Senin, 21 Januari 2019

BERITA DAN ARTIKEL UTAMA PILIHAN REDAKSI KAMPUNG GUSDURIAN

Berita dan Artikel Utama Pilihan Redaksi Kampung Gusdurian

PERAYAAN TAHUN BARU KAUM BIDAH

oleh : AHMAD Z. EL HAMDI, 0 Komentar
Di dalam buku yang sudah menjadi klasik, Pergolakan Pemikiran Islam Indonesia, (alm.) Ahmad Wahib pernah menyatakan bahwa umat Islam perlu memperbanyak bidah kultural. Bidah kultural adalah suatu kreativitas kultural yang dibutuhkan sebagai respon tepat terhadap kebuyaan manusia yang bersifat dinamis. Menghindar dari bidah kultural atas nama apapun hanya akan terjerembab ke dalam konservatisme.
Kategori : Headline , Opini

2018 ASIA DEMOCRACY AND HUMAN RIGHTS AWARD : ACCEPTANCE SPEECH FROM GUSDURIAN NETWORK INDONESIA

oleh : ALISSA WAHID, 0 Komentar
When my father, president Abdurrahman Wahid of Indonesia, or Gus Dur as we fondly call him, passed away on Dec 30 2009, millions of Indonesians and many around the globe mourned him. His grave was never short of people paying tribute or just praying for him. Nine years after he passed away, 3,000 people to 15,000 people every day visits his grave. We mourned him, but the real mourning for me came one day in 2010 as I sat comfortably in a coffee shop in a mall. I received a short message about an Ahmadi village being attacked by Islamist hardliners. I immediately sought out contacts inside the village and local activists networks to go straight to the place. And for the whole day, I worked from 500km away to assist those under attacks.
Kategori : Headline , Peristiwa , Pilihan Redaksi

Perempuan, Pelecehan Seksual, dan Perkosaan

oleh : HARIS EL MAHDI, 0 Komentar
"Saya pernah mengalami pelecehan seksual. Ini baru pertama kali saya ceritakan. Kejadian di asrama dinas tempat keluarga saya tinggal. Pelaku adalah ayah dari sahabat saya, ia meremas payudara saya......." Cerita berhenti, perempuan itu histeris, menangis cukup lama. Memorinya terbuang ke masa itu, saat pelecehan seksual menimpa dirinya. Trauma yang ia pendam lama tak cukup kuat untuk diucap dalam kata-kata yang lugas. Kemudian, setelah forum berhenti sejenak, perempuan lain bercerita tentang pengalamannya dilecehkan secara seksual oleh laki-laki.
Kategori : Headline , Opini , Peristiwa , Pilihan Redaksi

Buku Pemikiran Gus Dur Berbahasa Inggris Diluncurkan

oleh : LOLA LOVEITA, 0 Komentar
Buku pemikiran Gus Dur berbahasa Inggris akhirnya diluncurkan ke publik oleh INFID bersama LKiS dalam rangkaian Festival HAM Indonesia 2018 di Wonosobo (14/11). Buku yang diluncurkan di sini adalah buku Gus Dur berbahasa Inggris bertajuk Gus Dur on Religion, Democracy & Peace yang diterbitkan oleh penerbit Gading. INFID dan LKiS ingin berupaya menyebarkan gagasan-gagasan dan inisiatif-inisiatif mengenai demokrasi, perdamaian dan keadilan ke lingkup dunia internasional dari kalangan muslim Indonesia.
Kategori : Headline , Peristiwa , Pilihan Redaksi

Nasihat Gus Dur Ini Sesuai dengan Kaidah Fikih

oleh : AMIN NUR HAKIM , 0 Komentar
Ada sebuah kaidah fikih yang berbunyi, al-îtsâru bil qurabi makrûhun, mendahulukan orang lain dalam masalah ibadah hukumnya makruh. Kaidah ini masuk ke dalam kaidah ‘aglabiyyah’ dalam kumpulan kaidah fikih. Sebagaimana masyhurnya, kaidah fikih terbagi kepada tiga golongan, Kulliyyah, Aghlabiyyah, dan Mukhtalaf. Kata itsâr, sebagaimana diterangkan oleh Syaikh Yasin al-Faddani, adalah mendahulukan orang lain daripada diri sendiri, dan kata qurab adalah jamak dari qurbah, yaitu segala sesuatu berupa kewajiban dan kesunnahan yang dapat mendekatkan diri kepada Allah. Ada sebagian ulama yang berpendapat, makna qurab adalah ibadah secara umum. (Syaikh Yasin al-Faddani, al-Fawâid al-Janiyyah Hasyiyah al-Mawâhib as-Saniyyah, Dar el-Rasyid, juz 2, halaman 95)
Kategori : Headline , Opini , Pilihan Redaksi

Keberagaman yang Indah di Kupang

oleh : SARJOKO WAHID, 0 Komentar
Beberapa waktu terakhir saya terlibat dalam kampanye narasi keislaman-keindonesiaan. Narasi ini terus disosialisasikan agar masyarakat terutama para pemuda tidak melepaskan identitasnya sebagai warga negara. Mula-mula pertanyaan yang saya munculkan adalah: kita ini orang Indonesia yang beragama Islam, atau orang Islam yang kebetulan tinggal di Indonesia? Jawaban atas pertanyaan ini menentukan cara pandang kita dalam memahami agama dan negara. Pertanyaan ini saya lontarkan pula di hadapan aktivis lintas iman di kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Semuanya menjawab bahwa mereka adalah orang Indonesia yang memeluk agama tertentu. Kebetulan yang hadir dalam workshop memiliki latar belakang agama beragam. Semuanya sepakat bahwa identitas keindonesiaan diletakkan paling awal. Karena negara adalah entitas yang mampu menjaga keberagaman dan menjaminnya agar tetap berdampingan secara harmonis.
Kategori : Headline , Opini , Pilihan Redaksi

Di Kupang, Toleransi Dijaga dan Diciptakan

oleh : KALIS MARDI ASIH, 0 Komentar
Dari tepian lapak ikan segar di Kelapa Lima, Oesapa, masjid Raya NTT berdiri megah di kota Kupang. Sejak tahun 60-an, Masjid raya yang kini terus direnovasi itu telah damai berdampingan dengan Gereja Kristus Raja, Katedral paling tua di Kupang. Baru-baru ini, ada sebuah fragmen kisah perdamaian soal keduanya. Pasca peristiwa bom Surabaya bulan Mei 2018 yang menarget gereja dengan tersangka sebuah keluarga Muslim yang membuat kita prihatin, di Kupang beredar broadcast pesan tak bernama lewat media sosial. Para jemaat telah bersiap datang untuk melakukan aksi solidaritas, mengingat broadcast cukup provokatif dengan pesan keagamaan.
Kategori : Headline , Opini , Pilihan Redaksi

Apakah-Tradisi Sedekah Laut itu 'Syirik' ?

oleh : VINANDA FEBRIANI, 0 Komentar
Bantul, Yogyakarta adalah kota budaya. Kota dengan sederet peninggalan budaya yang tak ternilai harganya. Kini salah satu adat budayanya dirusak, dikecam oleh mereka yang mabuk agama. Jangan biarkan, tindak, dan jangan takut. Jangan kalah oleh kelompok kecil yang akan merusak damai bangsa ini. Menurutnya, kejadian ini merupakan awal atas tindakan radikal kelompok tersebut, jika tak dilawan maka akan terus dan akan semakin menjadi. Tidak ada kekerasan dalam Agama. Kita sudah lama hidup dalam gandeng mesra budaya nenek moyang dan agama yang kita anut, dan tak masalah. Jika saat ini mereka berani congak, ini adalah salah kita semua, yang diam atas ulah mereka selama ini. Mereka ada di mana-mana dan kita membiarkannya. Lawan! Indonesia bukan tempat bagi pemeluk konservatism agama, 'Sing waras ojo ngalah'.
Kategori : Headline , Opini , Pilihan Redaksi

Gusdurian Sebagai Gerakan Nilai

oleh : HARIS EL MAHDI, 0 Komentar
Ada tiga varian gerakan keagamaan yang mempunyai model berbeda dalam menjawab tantangan jaman. Ketiga varian gerakan keagamaan itu adalah :Lutherian, Webberian, dan Gusdurian. Lutherian adalah varian gerakan keagamaan yang diinisiasi oleh Martin Luther dengan tiga kredo utama, Sola Gratia, Sola Fide, dan Sola Scriptura.
Kategori : Headline , Opini , Pilihan Redaksi

Politik Gusdurian

oleh : SARJOKO WAHID, 0 Komentar
Sore ini muncul berita yang dinanti-nantikan sebagian orang: konferensi pers mengenai arah politik keluarga Gus Dur. Mbak Yenni Wahid, seusai meminta masukan kepada para sesepuh dan berdiskusi dengan berbagai pihak kemudian menyatakan mendukung Jokowi-Yai Ma’ruf untuk pemilihan presiden 17 April 2019 mendatang. Sebagian senang. Sebagian biasa saja. Sebagian kecewa.
Kategori : Headline , Opini , Pilihan Redaksi