Selasa, 21 Januari 2020

ARTIKEL KAMPUNG GUSDURIAN

Artikel Kampung Gusdurian

Gus Dur dan Proyek Arkeologi Kebudayaan

oleh : MUHAMMAD AS HIKAM, 0 Komentar
“Kang, kemarin saya mampir ke makam Mbah Kerto.” “Mbah Kerto yang mana, Gus?” “Lho, masak sampean ndak tahu. Itu makam yang di Bandungrejo, deket rumah sampean di Plumpang, Tuban.” “Wah, saya malah nggak tahu Gus ada makam Mbah Kerto. Lagi pula, beliau itu siapa, Gus?” “Walaah, sampean ini gimana… Mbah Kertowijoyo itu salah satu Waliyullah yang ada di Tuban. Saya dan Mbah Kyai Faqih Langitan sering ke sana. Yang jaga makam kan Mbah Noko, dulu santrinya Almaghfurlah ayah sampean, KH. Abd. Fatah…”
Kategori : Opini , Pilihan Redaksi

Puluhan Aktivis Sosial Belajar Kepemimpinan Gus Dur

oleh : SARJOKO WAHID, 0 Komentar
Depok, Gusdurian.Net - Sekretariat Nasional Jaringan Gusdurian menyelenggarakan Akademi Kepemimpinan Gus Dur pada tanggal 29 November hingga 1 Desember 2019. Puluhan aktivis sosial yang berasal dari berbagai latar belakang mulai advokat, jurnalis, pendeta, feminis, hingga pengasuh pondok pesantren, mengikuti kegiatan yang diselenggarakan di Wisma Hijau, Depok, Jawa Barat tersebut.
Kategori : Peristiwa , Pilihan Redaksi

AGAMAMU APA?

oleh : ALISSA WAHID, 0 Komentar
Saat pertama kali istilah ini muncul di media sosial beberapa tahun lalu, jagad netizen Indonesia menertawakannya karena menganggap ini adalah pertanyaan yang absurd. Ia muncul terutama pada pembicaraan mengenai ucapan selamat Natal atau tentang pemimpin seagama dalam kontes pemilihan kepala daerah, atau pembicaraan tentang hal-hal lain dalam kehidupan bermasyarakat. Mak bedunduk, pertanyaan “maaf, agamamu apa?” mengimbuhi percakapan. Dan publik tertawa.
Kategori : Opini , Pilihan Redaksi

Pojok Gusdurian UMI Bahas Polemik RUU PKS

oleh : ANDI ILHAM BADAWI, 0 Komentar
Makassar, Gusdurian.Net - Banyaknya pro kontra mengenai RUU PKS yang terjadi beberapa waktu belakangan ini, membuat polemik di tengah masyarakat. Berangkat dari hal tersebut, Komunitas GUSDURian Makassar bekerjasama dengan KOMPAK FH UMI dan PMII Rayon FAI UMI kembali mengadakan Pojok GUSDURian Kampus UMI edisi ketiga.
Kategori : Peristiwa , Pilihan Redaksi

Gus Dur dan Perihal hari Minggu

oleh : MUHAMMAD ISBAH HABIBI , 0 Komentar
"Jangan sebut Minggu, Minggu itu berasal dari Dominggo, Dominggo artinya hari menyembah Tuhan Allah Yesus Kristus." Bunyi potongan video Ustaz Abdul Somad melarang jamaahnya menggunakan kata Minggu.
Kategori : Headline , Opini

Gus Dur, Guru Politik Kemanusiaan: Refleksi Hari Guru dan Menjelang Pilkada

oleh : TAUFIK BILFAQIH, 0 Komentar
Ada beberapa peristiwa tersohor terkait sikap KH. Abdurahman Wahid (Gus Dur) dalam menghadapi problem politik. Diantaranya, pembelaan terhadap calon Gubernur Bangka Belitung dari kaum minoritas seperti Basuki Tjahya Purnama (Ahok), Tionghoa. Sikap lainnya, ketika ia "dilengserkan" dari jabatannya sebagai presiden. Ribuan orang siap berjihad untuk mendukung Gus Dur, namun bapak bangsa ini justru meminta para pendemo untuk pulang dan tidak melanjutkan aksi turun lapangan. Demikian pula pembelaannya terhadap kelompok-kelompok aliran kepercayaan yang berbeda dengan maenstream baik Syiah dan Ahmadiyah.
Kategori : Opini , Pilihan Redaksi

Sikap Gus Dur terhadap Orang yang Memusuhinya

oleh : MUHAMMAD AS HIKAM , 0 Komentar
Pelajaran yang termasuk paling sulit dari Gus Dur kepada saya (mungkin juga bagi seluruh warga NU dan sebagian terbesar bangsa Indonesia) adalah: berteman dengan pihak yang tak sependapat dengan – atau malah memusuhi- kita. Tampaknya hal ini sederhana saja, apalagi kalau cuma diomongkan, diseminarkan, dikhotbahkan, dan ditulis. Yang sulit adalah ketika dipraktikkan. Secara konsisten lagi. Bukan saja mempraktikkan kata “cintailah musuhmu” adalah kerja keras pribadi, tetapi juga punya dampak kepada yang lain.
Kategori : Opini , Pilihan Redaksi

Gus Dur dan Privilese

Masalah privilese itu nyata, bukan fiksi. Gus Dur mungkin satu dari banyak tokoh yang tumbuh karena adanya privilese. Dan ia mengakui adanya privilese tersebut. Kita tahu, ia adalah anak (mantan) menteri, cucu pendiri NU dan Pesantren Tebu Ireng. Ia adalah seorang yang berdarah biru.
Kategori : Opini , Pilihan Redaksi