Rabu, 22 Mei 2019

OPINI

Pendapat pribadi atau tulisan singkat, padat, dan ringan mengenai isu-isu yang menjadi perhatian para gusdurian.

Nilai Gus Dur Persepektif Budaya Bugis dan Akuntansi

oleh : MUHAMMAD ARAS PRABOWO, 0 Komentar
Berbicara tentang Gus Dur sama dengan membicarakan tentang ilmu pengetahuan. Karena keluasan pengetahunnya, kemudian menjadikan Gus Dur sebagai gudang ilmu. Semua orang silih berganti dalam mencicipinya. Suku, Agama, Ras dan Antargolongan (SARA) melebur menjadi satu kesatuan yang tidak terpisahkan hingga membentuk sebuah komunitas yang dinamakan Gusdurian.
Kategori : Opini , Pilihan Redaksi

Gus Dur dan Perihal Melawan Melalui Lelucon

oleh : M. FAKHRU RIZA, 0 Komentar
Di masa rezim pemerintahan yang otoriter, segala urusan menjadi sangat sulit. Kebebasan berbicara dilarang dan kebebasan pers diberangus. Masyarakat sipil tak boleh memberikan kritik kepada pemerintah. Pokoknya, apapun yang diinginkan oleh penguasa harus diterima dengan pasrah dan legowo oleh masyarakatnya.
Kategori : Opini , Pilihan Redaksi

Tuhan Modernitas dan Tuhan Penjaga di Tokyo dan Kawaba

oleh : KALIS MARDIASIH, 0 Komentar
Di hadapan kuil arca berbentuk alat kelamin pria, Akemi Sensei bercerita tentang sejarah God of Cause milik penganut Shinto di Jepang. Dulu, simbol itu dibuat ketika pemeluk Shinto mengalami masalah dengan kesehatan, utamanya urusan fertilitas. Orang-orang berdoa dengan memberikan koin persembahan, membungkukkan badan tiga kali dengan tangan menelungkup di dada dan bertepuk tangan.
Kategori : Opini , Pilihan Redaksi

Merebut Narasi Islam Damai dan Keindonesiaan di Dunia Maya

oleh : NUR SHOLIKHIN, 0 Komentar
Dalam sebuah diskusi yang dilaksanakan oleh Jaringan Gusdurian di Yogyakarta pada hari Sabtu (28/Juli/2018), dan yang difasilitatori oleh Savic Ali, penulis mendapatkan data yang menarik terkait narasi Islam dan Indonesia. Narasi Islam dan keindonesiaan sangat penting untuk kita lihat, mengingat banyak agenda kelompok tertentu yang berusaha merebut narasi Islam untuk kepentingan politik. Penulis mengatakan untuk kepentingan politik, mengingat 2019 merupakan momentum politik pergantian legislatif dan presiden.
Kategori : Opini , Pilihan Redaksi

Sinta Nuriyah: Ibu Negara, Ibu Rakyat

oleh : MARZUKI WAHID, 0 Komentar
Ntah, ini kali yang ke berapa. Tampaknya lebih dari 19 tahun, beliau memilih untuk sahur keliling ketimbang sahur di rumah bersama keluarga. Sejak suaminya KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) menjadi Presiden keempat (1999-2001), Ibu Negara Nyai Hj. Sinta Nuriyah memilih untuk sahur bersama fuqara dan masakin (kaum miskin) serta mustadl'afin dan madhlumin (kaum tertindas) di sejumlah daerah.
Kategori : Headline , Opini , Pilihan Redaksi

Perlukah Izin FPI Diperpanjang?

oleh : M. MUJIBUDDIN, 0 Komentar
Publik akhir-akhir ramai membincangkan perihal izin organisasi FPI yang berakhir pada 7 Juni 2019. Jika FPI dalam kurun waktu tertentu tidak memperpanjang surat izinnya maka FPI akan dinyatakan sebagai organisasi illegal di Indonesia. Akan tetapi, jika dalam kurun waktu satu bulan ini FPI mengurus surat izin dan diakui oleh pemerintah maka FPI masih berhak untuk menjadi organisasi massa Islam di Indonesia.
Kategori : Opini , Pilihan Redaksi

Jaka Tingkir, Gus Dur, dan Politik Kita Hari Ini

oleh : SARJOKO WAHID, 0 Komentar
Sultan Hadiwijaya alias Jaka Tingkir si Raja Jawa menjanjikan hadiah kepada siapa saja yang berhasil mengalahkan Arya Penangsang, adipati Jipang Panolan yang mengklaim paling berhak atas tahta Demak Bintara. Bagi Arya Penangsang, Jaka Tingkir yang "hanya" menantu sultan Trenggana tidak memiliki hak untuk mewarisi tahta. Hadiah yang dijanjikan itu berupa sebuah kadipaten bernama Pati di pesisir utara Jawa dan hutan Mentaok di pesisir selatan.
Kategori : Opini , Pilihan Redaksi

Greg Barton, Gus Dur dan Cita-cita Universalisme Islam

oleh : M. MUJIBUDDIN, 0 Komentar
Gus Dur merupakan tokoh pemikir Islam Indonesia. Sejak kecil Gus Dur memiliki ketertarikan pada ilmu pengetahuan. Bentuk kecintaannya terhadap ilmu tersebut bisa dilihat melalui berbagai buku yang telah dibaca, mulai dari buku Barat hingga buku Timur. Kegemarannya membaca buku kemudian membentuk pemikiran Gus Dur.
Kategori : Opini , Pilihan Redaksi

Persatuan Bangsa: Jokowi Dan Prabowo Belajarlah Kepada Gus Dur

oleh : RUDI HARTONO, 0 Komentar
Pemilihan capres dan cawapres telah usai pada Rabu (17/4). Sejumlah lembaga survei merilis hasil hitung cepat di mana pasangan petahana Jokowi-Maruf memperoleh suara di kisaran 55 persen, dan pasangan penantang Prabowo-Sandi hanya meraup 44 persen. Meski, hasil final baru akan di umumkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada Mei mendatang.
Kategori : Opini , Pilihan Redaksi

Indonesia Darurat Tertawa

oleh : ALISSA WAHID, 0 Komentar
Beberapa hari menginap di hotel, setiap malam saya menonton Stand-Up Comedy Amerika Serikat di salah satu saluran televisi. Saya mendapati bahwa para komika ”Negeri Paman Sam” sangat lugas dan tanpa batas dalam pilihan tema ataupun cara penyampaiannya.
Kategori : Opini , Pilihan Redaksi