Kamis, 13 Desember 2018

ARTIKEL KAMPUNG GUSDURIAN

Artikel Kampung Gusdurian

Hitam Putih Budaya Versus Agama

oleh : ALISSA WAHID, 0 Komentar
Beberapa tahun lalu, saya terkejut atas pernyataan seorang wali kota. Di dalam sebuah diskusi panel, ia berkata, ”Semua tradisi yang tidak sesuai dengan kitab suci harus kita ubah”, saat membahas tentang jejak perempuan daerahnya yang menari di ruang publik. Jika hanya dibaca dari sepotong kalimat itu, pandangan sang wali kota tampak berangkat dari niat baik dan mulia walau mungkin juga hanya jargon populis untuk memenangi pemilihan kepala daerah. Namun, pernyataan itu juga menunjukkan betapa hitam-putihnya sang wali kota memandang budaya, lebih tepatnya ritual tradisi budaya.
Kategori : Opini , Pilihan Redaksi

Di Kampus UTM, Mahfud MD Pimpin Alfatihah untuk Gus Dur

oleh : IMANUEL NICOLAS MANAFE (ED), 0 Komentar
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD mengisi seminar di Universitas Trunojoyo Madura (UTM) Bangkalan pada Kamis (25/10/2018). Saat memulai pidatonya, Mahfud MD menceritakan kenangannya bersama Presiden ke-4 Republik Indonesia, Almarhum Abdurrachman Wahid atau sering disapa Gus Dur saat mengubah status UTM menjadi Universitas Negeri pada 2001 silam. Saat itu Gus Dur adalah Presiden, sedangkan Mahfud adalah Menteri Pertahanan.
Kategori : Peristiwa , Pilihan Redaksi

Nasihat Gus Dur Ini Sesuai dengan Kaidah Fikih

oleh : AMIN NUR HAKIM , 0 Komentar
Ada sebuah kaidah fikih yang berbunyi, al-îtsâru bil qurabi makrûhun, mendahulukan orang lain dalam masalah ibadah hukumnya makruh. Kaidah ini masuk ke dalam kaidah ‘aglabiyyah’ dalam kumpulan kaidah fikih. Sebagaimana masyhurnya, kaidah fikih terbagi kepada tiga golongan, Kulliyyah, Aghlabiyyah, dan Mukhtalaf. Kata itsâr, sebagaimana diterangkan oleh Syaikh Yasin al-Faddani, adalah mendahulukan orang lain daripada diri sendiri, dan kata qurab adalah jamak dari qurbah, yaitu segala sesuatu berupa kewajiban dan kesunnahan yang dapat mendekatkan diri kepada Allah. Ada sebagian ulama yang berpendapat, makna qurab adalah ibadah secara umum. (Syaikh Yasin al-Faddani, al-Fawâid al-Janiyyah Hasyiyah al-Mawâhib as-Saniyyah, Dar el-Rasyid, juz 2, halaman 95)
Kategori : Headline , Opini , Pilihan Redaksi

Membincang Toleransi di Kopdar Gusdurian Cianjur

oleh : MUSTOPA, 0 Komentar
GUSDURian Cianjur kembali mengadakan acara Kopdar (Kopi Darat), di Pondok Pesantren Al-Munawwariyyah Cilaku Babakan (30/10/2018.). Ini adalah pesantren sejarah, yang menjadi basis NU sampai saat ini. Kemajuan pesantren saat ini sangat pesat dalam hal pembangunan, termasuk dalam cara berpikir santri saat ini untuk membincang Gus Dur dan Indonesia.
Kategori : Pilihan Redaksi

Rahasia Pemikiran Pribumisasi Islam Gusdur

oleh : ENDRIKA WIDDIA PUTRI, 0 Komentar
Setiap tokoh atau pemikir tentu memiliki suatu pemikiran atau gagasan yang memberikan sumbangsih atau kontribusi terhadap sasaran pemikiranya. Semua tokoh juga berjalan sesuai perspektif atau kajian keilmuannya. Jika ia seorang sosiolog maka ia akan memberikan pemikiran tentang harmonisasi dan kemaslahatan sosial. Jika ia seorang psikolog maka ia akan memberikan kontribusi pemikiran tentang ketenangan jiwa, lebih spesifiknya cara-cara agar tidak stress, depresi, dan mengontrol emosi.
Kategori : Pilihan Redaksi

Keberagaman yang Indah di Kupang

oleh : SARJOKO WAHID, 0 Komentar
Beberapa waktu terakhir saya terlibat dalam kampanye narasi keislaman-keindonesiaan. Narasi ini terus disosialisasikan agar masyarakat terutama para pemuda tidak melepaskan identitasnya sebagai warga negara. Mula-mula pertanyaan yang saya munculkan adalah: kita ini orang Indonesia yang beragama Islam, atau orang Islam yang kebetulan tinggal di Indonesia? Jawaban atas pertanyaan ini menentukan cara pandang kita dalam memahami agama dan negara. Pertanyaan ini saya lontarkan pula di hadapan aktivis lintas iman di kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Semuanya menjawab bahwa mereka adalah orang Indonesia yang memeluk agama tertentu. Kebetulan yang hadir dalam workshop memiliki latar belakang agama beragam. Semuanya sepakat bahwa identitas keindonesiaan diletakkan paling awal. Karena negara adalah entitas yang mampu menjaga keberagaman dan menjaminnya agar tetap berdampingan secara harmonis.
Kategori : Headline , Opini , Pilihan Redaksi

Di Kupang, Toleransi Dijaga dan Diciptakan

oleh : KALIS MARDI ASIH, 0 Komentar
Dari tepian lapak ikan segar di Kelapa Lima, Oesapa, masjid Raya NTT berdiri megah di kota Kupang. Sejak tahun 60-an, Masjid raya yang kini terus direnovasi itu telah damai berdampingan dengan Gereja Kristus Raja, Katedral paling tua di Kupang. Baru-baru ini, ada sebuah fragmen kisah perdamaian soal keduanya. Pasca peristiwa bom Surabaya bulan Mei 2018 yang menarget gereja dengan tersangka sebuah keluarga Muslim yang membuat kita prihatin, di Kupang beredar broadcast pesan tak bernama lewat media sosial. Para jemaat telah bersiap datang untuk melakukan aksi solidaritas, mengingat broadcast cukup provokatif dengan pesan keagamaan.
Kategori : Headline , Opini , Pilihan Redaksi

Apakah-Tradisi Sedekah Laut itu 'Syirik' ?

oleh : VINANDA FEBRIANI, 0 Komentar
Bantul, Yogyakarta adalah kota budaya. Kota dengan sederet peninggalan budaya yang tak ternilai harganya. Kini salah satu adat budayanya dirusak, dikecam oleh mereka yang mabuk agama. Jangan biarkan, tindak, dan jangan takut. Jangan kalah oleh kelompok kecil yang akan merusak damai bangsa ini. Menurutnya, kejadian ini merupakan awal atas tindakan radikal kelompok tersebut, jika tak dilawan maka akan terus dan akan semakin menjadi. Tidak ada kekerasan dalam Agama. Kita sudah lama hidup dalam gandeng mesra budaya nenek moyang dan agama yang kita anut, dan tak masalah. Jika saat ini mereka berani congak, ini adalah salah kita semua, yang diam atas ulah mereka selama ini. Mereka ada di mana-mana dan kita membiarkannya. Lawan! Indonesia bukan tempat bagi pemeluk konservatism agama, 'Sing waras ojo ngalah'.
Kategori : Headline , Opini , Pilihan Redaksi

Kaum Muslimin dan Cita-Cita

oleh : KH. ABDURRAHMAN WAHID, 0 Komentar
Soal cita-cita kaum Muslimin, tentu saja harus dipresentasikan dengan mendalam. Ini sesuai dengan kenyataan, bahwa kaum Muslimin terbagi dalam dua kelompok besar. Ada kaum Muslimin yang menjadi gerakan Islam, ada pula yang hanya ingin menjadi warga negara tempat mereka hidup, tanpa menjadi warga gerakan apapun di dalamnya. Dalam hal ini sudah tentu harus diperkecualikan gerakan yang menyangkut seluruh warga negara, seperti gerakan Pramuka yang mengantikan gerakan kepanduan di masa lampau dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Pengecualian ini dilakukan dengan kesadaraan penuh karena ia menyangkut kehidupan keseluruhan warga bangsa, dan dengan demikian tidak memiliki “warna ideologis apapun.”
Kategori : Opini , Pilihan Redaksi

Gusdurian Sebagai Gerakan Nilai

oleh : HARIS EL MAHDI, 0 Komentar
Ada tiga varian gerakan keagamaan yang mempunyai model berbeda dalam menjawab tantangan jaman. Ketiga varian gerakan keagamaan itu adalah :Lutherian, Webberian, dan Gusdurian. Lutherian adalah varian gerakan keagamaan yang diinisiasi oleh Martin Luther dengan tiga kredo utama, Sola Gratia, Sola Fide, dan Sola Scriptura.
Kategori : Headline , Opini , Pilihan Redaksi