Minggu, 17 Desember 2017

ARTIKEL KAMPUNG GUSDURIAN

Artikel Kampung Gusdurian

Lagi, Tentang "PAKAI"

Hingga saat ini, setidaknya dari yang sudah saya temui, ada dua bentuk keberatan dari kalangan yang bersikukuh bahwa Ahok tetaplah menista al-Quran sekalipun ada kata “pakai” dalam pernyataanya. Pertama, analogi yang dipakai seharusnya sama-sama dengan kalimat pasif. Dalam tulisan sebelum postingan ini, misalnya, analoginya adalah “makan pakai tangan” dan “makan tangan”. Keberatan ini mudah dipatahkan. Yah, tinggal diganti saja dengan kata kerja pasif: “dimakan pakai tangan” dan “dimakan tangan”. Gampang, to? Maknanya sama saja. Karena titik tengkarnya bukan pada kata kerjanya aktif atau pasif, tapi pada siapa subjeknya antara dengan “pakai” dan tanpa “pakai”. Mau dibuat aktif (“makan pakai tangan”) atau pasif (“dimakan pakai tangan”), selama ada kata pakai di situ, maka kata setelah pakai tetap berfungsi sebagai alat, bukan subjeknya.
Kategori : Headline , Opini , Pilihan Redaksi

Republik Gaduh, Republik Aduh

oleh : GATOT ARIFIANTO, 0 Komentar
Bagi Republik Indonesia yang menganut sistem demokrasi, demontrasi sejalan dengan Pasal 28E ayat (3) UUD 1945 yang menyatakan: "Setiap orang berhak atas kebebasan berserikat, berkumpul, dan mengeluarkan pendapat". Demikian juga aksi yang sudah dan akan berlangsung 4 November 2016 terkait dugaan penistaan agama Islam dan Al Quran (Al Maidah [5]: 51) oleh Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok.
Kategori : Headline , Opini

Hari Santri : Gusdurian Kuala Lumpur Gelar Do’a Untuk Negeri

oleh : ADMIN, 0 Komentar
Kuala Lumpur, 22/10/2016,- Komunitas Gusdurian Kuala Lumpur ikut ambil bagian dalam Peringatan Hari Santri Nasional 22 Oktober 2016. Acara yang mengambil tema “Do’a Untuk Negeri” tersebut, diadakan di kediaman salah seorang anggota Gusdurian di Shah Alam, Selangor Darul Ehsan. Acara yang dihadiri 40 orang, yang terdiri dari para anggota Gusdurian Kuala Lumpur dan para simpatisan diawali dengan pembacaan Basmallah dan dilanjutkan dengan mengheningkan cipta, membaca Al-fatihah serta bertawassul kepada para sesepuh dan para pahlawan yang telah gugur.
Kategori : Headline , Peristiwa , Pilihan Redaksi , Tinjauan

Menuju Muara Kader Transformatif : Catatan dari Pelatihan Kader Gusdurian

oleh : AHMAD NURHOLIS, 0 Komentar
Sekitar pukul 10. 36 keberangkatan kereta api Joglokerto jurusan Purwokerto-Solo mengantarkan rombongan Gusdurian Banyumas ke Jogja. Kami berempat (Taufik, Agus, Cholis, Kang Yusuf) menaiki kereta tersebut dan turun di stasiun Lempuyang tepat pukul 13. 50. Bersama rombongan dari Gusdurian Purbalingga langsung menuju lokasi Pelatihan Kader Gusdurian di Wisma Batik Yogyakarta. Ya itu kondisi keberangkatan kami dari Purwokerto mengikuti pelatihan pada tanggal 7-9 Oktober 2016 yang diikuti perwakilan dari masing-masing Kabupaten se Jawa Tengah-DIY.
Kategori : Headline , Opini , Pilihan Redaksi

Pojok GUSDURian Kampus Hadir di UIN Alauddin Makassar

oleh : ADMIN, 0 Komentar
Jaringan GUSDURian Makassar, secara perdana, memulai roadshow dialog Pojok GUSDURian Kampus, selasa (11/10) di UIN Alauddin Makassar. Agenda ini bertujuan meneruskan pemikiran, cita-cita dan perjuangan Gus Dur. Dialog bertema “Mengurai Prasangka, Menjembatani Perbedaan” tersebut, dihadiri oleh puluhan peserta dari kalangan mahasiswa, hadir sebagai narasumber Syamsurijal Ad’han (Pembina Jaringan GUSDURian Makassar) dan DR. Sabri AR (Dosen UIN Alauddin Makassar)
Kategori : Headline , Peristiwa , Pilihan Redaksi

Cocokologi, Riset Minus Peta Jalan

oleh : PURKON HIDAYAT, 0 Komentar
Belakangan ini kembali marak fenomena mencocok-cocokan sebuah peristiwa, dan mencari justifikasinya dalam kitab suci. Misalnya, yang terbaru saat ini mengenai pandangan bumi datar yang menyandarkan dari ayat al-Quran. Mereka memahami secara tekstual arti kata Suthihat, farasy, Bisatha dalam al-Quran surat al-Ghasiyah ayat 20, surat al-Dhariyat ayat 48, serta ayat lainnya yang dipandang sejalan, untuk membenarkan pendapatnya.
Kategori : Headline , Opini , Pilihan Redaksi

Anugerah Nurani Kemanusiaan bagi Setiap Insan Manusia

oleh : JAYA SUPRANA, 0 Komentar
Seluruh jiwaraga saya melemas tidak berdaya apa pun pada saat menyaksikan kedahsyatan kesaktian belalai alat berat mengobrak-abrik gubuk warga RW 9,10,11,12 Bukit Duri yang berdasar perintah Pemerintah DKI Jakarta hukumnya wajib dibumi-ratakan atas nama pembangunan infra struktur demi menjadikan ibukota Indonesia lebih tertib, bersih, sehat, sejahtera dan gemerlap. Konon pembongkaran secara paksa dan secara sadar melanggar hukum sebab Bukit Duri masih dalam proses hukum itu memang harus cepat dilakukan agar Jakarta tampak indah-permai pada saat Asian Games diselenggarakan. Dapat dibayangkan betapa mengerikan angkara murka pembongkaran dilakukan apabila Jakarta menjadi tuan rumah Olimpiade !
Kategori : Headline , Opini , Pilihan Redaksi

Gusdurian Banyumas Gelar Kelas Pemikiran Gus Dur

oleh : ADMIN, 0 Komentar
Komunitas Gusdurian Banyumas pada tangggal 17-18 menyelenggarakan Kelas Pemikiran Gus Dur angkatan ke-2. Acara ini diikuti oleh 18 peserta dari berbagai latar belakang. Kegiatan KPG ini adalah yang kedua kalinya yang diselenggrakan Komunitas Gusdurian Banyumas. Tidak seperti KPG sebelumnya, KPG angkatan ke-2 ini dilaksanakan di markas baru mereka.
Kategori : Headline , Peristiwa , Pilihan Redaksi

Komunitas Gusdurian Kampung Sinaoe: Beraksi untuk Para Pengungsi

oleh : ADMIN, 0 Komentar
Dalam rangka membantu sekaligus membagikan ilmu , para guru Kampoeng Sinaoe(KS) telah beraksi untuk mengajar anak-anak pengungsi dari Madura. Dalam proses kegiatan tersebut, anak-anak yang duduk di bangku Paud hingga Sekolah Dasar(SD) menjadi sasaran untuk diikutkan dalam kelas terbuka. Dalam kegiatan yang berlangsung pada (10/09/16) itu, ada 10 tenaga pengajar dari KS yang ikut serta dalam kegaiatan sosial tersbut. Hal itu dilatarbelakangi oleh kurangnya sumber daya manusia yang dimiliki anak-anak pengungsi. Dari sekian penjalasan dan pertanyaan yang diberikan oleh tenaga pegajar KS, hanya beberapa persen saja yang mampu faham dan mengerti dengan pemebelajaran yang didapat.
Kategori : Headline , Peristiwa , Pilihan Redaksi

Lumbung Amal Gusdurian untuk Longsor

oleh : ADMIN, 0 Komentar
Ribuan rumah telah hancur disapu banjir atau tertimbun longsor yang melanda 16 kabupaten kota akibat hujan lebat yang turun sejak Sabtu (18/6/) siang hingga malam hari di Purworejo, Banjarnegara, Kendal, Sragen, Purbalingga, Banyumas, Sukoharjo, Kebumen, Wonosobo, Pemalang, Klaten, Magelang, Wonogiri, Cilacap, Karanganyar, dan Kota Solo.
Kategori : Peristiwa , Pilihan Redaksi