Senin, 19 November 2018

ARTIKEL KAMPUNG GUSDURIAN

Artikel Kampung Gusdurian

Kepada Sayyidina Umar, Rindu Berat Ini Kami Alamatkan

oleh : SURAJI, 0 Komentar
Sebulan yang lalu kami menghadiri konferensi pers untuk meminta Presiden memberikan grasi kepada Kyai Nur Aziz, seorang Kyai kampung yang sedang menjalani vonis delapan tahun penjara, akibat memperjuangkan para petani Surokonto Wetan, Kendal Jawa Tengah. Mereka sudah lebih 25 tahun menggarap lahan Perhutani yang terlantar, dan harus melepas tanah tersebut.
Kategori : Headline , Opini , Pilihan Redaksi

Gusdurian Alternatif Gerakan Sosial untuk Perjuangkan Rakyat

oleh : MUHAMMAD AUTAD ANNASHER, 0 Komentar
Purbalingga-Komunitas Gusdurian harus menjelma menjadi gerakan sosial untuk menjembatani masyarakat memperoleh hak-haknya. Komunitas ini mesti mampu menjadi penggerak sosial di tengah-tengah kehidupan masyarakat. Hal tersebut diungkapkan oleh Koordinator Umum Sekretariat Nasional (Seknas) Jaringan Gusdurian, Alissa Wahid, dalam acara temu Komunitas Gusdurian Purbalingga, Rabu sore lalu (28/3).
Kategori : Headline , Peristiwa , Pilihan Redaksi

Gus Dur: Sebuah Buku yang Terbuka

oleh : ARIF GUMANTIA, 0 Komentar
K.H. Abdurrahman Wahid atau sering dipanggil Gus Dur adalah sebuah buku yang terbuka. Yang senantiasa siap kita baca, kita tafsirkan, kita diskusikan, dan barangkali juga siap untuk dicaci maki oleh lawannya. Meskipun Gus Dur tidak pernah memposisikan mereka yang berbeda ide dan pemikiran sebagai seorang “lawan”, melainkan lebih sebagai sahabat berdiskusi dan beradu argumentasi.
Kategori : Headline , Opini , Pilihan Redaksi

Gusdurian Purbalingga Gelar Workshop Video Dokumenter

oleh : MUHAMMAD AUTAD ANNASHER, 0 Komentar
Gusdurian Purbalingga berusaha mewadahi kreativitas dan potensi generasi muda dengan menggelar Workshop Video Dokumenter yang difasilitsi CLC Purbalingga yang selama ini sejalan bersama. Workshop yang rencana digelar selama sehari dari pagi hingga sore sempat molor hari berikutnya lantaran hujan pada Sabtu-Minggu, 17-18 Maret 2018. Materi teori diberikan di Sekretariat Gusdurian Purbalingga di Jl. Sekar Flamboyan Perumahan Griya Abdi Kencana Purbalingga.
Kategori : Peristiwa , Pilihan Redaksi

Mahalnya Percaya

oleh : ALISSA WAHID, 0 Komentar
Setiap kali memasuki periode percaturan kekuasaan lokal-nasional, Jaringan Gusdurian kerap ikut sibuk. Bukan karena terlibat perebutan kekuasaan yang terjadi dalam politik praktis, melainkan karena klaim bahwa Gusdurian mendukung calon A atau merapat kepada calon B. Keyakinan bahwa kepercayaan publik akan berdampak pada kerja-kerja penguatan masyarakat dalam jangka panjang membuat klarifikasi ini menjadi penting. Berulang kali Seknas Gusdurian perlu menegaskan bahwa Jaringan Gusdurian berfokus pada merawat dan melanjutkan perjuangan Gus Dur di ranah gerakan sosial, bukan di politik praktis.
Kategori : Opini , Pilihan Redaksi

Kelas Pemikiran Gus Dur Surabaya: Melanjutkan Tongkat Estafet Gus Dur

oleh : MUHAMMAD AUTAD ANNASHER, 0 Komentar
Abdurrahman Wahid atau yang lebih akrab disapa Gus Dur mungkin telah menghembuskan nafasnya 9 tahun lalu. Namun pemikiran, ideologi dan kontribusinya tetap abadi bagi pengikutnya, yaitu Gusdurian. Sebutan bagi para murid, pengagum dan penerus pemikiran dan perjuangan Gus Dur. Dengan adanya “Jaringan Gusdurian,” puluhan ribu gusdurian kini sudah menyebar tidak hanya di seluruh pelosok nusantara namun juga sampai di luar negeri. Hingga kini terhitung banyaknya Jaringan Gusdurian sejumlah; 28 di Jawa Timur, 20 di Jawa Tengah, 14 di Jawa Barat, 23 di luar Jawa dan 3 di luar negeri (yatu Malaysia, Jeddah, dan Saudi) dan masih akan bertambah lagi. Ungkap Mukhibullah, selaku perwakilan Seknas Gusdurian.
Kategori : Headline , Peristiwa

Gus Dur dan Musik

oleh : HUSEIN MUHAMMAD, 0 Komentar
Kata pa Acung (Abdul Wahid Maryanto) : “Bapak menyimpan dan mengkoleksi banyak kaset dan CD musik klasik, wayang dan musik-musik yang lain baik Barat maupun Indonesia”. Beberapa nama komponis musik klasik dunia antara lain adalah Ludwig van Beethoven, Wolfgang Amadeus Mozart, Johan Sebastian Bach, Frederic Chopin, Frans Schubert, Peter Ilich Tchaikovsky dan lain-lain. Akan tetapi Gus Dur amat suka pada Shimponi 9 in D minor karya besar sang maestro; Beethoven. Dia sering bercerita soal ini. Katanya pada suatu saat: Simfoni No. 9 ini menggambarkan kehidupan Beethoven yang penuh dengan perubahan-perubahan dan perjuangan keras. Ia menggapai kegembiraan dengan mengarungi badai kesulitan. Para pendengarnya menyebut simfoni ini sebagai “the inhuman voice”.
Kategori : Opini , Pilihan Redaksi

Bismillah dan Hilangnya Rahman Rahim

oleh : ABAS ZAHROTIN, 0 Komentar
Seharusnya, saat mendengar nama Allah, hati kita tergetar karena rasa takut kepada Sang Maha Pencipta. Namun kini sebaliknya, jika diteriakkan nama Allah, orang akan bergetar hatinya karena takut pada orang yang mengatakannya.
Kategori : Opini , Pilihan Redaksi

Pernyataan Sikap Bersama atas Kriminalisasi 3 Petani Surokonto Wetan dan Permohonan Grasi

oleh : ADMIN, 0 Komentar
Kyai Nur Aziz, Sutrisno, dan Rusmin (tiga petani miskin di Surokonto Wetan, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah) telah divonis penjara 8 (delapan) dan denda Rp. 10 Milyar karena memperjuangkan hak atas tanah yang dikelola oleh masyarakat sejak tahun 1970. Kedua petani (Nur Aziz dan Sutrisno) akan mengajukan Permohonan Grasi Kepada Presiden Republik Indonesia karena putusan majelis hakim tersebut tidak adil dan tidak berperikemanusiaan. Kedua petani tersebut dituduh merambah hutan dengan menggunakan dasar Pasal 94 ayat (1) huruf a UU 18/2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan di wilayah yang diklaim sebagai kawasan hutan negara.
Kategori : Headline , Pilihan Redaksi

Beduk dan Kentongan

oleh : ALISSA WAHID, 0 Komentar
Sebuah beduk besar yang indah menyita perhatian saya saat mengunjungi Masjid Jawa di Bangkok. Masjid yang didirikan pada tahun 1905 ini adalah masjid tinggalan para pemukim berdarah Jawa di Bangkok. Arsitekturnya menyerupai masjid-masjid Nusantara, begitu pun tradisi yang dihidupinya.
Kategori : Headline , Opini , Pilihan Redaksi