Minggu, 29 Maret 2020

OPINI

Pendapat pribadi atau tulisan singkat, padat, dan ringan mengenai isu-isu yang menjadi perhatian para gusdurian.

Berislam ala Bung Hatta

oleh : MOHAMMAD PANDU, 0 Komentar
Sesekali, cobalah membandingkan membaca buku biografi dua pionir proklamasi kemerdekaan bangsa kita: Ir. Sukarno dan Dr. Hatta. Di sana Anda akan menemukan berjibun perbedaan dan (cuma) segelintir persamaan di antara mereka. Dalam buku biografi yang ditulis Cindy Adams, Bung Karno: Penyambung Lidah Rakyat Indonesia, presiden RI pertama itu terlihat memiliki karakter yang lincah, pemberani, humoris, suka bicara, pemikir revolusioner, dan tidak bisa jauh dari kasih sayang perempuan.
Kategori : Opini , Pilihan Redaksi

Pandemi Covid-19 sebagai Ancaman Keamanan Non-Tradisional (Non-Traditional Security Threat)

oleh : NAJIB AZCA, 0 Komentar
Berbeda dengan ancaman keamanan tradisional yang bercorak kemiliteran dan berbasis negara-bangsa, ancaman Covid-19 tak kalah membahayakan dan lazimnya lebih sulit ditangkal dan ditundukkan karena bersifat lintas-bangsa dan acap tidak kasat mata. Ia bisa berwujud persalinan musim, migrasi warga, degradasi ekologi, juga virus mematikan.
Kategori : Opini , Pilihan Redaksi

Bulir Gandum di Kotak Catur ke-64

oleh : RIKA IFFATI FARIHAH, 0 Komentar
Alkisah seorang bijak bernama Sissa ibn Dahir menciptakan permainan catur untuk Raja Shihram. Sang raja sangat senang dengan permainan ini dan ingin memberi hadiah untuk Sissa.
Kategori : Opini , Pilihan Redaksi

Gagasan Maqashid Syari’ah ala Gus Dur

oleh : ABDULLAH FAIZ, 0 Komentar
Bangsa Indonesia sangat bangga memiliki tokoh bangsa seperti KH Abdurrahman Wahid atau lebih akrab dikenal Gus Dur, sosok kiyai pesantren yang mampu merangkul semua elemen masyarakat dari mulai kelas bawah sampai kelas atas. Tokoh semacam Gus Dur ini jarang ditemukan di zaman sekarang.
Kategori : Opini , Pilihan Redaksi

Kilas Balik Munculnya Gerakan Salafi Radikal dalam Konteks Islam Indonesia

oleh : A. FIKRI AMIRUDDIN IHSANI, 0 Komentar
Berkembangnya berbagai kelompok Islam di Indonesia tidak lepas dari berbagai peristiwa yang melatar belakanginya. Kita bisa memutar sedikit ingatan ketika pada 11 September 2001 bom menerjang gedung kembar di Amerika. Dan pada saat itulah kemudian dunia menyoroti kelompok Islam yang dikenal dengan sebutan gerakan Salafi Radikal atau Neo-Fundamentalisme Islam (Greg Fealy, 2005).
Kategori : Opini , Pilihan Redaksi

Mengapa Gerakan Islam Moderat Tampak Selalu Kalah di Dunia Digital?

oleh : MUHAMMAD AUTAD AN NASHER, 0 Komentar
Tulisan ini lahir atas kegelisahan saya selama ini dengan munculnya pertanyaan-pertanyaan seperti ini: “Mas, kamu dan teman-teman kan sudah banyak bikin konten-konten positif tentang keindonesiaan dan keislaman, baik yang Islam damai, Islam ramah, Islam cinta, Indonesia rumah bersama, yang moderat-moderat begitulah pokoknya, tapi kenapa gaungnya pasti kalah dengan gerakan Islam politik sih? Yang bawa-bawa agama ke politik dengan gerakan bela-bela yang berjilid-jilid”.
Kategori : Opini , Pilihan Redaksi

Teori Sederhana Kalam Asy'ariyah Menjawab Respon Sebagian Jamaah NU terhadap Pandemi Covid-19

oleh : LIEN IFFAH NAFATU FINA, 0 Komentar
Di kalangan sebagian umat Islam di Indonesia, khususnya Jamaah Nahdlatul Ulama (NU), muncul dua respon mengkhawatirkan dalam menanggapi pandemi Covid-19. Pertama, mereka yang meyakini pandemi ini sebagai buatan atau konspirasi pihak-pihak tertentu yang punya kepentingan. Kedua, sejalan dengan ulasan saya sebelumnya, mereka yang merespon ini dengan sikap fatalis. Banyak yang gelisah dengan efek dari kedua respon tersebut.
Kategori : Opini , Pilihan Redaksi

Epidemi Corona dan Teologi Fatalistik yang Fatal

oleh : AHMAD ZAINUL HAMDI, 0 Komentar
Kita pasti pernah mendengar kisah tentang seorang Sahabat yang membiarkan untanya begitu saja, tanpa menambatkannya secara patut. Melihat itu, sang Nabi bertanya kepadanya, mengapa dia tidak menambatkan untanya. Sahabat itu dengan penuh percaya diri menjawab bahwa dia bertawakal kepada Allah. Dengan tegas dan penuh bijaksana, Nabi dawuh: “ikatlah untamu lalu bertawakkallah kepada Allah.”
Kategori : Opini , Pilihan Redaksi