Selasa, 21 Januari 2020

ARTIKEL KAMPUNG GUSDURIAN

Artikel Kampung Gusdurian

Maulid Nabi dan Haul Gus Dur ke Sepuluh: Meneguhkan Spirit Kemanusiaan

oleh : ANTON HAMID, 0 Komentar
Gorontalo, Gusdurian.Net - GUSDURian Gorontalo dan PW. Rabithah Ma'hid Islamiyyah (RMI) Provinsi Gorontalo menggelar Maulid Nabi Muhammad SAW 1441 H dan Haul ke sepuluh Almarhum KH. Abdurahman Wahid (Gus Dur) di Masjid Turobunur Kecamatan Sipatana Kota Gorontalo, Minggu (22/12/2019). Maulid Nabi Dan Haul Gus Dur ini adalah momentum untuk lebih menguatkan serta meneguhkan semangat kemanusian.
Kategori : Headline , Peristiwa , Pilihan Redaksi

Gus Dur Ibarat Simbol Bangsa

oleh : AYATULLAH FAZLUR ROHMAN, 0 Komentar
Mungkin judul yang disematkan agak berbeda dengan tulisan-tulisan lain, yang sering digunakan seperti Gus Dur sebagai guru bangsa, sebagai tokoh bangsa, atau yang lainnya. Alasan kenapa saya menggunakan diksi simbol adalah pemikiran Gus Dur yang sampai saat ini menjadi dasar pemikiran generasi muda NU, serta generasi muda pada umumnya yang sepakat dengan spiritnya, khususnya menakar pada konsep pluralisme yang diusungnya. Sedikit membahas tentang pluralismenya Gus Dur makna dan hakikatnya ialah tentang seadil-adilnya hidup dalam keberagaman.
Kategori : Headline , Opini , Pilihan Redaksi

MEMAKNAI HARI IBU SEBAGAI HARI PEREMPUAN

oleh : NUR ROFIAH, 0 Komentar
Dalam sejarahnya, Hari Ibu adalah hari yang disetujui oleh pemerintah. Padahal hari yang diusulkan adalah Hari Perempuan. Tentu tidak semua perempuan menjadi ibu, walaupun semua ibu adalah perempuan.
Kategori : Headline

KUPIA Gus Dur Kenalkan Prespektif HAM Ala Gus Dur

oleh : ADEN MANSYUR, 0 Komentar
Gorontalo, Gusdurian.Net - Dalam rangka peringati Hari Hak Asasi Manusia, Komunitas GUSDURian Gorontalo gelar Kajian Utama Pemikiran (KUPIA) Gus Dur, bertajuk: “ Gus Dur dan Hak Asasi Manusia” bertempat di Sekretariat Paguyuban Buol di Gorontalo, Jumat, (20/I2/20I9).
Kategori : Peristiwa , Pilihan Redaksi

Habitus Haul Gus Dur

oleh : RUMADI AHMAD, 0 Komentar
KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) mungkin bisa dikatakan sebagai satu-satunya tokoh Indonesia modern yang kematiannya memunculkan habitus baru. Bukan hanya makamnya dikunjungi ribuan peziarah setiap hari, setiap Desember juga terjadi festival haul (peringatan wafatnya seseorang) di berbagai penjuru tanah air.
Kategori : Opini , Pilihan Redaksi

Do'a Aman, Damai dan Bersatu untuk Negeri

oleh : KH. HUSAIN MUHAMMAD, 0 Komentar
Secara tiba-tiba aku diminta Promotor Prof. Dr. Ema Marhumah untuk menyampaikan do'a, dalam acara penganugerahan Doktor HC untuk Ibu Sinta Nuriah. Aku mikir-mkir sejenak, do'a apa ya yang relevan untuk acara ini. Maka aku mendengarkan saja pidato ibu Sinta, Rektor dan Pak Mahfud MD, dan mengingat-ingat do'a yang pernah aku hafal, sambil menulis. Maka jadilah do'a ini :
Kategori : Opini , Pilihan Redaksi

Gus Dur dan Natal

oleh : ADEN MANSYUR, 0 Komentar
Peringatan Natal laksana menumbukan cinta dan kasih sayang. Secara simbolik, Natal dirayakan dengan ucapan selamat dan berbagi hadiah. Natal tidaklah menjelma selayaknya Natal kalau tanpa hadiah. Dan tiada hadiah yang lebih berharga daripada cinta dan kasih sayang.
Kategori : Opini , Pilihan Redaksi

Tahun 1990an, Hari-Hari Terberat Gus Dur

oleh : HAMZAH SAHAL, 0 Komentar
Tahun 1990, usia Kiai Abdurrahmad Wahid atau Gus Dur menapaki kepala lima–Gus Dur lahir di Jombang tanggal 4 Agustus (versi lain 7 September) 1940. Usia 50 tahun belum begitu “pantas” disebut tua, tapi jelas sudah tidak muda lagi. Kondisi fisik Gus Dur, tahun 1990an awal tampak makin tambun dan penglihatannya makin payah.
Kategori : Opini , Pilihan Redaksi

Tahun 1990an, Hari-Hari Terberat Gus Dur: Perjuangan Melawan Pencekalan

oleh : HAMZAH SAHAL , 0 Komentar
Pasca Munas NU di Bandar Lampung, Januari 1992, Gus Dur menjalani tugas sebagai ketua umum PBNU dengan lebih percaya diri. Diskursus keagamaan hasil Munas menjadi bahan perbincangan nasional. Ide dari mazhab Qauli ke mazhab Manhaji disambut hangat. Dan makin meneguhkan NU sebagai organisasi yang berhasil dalam mengembangkan tradisi pemikiran keagamaan. Ini membuat Gus Dur senang.
Kategori : Headline , Opini , Pilihan Redaksi