Senin, 10 Desember 2018

KAJIAN

Artikel dan ulasan mendalam mengenai suatu isu dengan berbasis pada penelitian dan penelusuran pustaka, terutama tentang isu dan wacana yang pernah dipikirkan dan dikembangkan oleh Gus Dur.

Islam Indonesia dan Pemulihan Luka Bersama via Keadilan dan Penulisan Ulang Sejarah

Walaupun umat Islam[1]memiliki kekuatan dan posisi yang diperhitungkan dalam kehidupan berbangsa hari ini, misalnya dengan pengakuan pemerintah terhadap peran kaum santri baru-baru ini atau terhadap peran ormas-ormas Islam (NU dan Muhammadiyah) dalam membangun kehidupan beragama yang moderat, umat Islam belum menjadi penentu dan pelopor atas peran-peran kebangsaan yang bersifat terobosan dan memiliki jangkauan panjang ke depan. Di tengah gelapnya situasi berbangsa, umat Islam turut menjadi trouble factor yang memperunyam situasi dan kehilangan kendali atas apa yang terjadi—belum berhasil menjadi faktor penentu yang mampu membawa bangsa keluar dari kegelapan dan sengkarut permasalahannya.
Kategori : Headline , Kajian , Pilihan Redaksi

Tempat Ibadah Sebagai Bagian dari Pelayanan Publik

Dua peristiwa kerusuhan bernuansa antar agama yang membawa korban nyawa terjadi di waktu yang berdekatan dan di dua ujung provinsi Indonesia, timur dan barat. Di kabuaten Tolikara, provinsi Papua terjadi bersamaan dengan Hari Raya Iedul Fitri dan di Singkil provinsi Aceh bertepatan dengan peringatan hari besar Tahun Baru Hijriyah. Tanpa bermaksud mengingkari kompleksitas permasalahn di kedua peristiwa memilukan itu, tempat ibadah merupakan isu sensitif.Ikut terbakarnya Musholla di pasar di Tolikara menjadi perhatian besar dari publik. Sementara penutupan dan pembakaran gereja di Singkil merupakan masalah pokok dari kerusuhan itu sendiri.
Kategori : Headline , Kajian , Pilihan Redaksi

Menangkal Radikalisme dengan Pendekatan Lokal

oleh : AHMAD SUAEDY, 0 Komentar
Hampir semua hasil riset dan survei mutakhir tentang kecenderunganradikalisme dan ciri-cirinya di Indonesia sudah disebut dalam laporan risettersebut. Hasil kesimpulan riset tersebut juga sudah bisa dibaca, bahwa adaangka yang cukup signifikan tentang kecenderungan anak muda untuk tertarik danmenjadi pendukung paham dan aksi radikal di kalangan mahasiswa perguruan tinggiagama di Indonesia. Yang menarik adalah bahwa kecenderungan itu tidak hanyaterjadi di kalangan Islam atau perguruan tinggi Islam melainkan juga agama yang lain. Fenomena tentang kecenderungan dukungan terhadap intoleransi dankekerasan dengan dasar atau argumen agama juga sudah disebut di dalam laporanriset tersebut.
Kategori : Headline , Kajian , Pilihan Redaksi

Memutus Peristiwa 65 dengan Skema 1-5-1; Rekonstruksi Cara Pandang Gus Dur

oleh : AAN ANSHORI, 0 Komentar
SUDAH beberapa tahun ini, Jaringan GUSDURian memobilisasi kampanye hari Perdamaian Internasional. Aksi yang selalu dihelat setiap tgl 21 September ini biasanya serentak dilakukan di berbagai kota dengan mengambil momentum persoalan lokal. Khusus tahun ini, tagline yang diusung mengambil salah satu kutipan masyhur alm. Gus Dur; Perdamaian tanpa Keadilan adalah ilusi. Bapak pluralisme yang wafat 6 tahun lalu itu agaknya cukup menyadari; di tangan mayoritas despotik seperti Indonesia, perdamaian tidak selamanya linier dengan keadilan.
Kategori : Headline , Kajian , Pilihan Redaksi

Gus Dur dan Marxisme-Leninisme

oleh : ROY MURTADHO, 0 Komentar
PERJUMPAAN Gus Dur dengan Marxisme, bisa kita baca dalam biografi yang ditulis oleh Greg Barton. Sebagaimana pengakuannya sendiri ketika remaja di Yogyakarta menjadi santri Kiai Ali Maksum Krapyak, ia telah membaca Das Capital karya Marx dan What Is To Be Done? karya Lenin. Gus Dur juga tertarik pada ide Lenin tentang keterlibatan sosial secara radikal, seperti dalam Infantile Communism dan dalam Little Red Book nya Mao (kutipan kata-kata Ketua Mao).[1] Digambarkan bahwa di satu sisi ia menemukan banyak ide menarik dalam pikiran-pikiran kaum Marxis, tetapi ia juga terganggu oleh antagonisme Marxisme dengan agama.[2] Meski demikian, Gus Dur masih tetap berharap bahwa dalam Islam ia dapat memperoleh jawaban bagi masalah-masalah ketidakadilan, kemiskinan, dan penindasan yang menjadi tema utama dan mengemuka dalam Marxisme-Leninisme.
Kategori : Headline , Kajian , Pilihan Redaksi

Islam Nusantara dan Hal-Hal yang Belum Selesai

[Disclaimer: tulisan ini menyoal wacana Islam-Nusantara; berisi kritik dan beberapa usulan. Tulisan ini dibagi dalam empat poin dan bisa dibaca secara terpisah. Empat poin yang dibahas dalam tulisan ini ialah: (1) tentang problem definisi; (2) tentang NU dan budaya; (3) tentang fikih dan pengaruh konteks; dan (4) tentang relasi agama-budaya. Tulisan ini, seperti judulnya, juga belum selesai, karena deskripsi tentang Islam-Nusantara dalam tulisan ini hanya didasarkan pada artikel-artikel yang tersebar di internet terkait tema itu hingga saat tulisan ini ditulis. NU sendiri sebagai pengasas kampanye Islam-Nusantara belum mengeluarkan definisi resminya. Seiring dengan munculnya gagasan-gagasan dan artikel-artikel baru lainnya, tulisan ini akan ditambal atau direvisi di beberapa bagiannya.]
Kategori : Headline , Kajian , Pilihan Redaksi

Fashlun, ay, Hadza Fashlun fi Suluk Tilawah Jawi

Lidah saya lebih lincah untuk membilang tilawah langgam Jawa sebagai tilawah jawi. Sedangkan tilawah langgam arab saya sebut tilawah arabi. Selain untuk menyingkat spasi dalam tulisan, pembilangan tersebut juga bernalar paradigmatik sebagaimana nanti akan saya gelar lapak perbincangannya di bawah ini. Tak ada yang lebih utama di antara dua model tilawah itu. Keduanya merupakan karya kultural anak-anak manusia. Siapa saja boleh memainkannya sesuka daya. Saya harap Anda kalis dari kecendrungan penghakiman, buruk sangka, dan intensi klaim kebenaran.
Kategori : Headline , Kajian , Pilihan Redaksi

Penguasaan Negara atas Sumber Daya Alam Menurut Islam

oleh : HARUN ROSYID, 1 Komentar
Indonesia itu dikenal dengan Negara mega Bio Diversity juga dikenal sebagai Negara mega cultural diversity. Indonesia memiliki hutan tropis terlus ketiga di dunia akan tetapi Indonesia memiliki keragaman hayati (Kandungan alam) yang terbesar dan terbanyak di dunia. Selain itu Negara Indonesia juga memiliki kekayaan kultur yang beragam. Dalam sejarah pengelolaan sumber daya alam di Indonesia, nilai-nilai keragaman kultural yang dimiliki menjadi fondasi kehidupan dalam pengelolaan Sumber Daya Alam, jika ala mini rusak maka kehidupan dan kebudayaan kita juga akan rusak.
Kategori : Headline , Kajian , Peristiwa , Pilihan Redaksi

Kasus Rembang dalam Perspektif Hukum Islam

Secara faktual, pada kenyataannya tidak ada operasi pertambangan yang tidak menimbulkan dampak negatif dan merusak terhadap alam dan lingkungan hidup. Dinyatakan dengan jelas bahwa “di seluruh Indonesia, operasi pertambangan menciptakan kehancuran dan pencemaran lingkungan”. Penemuan teknik-teknik dan teknologi baru hanyalah meminimalisir dampak kerusakan yang ditimbulkan, tetapi kenyataannya tidak dapat menghilangkan sama sekali dampaknya terhadap alam dan lingkungan. Terlebih di Jawa, yang kondisi alamnya sangat padat dihuni atau berdekatan dengan populasi penduduk, industri ekstraktif berbasis pertambangan jelas memiliki dampak, langsung maupun tidak langsung, cepat atau lambat, terhadap masyarakat di sekitarnya dan kondisi alam setempat.
Kategori : Headline , Kajian , Pilihan Redaksi

Masalah Pemurnian Aswaja NU Garis Lurus

Diskursus wacana publik belakangan di kalangan NU merambah ke fenomena menyengat. Banyak orang NU dibuat terpana munculnya arus garis purifikasi Aswaja dari kalangan Nahdliyin, seperti munculnya fenomena Gus Najih Maimun yang mengkampanyekan Daulah Islamiyah dalam tulisan-tulisannya, Gus Luthfi Bashori yang mengklaim memperjuangkan NU Garis Lurus, Kyai Idrus Ramli yang sudah berani menyesatkan KH. Abdurrahman Wahid dan Bu Hj. Shinta Nuriyah dalam video yang diunggah web NU Garis Lurus; dan munculnya web anonim NU Garis Lurus di luar web Gus Luthfi Bashori yang juga membawa jargon NU Garis Lurus.
Kategori : Headline , Kajian , Pilihan Redaksi