Jumat, 17 Agustus 2018

BERITA JARINGAN GUSDURIAN

Informasi tentang peristiwa, kasus, dan kegiatan Jaringan Gusdurian Indonesia di berbagai daerah

Temu Mahasiswa yang Bukan Sekedar Bertemu

oleh : ADMIN, 0 Komentar
Bersatu Indonesia Merdeka merupakan tema dari Temu Mahasiswa PMKAJ (Pastoral Mahasiwa Keuskupan Agung Jakarta (PMKAJ) 2018 yang dilangsungkan di Gunung Putri, 1-3 Agustus 2018. Kegiatan ini merupakan ajang perjumpaan Orang Muda Katolik se-universitas di Jakarta untuk bertemu, berdinamika, menerima informasi dan bertindak lanjut dalam membuat project social. Kegiatan hari pertama diawali dengan Parade Kebhinekaan, kemudian mahasiswa diajak untuk mendengarkan sesi “Panggilan Gereja Dalam Hidup Berbangsa dan Bernegara” oleh Romo Ignatius Swasono, SJ selaku Romo Moderator. Beliau menjelaskan panggilan Gereja dalam hidup berbangsa dan bernegara sesuai Nota Pastoral KWI 2018.
Kategori : Peristiwa , Pilihan Redaksi

Bulan Agustus, Jaringan GUSDURian Indonesia Selenggarakan Pertemuan Nasional Penggerak 2018

oleh : REDAKSI, 0 Komentar
Jaringan GUSDURian Indonesia pada tahun 2018 ini akan menyelenggarakan Pertemuan Nasional Penggerak GUSDURian (TUNAS 2018). Pertemuan dua tahunan ini akan diselenggarakan di Asrama Haji Yogyakarta. Selain buat para penggerak komunitas GUSDURian, pertemuan ini juga dibuka untuk umum. Demikian ini kami berikan tanya jawab (Q'nA) tentang Tunas Penggerak GUSDURian 2018.
Kategori : Headline , Peristiwa , Pilihan Redaksi

Jaringan Gusdurian Luncurkan Situs Penampungan Informasi Ujaran Kebencian dan DIskriminasi

oleh : ADMIN, 0 Komentar
Jaringan Gusdurian meluncurkan situs pengumpulan informasi mengenai diskriminasi dan ujaran kebencian (hate speech) melalui situs: www.kabarkan.org. Situs ini bertujuan untuk menampung informasi dari masyarakat mengenai diskriminasi dan ujaran kebencian belakangan ini marak terjadi . Melalui media sosial, ujaran kebencian, provokasi, dan narasi ekstremisme sangat mudah ditemui. Begitu juga dengan diskriminasi, terutama di lembaga pendidikan, sampai saat ini masih terjadi. Seperti penutupan sekolah atas dasar isu SARA, pemaksaan identitas dan simbol tertentu, dan sulitnya perizinan mendirikan sekolah karena ideologi masih menjadi perbincangan di tengah negara yang menjunjungi tinggi asas demokrasi.
Kategori : Headline , Peristiwa , Pilihan Redaksi , Sorot

Pendekatan Kultural Gus Dur terhadap Konflik Aceh dan Papua

oleh : ADMIN, 0 Komentar
Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur telah meletakkasan dasar-dasar penyelesaian konflik Aceh dan Papua dengan Republik Indonesia secara damai pada masa kepresidennya 1999-2001. Presiden Gus Dur melakukannya dengan pendekatan kultural dan personal dengan penghormatan terhadap hak-hak kolektif masyarakat Aceh dan Papua dalam lingkup Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dengan dasar-dasar tersebut, maka penyelesaian damai Aceh dan Papua bersifat permanen. Demikian kesimpulan disertasi Ahmad Suaedy, Anggota Ombudsman RI dan mantan Direktur Eksekutif the Wahid Institute dan Anggota Board Jaringan GusDurian Indonesia, dalam ujian terbuka di paska UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dengan judul VISI KEWARGANEGARAAN KULTURAL ABDURRAHMAN WAHID DALAM PENYELESAIAN KONFLIK ACEH DAN PAPUA, 1999-2001, Senen (14/5) di Kampus Pasca UIN Suka, Yogya.
Kategori : Headline , Peristiwa , Pilihan Redaksi

SIKAP JARINGAN GUSDURIAN JAWA BAGIAN BARAT TENTANG PEMILIHAN KEPALA DAERAH SERENTAK DI JAWA BARAT

oleh : ADMIN, 0 Komentar
Pada 27 Juli 2018, masyarakat Jawa Barat akan menggelar Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) secara serentak di 17 kabupaten / kota termasuk pemilihan gubernur dan wakil gubernur. Tidak kurang dari 61 Pasangan Calon (Paslon) akan memperebutkan kursi pemimpin di wilayah masing-masing. Hal ini tentu harus menjadi perhatian serius bagi semua pihak guna memastikan proses Pilkada dapat berjalan secara jujur, adil, bebas dan menghasilkan pemimpin-pemimpin terbaik. Jaringan Gusdurian Jawa Bagian Barat mencermati Jawa Barat merupakan salah satu wilayah dengan tingkat dinamika sosial politik yang paling tinggi di Indonesia, terlebih lagi pada momen-momen politik seperti Pilkada. Bahkan dalam beberapa kasus, Pilkada juga kerap memunculkan tren meningkatkan politik identitas dari pihak-pihak tertentu untuk tujuan meraup suara pemilih. Karena itu, sebagai salah satu elemen masyarakat, Jaringan Gusdurian Jawa Bagian Barat menyampaikan sikap sebagai berikut:
Kategori : Headline , Peristiwa , Pilihan Redaksi