Jumat, 16 November 2018

BERITA DAN ARTIKEL UTAMA PILIHAN REDAKSI KAMPUNG GUSDURIAN

Berita dan Artikel Utama Pilihan Redaksi Kampung Gusdurian

Gusdurian Alternatif Gerakan Sosial untuk Perjuangkan Rakyat

oleh : MUHAMMAD AUTAD ANNASHER, 0 Komentar
Purbalingga-Komunitas Gusdurian harus menjelma menjadi gerakan sosial untuk menjembatani masyarakat memperoleh hak-haknya. Komunitas ini mesti mampu menjadi penggerak sosial di tengah-tengah kehidupan masyarakat. Hal tersebut diungkapkan oleh Koordinator Umum Sekretariat Nasional (Seknas) Jaringan Gusdurian, Alissa Wahid, dalam acara temu Komunitas Gusdurian Purbalingga, Rabu sore lalu (28/3).
Kategori : Headline , Peristiwa , Pilihan Redaksi

Gus Dur: Sebuah Buku yang Terbuka

oleh : ARIF GUMANTIA, 0 Komentar
K.H. Abdurrahman Wahid atau sering dipanggil Gus Dur adalah sebuah buku yang terbuka. Yang senantiasa siap kita baca, kita tafsirkan, kita diskusikan, dan barangkali juga siap untuk dicaci maki oleh lawannya. Meskipun Gus Dur tidak pernah memposisikan mereka yang berbeda ide dan pemikiran sebagai seorang “lawan”, melainkan lebih sebagai sahabat berdiskusi dan beradu argumentasi.
Kategori : Headline , Opini , Pilihan Redaksi

Kelas Pemikiran Gus Dur Surabaya: Melanjutkan Tongkat Estafet Gus Dur

oleh : MUHAMMAD AUTAD ANNASHER, 0 Komentar
Abdurrahman Wahid atau yang lebih akrab disapa Gus Dur mungkin telah menghembuskan nafasnya 9 tahun lalu. Namun pemikiran, ideologi dan kontribusinya tetap abadi bagi pengikutnya, yaitu Gusdurian. Sebutan bagi para murid, pengagum dan penerus pemikiran dan perjuangan Gus Dur. Dengan adanya “Jaringan Gusdurian,” puluhan ribu gusdurian kini sudah menyebar tidak hanya di seluruh pelosok nusantara namun juga sampai di luar negeri. Hingga kini terhitung banyaknya Jaringan Gusdurian sejumlah; 28 di Jawa Timur, 20 di Jawa Tengah, 14 di Jawa Barat, 23 di luar Jawa dan 3 di luar negeri (yatu Malaysia, Jeddah, dan Saudi) dan masih akan bertambah lagi. Ungkap Mukhibullah, selaku perwakilan Seknas Gusdurian.
Kategori : Headline , Peristiwa

Pernyataan Sikap Bersama atas Kriminalisasi 3 Petani Surokonto Wetan dan Permohonan Grasi

oleh : ADMIN, 0 Komentar
Kyai Nur Aziz, Sutrisno, dan Rusmin (tiga petani miskin di Surokonto Wetan, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah) telah divonis penjara 8 (delapan) dan denda Rp. 10 Milyar karena memperjuangkan hak atas tanah yang dikelola oleh masyarakat sejak tahun 1970. Kedua petani (Nur Aziz dan Sutrisno) akan mengajukan Permohonan Grasi Kepada Presiden Republik Indonesia karena putusan majelis hakim tersebut tidak adil dan tidak berperikemanusiaan. Kedua petani tersebut dituduh merambah hutan dengan menggunakan dasar Pasal 94 ayat (1) huruf a UU 18/2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan di wilayah yang diklaim sebagai kawasan hutan negara.
Kategori : Headline , Pilihan Redaksi

Beduk dan Kentongan

oleh : ALISSA WAHID, 0 Komentar
Sebuah beduk besar yang indah menyita perhatian saya saat mengunjungi Masjid Jawa di Bangkok. Masjid yang didirikan pada tahun 1905 ini adalah masjid tinggalan para pemukim berdarah Jawa di Bangkok. Arsitekturnya menyerupai masjid-masjid Nusantara, begitu pun tradisi yang dihidupinya.
Kategori : Headline , Opini , Pilihan Redaksi

Menyoal Tidur Gus Dur

oleh : MOHAMMAD PANDU, 0 Komentar
Jangan remehkan perkara tidur. Nazi Jerman, barangkali tak akan tumbang jikalau Hitler tak tidur saat pasukan Sekutu mendarat di pantai Normandia, Perancis. Namun apa daya, gara-gara Hitler terlambat bangun dan gagal memberi komando pada pasukannya, peristiwa yang terkenal dengan nama Operasi Overlord itu dengan mudah melumpuhkan Nazi Jerman sekaligus mengakhiri Perang Dunia II pada tahun 1944.
Kategori : Headline , Opini , Pilihan Redaksi

Cara Gus Dur Memahami Ayat Tegas Terhadap Non-Muslim

oleh : WILDAN IMADUDDIN, 0 Komentar
Salah satu ayat al-Quran yang seringkali dikutip oleh sebagian saudara kita sesama umat Islam untuk menegaskan eksklusifitas antar sesama Muslim adalah Q.S al-Fath [48] ayat 29 yang bunyinya sebagai berikut: مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللَّهِ وَالَّذِينَ مَعَهُ أَشِدَّاءُ عَلَى الْكُفَّارِ رُحَمَاءُ بَيْنَهُمْ تَرَاهُمْ رُكَّعًا سُجَّدًا يَبْتَغُونَ فَضْلًا مِنَ اللَّهِ وَرِضْوَانًا سِيمَاهُمْ فِي وُجُوهِهِمْ مِنْ أَثَرِ السُّجُودِ ذَلِكَ مَثَلُهُمْ فِي التَّوْرَاةِ وَمَثَلُهُمْ فِي الْإِنْجِيلِ كَزَرْعٍ أَخْرَجَ شَطْأَهُ فَآزَرَهُ فَاسْتَغْلَظَ فَاسْتَوَى عَلَى سُوقِهِ يُعْجِبُ الزُّرَّاعَ لِيَغِيظَ بِهِمُ الْكُفَّارَ وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ مِنْهُمْ مَغْفِرَةً وَأَجْرًا عَظِيمًا
Kategori : Headline , Opini , Pilihan Redaksi

Otonomi untuk Akomodasi

Dalam suatu pertemuan para pemangku adat atau para sultan nusantara dengan presiden Joko Widodo di Istana Bogor (Kompas, 5 Januari, hlm. 4) lalu berkembang aspirasi agar mereka dilibatkan dalam pembangunan yang lebih nyata. Tidak lupa mereka menguitp UUD 1945 Pasal 18B Ayat 1 dan 2. Namun, menurut penulis, lahirnya pasal 18B ayat 1 dan 2 harus dilihat dalam perspektif yang lebih luas dan menyeluruh dalam penataan kebinekaan Indonesia ke depan, tidak hanya -- mengutip aspirasi salah seorang pemangku adat tersebut-- agar perwakilan mereka dimasukkan pada unit kerja presiden. Tulisan ini hendak mencoba mengeksplorasi pengembangan implementasi dari Pasal 18 B tersebut untuk antisipasi tantangan pengelolaan kebinekaan Indonesia ke depan.
Kategori : Headline , Opini , Pilihan Redaksi

Haul Gus Dur dan Kisah Saya di Kampus Katolik

oleh : AHMAD NAUFA KHOIRUL FAIZUN , 0 Komentar
Di sebuah sudut di Kampus Katolik Universitas Sanata Dharma (USD), Yogyakarta, ada tempat berukuran sekitar 3×2 meter. Tak mewah, memang. Namun, di atap ruangan itu tertulis tanda panah, arah kiblat. Dan di bawahnya terhampar beberapa sajadah. Itulah, bentuk toleransi beragama yang nyata-nyata ada di Indonesia: sebuah Universitas Katholik, menyediakan Mushala, tempat untuk shalat bagi yang beragama Islam.
Kategori : Headline , Opini , Peristiwa , Pilihan Redaksi