Rabu, 18 Oktober 2017

OPINI

Pendapat pribadi atau tulisan singkat, padat, dan ringan mengenai isu-isu yang menjadi perhatian para gusdurian.

Sketsa Nilai dan Pemikiran Gus Dur

Tidak semua, atau bahkan sangat sedikit, orang yang gagasan dan pemikirannya terus dikaji, dipikirkan kembali, sekaligus diikuti setelah ia tiada. K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) adalah salah satu dari segelintir itu. Hingga kini, lama setelah wafatnya, gagasan dan pemikirannya tetap diperbincangkan dan dipikirkan. Mengapa Gus Dur menjadi sedemikian kuat pengaruhnya? Jawabannya bisa sangat kompleks dan beragam. Salah satunya adalah karena dia tidak hanya orang yang bicara dan menuangkan gagasan dalam tulisan, namun juga bekerja memperjuangakan apa yang ia pikirkan. Sejarah atau biografinya dengan terang benderang menerangkan perjalanan hidupnya yang penuh dengan pelaksanaan kata-kata. Mulai dari mengajar di pesantren, mengurus dan merawat organisasi NU, hingga menjadi politikus dan presiden. Semua itu tidak bisa dipisahkan dari pemirkiran dan gagasannya yang dituangkan dalam berbagai tulisan.
Kategori : Headline , Opini , Pilihan Redaksi

Keislaman Dua Sahabat Menerangi Kekatolikanku

oleh : PASTOR KOPONG MSF, 0 Komentar
Dua sahabat; Quraish Shihab dan Gus Mus bertemu dan berkisah di Mata Najwa (21 Juni 2017). Mereka mengulang kembali romantika kebersamaan 50 tahun yang lalu di kota Firaun-Mesir tempat mereka berdua menimba ilmu agama Islam di Universitas Islam ternama Al-Ashar. Lima puluh tahun lalu mereka bermain voly dan sepak bola bersama dan dari permainan itu pun mereka memaknai hidup dan ke-Islaman.
Kategori : Headline , Opini , Pilihan Redaksi

Humor Sebagai Sarana Dialog

"Orang yang ingin tahu tentang orang lain, harus memahami lelucon. Jangan gampang tersinggung dengan lelucon." (Abdurrahman Wahid, 1990) Tahun 1994. Di dalam satu acara mensyukuri dan merayakan 65 tahun YB. Mangunwijaya, seorang pastur Katolik, arsitek dan sastrawan, di hadapan sekitar 400an orang dari beragam kalangan, Gus Dur mengemukakan sebuah humor:
Kategori : Headline , Opini , Pilihan Redaksi

Terorisme Di Sekeliling Kita

oleh : DONNY WS, 0 Komentar
Sekali lagi, teror bom kembali mengguncang Indonesia. Kali ini bom meledak di kawasan Terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur, Rabu (24/5/2017). Lima orang tewas dari serangan ini termasuk pelaku. Sebelumnya, serangkaian aksi teror juga baru terjadi di kota Manchester dan Marawi. ISIS mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut dan mengancam akan ada lebih banyak serangan susulan. Jika kita melihat serangkaian aksi teror yang mengatasnamakan Islam, banyak sekali pertanyaan yang akan muncul. Apakah betul Islam mengajarkan kekerasan? Apakah Islam mengajarkan kebencian? Mengapa aksi terorisme masih terus terjadi? Sepemahaman penulis, Nabi Muhammad SAW diutus untuk membawakan amanat perasaudaraan dalam kehidupan (wa ma arsalnaka illa rahmatan lil alamin). Oleh karena itu, segala bentuk tindak kekerasan dan terorisme sangat bertentangan dengan ajaran Islam.
Kategori : Headline , Opini , Pilihan Redaksi

Ciri-ciri Organisasi Anti Pancasila

oleh : ARIF HIDAYATULLAH, 0 Komentar
Hari-hari belakangan, ramai sekali yang memberitakan dan membicarakan prihal Ormas yang anti terhadap Pancasila. Bahkan presiden Jokowi sampai mengintruksikan untuk menggebuk semua organisasi yang bertolak belakang dengan Pancasila dan UUD 1945. Kata “Gebuk” yang digunakan oleh presiden Jokowi ini oleh banyak kalangan dianggap sebagai peringatan keras presiden. Lalu, apakah isi dan maksud dari pancasila itu, kenapa Negara memandang bahwa ada ormas yang bertolak belakangan dengan pancasila? Apakah kita juga sudah memahami tujuan dan semangat dari pancasila yang sesuai dengan penggalinya, bung karno? Atau jangan-jangan kita hanyalah ekor dari dinamika yang sedang berlangsung.
Kategori : Headline , Opini , Pilihan Redaksi

Menebar damai Menjaga NKRI dengan Safari Damai Ramadhan

oleh : M. ABDIK MAULANA, 0 Komentar
Tak terasa bulan Ramadhan yang menjadi salah satu bulan yang paling dinanti-nantikan oleh umat islam di seluruh dunia telah tiba, hal ini disambut baik olehkawan-kawan Gusdurian Malang, komunitas lintas agama maupun keyakinan di kota Malang khususnya untuk melakukan agenda rutinan, salah satunya dengan mengadakan kegiatan silaturahmi yang dikemas dalam “Safari Damai Ramadhan 2017”. Kegiatan ini ialah mengunjungi komunitas/lembaga keagamaan di Malang raya, yang bertujuan mempererat tali silaturahmi, menjaga toleransi, perdamaian, serta memupuk semangat menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Kategori : Headline , Opini , Pilihan Redaksi

Agama dan Politik Kebangsaan

Indonesia selain sebagai negara berpenduduk muslim terbesar di dunia, juga adalah negara demokrasi terbesar ke tiga di dunia. Kenyataan itu membuat Indonesia menjadi negara muslim yang berhasil melakukan demokratisasi beriringan dengan proses penerapan ajaran Islam dalam kehidupan bernegara dan bermasyarakat di tengah kebhinnekaan bangsa. Islam dan demokrasi yang kerap dipertentangan oleh sejumlah kelompok muslim, di Indonesia justru dapat hadir secara sinergis dan berkait kelindan satu sama lain. Hal tersebut ditopang oleh cara pandang moderat mayoritas muslim di Indonesia, yang selalu berusaha mencari titik temu di antara berbagai konsepsi kehidupan (termasuk konsep bernegara) dari berbagai aras kebudayaan dan peradaban, selama secara prinsipil tidak bertentangan dengan ajaran Islam.
Kategori : Headline , Opini , Pilihan Redaksi

Soekarno dan Ketimpangan

Tidak dapat dipungkiri bahwa Soekarno adalah salah satu pemimpin dan pemikir terbesar bangsa ini. Soekarno mampu meramu pengalaman dan pengamatannya terhadap situasi penindasan yang tersebar di berbagai pelosok negeri menjadi pemikiran yang bukan hanya revolusioner tetapi juga visioner. Revolusioner pada jamannya berarti mampu menggerakkan gairah massa untuk berjuang memperbaiki kondisi mereka melalui kemerdekaan, sementara visioner mencitakan kondisi bangsa ini kepada kemakmuran, kesejahteraan berbasis modal yang ada.
Kategori : Headline , Opini , Pilihan Redaksi

Sejarah Kebangkitan Nasional dan Kebangkitan Islam di Indonesia

oleh : M. MUJIBUDDIN, 0 Komentar
Pada tanggal 20 Mei menjadi awal sejarah baru gerakan nasionalis di Hindia Belanda. Gerakan ini ditandai dengan munculnya organisasi masyarakat baik yang berasal dari agama, media, maupun sosial. Kemunculannya tidak lepas dari pengaruh politik Belanda yang pada saat itu menerapkan sistem politik etis untuk Hindia Belanda. Hal itu dikarenakan sebagai rasa terimakasih yang diberikan oleh Belanda kepada Hindia Belanda karena selama ini sudah membantu perekonomian Belanda. Sejarah telah mencatat bahwa antara tahun 1900 hingga 1916 organisasi di Hindia Belanda mulai muncul secara massif. Media Medan Priyayi, organisasi Budi Utomo, Syarikat Dagang Islam yang diganti menjadi Syarikat Islam (SI), dan masih banyak lagi.
Kategori : Headline , Opini , Pilihan Redaksi

Gus Dur: Ibu Kota Bagi Kaum yang Teraniaya

oleh : ANGGI AFRIANSYAH, 0 Komentar
Hatimu suaka bagi segala umat yang ingin membangun kembali, puing-puing cinta, ibukota bagi kaum yang teraniaya (Durrahman, Joko Pinurbo) Puisi karya Joko Pinurbo sangat tepat dalam menggambarkan sosok Gus Dur. Gus Dur merupakan suaka bagi segala umat, terutama bagi mereka yang teraniaya, mereka yang patut untuk dibela. Gagasan dan tindakannya untuk kemanusiaan sungguh luar biasa. Tak jarang Gus Dur dicerca karena gagasan dan tindakannya tersebut. Meskipun demikian keteguhannya dalam memperjuangkan setiap apa yang diyakini sebagai kebenaran tak ada duanya. Cerita tentang kesederhanaan hidupnya, penghargaannya terhadap orang lain, pembelaan-pembelaannya terhadap kaum yang terpinggirkan, perjuangannya terhadap keislaman dan keindonesiaan telah banyak diungkapkan dalam beragam tulisan, diceritakan dalam banyak narasi.
Kategori : Headline , Opini , Pilihan Redaksi