Jumat, 22 Juni 2018

BERITA JARINGAN GUSDURIAN

Informasi tentang peristiwa, kasus, dan kegiatan Jaringan Gusdurian Indonesia di berbagai daerah

Pendekatan Kultural Gus Dur terhadap Konflik Aceh dan Papua

oleh : ADMIN, 0 Komentar
Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur telah meletakkasan dasar-dasar penyelesaian konflik Aceh dan Papua dengan Republik Indonesia secara damai pada masa kepresidennya 1999-2001. Presiden Gus Dur melakukannya dengan pendekatan kultural dan personal dengan penghormatan terhadap hak-hak kolektif masyarakat Aceh dan Papua dalam lingkup Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dengan dasar-dasar tersebut, maka penyelesaian damai Aceh dan Papua bersifat permanen. Demikian kesimpulan disertasi Ahmad Suaedy, Anggota Ombudsman RI dan mantan Direktur Eksekutif the Wahid Institute dan Anggota Board Jaringan GusDurian Indonesia, dalam ujian terbuka di paska UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dengan judul VISI KEWARGANEGARAAN KULTURAL ABDURRAHMAN WAHID DALAM PENYELESAIAN KONFLIK ACEH DAN PAPUA, 1999-2001, Senen (14/5) di Kampus Pasca UIN Suka, Yogya.
Kategori : Headline , Peristiwa , Pilihan Redaksi

Jaringan Gusdurian Luncurkan Situs Penampungan Informasi Ujaran Kebencian dan DIskriminasi

oleh : ADMIN, 0 Komentar
Jaringan Gusdurian meluncurkan situs pengumpulan informasi mengenai diskriminasi dan ujaran kebencian (hate speech) melalui situs: www.kabarkan.org. Situs ini bertujuan untuk menampung informasi dari masyarakat mengenai diskriminasi dan ujaran kebencian belakangan ini marak terjadi . Melalui media sosial, ujaran kebencian, provokasi, dan narasi ekstremisme sangat mudah ditemui. Begitu juga dengan diskriminasi, terutama di lembaga pendidikan, sampai saat ini masih terjadi. Seperti penutupan sekolah atas dasar isu SARA, pemaksaan identitas dan simbol tertentu, dan sulitnya perizinan mendirikan sekolah karena ideologi masih menjadi perbincangan di tengah negara yang menjunjungi tinggi asas demokrasi.
Kategori : Headline , Peristiwa , Pilihan Redaksi

SIKAP JARINGAN GUSDURIAN JAWA BAGIAN BARAT TENTANG PEMILIHAN KEPALA DAERAH SERENTAK DI JAWA BARAT

oleh : ADMIN, 0 Komentar
Pada 27 Juli 2018, masyarakat Jawa Barat akan menggelar Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) secara serentak di 17 kabupaten / kota termasuk pemilihan gubernur dan wakil gubernur. Tidak kurang dari 61 Pasangan Calon (Paslon) akan memperebutkan kursi pemimpin di wilayah masing-masing. Hal ini tentu harus menjadi perhatian serius bagi semua pihak guna memastikan proses Pilkada dapat berjalan secara jujur, adil, bebas dan menghasilkan pemimpin-pemimpin terbaik. Jaringan Gusdurian Jawa Bagian Barat mencermati Jawa Barat merupakan salah satu wilayah dengan tingkat dinamika sosial politik yang paling tinggi di Indonesia, terlebih lagi pada momen-momen politik seperti Pilkada. Bahkan dalam beberapa kasus, Pilkada juga kerap memunculkan tren meningkatkan politik identitas dari pihak-pihak tertentu untuk tujuan meraup suara pemilih. Karena itu, sebagai salah satu elemen masyarakat, Jaringan Gusdurian Jawa Bagian Barat menyampaikan sikap sebagai berikut:
Kategori : Headline , Peristiwa , Pilihan Redaksi

Gusdurian Alternatif Gerakan Sosial untuk Perjuangkan Rakyat

oleh : MUHAMMAD AUTAD ANNASHER, 0 Komentar
Purbalingga-Komunitas Gusdurian harus menjelma menjadi gerakan sosial untuk menjembatani masyarakat memperoleh hak-haknya. Komunitas ini mesti mampu menjadi penggerak sosial di tengah-tengah kehidupan masyarakat. Hal tersebut diungkapkan oleh Koordinator Umum Sekretariat Nasional (Seknas) Jaringan Gusdurian, Alissa Wahid, dalam acara temu Komunitas Gusdurian Purbalingga, Rabu sore lalu (28/3).
Kategori : Headline , Peristiwa , Pilihan Redaksi

Gusdurian Purbalingga Gelar Workshop Video Dokumenter

oleh : MUHAMMAD AUTAD ANNASHER, 0 Komentar
Gusdurian Purbalingga berusaha mewadahi kreativitas dan potensi generasi muda dengan menggelar Workshop Video Dokumenter yang difasilitsi CLC Purbalingga yang selama ini sejalan bersama. Workshop yang rencana digelar selama sehari dari pagi hingga sore sempat molor hari berikutnya lantaran hujan pada Sabtu-Minggu, 17-18 Maret 2018. Materi teori diberikan di Sekretariat Gusdurian Purbalingga di Jl. Sekar Flamboyan Perumahan Griya Abdi Kencana Purbalingga.
Kategori : Peristiwa , Pilihan Redaksi

Kelas Pemikiran Gus Dur Surabaya: Melanjutkan Tongkat Estafet Gus Dur

oleh : MUHAMMAD AUTAD ANNASHER, 0 Komentar
Abdurrahman Wahid atau yang lebih akrab disapa Gus Dur mungkin telah menghembuskan nafasnya 9 tahun lalu. Namun pemikiran, ideologi dan kontribusinya tetap abadi bagi pengikutnya, yaitu Gusdurian. Sebutan bagi para murid, pengagum dan penerus pemikiran dan perjuangan Gus Dur. Dengan adanya “Jaringan Gusdurian,” puluhan ribu gusdurian kini sudah menyebar tidak hanya di seluruh pelosok nusantara namun juga sampai di luar negeri. Hingga kini terhitung banyaknya Jaringan Gusdurian sejumlah; 28 di Jawa Timur, 20 di Jawa Tengah, 14 di Jawa Barat, 23 di luar Jawa dan 3 di luar negeri (yatu Malaysia, Jeddah, dan Saudi) dan masih akan bertambah lagi. Ungkap Mukhibullah, selaku perwakilan Seknas Gusdurian.
Kategori : Headline , Peristiwa

Haul Gus Dur dan Kisah Saya di Kampus Katolik

oleh : AHMAD NAUFA KHOIRUL FAIZUN , 0 Komentar
Di sebuah sudut di Kampus Katolik Universitas Sanata Dharma (USD), Yogyakarta, ada tempat berukuran sekitar 3×2 meter. Tak mewah, memang. Namun, di atap ruangan itu tertulis tanda panah, arah kiblat. Dan di bawahnya terhampar beberapa sajadah. Itulah, bentuk toleransi beragama yang nyata-nyata ada di Indonesia: sebuah Universitas Katholik, menyediakan Mushala, tempat untuk shalat bagi yang beragama Islam.
Kategori : Headline , Opini , Peristiwa , Pilihan Redaksi

Kenang Haul Sewindu Gus Dur, Gusdurian Solo Pajang Poster

oleh : AJIE NAJMUDDIN, 0 Komentar
Gusdurian Solo punya cara unik untuk memperingati haul sewindu Gus Dur. Mereka memajang beberapa poster bergambar Gus Dur dalam ukuran besar di bundaran Gladak Solo, belum lama ini (30/12). Selain berisi gambar Gus Dur, pada poster tersebut juga ditulis beberapa kutipan terkenal dari Gus Dur, antara lain : “Tidak penting apa pun agama atau sukumu. Kalau kamu bisa melakukan sesuatu yang baik untuk semua orang, orang tidak pernah tanya apa agamamu,” dan lain sebagainya.
Kategori : Peristiwa , Pilihan Redaksi

Peringati Hari Santri, Gusdurian Kuala Lumpur Resmikan Griya Gusdurian

oleh : SITI NURFADILLAH, 0 Komentar
K.H Abdurrahman Wahid Wafat pada tanggal 30 Desember 2009 dalam usia 69 , kehilangan sosok pemimpin seperti beliau menyita kisah dan bekas yang mendalam, terutama untuk keluarga dan orang-orang didekatnya. Bahkan para pendukung dan pengagumnya turut merasa kehilangan. Gus Dur merupakan cucu KH. Hasyin Asyari, salah seorang pendiri Nahdatul Ulama, dan memiliki pesantren yang cukup besar di daerah Jombang Jawa Timur. Sosok kepemimpinan beliau sangatlah patut untuk dicontoh, kecintaannya terhadap Indonesia tidak pernah membuat dirinya membeda-bedakan suku, ras, dan agama. Baginya siapa yang tertindas dialah yang patut untuk dibela, dibela keadilannya dan dibela dari sisi kemanusiaannya. Maka dari itu Gus Dur mendapat gelar Bapak Tionghoa, itu karena Gusdur getol membela keadilan kaum Tionghoa yang terdiskriminasi budaya dan agamanya.
Kategori : Headline , Peristiwa , Pilihan Redaksi