Selasa, 21 Januari 2020

ARTIKEL KAMPUNG GUSDURIAN

Artikel Kampung Gusdurian

Tiga Jurus Kunci Gus Dur

oleh : RIJAL MUMAZZIQ Z, 0 Komentar
Ada tiga jurus kunci yang digunakan Gus Dur dalam bersikap: keIslaman, keIndonesiaan dan Kemanusiaan. Di dalam aspek keislaman, sebagai pemikir yang lahir dari rahim Nahdlatul Ulama, sikap Gus Dur jelas memperjuangkan fikrah Nahdliyyah, antara lain: Fikrah tawassuthiyyah (pola pikir moderat) yang senantiasa bersikap tasamuh (toleran), tawazun (seimbang-proporsional), dan i’tidal (adil).
Kategori : Headline , Pilihan Redaksi

Jejak Gus Dur di Den Haag [1]

oleh : AKHOL FIRDAUS, 0 Komentar
Ketika teman-teman Gus-Durian di Indonesia sedang merayakan Desember sebagai Bulan Gus Dur, beruntung karena saya justru berkesempatan menapaki jejak-jekaknya di Belanda.
Kategori : Pilihan Redaksi

Gus Dur dan Identitas Keislaman Inklusif

oleh : ADRIANSYAH DHANI DARMAWAN, 0 Komentar
Desember boleh jadi bulannya Gus Dur. Bulan di mana beberapa kelompok organisasi khususnya Gusdurian mulai menyusun kegiatan untuk memperingati haul atau kepergian sosok ulama cum intelektual yang pernah menjabat sebagai Presiden RI ke-4. Tentu salah satu tujuan utama haul adalah mengenang sekaligus mereplikasi ajaran-ajaran Gus Dur yang senyatanya berguna bagi keutuhan dan kesejahteraan bangsa. Memang, Gus Dur telah meninggalkan warisan nilai luhur universal yang dapat kita jadikan contoh bersama dalam menjalani kehidupan kewargaan yang sedemikian plural di Indonesia. Salah satunya mengenai identitas keagamaan di mana masih berpotensi untuk dijadikan komoditas politik ataupun justifikasi atas praktik-praktik yang berpotensi diskriminatif.
Kategori : Pilihan Redaksi

Gusdurian Malang dan Tantangan Relationship Management

oleh : MOHAMMAD MAHPUR, 0 Komentar
Malam ini (08/12/2019) saya hadir di pertemuan lokal Gerakan Gusdurian Muda (Garuda) Malang. Komunitas yang merawat dan mengembangkan pemikiran Abdurrahman Wahid, khususnya mewakili gerakan nasional Gusdurian. Hal penting yang saya temukan adalah organisasi komunitas ini didasari oleh nilai, kultur, dan sumberdaya sosial yang bervariasi, tanpa diikat oleh struktur organisasi yang ketat. Tapi tetap bertahan sejak 2010 dan mendapatkan pengakuan publik. Ternyata, kesadaran mengelola komunitas berbasis nilai menginspirasi kebutuhan memaksimalkan modal kemanusiaan (human capital) dengan pendekatan menejemen kesalinghubungan (relationship management).
Kategori : Peristiwa , Pilihan Redaksi

Islam Kultural ala Gus Dur Melawan Politik Islamisasi ala Soeharto

oleh : MUHAMMAD IQBAL, 0 Komentar
Momen penting dalam hubungan Rezim Orde Baru dan muslim Indonesia terjadi pada 1983-4. Pertama-tama, Pancasila ditegaskan kembali sebagai dasar negara. Orde Baru melangkah lebih jauh, tatkala–berbeda dengan tahun-tahun awal kemerdekaan dan masa politik aliran 1950-an–Pancasila dinyatakan sebagai asas tunggal untuk semua pelaku sosial-politik.
Kategori : Opini , Pilihan Redaksi

Gus Dur, Manusia Biasa yang Langka

oleh : AHMAD QOMARUDDIN, 0 Komentar
Kalau ada edaran angket tentang siapakah manusia unik, lucu, jenius, dan juga kontroversi di Indonesia, kayaknya akan banyak yang menulis nama KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. Karena predikat itulah, mantan presiden Indonesia keempat ini memang layak mendapat beberapa sebutan seperti cendikiawan, negarawan, kiai, guru bangsa, bapak pluralisme, budayawan, dan beberapa lainnya yang layak disematkan kepada beliau. Mungkin juga satu-satunya tokoh yang layak disebut komedian.
Kategori : Opini , Pilihan Redaksi

Rahasia Gus Dur

oleh : KH. HUSAIN MUHAMMAD, 0 Komentar
Desember adalah bulan Gus Dur. Di Turki bulan Maulana Rumi. Tahun lalu aku sudah menulis. Antara lain ini : Gus Dur, adalah nama yang menyimpan kekayaan pengetahuan humaniora dan spritual yang seakan tak pernah habis dikaji. Meski telah pulang, ia masih terus disebut dan kata-katanya terus dikutip dan diurai oleh banyak orang. "Ini menarik sekali. Apakah rahasianya", tanya seorang teman.
Kategori : Opini , Pilihan Redaksi