Senin, 27 Mei 2019

BERITA JARINGAN GUSDURIAN

Informasi tentang peristiwa, kasus, dan kegiatan Jaringan Gusdurian Indonesia di berbagai daerah

Haul, Percik-Percik Retrospektip, dan Perjumpaan Wasiat Abah Guru Sekumpul-9 Nilai Utama Gusdur

oleh : MUQARRAMAH S. KURDI, 0 Komentar
Minggu 10 April 2016, ratusan ribu jemaah hadir pada kegiatan Haul KH. Muhammad Zaini bin Abdul Ghani yang ke-11 di Sekumpul, Kota Martapura, Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan. Para jemaah yang hadir tidak hanya memadati kubah Makam dan kompleks Mushala Ar-Raudhah,namun juga menyeruak ke rumah-rumah warga sekitar kompleks dan seluruh jalan hingga ke jalan-jalan raya. Estimasi sekitar 500 ribu jemaah ini datang dari berbagai penjuru, ada yang dari Kalsel, Kalbar, Kalteng, Kaltim, Jatim, Jabar, Jateng, Jakarta hingga Malaysia, Brunei, Yaman dan Turki. Haul ulama kharismatik Kalimantan Selatan yang lebih akrab disapa Abah Guru Sekumpul ini selain untuk mengambil barokah ulama besar juga menjadi ajang silaturahmi umat Islam serta sebagai momen mengenang salah satu ulama Nusantara di Tanah Borneo Bumi Lambung Mangkurat.
Kategori : Headline , Peristiwa , Pilihan Redaksi

Gusdurian Lombok Gelar Halaqah Antikorupsi di Pesantren

oleh : ADMIN, 0 Komentar
Jaringan Gusdurian Lombok menggelar halaqah bertema “Siasat Pesantren dan Nahdliyin dalam Menghindari Jebakan Korupsi” di Pondok Pesantren Al-Halimy Desa Sesela, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat, Rabu (13/4). Hadir sebagai pembicara Koordinator Sekretariat Nasional Jaringan Gusdurian Alissa Wahid, mantan wakil ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Bambang Widjojanto, Direktur Dikyanmas KPK Sujanarko. Koordinator Jaringan Gusdurian Lombok Fairuz Zabadi menyebutkan, pondok pesanten di Lombok Barat menjadi pilihan tempat acara lantaran banyaknya lembaga pendidikan Islam itu di Lombok Barat. Pemerintahan Lombok Barat juga mempunyai rekam jejak yang kelam. Dua kali berturut-turut bupati Lombok Barat terjerat kasus korupsi.
Kategori : Headline , Peristiwa , Pilihan Redaksi

Bakti Sosial Gusdurian Jombang

oleh : ADMIN, 0 Komentar
Puluhan jemaat GKI Jombang dan GUSDUR-ian Jombang menggelar Bakti Sosial (baksos) kesehatan gratis di Pondok Pesantren Kepuhdoko Tembelang Jombang, Minggu, (10/04/2016). Ratusan warga mendapat pelayanan gratis dari para dokter dan medis GKI Jombang yang dimotori oleh Dr. Ita Supranata. Warga yang tinggal sekitar Pondok pesantren Darul Ulum langsung menyerbu areal Baksos dari pukul 08.00 WIB. Mereka sudah menunggu kedatangan tim medis dari GKI Jombang.
Kategori : Headline , Peristiwa , Pilihan Redaksi

Problematika Syariatisasi MUI yang Penuh Problem

oleh : LAELATUL BADRIYAH, 0 Komentar
Pada hari Rabu (31/3), Komunitas Gusdurian Jogja berhasil ‘menculik’ Dr. Phil Syafiq Hasyim MA untuk diajak kongkow bareng dengan tema “Problematika Syariatisasi MUI di Indonesia”. Pria lulusan Freie Universitat Berlin-Jerman tersebut begitu fasih dalam membincang status Majelis Ulama Indonesia dari masa ke masa. Di awal diskusi, Syafiq Hasyim bercerita mula-mula sejarah mengapa MUI harus ada. Pada waktu itu, MUI didirikan pada masa Soeharto, tahun 1975. Sebagai upaya menjembatani umat Islam dengan pemerintah. Dengan hadirnya MUI, maka pemerintah bisa meminta fatwa pesanan yang sesuai dengan kepentingannya. Lalu, bukankah pada saat itu sudah ada NU dan Muhammadiyah, sebagai organisasi yang mampu menjadi motor penggerak di tengah-tengah masyarakat? Nah, bagi Soeharto, NU dan Muhammadiyah tidak cukup. Karena ini adalah organisasi-organisasi yang didirikan karena ikatan paham keagamaan tertentu. Jadi tidak universal. Sehingga kalau pemerintah mendekati NU, nanti pemerintah dianggap akan membantu NU dan berlaku tidak adil kepada Muhammadiyah. Begitu pun sebaliknya. Oleh karena itu, Soeharto memikirkan satu lembaga, di mana lembaga itu tidak seperti NU dan Muhammadiyah, dan juga tidak memiliki massa. Namun, dapat berfungsi sebagai forum komunikasi bagi keseluruhan organisasi umat Islam
Kategori : Headline , Peristiwa , Pilihan Redaksi

Catatan dari Halaqah “Menyelamatkan Pesantren dan Nahdliyin dari Jebakan Korupsi”

oleh : SURAJI, 0 Komentar
Tindak pidana korupsi dan tindak pidana pencucian uang berdampak sangat buruk bagi kehidupan berbangsa dan bernegara. Korupsi di berbagai bidang juga menggurita dalam berbagai lapangan yang menjadi sumber daya kehidupan masyarakat seperti di bidang sumber daya alam, perpajakan, pertanian, perbankan, birokrasi dan sebagainya. Pesantren sebagai lembaga pendidikan menghadapi tantangan untuk membentengi diri dari jebakan korupsi. Atas dasar keprihatinan tersebut, para kyai dari berbagai daerah bertemu di Pesantren Edi Mancoro, Gedangan-Semarang pada tanggal 28 Maret 2016, dalam halaqah bertajuk “Menyelamatkan Pesantren dan Nahdliyin dari Jebakan Korupsi”. Kegiatan yang dimotori oleh Majma’ Buhuts an-Nahdliyah dan Jaringah Gusdurian ini selain dihadiri para kyai sepuh, juga dihadiri kyai muda pengasuh pesantren dari Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, termasuk pengurus NU tingkat pusat dan wilayah Jawa Tengah.
Kategori : Headline , Peristiwa , Pilihan Redaksi

Kopi Tetes: Sebuah Penanda; Catatan tentang Gusdurian Batu

oleh : HARIS EL MAHDI , 0 Komentar
Dipertemukan secara tidak sengaja melalui sebuah acara bertajuk "Haul ke-6 Gus Dur", murid-murid Gus Dur yang berdomisili di Kota Batu seolah menemukan energi untuk mengikatkan diri dan bergerak bersama, mewartakan 9 mantra Gusdurian. 8 Pebruari 2016, dalam balutan acara "ngobrol Imlek Bareng Gusdurian", jabang bayi Gusdurian Batu lahir atau lebih tepatnya "terlahir kembali". Secara historis, Gusdurian Batu sudah pernah ada, namun ibarat sebuah pepatah hidup segan mati tak mau. Pun, sejarah memanggil dengan suara merdu kepada para murid Gus Dur di kota Batu untuk kembali mengikat pikiran dan batin, bergerak bersama mencipta gelombang cinta.
Kategori : Headline , Peristiwa , Pilihan Redaksi

Komunitas Gusdurian Gresik Selenggarakan Kelas Pemikiran Gus Dur

oleh : NUR KHOISIAH, 0 Komentar
Komunitas GUSDURian gresik menggelar kelas pemikiran Gus Dur (KPG) di Pondok Pesantren al-Ibrohimi di Desa Sumber Waru, Kecamatan Wringinanom, Kabupaten Gresik pada tanggal 26-27 Februari 2016. Kelas Pemikiran Gus Dur diikuti 20 peserta dari kalangan pemuda dan mahasiswa dari beberapa daerah, seperti Jombang, Surabaya, Gresik, Lamongan. Masing-masing dari anggota organisasi organisasi IPNU, IPPNU, PMII, Remaja Masjid, dan Karangtaruna. Peserta mendapatkan materi tentang perjalanan Gus Dur diantaranya Biografi, Filosofi Perjuangan dan Basis Pemikiran Gus Dur, Gus Dur dan Gagasan Ke-Islam-an, Gus Dur dan Gagasan Demokrasi, Gus Dur dan Gagasan Kebudayaan, Gus Dur dan Gagasan Gerakan Sosial, Gerakan Jaringan GUSDURian.
Kategori : Headline , Peristiwa , Pilihan Redaksi

GUSDURian Tuban dan Bojonegoro Adakan Kelas Pemikiran Gus Dur

TUBAN. Sabtu-Minggu (27-28/02), sekitar 40 anak muda berkumpul di desa Gunung Anyar Kecamatan Soko, Tuban, untuk mengikuti Kelas Pemikiran Gus Dur (KPG). Kelas Pemikiran Gus Dur ini dilaksanakan pertama kalinya atas kerjasama GUSDURian Tuban dengan GUSDURian Bojonegoro. Menurut Heri, Kelas Pemikiran Gus Dur merupakan pintu masuk dalam memahami lanskap pemikiran Gus Dur yang multidimensi. Melihat Gus Dur tidak hanya dari laku geraknya saja, tetapi juga ide, gagasan, dan pemikiran yang pernah beliau tulis
Kategori : Headline , Peristiwa , Pilihan Redaksi

Ruh Gus Dur Kembali Hadir di Salatiga

Rabu malam (17/2) Pondok Pesantren Edi Mancoro yang terletak di desa Gedangan Kab. Semarang mengadakan Haul Gus Dur sekaligus Deklarasi Gusdurian kota Salatiga serta Kab. Semarang. Acara ini dihadiri langsung oleh Koordinator Nasional Jaringan GUSDURian, Alissa Wahid. Acara yang mengusung tema “Membumikan Sembilan Seruan dan Ajaran Gus Dur untuk Membangun Indonesia Multikultur dan Plural” tersebut juga dihadiri oleh tokoh lintas agama dan kepercayaan. Muhammad Hanif, selaku panitia dan pengasuh Pondok Pesantren Edi Mancoro mengatakan, proses acara haul Gus Dur dan deklarasi GUSDURian dimulai sejak tadi siang, yaitu sarasehan bersama teman-teman SOBAT yang terdiri dari berbagai elemen tokoh agama.
Kategori : Headline , Peristiwa , Pilihan Redaksi

Rasa Perjumpaan dalam Keragaman

oleh : MOHAMMAD MAHPUR, 0 Komentar
Haul ke-6 KH. Abdurrahman Wahid, Presiden Keempat RI yang sering didaulat sebagai Bapak pluralisme Indonesia, yang rutin diselenggarakan oleh berbagai komponen anak bangsa, khususnya representasi Gusdurian, kali ini untuk wilayah kerja Gusdurian Malang diselenggarakan di Batu. Terkesan agak berbeda memang, biasanya Gusdurian Malang, yang wilayah kerjanya lebih banyak difokuskan di Malang, Haul Gus Dur selalu diselenggarakan di Kota Malang. Mengapa kali ini ada di Batu ? “Kami ingin mendorong dan mendukung kawan-kawan aktivis Gusdurian yang tersebar juga di Kabupaten Malang dan Kota Batu untuk semakin dinamis dalam mentransformasi masyarakat mengenal pluralisme dan penghargaan pada perbedaan,” ungkap Moh. Fauzan sebagai Koordinator Garuda (Gerakan Gusdurian Muda malang).
Kategori : Headline , Peristiwa , Pilihan Redaksi