Minggu, 17 Desember 2017

BERITA DAN ARTIKEL UTAMA PILIHAN REDAKSI KAMPUNG GUSDURIAN

Berita dan Artikel Utama Pilihan Redaksi Kampung Gusdurian

Bom Madinah Kebohongan Kafir?

oleh : MOHAMAD SYAFI ALI , 0 Komentar
Seiring bom tak jauh dari masjid Nabawi beserta pemberitaannya, ada tulisan yang menyangkal informasi umum yang beredar. Nara sumbernya orang bernama Fathuddin Ja’far, yang saat kejadian mengatakan berada di dalam Masjid Nabawi. Kesaksian ini dimuat di sejumlah media, beredar di socmed, grup WA dan seterusnya, yang intinya berita bom Madinah tak sesuai fakta, berlebihan dan merupakan sebuah konspirasi untuk menyudutkan Islam. Berdasar kesaksian Ja’far, ia tidak mendengar ledakan, hanya melihat kepulan asap. “Kami hanya melihat kepulan asap spt ada kebakaran di seberang Baki’, makam para sahabat Rasulullah.”
Kategori : Headline , Opini , Pilihan Redaksi

Kesadaran Diri Dalam Spiritualitas Budhis

Perjalanan Safari Damai Ramadhan Gusdurian Malang tiba di Vihara Dhammadhipa Arama Batu diterima Bhante Jayamedho (20/6/2016). Ulasan puasa menjadi bahan refleksi menarik terutama ditinjau dari sudut pandang laku puasa para pengikut Budhis. Refleksi Bhante Jayamedho menohok dan bisa menjadi asupan spiritual bagi kami yang muslim yang kebetulan menjalankan ibadah ramadhan.
Kategori : Headline , Peristiwa

Yang Selalu Absen Saat Ramadlan

Saat Ramadlan baru berjalan kurang dari 10 hari, media massa telah dipenuhi oleh berbagai aksi mengejutkan yang mengusik nalar dan nurani publik. Adalah Ibu Saeni yang menangis terbalut kalut saat segerombolan Satpol PP Serang Banten menyita kasar makanan yang ia jual siang hari. Sementara itu ancaman razia warung dan restoran juga dilontarkan oleh Kepala Satpol PP Banjarmasin. Disana sweeping bahkan dilakukan terhadap warung-warung yang menjual makanan bagi non-muslim (babi), yang bahkan konsumennya sangat mungkin bukan muslim.
Kategori : Headline , Opini

Gusdurian Malang Adakan Safari Ramadan

oleh : ANAS AHIMSA, 0 Komentar
Pada momentum bulan Ramadhan 1437 H (2016) ini, dimanfaatkan secara positif oleh kaum muda lintas agama dan keyakinan yang tergabung dalam komunitas kultural Gusdurian Kota Malang. Seperti kegiatan Safari Damai Ramadhan yang pertama kali diadakan tahun ini di "kota dingin" Malang dijadwalkan mulai tanggal 13 dengan ber-safari ke komunitas Syiah, dan dilanjutkan tanggal 15 Juni 2016 untuk berdialog ke organisasi kepemudaan katholik Malang.
Kategori : Headline , Peristiwa , Pilihan Redaksi

Bu Sinta, Gus Dur, Al-Azhar dan Para Penghina itu

Sudah hampir 20 tahun terakhir Bu Sinta Nuriyyah Abdurrahman Wahid, menggelar sahur dan buka bersama dengan kalangan masyarakat bawah, yang dilaksanakan dengan kalangan non-muslim. Beliau, seperti sang suami, ingin menjadikan Ramadan sebagai momentum untuk menyapa kalangan bawah dan mereka yang dianggap berbeda. Bu Sinta datang ke daerah-daerah terpencil dan ke tempat-tempat yang kalangan agama mungkin banyak mengabaikan.
Kategori : Headline , Opini , Pilihan Redaksi

Benturan Antar-Wahabisme di Indonesia

oleh : AHMAD SUAEDY, 0 Komentar
Banyak orang tidak menyadari bahwa sesungguhnya ada Wahabisme a la Indonesia yang dalam sejarah, setidaknya sejak tahun belasan abad ke-20 telah lahir, dan berbenturan dengan Wahabisme yang lahir di Arab Saudi. Wahabisme Indonesia dinisbatkan kepada KH. Wahab Chasbullah, salah seorang pendiri Nahdlatul Ulama (NU) bersama-sama dengan KH. Hasyim Asy’ari. Bisa jadi disebabkan karena kelemahan dalam tradisi intelektual di kalangan santri dan pesantren sendiri bahwa mereka tidak tercatat secara tertulis dalam sejarah sebagai perintis ide nasionalisme di awal-awal abad ke-20. Namun, jika menengok naskah Deklarasi atau Piagam Nahdlatul Wathon kalangan santri yang bertitel 1916 (Munim DZ, 2014) maka kalangan santri telah mendeklarasikan cinta tanah air berhadapan dengan penjajah Belanda untuk menuju kemerdekaan ketika itu. Piagam tersebut tidak lain merupakan reformulasi dan ringkasan dari syair ciptaan KH. Wahab Chasbullah jauh sebelumnya yang berjudul “Ya Lal Wathon”, yang artinya ”Wahai Bangsa (Indonesia).”
Kategori : Headline , Opini , Pilihan Redaksi

Aksi Melacak Jejak Gus Dur

KH. Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, adalah sosok yang sangat dikenal dekat dengan masyarakat. Selama beliau hidup, baik sebagai kiai, presiden, intelektual, aktivis, maupun politikus, selalu mempunyai kesan tersendiri di hati masyarakat Indonesia akan sosoknya yang nyentrik nan unik. Ia hampir selalu meninggalkan kesan yang bermuara pada pencerahan, gagasan baru, dan peneguhan pada nilai-nilai. Kesan-kesan masyarakat di saat bertemu dengan Gus Dur itulah yang sedang dihimpun oleh Seknas Jaringan Gusdurian Indonesia dengan Aksi Melacak Jejak Gus Dur.
Kategori : Headline , Peristiwa , Pilihan Redaksi

Presiden dan Sastra(wan), dengan Pram di Antaranya

Apa pentingnya sastra(wan) bagi seorang presiden? Saya ingin menyegarkan kembali kenangan, bahwa dalam periodenya yang singkat sebagai presiden, Gus Dur sempat ‘mengunjungi’ tiga orang sastrawan terkemuka Indonesia. Sekali lagi ‘mengunjungi’ dan menemui ketiga sastrawan itu di rumah atau kediaman mereka. Gus Dur tentu bisa saja mengundang mereka ke istana negara dan mungkin mereka bersedia. Tapi ia lebih memilih untuk repot dengan mendatangi mereka secara langsung. Ketiga sastrawan yang ia sambangi itu adalah A. A. Navis, Mochtar Lubis dan Pramoedya Ananta Toer.
Kategori : Headline , Kajian , Pilihan Redaksi