Selasa, 19 Maret 2019

ARTIKEL KAMPUNG GUSDURIAN

Artikel Kampung Gusdurian

Menelusuri Islam di Kenya (1): Membincangkan Keberagaman

oleh : SARJOKO WAHID, 0 Komentar
Beberapa hari lalu saya menghadiri sebuah pertemuan di county (setingkat kabupaten) Kwale, bagian dari regional Coast, Kenya. Kenya merupakan sebuah negara di Afrika Timur yang berpenduduk lebih dari 40 juta jiwa. Dari segi keberagamaan, 80% penduduk Kenya menganut Kristiani. Sekitar 10% memeluk Islam, dan lainnya adalah pemeluk agama Hindu dan agama lokal.
Kategori : Opini , Pilihan Redaksi

Perlukah Perda Syariah untuk Mengatur Kehidupan Islami?

oleh : FATIKHATUL FAIZAH, 0 Komentar
Tahun politik kali memang tak henti memberikan kejutan-kejutan bagi bangsa Indonesia. Kali ini kejutan hadir dari pernyataan Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Grace Natalie. Pernyataannya membuka kembali kontroversi tentang Perda (Peraturan Daerah) Syariah. Grace menyatakan menolak atau bahasa halusnya tak sependapat dengan adanya Perda syariah. Sebenarnya ketidaksetujuannya tidak hanya pada Perda syariah, tapi lebih kepada perda-perda berdasarkan kepentingan kelompok tertentu karena rawan diskriminasi.
Kategori : Opini , Pilihan Redaksi

Buku Pemikiran Gus Dur Berbahasa Inggris Diluncurkan

oleh : LOLA LOVEITA, 0 Komentar
Buku pemikiran Gus Dur berbahasa Inggris akhirnya diluncurkan ke publik oleh INFID bersama LKiS dalam rangkaian Festival HAM Indonesia 2018 di Wonosobo (14/11). Buku yang diluncurkan di sini adalah buku Gus Dur berbahasa Inggris bertajuk Gus Dur on Religion, Democracy & Peace yang diterbitkan oleh penerbit Gading. INFID dan LKiS ingin berupaya menyebarkan gagasan-gagasan dan inisiatif-inisiatif mengenai demokrasi, perdamaian dan keadilan ke lingkup dunia internasional dari kalangan muslim Indonesia.
Kategori : Headline , Peristiwa , Pilihan Redaksi

Memaknai Kembali Hari Toleransi Internasional

oleh : ILMI NAJIB, 0 Komentar
Di setiap peringatan atau hari besar, kita diiingatkan dengan keberadaan momentum tersebut. Seperti pada momentum Hari Toleransi Internasional 16 November 2018 kemarin, kita diingatkan kembali untuk menjadi manusia yang lebih terbuka; baik dalam berfikir maupun bersikap. Apalagi melihat kondisi saat ini, di mana antar anak bangsa terlihat sering memanas dan bersitegang. Di tambah dengan berita hoaks dan ujaran kebencian di media sosial yang dapat mencederai keberagaman bangsa Indonesia yang majemuk.
Kategori : Opini , Pilihan Redaksi

Mengapa Kita Diciptakan Berbeda?

oleh : SYAHRUL BAHRONI, 0 Komentar
Sepertinya kita sering bicara pluralitas, toleransi, dan keragaman. Namun realitanya kita tidak pernah mengaplikasikan pemahaman itu. Kemajemukan atau perbedaan dalam islam yang kita pahami sebagai suatu keniscayaan atau istilah arabnya mutlak dan tidak bisa terhindarkan lagi, seharusnya itu menjadi suatu yang harus kita terima. Apalagi kita hidup di negara yang begitu kaya akan keragaman dan perbedaan agama, suku, ras, dan budaya.
Kategori : Opini , Pilihan Redaksi

Hitam Putih Budaya Versus Agama

oleh : ALISSA WAHID, 0 Komentar
Beberapa tahun lalu, saya terkejut atas pernyataan seorang wali kota. Di dalam sebuah diskusi panel, ia berkata, ”Semua tradisi yang tidak sesuai dengan kitab suci harus kita ubah”, saat membahas tentang jejak perempuan daerahnya yang menari di ruang publik. Jika hanya dibaca dari sepotong kalimat itu, pandangan sang wali kota tampak berangkat dari niat baik dan mulia walau mungkin juga hanya jargon populis untuk memenangi pemilihan kepala daerah. Namun, pernyataan itu juga menunjukkan betapa hitam-putihnya sang wali kota memandang budaya, lebih tepatnya ritual tradisi budaya.
Kategori : Opini , Pilihan Redaksi

Di Kampus UTM, Mahfud MD Pimpin Alfatihah untuk Gus Dur

oleh : IMANUEL NICOLAS MANAFE (ED), 0 Komentar
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD mengisi seminar di Universitas Trunojoyo Madura (UTM) Bangkalan pada Kamis (25/10/2018). Saat memulai pidatonya, Mahfud MD menceritakan kenangannya bersama Presiden ke-4 Republik Indonesia, Almarhum Abdurrachman Wahid atau sering disapa Gus Dur saat mengubah status UTM menjadi Universitas Negeri pada 2001 silam. Saat itu Gus Dur adalah Presiden, sedangkan Mahfud adalah Menteri Pertahanan.
Kategori : Peristiwa , Pilihan Redaksi

Nasihat Gus Dur Ini Sesuai dengan Kaidah Fikih

oleh : AMIN NUR HAKIM , 0 Komentar
Ada sebuah kaidah fikih yang berbunyi, al-îtsâru bil qurabi makrûhun, mendahulukan orang lain dalam masalah ibadah hukumnya makruh. Kaidah ini masuk ke dalam kaidah ‘aglabiyyah’ dalam kumpulan kaidah fikih. Sebagaimana masyhurnya, kaidah fikih terbagi kepada tiga golongan, Kulliyyah, Aghlabiyyah, dan Mukhtalaf. Kata itsâr, sebagaimana diterangkan oleh Syaikh Yasin al-Faddani, adalah mendahulukan orang lain daripada diri sendiri, dan kata qurab adalah jamak dari qurbah, yaitu segala sesuatu berupa kewajiban dan kesunnahan yang dapat mendekatkan diri kepada Allah. Ada sebagian ulama yang berpendapat, makna qurab adalah ibadah secara umum. (Syaikh Yasin al-Faddani, al-Fawâid al-Janiyyah Hasyiyah al-Mawâhib as-Saniyyah, Dar el-Rasyid, juz 2, halaman 95)
Kategori : Headline , Opini , Pilihan Redaksi

Membincang Toleransi di Kopdar Gusdurian Cianjur

oleh : MUSTOPA, 0 Komentar
GUSDURian Cianjur kembali mengadakan acara Kopdar (Kopi Darat), di Pondok Pesantren Al-Munawwariyyah Cilaku Babakan (30/10/2018.). Ini adalah pesantren sejarah, yang menjadi basis NU sampai saat ini. Kemajuan pesantren saat ini sangat pesat dalam hal pembangunan, termasuk dalam cara berpikir santri saat ini untuk membincang Gus Dur dan Indonesia.
Kategori : Pilihan Redaksi

Rahasia Pemikiran Pribumisasi Islam Gusdur

oleh : ENDRIKA WIDDIA PUTRI, 0 Komentar
Setiap tokoh atau pemikir tentu memiliki suatu pemikiran atau gagasan yang memberikan sumbangsih atau kontribusi terhadap sasaran pemikiranya. Semua tokoh juga berjalan sesuai perspektif atau kajian keilmuannya. Jika ia seorang sosiolog maka ia akan memberikan pemikiran tentang harmonisasi dan kemaslahatan sosial. Jika ia seorang psikolog maka ia akan memberikan kontribusi pemikiran tentang ketenangan jiwa, lebih spesifiknya cara-cara agar tidak stress, depresi, dan mengontrol emosi.
Kategori : Pilihan Redaksi