadi dalam politik praktis, melainkan karena klaim bahwa Gusdurian mendukung calon A atau merapat kepada calon B. Keyakinan bahwa kepercayaan publik akan berdampak pada kerja-kerja penguatan masyarakat dalam jangka panjang membuat klarifikasi ini menjadi penting. Berulang kali Seknas Gusdurian perlu menegaskan bahwa Jaringan Gusdurian berfokus pada merawat dan melanjutkan perjuangan Gus Dur di ranah gerakan sosial, bukan di politik praktis.
Kategori : Opini , Pilihan Redaksi

Kelas Pemikiran Gus Dur Surabaya: Melanjutkan Tongkat Estafet Gus Dur

oleh : MUHAMMAD AUTAD ANNASHER, 0 Komentar
Abdurrahman Wahid atau yang lebih akrab disapa Gus Dur mungkin telah menghembuskan nafasnya 9 tahun lalu. Namun pemikiran, ideologi dan kontribusinya tetap abadi bagi pengikutnya, yaitu Gusdurian. Sebutan bagi para murid, pengagum dan penerus pemikiran dan perjuangan Gus Dur. Dengan adanya “Jaringan Gusdurian,” puluhan ribu gusdurian kini sudah menyebar tidak hanya di seluruh pelosok nusantara namun juga sampai di luar negeri. Hingga kini terhitung banyaknya Jaringan Gusdurian sejumlah; 28 di Jawa Timur, 20 di Jawa Tengah, 14 di Jawa Barat, 23 di luar Jawa dan 3 di luar negeri (yatu Malaysia, Jeddah, dan Saudi) dan masih akan bertambah lagi. Ungkap Mukhibullah, selaku perwakilan Seknas Gusdurian.
Kategori : Headline , Peristiwa