Senin, 22 April 2019

BALADA GUS DUR

Senin, 08 April 2019
oleh : Es Wibowo
Dibaca sebanyak 225 kali
1 Di Jombang, Gus Dur mangkat sebagai guru bangsa Maha guru kiai yang telah mengajariku Menjadi lelaki penyabar dan pemberani Lalu dengan langkah lembut Ditakwin rahasia maut, tabir arasy ataukah Dengus talkin mendekatkan diri pada Tuhan Serta mengubur hasrat keduniawian

2

Di Tebu Ireng,

Waliullah yang pernah kucium tangannya di Tegalrejo

Pada musim tembakau kemarau lampau

Dengan senyum dingin, dan wajah mengayomi

Masihkah seperti dulu, ketika ia bicara padaku

Atas nama demokrasi, bagi pluralitas dan toleransi

Untuk reformasi, demi Indonesia

Atau tentang dunia damai yang dicintai

3

Di pesantren Al Munawaroh Ciganjur

“Balada Gus Dur”

Sajak duka, syair perih cerita rakyat yang kutulis

Dengan air mata zam-zam dan getah kurma

Turut takziah mengantar kemangkatannya yang said

Kemangkatan wahid keharibaan Al Hamid

4

Di pesantren API Tegalrejo

Tahun 1957-tahun 1959, desa religi

Yang dinubuatkan melahirkan santri cendekia dan kiai

Tampak bayang wajah Gus Dur tersenyum tawar

Di antara aroma nafas anak yatim setanjung mawar

Atau mungkinkah Gus Dur mengenang masa remajanya

5

Serta ingin mendekap bocah gunung yang mentakziahi

Dari Menoreh, Sumbing, Andong, Merbabu, Merapi, Tidar

Semeru, Argopuro, Arjuna, Raung, Bromo

Serta pelayat yang menyunggi zuhudmu

Dari Kediri, Probolinggo, Tulung Agung, Nganjuk,

Lumajang, Tanggul, Bangil, Plumbon, Cangakan, Mojokerto, Sidoarjo, Wonorejo, Pasuruan

6

Di Denayan,

Di sepanjang sungai Porong dan Brantas

Sejengkal Jombang yang membentangkan

Garis hidup dan maut

Gus Dur melambaikan tangan dari mobil jenazah yang

Melintas jembatan shiratal mustaqim seperti

Sajak duka, syair perih cerita rakyat “Balada Gus Dur”

Yang belum rampung kutulis di Pesantren Al Munawaroh Ciganjur

7

Lalu angin, dan hujan turun bersama tangis

Lalu dingin, dan gempa gemuruh bersama duka

Tetapi percayalah wahai Sang Pemberani

Pejuang kemanusiaan yang tak getar

Difitnah dan dizalimi

8

Kepergian yang dimuliakan bumi

Kemangkatan yang ditakbiri rakyat

Kezuhudan yang ditakdirkan Tuhan

Pastilah di akhir zaman nanti

Ditasawufkan sukmamu wukuf

Keberanian atasmu kebenaran dimakrifatkan