Selasa, 18 Februari 2020

BERITA DAN ARTIKEL UTAMA PILIHAN REDAKSI KAMPUNG GUSDURIAN

Berita dan Artikel Utama Pilihan Redaksi Kampung Gusdurian

Umat Islam sebagai Pengayom

oleh : HAIRUS SALIM, 0 Komentar
Di pelosok Yogya, karena perkembangan keagamaan, lebih khusus lagi keislaman, banyak masjid yang harus diperluas. Tetapi bgm dgn masjid yang lahannya sudah mentok? Alternatifnya, merambah ke jalan. Di depan masjid yang sebenarnya jalan umum kemudian dibangun tenda permanen berbahan baja ringan. Jalan ini dipakai terutama untuk jumatan atau pengajian.
Kategori : Headline , Opini

Konsistensi Gus Dur

oleh : KH. HUSSEIN MUHAMMAD, 0 Komentar
Aku membaca pengantar buku yang menghebohkan, “Menjerat Gus Dur”, yang berjudul “Gus Dur Melawan Oligarki yang Tak Pernah Usai” oleh penulisnya, Virdika Rizky Utama. Aku belum kebagian bukunya, karena terlambat pesan. Buku itu sungguh amat menarik sekaligus mendebarkan.
Kategori : Headline , Opini

Intoleransi dan Kelas Sosial

oleh : AMIN MUDZAKKIR, 0 Komentar
Tadi malam saya posting "pertanyaan dalam hati". Mungkin karena ilustrasinya kurang pas, beberapa orang bertanya: loh apa hubungannya tinggal di perumahan mewah dan intoleransi? Tetapi karena pertanyaan ini pula saya justru menemukan inti permasalahannya: bagi banyak orang, intoleransi tidak ada hubungannya dengan kelas sosial.
Kategori : Headline , Opini , Pilihan Redaksi

Pernyataan Sikap Penolakan Renovasi Gereja Karimun

oleh : REDAKSI, 0 Komentar
Kasus intoleransi terkait rumah ibadah kembali terjadi. Kali ini renovasi Gereja Katolik Santo Joseph di Kabupaten Karimun ditolak sekelompok orang yang menyebut dirinya sebagai Aliansi Peduli Kabupaten Karimun pada tanggal 6 Februari 2020. Warga berkumpul mengerumuni gereja dan menyampaikan agar pembangunan tersebut dihentikan karena harus menunggu hasil sidang PTUN. Pasalnya, Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) gereja yang terbit pada tanggal 2 Oktober 2019 digugat oleh Aliansi ke PTUN Tanjungpinang pada tanggal 30 Desember 2019.
Kategori : Headline , Sorot

GUSDURian Bantaeng Akhirnya Kembali ke “Khittah”

Sejumlah Tokoh pemuda, pegiat literasi, aktvis lintas iman dan Ormas Kepemudaan menggelar pertemuan di Kabupaten Bantaeng. Pertemuan lintas tokoh ini difasilitasi oleh salah seorang pengusaha sukses bernama Budi Jaya, di kediamannya di Jalan Poros Bantaeng-Bulukumba, Sabtu malam, 8 Februari 2020. Budi Jaya, selain dikenal sebagai pecinta Gus Dur, ia juga dikenal sosok pemuda yang sangat terbuka, suka berbaur serta punya kepedulian yang tinggi terhadap toleransi.
Kategori : Headline , Peristiwa

Obituari Gus Sholah: Ulama yang Menjaga Marwah Indonesia

Indonesia kembali kehilangan satu putra terbaiknya. Tadi malam, pada tanggal 2 Februari 2020, KH. Sholahuddin Wahid – sering disapa Gus Sholah – telah meninggalkan kita semua. Wafatnya beliau dikonfirmasi oleh putranya, Irfan Sudirman Wahid, dalam cuitan di twitter. Gus Sholah menghembuskan nafas terakhir di RS Jantung Harapan Kita Jakarta pada pukul 21;00 WIB setelah kondisi kritis.
Kategori : Headline , Opini , Pilihan Redaksi

Sesat Pikir

Penduduk sebuah kota kecil memutuskan membangun jembatan untuk menghubungkan dua sisi kota. Untuk itu, mereka merekrut seorang penjaga. Seorang warga mengusulkan untuk merekrut akuntan guna mengurus gaji si penjaga. Sang akuntan kemudian minta dibantu oleh staf keuangan. Untuk mengurus tiga orang pekerja, tentu saja diperlukan seorang manajer. Suatu saat, Dewan Kota memutuskan untuk mengurangi anggaran pengelolaan jembatan dengan mengurangi tanggungan SDM. Maka penduduk memutuskan: penjaga jembatanlah yang harus di-PHK, karena ini adalah pekerjaan yang lebih rendah kastanya!
Kategori : Headline , Opini , Pilihan Redaksi

Gus Dur, Pemadam Konflik

oleh : MUHAMMAD HUSNIL, 0 Komentar
Kisah ini saya dapatkan dua kali dari salah satu guru terkasih saya, Pak Mutammam Syafi’i. Beliau mendapatkannya dari kyai saya, Allahuyarham KH Masruri Abdul Mughni (Abah Kyai). Pak Mutammam merupakan salah satu kepercayaan Abah Kyai. Abah Kyai mengenal Gus Dur sejak lama, saat mondok di Jombang pada awal 60-an. Gus Dur hadir dalam cerita-cerita Abah Kyai sebagai seorang santri yang haus ilmu pengetahuan. Gila baca. Pada saat bersamaan beliau seorang yang egaliter.
Kategori : Headline , Opini , Pilihan Redaksi

Buku Islam Berkebudayaan adalah Nilai-Nilai Kemanusiaan Berbasis Tasawuf

oleh : SUAIB PRAWONO, 0 Komentar
Balai Lembaga Penelitian dan Pengembangan Agama (Balitbang) Makassar menggelar kegiatan beda buku berjudul “Islam Berkebudayaan, Akar Kearifan Tradisi, Ketatanegaraan dan Kebangsaan”. Buku karya Kiai Jadul Maula ini dibedah di hotel Hotel Arya Duta Makassar, Rabu 29 Januari 2020. Hadir sebagai pembicara, Kiai M. Jadul Maula, penulis buku, dan Kepala Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar, H. Saprillah. Selain itu, hadir juga sekitar 30 orang peserta. Mereka adalah perwakilan komunitas, organisasi keagamaan, instansi pemerintah, dan pegiat literasi. Hadir sebagai pembicara, Kiai M. Jadul Maula yang juga sebagai penulis buku, dan Kepala Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar, H. Saprillah. Selain itu, hadir juga sekitar 30 orang peserta, mereka adalah perwakilan komunitas, organisasi keagamaan, instansi pemerintah dan pegiat literasi.
Kategori : Headline , Peristiwa , Pilihan Redaksi

Mereka Menjerat Gus Dur dan Menjatuhkannya dari Kursi Presiden dengan Segala Cara

oleh : VIRDIKA RIZKY UTAMA, 0 Komentar
Sebagai presiden di masa transisi, Gus Dur memiliki tugas yang amat berat. Ia harus memenuhi tuntutan reformasi yang ingin diadakannya penuntutan dan pembersihan rezim lama. Celakanya, anasir Orde Baru begitu menggurita di segala sendi kehidupan. Dengan kata lain, kekuatan Orde Baru masih teramat kuat. Sedangkan, konsolidasi kekuatan baru belum mencapai titik temu. Akibatnya, posisi Gus Dur menjadi sulit, karena Gus Dur tak memiliki modal politik yang cukup kuat. Gus Dur terpilih karena adanya koalisi Poros Tengah yang digagas Amien Rais dan Partai Golkar.
Kategori : Headline , Opini , Pilihan Redaksi