Selasa, 21 Januari 2020

ARTIKEL KAMPUNG GUSDURIAN

Artikel Kampung Gusdurian

Kemarahan Si Muda

oleh : ALISSA WAHID, 0 Komentar
Kalimat penuh kemarahan dilontarkan kepada para pemimpin dunia dalam UN Climate Action Summit 2019. “How dare you! You have stolen my childhood. We are in the beginning of a mass extinction and all you can talk about is money and fairy tales of eternal economic growth—how dare you!” (Sungguh lancang, kalian! Kalian mencuri masa kanak-kanak saya. Kita sedang berada di awal musnah massalnya ras manusia, dan kalian hanya sibuk bicara tentang uang dan khayalan tentang pertumbuhan ekonomi abadi… sungguh lancang kalian!) Pelantangnya seorang remaja usia 16 tahun yang telah mengguncang dunia. Greta Thunberg.
Kategori : Headline , Pilihan Redaksi

Wayang dari Kacamata Gus Dur: Pembentuk Budaya Politik

oleh : SURAJI, 0 Komentar
Tulisan berikut adalah kelanjutan dari rangkuman ceramah KH. Abdurrahman Wahid pada diskusi dan pementasan wayang kulit dalang Ki Purbo Asmoro dengan lakon “Kunti Pinilih”. Selain untuk mentransfer nilai-nilai masyarakat, wayang juga dapat dipakai sebagai medium untuk meninjau hubungan antara negara dan warganya. Kewajiban-kewajiban warga negara, kewajiban-kewajiban para penyelenggara pemerintahan, semuanya mendapatkan tempat dalam cerita wayang. Karena isi cerita wayang sebenarnya perihal perebutan tahta, yang berujung pada Mahabaratha atau Barathayuda.
Kategori : Headline , Opini , Pilihan Redaksi

Ilmu Tauhid, Gus Dur, dan Pendakwah yang Suka Marah

oleh : WILDAN IMADUDDIN , 0 Komentar
Peristiwa penting yang tercatat dalam sejarah terkait dengan kerasnya pertentangan seputar Tauhid dan Ilmu Kalam dapat tergambar dari kasus mihnah, dimana para cendekiawan dipaksa untuk meyakini konsep khalq al-Quran yang disodorkan mu’tazilah, dipimpin oleh sang khalifah al-Ma’mun. Akibat perdebatan ini, tokoh-tokoh yang menentang pendapat ini dijebloskan ke penjara.
Kategori : Headline , Opini , Pilihan Redaksi

Rakornas Gusdurian dan Panggilan Sejarah

oleh : CENDRAMAN, 0 Komentar
Jujur saja, saya adalah salah satu dari sekian ratus peserta Rakornas yang ‘merasa sendirian’ dalam menggerakkan Gusdurian di daerah saya, Kota Baubau. Dengan modal pengalaman berorganisasi, saya mendiskusikan tentang Gusdurian di kalangan mahasiswa, sebab kata 'Gusdurian' masih terdengar asing di kalangan mereka. Dengan alasan bahwa mahasiswa memiliki budaya intelektual (berdiskusi dan membaca), atau paling tidak mereka mengenal Gusdur dalam literatur bacaan. Namun, hal itu diluar dari ekspektasi saya setelah membuat pemetaan sebelumnya untuk menggerakkan Gusdurian.
Kategori : Headline , Pilihan Redaksi

Gus Dur, Anak Muda, dan Narasi Baru Islam Tradisional

oleh : AHMAD ZAINUL HAMDI, 0 Komentar
“Gus Dur menginspirasi!” Itu hal biasa, selumrah mengatakan Gus Dur adalah tokoh Nahdlatul Ulama. Yang belum banyak diuraikan adalah penjelasan bagaimana Gus Dur mewariskan “hartanya” kepada para anak muda, khususnya generasi muda NU, yang membuat kelompok ini membangun dirinya menjadi generasi baru NU yang berbeda. Tidak bisa diingkari bahwa penangkap antusias ide-ide Gus Dur adalah anak-anak muda. Legacy Gus Dur itu hingga kini tetap menginspirasi ribuan anak-anak muda, baik yang berlatar belakang NU maupun tidak.
Kategori : Headline , Opini , Pilihan Redaksi

Tradisi Toleransi: Lebaran, Ucapan Salam/Selamat Hari Raya

oleh : ASRI WIDAYATI, 0 Komentar
Bakdan, Lebaran, Riyaya, atau Rorahea Mpuu—masyarakat Mina Perantauan, Sulawesi Selatan, menyebutnya, ialah istilah yang sama untuk menggambarkan satu suka cita atas terpenuhinya satu bulan penuh haru, tidak hanya bagi muslim yang menjalankan ibadah puasa. Namun, untuk penganut agama lainnya, dengan penuh kesabaran, saling menghormati, dan menghargai momen bulan penuh berkah yang berjalan sedemikian rupa, bahkan dari mereka hampir tak ada yang menolak untuk diajak berbuka bersama. Ataupun justru dengan rela hati menyiapkan menu sahur maupun berbuka dengan berjualan serta membantu kegiatan-kegiatan bulan ramadan umat islam, semampunya. Hingga perayaan yang dinanti itu datang, sebulan penuh telah terbiasa berjalan dengan baik, bukan saja karena peran muslim itu sendiri, akan tetapi juga peluh kesabaran agama lain yang memiliki rasa hormat tinggi.
Kategori : Headline , Opini , Pilihan Redaksi

Rakornas Penggerak Gusdurian 2019

oleh : TOTO WIJAKSANA, 0 Komentar
YOGYAKARTA - Jaringan Gusdurian menggelar Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas), Sabtu-Minggu, 9-10 Nopember 2019. Acara yang diadakan di Hotel Museum Batik, Yogyakarta, ini dihadiri oleh 150 peserta dari 96 komunitas Gusdurian di seluruh Indonesia, bahkan Gusdurian dari Malaysia.
Kategori : Headline , Peristiwa , Pilihan Redaksi