Kamis, 23 Januari 2020

OPINI

Pendapat pribadi atau tulisan singkat, padat, dan ringan mengenai isu-isu yang menjadi perhatian para gusdurian.

Gus Dur dan Penghargaan kepada Kaum Difabel

oleh : NAISA AQILA, 0 Komentar
Indonesia pernah menjadi tuan rumah ASIAN Paragames. Ajang olahraga yang dikhususkan bagi para atlet difabel ini memiliki tujuan untuk mewadahi kaum difabel berkiprah secara profesional di bidang olahraga serta meningkatkan kesejahteraan difabel melalui aktivitas olahraga.
Kategori : Headline , Opini , Pilihan Redaksi

Tidak Ada Agama yang Lebih Tinggi dari Kejujuran

oleh : MOH. KAMIL ANWAR, 0 Komentar
Ada setidaknya tiga nash popular di kalangan Muslim yang kemudian tidak dimaknai lebih lanjut dan menutup cara berpikirnya. Pertama, ayat [5:3] “...Pada hari ini telah Aku sempurnakan agamamu untukmu, dan telah Aku cukupkan nikmat-Ku bagimu, dan telah Aku ridhai Islam sebagai agamamu...”. Kedua, ayat [3:19] “Sesungguhnya agama di sisi Allah adalah Islam...”. Ketiga, hadis Nabi riwayat Bukhari “Islam itu unggul dan tidak dapat diungguli” (Al-Islam Ya’lu wa la Yu’la ‘alaih).
Kategori : Headline , Opini , Pilihan Redaksi

Gus Dur dan Wacana Berpikir Kritis bagi Kalangan Pesantren di Indonesia

oleh : FUAD FAIZIN, 0 Komentar
Perkembangan intelektualisme muslim Indonesia mulai berkembang sejak abad XVII/XVIII dengan ditandai munculnya tulisan-tulisan tentang Islam dari ulama’ Nusantara misalnya Hamzah Fansuri, Nuruddin Ar Raniri, Samsuddin As Sumatrani di Sumatera Syekh Yusuf al Makasari di Sulawesi, Syekh Arsyad Al Banjari di Kalimantan serta Syekh Mahfudz At Tarmasi, Syekh Nawawi Al Bantani dan Kiai Kholil Bangkalan di Jawa dan masih banyak lainnya. Perjuangan mereka kemudian diteruskan oleh murid-muridnya dengan mendirikan banyak pesantren yang bertahan hingga sekarang. Mayoritas pesantren yang didirikan oleh murid-murid mereka mempunyai kemiripan dalam kurikulum maupun sistem pendidikannya yaitu menggunakan kitab-kitab ulama’ klasik yang beraliran Ahlussunnah wal Jamaah dan mayoritas bermazhab Syafii dengan metode pengajaran
Kategori : Headline , Opini , Pilihan Redaksi

Kemerdekaan, Milenial dan Keteladanan Gus Dur

oleh : FERDIANSAH JY, 0 Komentar
Sudah lebih sebulan yang lalu peringatan hari Kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia, tepat 74 tahun yang silam bangsa Indonesia telah menyemai kemerdekaan dan terlepas dari kungkungan para Penjajah. Momentum ini harus kita jadikan refleksi terhadap diri dan masyarakat akan pentingnya kemerdekaan, baik kemerdekaan diri, pendidikan, ekonomi, bangsa dan negara.
Kategori : Headline , Opini , Pilihan Redaksi

Pesantren, Kearifan Lokal, dan Kebudayaan Indonesia

oleh : FATIKHATUL FAIZAH, 0 Komentar
Indonesia rumah bersama. Sebagaimana semboyan Bhinneka Tunggal Ika-berbeda-beda tetapi tetap satu. Namun, dewasa ini sebagian golongan mempermasalahkan adanya keragaman itu, sikap intoleran pun semakin meluas di masyarakat. Golongan ekstrimis semakin ekstrim, golongan radikalis semakin radikal, golongan fundamentalis semakin fundamental, tidak mau kalah saing, golongan wasathiyyah (tengah) pun semakin gencar mempromosikan prinsip ketengahannya.
Kategori : Headline , Opini , Pilihan Redaksi

Mayoritas, Minoritas, dan Kemaslahatan Sosial

oleh : ENDRIKA WIDDIA PUTRI, 0 Komentar
Indonesia adalah negara majemuk yang terdiri dari beragam suku bangsa, agama, dan kebudayaan. Kemajemukan Indonesia di satu sisi adalah sebuah kelebihan yang diberikan oleh Allah SWT. Di sisi lain, merupakan pemecah umat. Dianggap kelebihan yang diberikan oleh Allah SWT. karena dengan perbedaan atau kemajemukan yang ada bisa melahirkan sikap saling menghargai, tolong-menolong, dan toleransi serta bijaksana dalam menerima segala perbedaan yang ada dengan tetap teguh pada keyakinan masing-masing. Di sisi lain, dianggap pemecah umat, karena ada masyarakat yang kadang belum dewasa dan kurang bijak dalam melihat perbedaan sehingga menimbulkan konflik di dalam perbedaan tersebut.
Kategori : Opini , Pilihan Redaksi

MERINDU NEGARAWAN

oleh : ALISSA WAHID, 0 Komentar
Bagai banjir bandang, publik mengalami pendidikan literasi legislatif yang luar biasa dalam beberapa waktu terakhir ini. Rancangan regulasi dari berbagai sektor mengalir deras melalui semua kanal media informasi. Rancangan UU Pesantren, UU Pertanahan, UU Keamanan dan Ketahanan Siber, UU Penghapusan Kekerasan Seksual, Revisi UU Perkawinan dan Revisi UU KPK serta berbagai regulasi lainnya mendadak menjadi terminologi yang populer. Perdebatan sengit terjadi antara Pemerintah, partai politik, kelompok-kelompok pendukung Pemerintah, gerakan masyarakat sipil termasuk akademia, serta media massa offline dan online. Sebagai sebuah fenomena, ini adalah momen pendidikan politik rakyat.
Kategori : Headline , Opini , Pilihan Redaksi

Keteladanan Nabi dalam RUU-PKS

oleh : FAWWAZ AZMI, 0 Komentar
Alasan Dewan Perwakilan Rakyat urung mengesahkan Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU PKS) adalah, kata mereka, adanya sejumlah pasal yang bertentangan dengan nilai-nilai agama. Saya pun bertanya-tanya, apa yang bertentangan dengan nilai-nilai agama di sini? Jika kita berbicara tentang agama, tentu kita berpikir tentang tafsir atas suatu hukum. Di Islam dikenal ada empat sumber hukum: Alquran, Hadis, Ijma’ (kesepakatan ulama), dan Qiyas (kontekstualisasi fikih lampau dengan fenomena baru yang muncul).
Kategori : Headline , Opini , Pilihan Redaksi

Bolehkah Perempuan Mencari Nafkah?

oleh : AGRI SATRIO, 0 Komentar
Di dalam keluarga, penulis tidak pernah diajarkan secara implisit mengenai kesetaraan gender. Namun oleh orang tua ditunjukkan langsung mengenai tidak adanya subordinasi antara bapak sebagai laki-laki dan ibu sebagai perempuan dalam pembagian tugas rumah tangga. Keduanya sama-sama bekerja mencari nafkah untuk keluarga. Bahkan sewaktu penulis sekolah menengah, saat bapak saya menderita penyakit kronis yang menyebabkannya tidak mampu bekerja seperti sebelumnya, beliau melakukan pekerjaan rumah yang biasanya dilakukan oleh perempuan seperti mencuci baju dan menyapu halaman. Ibu juga bercerita ketika mereka menikah bapak lah yang mengajari beliau memasak.
Kategori : Headline , Opini , Pilihan Redaksi