Kamis, 23 Januari 2020

OPINI

Pendapat pribadi atau tulisan singkat, padat, dan ringan mengenai isu-isu yang menjadi perhatian para gusdurian.

Demokratisaasi Hidup Bangsa

oleh : KH. ABDURRAHMAN WAHID, 0 Komentar
Tulisan Gus Dur yang berjudul “Demokratisaasi Hidup Bangsa” ini dimuat di harian Duta Masyarakat. Tahun 2004. Dalam tulisan ini Gus Dur menulis tentang Demokrasi asal-asalan dan demokrasi kelembagaaan. Seperti apakah tulisan tersebut?
Kategori : Opini

Kampus Sekuler, Kampus Religius?

oleh : ACHMAD MUNJID, 0 Komentar
Sejak 1990an, banyak orang (Islam) di kampus-kampus umum di Indonesia kian sibuk mengurus agama , meski sedikit atau bahkan tidak ada jurusan yang terkait langsung dengan disiplin kajian agama (Islam) di sana. Munculnya kelompok seperti Jamaah Shalahuddin di UGM, Salman di ITB dll sampai berdirinya ICMI bisa disebut sebagai contohnya. Meski belajar ilmu-ilmu sekuler, tidak sedikit mahasiswa di kampus umum yang mungkin malah lebih banyak menghabiskan waktu dan sibuk belajar agama daripada ilmu sekuler yang konon mau ditekuninya. Istilah dalam bahasa Arab pun makin disukai sebagai "bumbu" dalam percapakan sehari-hari. Mungkin menarik untuk mengukur, mana yang lebih sering dikunjungi mahasiswa Muslim sekarang, perpustakaan atau musholla/masjid kampus?
Kategori : Headline , Opini , Pilihan Redaksi

Lima Jalan Esai ala Gus Dur

oleh : MUHIDIN M DAHLAN, 0 Komentar
Diriwayatkan oleh Syu’bah Asa di esai “Gus Dur Mencapai Cita-Citanya” dalam Melawan Melalui Lelucon (2000), tersebutlah bahwa Gus Dur itu orangnya bersahabat, tidak formal, punya empati besar, cepat bereaksi, di samping luas perhatian dan banyak guyon.
Kategori : Headline , Opini , Pilihan Redaksi

Meneladani Gus Dur sebagai Pembaca yang Rakus

oleh : DEDI SAHARA, 0 Komentar
Gus Dur adalah kebudayaan, yang tak akan aus digerus zaman. Ide-idenya masih terus diperdebatkan. Wajahnya pun semakin jamak ditemukan pada poster, selembaran, dan grafiti, di jalanan dan media sosial, di halaman-halaman majalah atau koran nasional. Ia sangat dikagumi, dicintai, oleh sebagian besar orang, dan disalahpahami oleh sebagian kecil lainnya.
Kategori : Opini , Pilihan Redaksi

Pesan Kemanusiaan dalam Bermusik

oleh : ZIKO RIZKY PRABOWO, 0 Komentar
Pada era milenial ini kita dimudahkan dengan perkembangan teknologi yang sangat pesat. Hal ini sejalan dengan kemajuan di bidang informasi yang tentunya sangat memudahkan dalam mencari informasi mengenai apa saja. Namun di sisi yang lain kita belum dapat merumuskan bagaimana cara mencounter informasi-informasi yang masuk dalam kategori hoax. Berita-berita hoax itu begitu derasnya mengalir bagaikan tsunami yang tidak ada yang dapat menahannya kecuali bangunan-bangunan yang sangat kokoh.
Kategori : Headline , Opini , Pilihan Redaksi

Unggah-ungguh dan Kearifan Tradisi

oleh : RAHMA DIANA SAYIDAH, 0 Komentar
“Unggah-ungguh”atau dalam bahasa Indonesia disebut dengan etika atau tata krama. Masyarakat Jawa dikenal dengan masyarakat yang sangat menjunjung tinggi “ unggah-ungguh” atau yang biasa dikenal tata krama tersebut. Masalah unggah-ungguh atau tata krama sendiri termasuk masalah yang sangat krusial dan sangat diperhatikan oleh orang Jawa. Orang tua-orang tua di Jawa telah mendidik anak-anaknya sejak dini untuk memiliki unggah-ungguh yang sopan, semisal ketika lewat di depan rumah orang kita harus berkata “nderek langkung” atau “nuwun sewu” yang artinya permisi.
Kategori : Headline , Opini , Pilihan Redaksi

Indonesia yang Bhinneka, Kini Kehilangan Ika

oleh : NURUL KHASANAH, 0 Komentar
Memperbincangkan keberagaman dan pentingnya toleransi di negeri ini rasanya takkan selesai sampai kapanpun. Kita telah ketahui bersama negara Indonesia ini adalah negara yang multikultural. Memiliki dataran dengan 17.504 pulau, terbentang dari Sabang sampai Merauke, dari Pulau Miangas sampai Pulau Rote. Dengan penduduk yang tak sedikit, mencapai 265 jiwa, terdiri dari bergagai suku, ras, bangsa, bahasa dan agama yang sangat beragam.
Kategori : Headline , Opini , Pilihan Redaksi

JOKOWI DAN DILEMA PERPPU KPK

oleh : HARIS EL-MAHDI, 0 Komentar
Merespon demonstrasi mahasiswa yang marak di beberapa kota, Pada 26 September 2019, Presiden Jokowi mengundang para tokoh, budayawan, akademisi, pelaku seni, dan beberapa aktivis. Jokowi bermaksud meminta nasehat terutama dalam merespon tuntutan mahasiswa menolak UU KPK hasil revisi.
Kategori : Headline , Opini , Pilihan Redaksi

Ketika Seorang Bertanya: Mengapa Takut Salafi?

oleh : AHMAD Z. EL-HAMDI, 0 Komentar
Ketika membaca tulisan saya yang mempertanyakan kemana saja NU dan Muhammadiyah saat Salafi merajalela, seorang kolega bertanya “mengapa takut Salafi?”. Jika yang dipertanyakan adalah sikap keterbukaan saya, maka saya katakan, saya sepenuhnya sadar bahwa eksklusivisme adalah cara beragama yang tidak sehat dan dewasa. Emas yang keluar dari mulut anjing tetaplah emas. Bahkan jika berbicara tentang pluralisme, yang sering dihujat kalangan salafi pun, mensyaratkan adanya keberanian untuk saling belajar dengan kelompok lain yang berbeda. Fokus saya terletak pada potensi kekerasan yang mengeram dalam aliran Salafi-Wahabi.
Kategori : Headline , Opini , Pilihan Redaksi