Selasa, 19 Maret 2019

ARTIKEL KAMPUNG GUSDURIAN

Artikel Kampung Gusdurian

REKOMENDASI JARINGAN GUSDURIAN INDONESIA Temu Nasional (Tunas) Jaringan GUSDURian Indonesia

“Perdamaian tanpa keadilan adalah ilusi”. Jaringan GUSDURian Indonesia memandang bahwa nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan adalah nilai dasar dalam menjawab berbagai persoalan yang saat ini mendera bangsa Indonesia. Sistem dan tatanan sosial-politik-ekonomi hanya bermakna jika ia dibangun untuk menegakkan keadilan bagi umat manusia. Pembelaan terhadap kelompok masyarakat yang diperlakukan tidak adil dan tidak manusiawi, bukan hanya menjadi tanggung jawab moral bagi Jaringan GUSDURian Indonesia, tapi juga tuntutan perjuangan yang harus ditindakkan dalam karya nyata. Oleh karena itu, upaya menciptakan tananan politik, sosial dan ekonomi yang adil dan manusiawi adalah perjuangan tiada akhir. Berdasarkan prinsip itulah, Jaringan GUSDURian Indonesia merekomendasikan
Kategori : Sorot

Temu Mahasiswa yang Bukan Sekedar Bertemu

oleh : ADMIN, 0 Komentar
Bersatu Indonesia Merdeka merupakan tema dari Temu Mahasiswa PMKAJ (Pastoral Mahasiwa Keuskupan Agung Jakarta (PMKAJ) 2018 yang dilangsungkan di Gunung Putri, 1-3 Agustus 2018. Kegiatan ini merupakan ajang perjumpaan Orang Muda Katolik se-universitas di Jakarta untuk bertemu, berdinamika, menerima informasi dan bertindak lanjut dalam membuat project social. Kegiatan hari pertama diawali dengan Parade Kebhinekaan, kemudian mahasiswa diajak untuk mendengarkan sesi “Panggilan Gereja Dalam Hidup Berbangsa dan Bernegara” oleh Romo Ignatius Swasono, SJ selaku Romo Moderator. Beliau menjelaskan panggilan Gereja dalam hidup berbangsa dan bernegara sesuai Nota Pastoral KWI 2018.
Kategori : Peristiwa , Pilihan Redaksi

Mengatasi Radikalisme ala Gus Dur

oleh : KH. HUSEIN MUHAMMAD, 0 Komentar
Andaikata Gus Dur masih ada hari ini dan menyaksikan hiruk-pikuk aksi-aksi radikalisme dan kekerasan atas nama agama, apakah yang akan beliau lakukan?. Ini pertanyaan yang diajukan seorang pemuda pada acara bedah buku “Gus Dur dalam Obrolon Gus Mus”, pada peresmian Pergerakan Griya Gus Dur, 24/01/16 lalu. Aku mengira-ngira saja atau berimajinasi. Membaca dan mempelajari paradigma, world view dan karakter spiritualisme Gus Dur, pertama-tama kita akan mengatakan bahwa Gus Dur tidak akan melakukan perlawanan terhadap para pelaku kekerasan dan kaum radikal melalui cara yang sama. Dengan kata lain Gus Dur tidak akan mengatasi kelompok garis keras dan kaum radikal tersebut dengan jalan kekerasan serupa dan militeristik.
Kategori : Headline , Opini , Pilihan Redaksi