Minggu, 25 Februari 2018

BERITA JARINGAN GUSDURIAN

Informasi tentang peristiwa, kasus, dan kegiatan Jaringan Gusdurian Indonesia di berbagai daerah

Haul Gus Dur dan Kisah Saya di Kampus Katolik

oleh : AHMAD NAUFA KHOIRUL FAIZUN , 0 Komentar
Di sebuah sudut di Kampus Katolik Universitas Sanata Dharma (USD), Yogyakarta, ada tempat berukuran sekitar 3×2 meter. Tak mewah, memang. Namun, di atap ruangan itu tertulis tanda panah, arah kiblat. Dan di bawahnya terhampar beberapa sajadah. Itulah, bentuk toleransi beragama yang nyata-nyata ada di Indonesia: sebuah Universitas Katholik, menyediakan Mushala, tempat untuk shalat bagi yang beragama Islam.
Kategori : Headline , Opini , Peristiwa , Pilihan Redaksi

Kenang Haul Sewindu Gus Dur, Gusdurian Solo Pajang Poster

oleh : AJIE NAJMUDDIN, 0 Komentar
Gusdurian Solo punya cara unik untuk memperingati haul sewindu Gus Dur. Mereka memajang beberapa poster bergambar Gus Dur dalam ukuran besar di bundaran Gladak Solo, belum lama ini (30/12). Selain berisi gambar Gus Dur, pada poster tersebut juga ditulis beberapa kutipan terkenal dari Gus Dur, antara lain : “Tidak penting apa pun agama atau sukumu. Kalau kamu bisa melakukan sesuatu yang baik untuk semua orang, orang tidak pernah tanya apa agamamu,” dan lain sebagainya.
Kategori : Peristiwa , Pilihan Redaksi

Peringati Hari Santri, Gusdurian Kuala Lumpur Resmikan Griya Gusdurian

oleh : SITI NURFADILLAH, 0 Komentar
K.H Abdurrahman Wahid Wafat pada tanggal 30 Desember 2009 dalam usia 69 , kehilangan sosok pemimpin seperti beliau menyita kisah dan bekas yang mendalam, terutama untuk keluarga dan orang-orang didekatnya. Bahkan para pendukung dan pengagumnya turut merasa kehilangan. Gus Dur merupakan cucu KH. Hasyin Asyari, salah seorang pendiri Nahdatul Ulama, dan memiliki pesantren yang cukup besar di daerah Jombang Jawa Timur. Sosok kepemimpinan beliau sangatlah patut untuk dicontoh, kecintaannya terhadap Indonesia tidak pernah membuat dirinya membeda-bedakan suku, ras, dan agama. Baginya siapa yang tertindas dialah yang patut untuk dibela, dibela keadilannya dan dibela dari sisi kemanusiaannya. Maka dari itu Gus Dur mendapat gelar Bapak Tionghoa, itu karena Gusdur getol membela keadilan kaum Tionghoa yang terdiskriminasi budaya dan agamanya.
Kategori : Headline , Peristiwa , Pilihan Redaksi

Romo Katolik di Masjid Kedung Ombo

oleh : MUHAMMAD AZIZ DHARMA, 0 Komentar
BAGI WARGA Kedungpring, banjir bukan hal asing. Hidup di pinggir Waduk Kedung Ombo membuat mereka akrab dengan banjir. Saking seringnya terjadi, mereka tak akan panik sekalipun air sudah menggenangi lantai rumah. Kalau malam air naik, paling-paling esok harinya sudah surut kembali. Paling lama dua malam. Namun, hari itu berbeda. 12 Februari 1989, tepatnya pukul 9 malam, hujan lebat mengguyur Kedungpring. Air waduk mulai naik dan sampai ke kampung. Bukannya surut, air ternyata semakin tinggi saja hingga keesokan harinya. Warga salah perhitungan. Air naik bukan saja karena hujan, namun saluran air di hulu memang sengaja dibuka. Mereka panik dan lekas bergegas mencari tempat yang lebih tinggi.
Kategori : Headline , Peristiwa , Pilihan Redaksi

Ketika Pastor Bergotong Royong Membangun Masjid: Kisah Toleransi dari Kedungombo

oleh : SARJOKO, 0 Komentar
Beberapa hari yang lalu penulis baru saja mengunjungi sebuah dusun di bantaran waduk Kedungombo, Boyolali. Warga dusun tersebut merupakan korban ketidakadilan dari pembangunan salah satu waduk terbesar di Jawa Tengah itu. Perjuangan warga untuk menuntut haknya (ganti rugi) saat itu didampingi oleh banyak tokoh kemanusiaan seperti KH Abdurrahman Wahid, Romo Mangunwijaya, KH Mahfudh Ridwan, dan lain-lain.
Kategori : Headline , Peristiwa , Pilihan Redaksi

Sepucuk Surat Takmir Masjid untuk Gereja di Malang Ini Sarat Makna Toleransi

oleh : LUGAS WICAKSONO, 0 Komentar
Sepucuk surat dilayangkan takmir Masjid Jami' ke Majelis Jamaat Gereja Protestan Indonesia Barat (GPIB) Immanuel, Selasa (13/6). Surat yang ditandatangani Ketua Takmir Masjid Jami' KH Zainuddin A Muchit dan Sekretaris KH Moch Effendi itu berisi permakluman bahwa solat Ied atau Idul Fitri dilaksanakan pada Minggu (25/6) mendatang. Dua tempat ibadah umat Islam dan Protestan tersebut lokasinya berdampingan di Jalan Merdeka Barat Kota Malang. Melalui surat itu pihak masjid memberitahukan bahwa solat Ied nantinya akan memanfaatkan sepanjang Jalan Merdeka Barat karena diperkirakan masjid tidak dapat menampung seluruh jamaah. Mengingat setiap Idul Fitri akan banyak umat Islam yang berbondong-bondong untuk solat Ied.
Kategori : Peristiwa , Pilihan Redaksi

Kisah Sang Zuhud Gus Dur Kirim Wesel ke Rakyat Jelata

oleh : ADMIN, 0 Komentar
Dulu, ketika Gus Dur masih memimpin NU, Surahman, tetangga desa saya, pernah bekerja membantu beliau di PBNU. Saban hari menunggu kantor PBNU, sekaligus membersihkan kamar di mana Gus Dur duduk berkantor. Sebelumnya, dia sempat beberapa tahun membantu di rumah Kiai Fuad Amin (alm), pengasuh pesantren Babakan Ciwaringin, Cirebon, mertua saya, sambil mengaji. Lalu Kiyai Fuad menugaskannya di PBNU. Surahman pernah bercerita kepada saya mengenai pengalamannya bekerja di PBNU dan menemani dan melayani Gus Dur. Katanya, setiap hari Gus Dur menerima banyak sekali surat dari warga dan umatnya di daerah-daerah. Ada pengurus NU, Kiai, santri, petani, nelayan, tukang kebun, pedagang kelontong, dan lain-lain.
Kategori : Headline , Peristiwa , Pilihan Redaksi

Jabal, Hipsi dan Gusdurian Lampung Gelar Baksos Penyembuhan Alternatif

Lembaga Pengembangan Kesenian dan Kebudayaan Teater Jabal bekerjasama dengan Himpunan Pengusaha Santri Indonesia (Hipsi) dan Gusdurian Lampung menggelar bakti sosial penyembuhan alternatif untuk berbagai penyakit. Ajengan Teater Jabal, WD Fatchurrochman Syam, di Tanggamus, Ahad (26/2), menyatakan kegiatan itu dihelat dalam rangka memperingati Hari Bahasa Ibu Internasional.
Kategori : Headline , Peristiwa , Pilihan Redaksi

Ikuti Kelas Pemikiran Gus Dur di Jakarta, Ini Persyaratannya

oleh : ADMIN, 0 Komentar
Gusdurian Jakarta akan menggelar Kelas Pemikiran Gus Dur (KPG) angkatan kedua pada Sabtu-Ahad, 25-26 Maret 2017. Ketua Panitia KPG 2, Agustina Iskandar menuturkan kelas tersebut merupakan upaya memperkenalkan sosok, gagasan, dan perjuangan Gus Dur di bidang agama, politik, sosial, seni dan budaya secara lebih sistematis dan mudah dipahami. “Forum juga dimaksudkan untuk meningkatkan wawasan tentang nilai-nilai yang diperjuangkan Gus Dur sekaligus menghubungkan dengan berbagai isu dan bidang-bidang tersebut,” katanya melalui rilis yang diterima NU Online, Sabtu (18/2).
Kategori : Headline , Peristiwa , Pilihan Redaksi

Spirit Gus Dur untuk Menyuarakan Perdamaian

oleh : ADMIN, 0 Komentar
Haul Gus Dur adalah peringatan rutin setiap tahun, sebagai wujud refleksi dan semangat juang GUSDURian Malang dalam menebarkan nilai utama KH. Abdurrahman Wahid, alias Gus Dur. GUSDURian Malang pada perayaan Haul Gus Dur 7 mengambil tema “Merawat Kebhinekaan dan Menyuarakan Perdamaian”. Bertempat di Sasana Krida Budaya, Jalan Tretes Selatan, Kelurahan Rampal Celaket RT 06 RW 05 Kecamatan Klojen. (7/01)
Kategori : Headline , Peristiwa , Pilihan Redaksi