Sabtu, 25 Mei 2019

ARTIKEL KAMPUNG GUSDURIAN

Artikel Kampung Gusdurian

AGENDA GUSDURIAN

oleh : HARIS EL-MAHDI, 0 Komentar
Ada dua agenda besar yang menjadi inti (core) gerakan Gusdurian dalam membumikan 9 nilai utama; Ketauhidan, Kemanusiaan, kesetaraan, keadilan, Pembebasan, persaudaraan, kesederhanaan, keksatriaan, dan kearifan lokal. Dua agenda itu saya sebut "Basic Agenda" atau agenda dasar dan "advanced Agenda" atau agenda Lanjutan.
Kategori : Headline , Opini , Pilihan Redaksi

Mencari Narasi Musuh Islam

oleh : MUHAMMAD AUTAD AN NASHER, 0 Komentar
Seringkali saya mendapati narasi yang bergentayangan di media sosial tentang “musuh Islam”. Framing, narasi, kampanye yang bernada menyerang mudah ditemui. Ada semacam hal yang diciptakan untuk membenci yang berbeda atau memusuhi hal ihwal yang dianggap keluar dari batas norma agama.
Kategori : Opini , Pilihan Redaksi

Parrhesiast: Gus Dur dan Foucault

oleh : TONY DOLUDEA, 0 Komentar
Di dalam hiruk-pikuk Pemilihan Umum Legeslatif dan Eksekutif Indonesia tahun 2019 ini, rupa-rupanya tidak sedikit rakyat Indonesia terbukti masih terlihat lemah dalam berrefleksi dan tidak mampu memilah ketika berbicara tentang politik maupun demokrasi. Dalam suasana seperti ini orang tidak jarang salah kaprah ketika berbicara tentang politik dan demokrasi. Claude Lefort pernah mengingatkan bahwa untuk dapat memahami baik hakikat politik maupun demokrasi penting bagi seseorang untuk terlebih dahulu membuat pemilahan antara politics (la politique) dan the political (le politique). Politics (la politique) adalah tindakan, strategi dan kebijakan politis tertentu dari perilaku dan lembaga politik. Sementara the political (le politique) adalah kerangka kerja pokok dan ruang sosiopolitis yang di dalamnya dan melaluinya politics (la politique) itu terjadi dan mewujudnyatakan makna dan fungsinya.
Kategori : Headline , Kajian , Pilihan Redaksi

Gus Dur dan “Wa’tashimu bi Hablillahi jami`an Wala Tafarroqu”

Gus Dur menyebutkan bahwa: “Kitab suci kita menyatakan: “Berpeganglah kalian kepada tali Allah secara menyeluruh, Dan janganlah terpecah-belah/saling bertentangan (wa’ tashimû bi hablillâh jamî’an walâ tafarraqû)” (QS Ali Imran [3]:103). Islamku Islam Anda Islam Kita, hlm. 29 Ayat ini mengandung penafsiran-penafsiran tentang kata Hablullah, seperti disebutkan dalam Ad-Durrul Mantsur (III: 710), demikian: Al-Qur’an/Kitabullah, Ahlu Bait, al-Jama`ah (taat dan al-Jama`ah), dan al-Islam. Sedangkan berhubungan dengan perintah “berpegang teguh” (wa’tashimu), maknanya adalah: “Taat kepadanya” (Imam al-Hasan), berpegang dengan janji Alloh dan perintah-Nya (Qotadah); ikhlas lillahi ta'ala wahdah (Abul Aliyah). Dan menafsirkan “wala tafarroqu”: “Al-ikhlas wakunu `alaihi ikhwanan”, supaya dalam menjalani Islam itu dengan dasar ikhlas dan menjadikan orang lain sebagai saudara dan senang dengan persaudaraan.
Kategori : Headline , Opini , Pilihan Redaksi

Apa Jadinya Islam Indonesia Jika Tidak Ada NU dan Muhammadiyah?

oleh : ANNAS ROLLI MUCHLISIN, 0 Komentar
Judul di atas sempat terbesit di pikiran penulis setelah mengikuti seminar bertajuk “Islam Indonesia di Pentas Global: Inspirasi Damai Nusantara Untuk Dunia” yang diselenggarakan oleh Pusat Studi Keamanan dan Perdamaian (PSKP) UGM pada Jum’at 25 Januari 2019. Selain untuk mengemukakan penemuan riset mereka yang dituangkan dalam buku Dua Menyemai Damai Peran dan Kontribusi Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama dalam Perdamaian dan Demokrasi, seminar ini juga dalam rangka mendukung dua organisasi Muslim Indonesia terbesar tersebut untuk meraih Nobel Perdamaian.
Kategori : Headline , Opini , Pilihan Redaksi

PERAYAAN TAHUN BARU KAUM BIDAH

oleh : AHMAD Z. EL HAMDI, 0 Komentar
Di dalam buku yang sudah menjadi klasik, Pergolakan Pemikiran Islam Indonesia, (alm.) Ahmad Wahib pernah menyatakan bahwa umat Islam perlu memperbanyak bidah kultural. Bidah kultural adalah suatu kreativitas kultural yang dibutuhkan sebagai respon tepat terhadap kebuyaan manusia yang bersifat dinamis. Menghindar dari bidah kultural atas nama apapun hanya akan terjerembab ke dalam konservatisme.
Kategori : Headline , Opini , Pilihan Redaksi

Multikulturalisme; Corak Keberagaman Bangsa

oleh : FATHULLAH SYAHRUL, 0 Komentar
Sebagai negara majemuk Indonesia dihuni oleh beberapa suku, agama, ras dan budaya. Tolok ukur Indonesia sebagai negara yang majemuk terletak pada keberagaman. Keberagaman, itu dikukuhkan dalam semboyan “Bhineka Tunggal Ika”, walaupun berbeda-beda tetapi tetap satu. Dalam aspek agama misalnya, Indonesia salah satu negara yang cukup beragama, agama dan kepercayaan (pluralisme). Karena itu, agama sebagai penopang hidup atau bingkai bernegara dan bermasyarakat harus diarahkan untuk menerima dan merawat perbedaan sebagai bagian dari kekuatan bernegara (Bhineka Tunggal Ika).
Kategori : Opini , Pilihan Redaksi

2018 ASIA DEMOCRACY AND HUMAN RIGHTS AWARD : ACCEPTANCE SPEECH FROM GUSDURIAN NETWORK INDONESIA

oleh : ALISSA WAHID, 0 Komentar
When my father, president Abdurrahman Wahid of Indonesia, or Gus Dur as we fondly call him, passed away on Dec 30 2009, millions of Indonesians and many around the globe mourned him. His grave was never short of people paying tribute or just praying for him. Nine years after he passed away, 3,000 people to 15,000 people every day visits his grave. We mourned him, but the real mourning for me came one day in 2010 as I sat comfortably in a coffee shop in a mall. I received a short message about an Ahmadi village being attacked by Islamist hardliners. I immediately sought out contacts inside the village and local activists networks to go straight to the place. And for the whole day, I worked from 500km away to assist those under attacks.
Kategori : Headline , Peristiwa , Pilihan Redaksi

Jaringan Gusdurian menerima Penghargaan Asia Democracy and Human Rights Award 2018

oleh : ADMIN, 0 Komentar
Bulan Desember ini adalah bulan istimewa bagi kami, Jaringan Gusdurian Indonesia. Pertama, bulan ini adalah bulan Gus Dur. Bulan ketika kita semua memperingati wafatnya KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Di bulan ini haul Gus Dur diselenggarakan di berbagai kota di Indonesia untuk mengenang sekaligus menebarkan tauladan beliau. Kedua, di Desember tahun ini Jaringan Gusdurian mendapatkan anugerah Asia Democracy and Human Rights Award 2018 oleh The Taiwan Foundation for Democracy (TFD). Penghargaan ini secara langsung diberikan oleh Presiden Republik China Taiwan, Ibu Tsai Ing-wen.
Kategori : Sorot

Menelusuri Islam di Kenya (2): Assalamu'alaikum, Mombasa

oleh : SARJOKO WAHID, 0 Komentar
"Are you a moslem?" tanya seorang chief di restoran tempat saya menginap, ketika saya meminta telor ceplok sebagai menu sarapan. Saat itu saya mengenakan sarung dan kemeja lengan panjang yang masih saya kenakan sejak menunaikan salat subuh. Sontak saya langsung mengangguk dan bertanya balik, bagaimana dia bisa menebak demikian? Ternyata sarung inilah yang membuatnya yakin bahwa saya seorang muslim. Kami terlibat dalam percakapan singkat mengenai sarung yang konon banyak ditemukan di Mombasa city. "Ya, di sana banyak orang muslim," jelas chief tersebut.
Kategori : Opini , Pilihan Redaksi