Minggu, 26 Mei 2019

BERITA DAN ARTIKEL UTAMA PILIHAN REDAKSI KAMPUNG GUSDURIAN

Berita dan Artikel Utama Pilihan Redaksi Kampung Gusdurian

Nilai Gus Dur Persepektif Budaya Bugis dan Akuntansi

oleh : MUHAMMAD ARAS PRABOWO, 0 Komentar
Berbicara tentang Gus Dur sama dengan membicarakan tentang ilmu pengetahuan. Karena keluasan pengetahunnya, kemudian menjadikan Gus Dur sebagai gudang ilmu. Semua orang silih berganti dalam mencicipinya. Suku, Agama, Ras dan Antargolongan (SARA) melebur menjadi satu kesatuan yang tidak terpisahkan hingga membentuk sebuah komunitas yang dinamakan Gusdurian. Berbicara tentang Gus Dur adalah berbicara tentang struktur pengetahuan yang kemudian dikristalisasi menjadi Sembilan nilai-nilai utama Gus Dur. Nilai-nilai tersebut yaitu Ketauhidan, Kemanusiaan, Keadilan, Keadilan, Kesetaraan, Pembebasa, Kesederhanaan, Keksatriaan dan Kearifan Lokal.
Kategori : Headline , Kajian

Sinta Nuriyah: Ibu Negara, Ibu Rakyat

oleh : MARZUKI WAHID, 0 Komentar
Ntah, ini kali yang ke berapa. Tampaknya lebih dari 19 tahun, beliau memilih untuk sahur keliling ketimbang sahur di rumah bersama keluarga. Sejak suaminya KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) menjadi Presiden keempat (1999-2001), Ibu Negara Nyai Hj. Sinta Nuriyah memilih untuk sahur bersama fuqara dan masakin (kaum miskin) serta mustadl'afin dan madhlumin (kaum tertindas) di sejumlah daerah.
Kategori : Headline , Opini , Pilihan Redaksi

Kartini, Pessah, dan Sri Lanka

oleh : AFIFAH AHMAD, 0 Komentar
Minggu, 21 April 2019. Para perempuan di negeriku tercinta sedang memperingati hari Ibu untuk mengenang kembali perjuangan Kartini. Di hari ini juga, saya perempuan Indonesia yang kebetulan sedang merantau di kota Teheran, berkesempatan mengikuti tur “Mengenal agama-agama minoritas di Iran”. Pada kesempatan kali ini, kami peserta tur, diajak ke Sinagog Molla Hanina di Teheran untuk melihat dari dekat Perayaan dimulainya hari Pessah. Hari kemerdekaan dan keluarnya umat Yahudi dari Mesir yang dipimpin oleh Nabi Musa.
Kategori : Headline , Opini , Peristiwa

Maklumat Jaringan Gusdurian

oleh : ADMIN, 0 Komentar
Indonesia sangat membutuhkan para pemimpin dan wakil rakyat yang berintegritas, yang terpilih melalui pemilu sebagai wujud kedaulatan rakyat. Pada 17 April 2019 nanti akan diselenggarakan pemilu untuk memilih presiden-wakil presiden, anggota DPR-RI, DPRD I, DPRD II, dan DPD. Jaringan Gusdurian mempunyai perhatian yang sangat besar terhadap penguatan demokrasi di negeri ini, termasuk penyelenggaraan Pemilu yang berkualitas. Salah satu caranya adalah dengan mengawal proses pemilihan dan perhitungan suara dalam pemilu ini.
Kategori : Headline , Sorot

Pribumisasi Islam dan Tantangan Kebinekaan Indonesia: Refleksi pemikiran dan aksi Gus Dur

Akhir-akhir ini banyak keprihatian muncul akibat dari pemahaman dan aksi sebagian masyarakat tentang keagamaan Islam yang mengarah pada intoleransi, mengedepankan kebencian dan permusuhan. Gejala itu hampir menjadi gambaran umum masyarakat Indonesia bahkan di pemberitaan dan studi-studi secara internasional. Namun, sifat-sifat tersebut bertentangan dengan karakteristik atau citra dari bangsa Indonesia yang selama ini dikenal, mayoritas Muslim, sopan santun, toleran, dan gotong royong serta berbudaya halus.
Kategori : Headline , Kajian

Tentang Non-Muslim Bukan Kafir

oleh : KHOLID SYEIRAZI, 0 Komentar
Hasil Bahtsul Masâil Maudlū’iyah dalam Munas dan Konbes NU 2019 di Banjar Patroman, Jawa Barat, memicu polemik. Dari sekian isu penting, yang paling menyengat publik adalah hasil bahasan di tema “Negara, Kewarganegaraan, Hukum Negara, dan Perdamaian.” Bagi saya, ini bukan tema baru, tetapi kelanjutan dari visi kebangsaan NU yang telah ditanamkan sejak tahun 1936, 1945, 1953, 1984, dan 1987. Tahun 1936, NU menyebut kawasan Nusantara sebagai Dârus Salâm. Tahun 1945, NU setuju NKRI berdasarkan Pancasila dan kemudian menggalang Resolusi Jihad untuk mempertahankan NKRI dari pendudukan kolonial. Tahun 1953, NU mengakui keabsahan kepemimpinan Soekarno secara fikih dan menggelarinya dengan julukan Waliyyul Amr ad-Dlarūri bis Syaukah. Tahun 1983-84, NU menegaskan NKRI final bagi perjuangan umat Islam. Tahun 1987, NU memperkenalkan trilogi ukhuwwah: Ukhuwwah Islâmiyah, Ukhuwwah Wathaniyah, Ukhuwwah Basyariyah/Insâniyah.
Kategori : Headline , Opini , Pilihan Redaksi

Merumitkan Wacana Gus Dur

oleh : A. KHOIRUL ANAM , 0 Komentar
Pada hari pemakamannya di Jombang, Pak Presiden SBY ketika itu menyebut Gus Dur sebagai “bapak pluralisme”. Pemerintah mungkin ingin menyederhanakan “wacana Gus Dur” hanya pada urusan ini, dalam bahasa yang agak konspiratif menyederhanakan adalah melokalisir: seputar pembelaan terhadap hak-hak minoritas terutama terkait agama dan kepercayaan. Putri-putrinya juga hampir selalu menceritakan “Bapak” hanya terkait hal ini. Perayaan-perayaan di hari haulnya juga tidak jauh dari urusan ini juga.
Kategori : Headline , Opini , Pilihan Redaksi

Ustadzah Mencari Presiden

oleh : AHMAD Z. EL-HAMDI, 0 Komentar
Jangan dikira bahwa seorang ustadzah hanya tahu shalat istikharah ketika dia hendak mencari solusi dari masalah yang dihadapinya. Shalat istikharah sudah pasti dilakukan. Tapi seorang ustadzah juga tidak jarang mengambil keputusan yang sangat rasional sebagaimana ustadzah muda yang saya temui kali ini. Saya mengenalnya cukup lama. Dia putri seorang kiai besar di negeri ini. Di samping pendidikan agama yang langsung didapatkan dari ayah ibunya, dia sendiri juga mendapatkan pendidikan formal yang cukup baik. Saat ini dia memiliki jamaah anak-anak muda yang sangat banyak. Di mana pun dia berkunjung, anak-anak muda selalu mengerumuniya untuk meminta nasehatnya.
Kategori : Headline , Opini , Pilihan Redaksi

AGENDA GUSDURIAN

oleh : HARIS EL-MAHDI, 0 Komentar
Ada dua agenda besar yang menjadi inti (core) gerakan Gusdurian dalam membumikan 9 nilai utama; Ketauhidan, Kemanusiaan, kesetaraan, keadilan, Pembebasan, persaudaraan, kesederhanaan, keksatriaan, dan kearifan lokal. Dua agenda itu saya sebut "Basic Agenda" atau agenda dasar dan "advanced Agenda" atau agenda Lanjutan.
Kategori : Headline , Opini , Pilihan Redaksi