Sabtu, 25 November 2017

ANTARA GUS DUR DAN NAHDLATUL ULAMA

Senin, 14 Agustus 2017
oleh : Mohammad Yajid Fauzi
Dibaca sebanyak 258 kali
Nahdlatul Ulama yang berdiri sejak tahun 1926 merupakan Organisasi Islam terbesar di Indonesia yang sangat digandrungi oleh masyarakat. Hal ini karena Nahdlatul Ulama dalam pengajarannya menghargai budaya lokal dan tidak membuang tradisi yang telah ada dan berkembang di dalam kehidupan masyarakat. sehingga sangat cocok di Indonesia yang masyarakatnya mayoritas memeluk agama islam dan masih memegang teguh adat dan budaya yang di wariskan oleh para leluhur.
 
 
 
Salah satu tokoh bangsa yang dilahirkan dan di besarkan dari kalangan Nahdlatul Ulama adalah KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Beliau merupakan cucu dari K.H Hasyim Asy’ari salah satu tokoh pendiri Nahdlatul Ulama dan Putra dari K.H Wahid Hasyim. Gus Dur sebelum menjabat sebagai presiden di Indonesia, beliau pernah menjadi Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama.
 
Selain Nahdlatul Ulama ada juga Organisasi Islam yang lahir di Indonesia seperti Muhammadiyah. Dua Organisasi Islam  ini meskipun berbeda tetapi tetap mengedepankan rasa toleransi terhadap umat beragama dan sangat menolak dengan paham-paham ekstrimisme yang radikal. Hal ini sesuai dengan apa yang pernah diusulkan Gus Dur kepada pemerintah yakni agar melarang gerakan dakwah. sebab menurutnya apabila para da’i leluasa dengan dakwahnya maka bisa akan melahirkan tragedi seperti yang terjadi di Aljazair. Lebih dari itu beliau mengatakan bahwa ‘Jikalau umat islam berkuasa di indonesia maka orang Kristen dan Katholik akan dibantai”.
 
Hal ini Gus Dur katakan karena memang Gus Dur sangat anti dengan kemajuan islam di bidang politik. Makanya beliau dengan tegas menolak menjadi anggota Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) yang menurutnya organisasi itu disusupi oleh kaum ekstrimis yang akan mendirikan Negara Islam di Indonesia.Padahal menurut Gus Dur semua agama itu sama saja. Seperti yang dikatakan Ali Bin Abi Thalib ‘’Dia Yang bukan Saudaramu Dalam Iman Adalah Saudaramu Dalam Kemanusiaan’’. Kemanusiaan bersumber dari pandangan ketauhidan bahwa manusia adalah makhluk Tuhan paling mulia yang dipercaya untuk mengelola dan memakmurkan bumi.
 
Oleh karena itu Nahdlatul Ulama sebagai Organisasi Islam terbesar di Indonesia dianggap sebagai Organisasi Islam yang moderat. Dakwah yang mengedepankan toleransi, artinya yang sudah beda tidak dipaksa untuk sama. Dan sebaliknya, yang sudah sama jangan dicari agar bisa berbeda. Seperti yang dikatakan Gus Dur bahwa “Semakin Tinggi Ilmu Seseorang, Maka Semakin Besar Rasa Toleransinya”