Sabtu, 21 Oktober 2017

ARTIKEL KAMPUNG GUSDURIAN

Artikel Kampung Gusdurian

Menjaga Semangat Toleransi, Gusdurian Solo Adakan Diskusi dan Nonton Film

SOLO, Sabtu – Dalam memperingati Hari Toleransi Internasional yang jatuh setiap tanggal 16 November, Gusdurian Solo dengan beberapa elemen komunitas yang ada di Kota Solo menggelar acara nonton film dan diskusi dengan tema “BEDA dan SETARA”. Kegiatan yang berlangsung di pendopo Taman Cerdas, Kecamatan Jebres, Kota Solo tersebut berlangsung dengan khidmat, diikuti kurang lebih 50 peserta pada hari Sabtu, 19 November 2016. Dalam kegiatan ini, pelaksanaan acara dibantu beberapa elemen komunitas maupun organisasi yang ada di Kota Solo. Elemen yang tergabung tersebut, tak lain dan tak bukan adalah memiliki komitmen dalam menjaga semangat toleransi di tengah keberagaman bangsa. Beberapa elemen maupun organisasi yang tergabung di dalam kegiatan tersebut antara lain adalah Komunitas Nandur, Akasavakya, PMII Komisariat Kentingan serta Komunitas Literasi Buku Revolusi.
Kategori : Headline , Peristiwa , Pilihan Redaksi

Membedah Pemikiran Gus Dur, Mengurai Permasalahan Bangsa

oleh : NUR SHOLIKHIN, 0 Komentar
Gus Dur ketika masuk partai, dia terjun di lahan persengketaan petani dengan perusahaan. Bagi Gus Dur, partai politik adalah alat untuk memperjuangkan masyarakat. Bahkan orang-orang yang dididik oleh Gus Dur banyak yang belum memahami. “Kok eman-eman Gus Dur masuk partai politik. Kalau saya memandang, kebesaran kita di masyarakat sipil juga harus dibuktikan juga untuk menata politik. Tapi jangan sampai politik menjadi panglima,” terang Nur Khalik Ridwan saat menyampaikan materi tentang Biografi Gus Dur pada agenda Kelas Pemikiran Gus Dur (KPG) V di Kampung Batik Giriloyo, Bantul, Sabtu (19/11/2016).
Kategori : Headline , Peristiwa , Pilihan Redaksi

Peringati Hari Toleransi Internasional, JGD Pasuruan Bagikan 1000 Stiker Dan Baca Puisi Toleransi

oleh : MAKHFUD SYAWALUDIN, 0 Komentar
Komunitas Gitu Saja Kok Repot (KGSKR) Jaringan GUSDURian (JGD) Pasuruan bersama Puluhan pemuda lintas agama di kabupaten Pasuruan, bagikan 1000 stiker dalam memperingati Hari Toleransi Internasional di Perempatan Taman Dayu Pandaan. “Sore tadi, kami bersama puluhan pemuda dari GBIS Pandaan, PMII Ngalah, PMII Pancawahana, Kelenteng Tjoe Tik Kong, dan Universitas Yudharta Pasuruan menyebarkan 1000 stiker di Perempatan Taman Dayu Pandaan Pasuruan.” Ungkap Pendeta Otniel Rossa Setiawan selaku Anggota Jaringan GUSDURian Pasuruan kemarin sore (26/11/2016). “Motivasi kami satu dan sederhana, seperti kata Gus Dur, bahwa Indonesia ada karena keberagaman. Kami berbeda tetap satu, yakni Indonesia.” Pungkasnya.
Kategori : Headline , Peristiwa , Pilihan Redaksi

Gusdurian Semarang Peringati Hari Toleransi Internasional dengan Ziarahi Tokoh Pluralisme Semarang

oleh : FAHMI DAN ZULFA, 0 Komentar
Pemuda yang tergabung dalam Jaringan Gusdurian Kota Semarang bersama pegiat keberagaman kota Semarang berkumpul di pelataran makam Bergota pada Kamis, (17/11). Mereka berziarah ke makam Mbah Sholeh Darat sebagai bagian agenda pembuka Pekan Hari Toleransi Internasional yang telah ditetapkan PBB sejak 16 November 1995. Mbah Sholeh Darat merupakan tokoh ulama kharismatik Semarang dan guru dari dua tokoh bangsa, KH Hasyim Asy'ari dan KH Ahmad Dahlan. Rombongan yang terdiri dari Gusdurian, PMII Kota Semarang, KPS, Pelita, PPMI DK Semarang, LBH, rumah pelangi, komunitas payung, paguyuban pedagang kaki lima dan Permahi melanjutkan ziarah ke taman makam pahlawan Giri Tunggal makam MGR Soegijapranata. Ikut serta Romo Aloys Budi Purnomo, Ketua Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan Keuskupan Agung Semarang.
Kategori : Headline , Peristiwa , Pilihan Redaksi

Peringatan Hari Toleransi Internasional 2016 Jaringan Gusdurian

oleh : ADMIN, 0 Komentar
Sudah menjadi rutinitas agenda tahunan Jaringan Gusdurian Indonesia (JGD), bahwa tanggal 16 November selalu memperingati Hari Toleransi Internasional. Kampanye hari toleransi digemakan ke semua elemen masyarakat sebagai wujud untuk menyadarkan kembali betapa pentingnya hidup bertoleran. Karena toleransi antar sesama bukanlah semata-mata menghormati dan menghargai perbedaan, baik suku, agama, ras, dan etnisitas, namun juga upaya aktif untuk memastikan bahwa semuanya setara di mata hukum dan undang-undang.
Kategori : Pilihan Redaksi , Sorot

Media “Islam” yang Menyebarkan Marah

Islam berasal dari kata as-silmu (damai), aslama (menyerahkan diri/pasrah), istalma mustaslima (penyerahan total kepada Allah), saliimun salim (bersih dan suci), dan salamun (selamat). Agama yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW tersebut terbukti mampu membawa masyarakat kegelapan menuju dunia baru, yang terang serta melampaui zaman. Apakah yang tidak tepat dalam Al Quran sebagai kitab suci, petunjuk, tuntunan? Alam semesta telah dibahas dalam QS Al Anbiya ayat 30. Bahkandermatoglyphics alias studi ilmiah sidik jari yang ngetrend beberapa tahun ini dengan tegas telah dinyatakan dalam QS Al Qiyaamah ayat 3-4. Termasuk bagaimana ketentuan lisan, hingga berita yang baik telah ditegaskan dalam QS Al Hujurat ayat 6.
Kategori : Headline , Opini

Lagi, Tentang "PAKAI"

Hingga saat ini, setidaknya dari yang sudah saya temui, ada dua bentuk keberatan dari kalangan yang bersikukuh bahwa Ahok tetaplah menista al-Quran sekalipun ada kata “pakai” dalam pernyataanya. Pertama, analogi yang dipakai seharusnya sama-sama dengan kalimat pasif. Dalam tulisan sebelum postingan ini, misalnya, analoginya adalah “makan pakai tangan” dan “makan tangan”. Keberatan ini mudah dipatahkan. Yah, tinggal diganti saja dengan kata kerja pasif: “dimakan pakai tangan” dan “dimakan tangan”. Gampang, to? Maknanya sama saja. Karena titik tengkarnya bukan pada kata kerjanya aktif atau pasif, tapi pada siapa subjeknya antara dengan “pakai” dan tanpa “pakai”. Mau dibuat aktif (“makan pakai tangan”) atau pasif (“dimakan pakai tangan”), selama ada kata pakai di situ, maka kata setelah pakai tetap berfungsi sebagai alat, bukan subjeknya.
Kategori : Headline , Opini , Pilihan Redaksi

Republik Gaduh, Republik Aduh

oleh : GATOT ARIFIANTO, 0 Komentar
Bagi Republik Indonesia yang menganut sistem demokrasi, demontrasi sejalan dengan Pasal 28E ayat (3) UUD 1945 yang menyatakan: "Setiap orang berhak atas kebebasan berserikat, berkumpul, dan mengeluarkan pendapat". Demikian juga aksi yang sudah dan akan berlangsung 4 November 2016 terkait dugaan penistaan agama Islam dan Al Quran (Al Maidah [5]: 51) oleh Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok.
Kategori : Headline , Opini

Hari Santri : Gusdurian Kuala Lumpur Gelar Do’a Untuk Negeri

oleh : ADMIN, 0 Komentar
Kuala Lumpur, 22/10/2016,- Komunitas Gusdurian Kuala Lumpur ikut ambil bagian dalam Peringatan Hari Santri Nasional 22 Oktober 2016. Acara yang mengambil tema “Do’a Untuk Negeri” tersebut, diadakan di kediaman salah seorang anggota Gusdurian di Shah Alam, Selangor Darul Ehsan. Acara yang dihadiri 40 orang, yang terdiri dari para anggota Gusdurian Kuala Lumpur dan para simpatisan diawali dengan pembacaan Basmallah dan dilanjutkan dengan mengheningkan cipta, membaca Al-fatihah serta bertawassul kepada para sesepuh dan para pahlawan yang telah gugur.
Kategori : Headline , Peristiwa , Pilihan Redaksi , Tinjauan

Menuju Muara Kader Transformatif : Catatan dari Pelatihan Kader Gusdurian

oleh : AHMAD NURHOLIS, 0 Komentar
Sekitar pukul 10. 36 keberangkatan kereta api Joglokerto jurusan Purwokerto-Solo mengantarkan rombongan Gusdurian Banyumas ke Jogja. Kami berempat (Taufik, Agus, Cholis, Kang Yusuf) menaiki kereta tersebut dan turun di stasiun Lempuyang tepat pukul 13. 50. Bersama rombongan dari Gusdurian Purbalingga langsung menuju lokasi Pelatihan Kader Gusdurian di Wisma Batik Yogyakarta. Ya itu kondisi keberangkatan kami dari Purwokerto mengikuti pelatihan pada tanggal 7-9 Oktober 2016 yang diikuti perwakilan dari masing-masing Kabupaten se Jawa Tengah-DIY.
Kategori : Headline , Opini , Pilihan Redaksi