Sabtu, 24 Agustus 2019

BERITA JARINGAN GUSDURIAN

Informasi tentang peristiwa, kasus, dan kegiatan Jaringan Gusdurian Indonesia di berbagai daerah

Ruh Gus Dur Kembali Hadir di Salatiga

Rabu malam (17/2) Pondok Pesantren Edi Mancoro yang terletak di desa Gedangan Kab. Semarang mengadakan Haul Gus Dur sekaligus Deklarasi Gusdurian kota Salatiga serta Kab. Semarang. Acara ini dihadiri langsung oleh Koordinator Nasional Jaringan GUSDURian, Alissa Wahid. Acara yang mengusung tema “Membumikan Sembilan Seruan dan Ajaran Gus Dur untuk Membangun Indonesia Multikultur dan Plural” tersebut juga dihadiri oleh tokoh lintas agama dan kepercayaan. Muhammad Hanif, selaku panitia dan pengasuh Pondok Pesantren Edi Mancoro mengatakan, proses acara haul Gus Dur dan deklarasi GUSDURian dimulai sejak tadi siang, yaitu sarasehan bersama teman-teman SOBAT yang terdiri dari berbagai elemen tokoh agama.
Kategori : Headline , Peristiwa , Pilihan Redaksi

Rasa Perjumpaan dalam Keragaman

oleh : MOHAMMAD MAHPUR, 0 Komentar
Haul ke-6 KH. Abdurrahman Wahid, Presiden Keempat RI yang sering didaulat sebagai Bapak pluralisme Indonesia, yang rutin diselenggarakan oleh berbagai komponen anak bangsa, khususnya representasi Gusdurian, kali ini untuk wilayah kerja Gusdurian Malang diselenggarakan di Batu. Terkesan agak berbeda memang, biasanya Gusdurian Malang, yang wilayah kerjanya lebih banyak difokuskan di Malang, Haul Gus Dur selalu diselenggarakan di Kota Malang. Mengapa kali ini ada di Batu ? “Kami ingin mendorong dan mendukung kawan-kawan aktivis Gusdurian yang tersebar juga di Kabupaten Malang dan Kota Batu untuk semakin dinamis dalam mentransformasi masyarakat mengenal pluralisme dan penghargaan pada perbedaan,” ungkap Moh. Fauzan sebagai Koordinator Garuda (Gerakan Gusdurian Muda malang).
Kategori : Headline , Peristiwa , Pilihan Redaksi

DIALOG PUBLIK GUSDURian Kalsel “GUS DUR: Setara dalam Kemajemukan”

oleh : ADMIN, 0 Komentar
Saat seluruh partisipan acara berdiri tuk menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, semua hadirin menyanyikan dalam suasana khidmat. Itulah suasana saat pembukaan dialog publik yang dilaksanakan oleh Jaringan Gusdurian Kalimantan Selatan bertemakan "Gus Dur: Setara dalam kemajemukan". Diskusi ini dihadiri hampir seluruh pemuka agama besar dan aliran-aliran di Indonesia dan peserta dari masyarakat umum sekitar 100 orang. Para peserta diskusi ini terlihat sangat antusias mengikuti acara. Dalam diskusi ini ada 4 tokoh yang berlaku menjadi pembicara yaitu Bante Saddhaviro Mahatera, Uskup Petrus Boddeng Timang, Prof.Dr.H.Mujiburrahman,MA. dan yang pasti adalah Putri sulung Gus Dur yang juga sebagai Pengayom Jaringan Gusdurian yaitu Alissa Qatrunnada Munawwaroh Wahid atau yang lebih kita kenal sebagai Alissa Wahid.
Kategori : Headline , Peristiwa , Pilihan Redaksi

Peresmian Rumah Pergerakan Griya Gus Dur

oleh : ADMIN, 0 Komentar
Griya Gus Dur secara resmi diluncurkan pada24/1/2016. Griya Gus Dur terletak Jalan Taman Amir Hamzah No. 8 Pegangsaan, Menteng, Jakarta Pusat. Acara persemian ini dihadiri oleh beberapa tokoh nasional seperti Romo Mudji, Romo Frans Magnis Suseno, Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Luhut Bindar Panjaitan, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, mantan Sekretaris Negara era Gus Dur, Bondan Gunawan, dan budayawan Jaya Suprana. Peresmian Griya Gus Dur bakal menandai sejumlah tonggak penting mewujudkan rumah pergerakan: peluncuran gusdur.net dan peluncuran Lumbung Amal Gusdurian.
Kategori : Headline , Peristiwa , Pilihan Redaksi

GUSDURianJogja Luncurkan Majalah Santri dan Kajian Bulanan

oleh : MOHAMMAD PANDU, 0 Komentar
Gerimis yang mengguyur Jogjakarta semalam (22/1),sama sekali tidak menyurutkan semangat para pemuda untuk datang ke Pendopo Hijau Yayasan LKiS di Sorowajan. Sekitar 50 orang peserta rela datang berbasah-basahan untuk menghadiri acara Kajian Bulanan GUSDURianJogja (KBGJ). Selain forum diskusi, acara semalam agaknya spesial, sebab bebarengan dengan peluncuran Majalah Santri Gusdur edisi perdana oleh Komunitas Santri Gus Dur (GUSDURianJogja). Diskusi semalam dipantik langsung oleh Nur Khalik Ridwan sebagai narasumber, yang membahas tentang “Islam Nusantara dan Pribumisasi Islam (Antara Madzhab dan Manhaj)”. Tema diskusi ini selaras dengan tema yang diangkat dalam Majalah Santri Gusdur yaitu “Pribumisasi Islam”
Kategori : Headline , Peristiwa , Pilihan Redaksi

Istighosah Anti Korupsii “Berani Bersih.”

oleh : ADMIN, 0 Komentar
Dalam rangkaian acara Festival Anti Korupsi Bandung 2015, Jaringan Gusdurian Indonesia bekerjasama dengan Ansor, PMII, KMNU, Mahasiswa Pancasila, dan Majelis Zikir dan Sholawat Rijalul Ansor menyelengarakan Istighotsah Anti Korupsi “Berani Bersih.” Acara ini akan digelar pada hari selasa 8 Desember 2015 di Masjid Raya Alun-Alun Bandung pukul 19.00-selesai dan akan menghadirkan KH Zawawi Imron, KH Mujiyo Nurkholis, Kyai Maman Imanul Haq, Ustad Wahyu Afif Alghofiki, Alissa Wahid, dan Walikota Bandung.
Kategori : Headline , Peristiwa , Pilihan Redaksi

Kita Beda dan Setara (Festival Film Toleransi 2015)

oleh : AGUNG HIDAYAT AZIZ, 0 Komentar
Dalam rangka memperingati hari toleransi dunia, GusDurian Jogjakarta dan komunitas-komunitas yang peduli terhadap isu keberagaman dan perdamaian di Yogyakarta seperti Indonesia Jangan Diam (IJD), Campus Ministry, dan Jamaah Ahmadiyah Indonesia (JAI) mengadakan festival film toleransi. Acara dilaksanakan di berbagai tempat mulai dari tanggal 16-18 Oktober 2015. Film yang ditayangkan merupakan film-film pilihan seperti Cahaya Dari Timur (Beta Maluku), Ale Rasa Beta Rasa, Ada Apa Dengan Kitorang Pu Sekolah, Jalan Tika, dan Kisah Nglurah. Salah satu film yang ditayangkan dalam festival ini ialah “Cahaya Dari Timur (Beta Maluku)” yang disutradarai oleh Agung Dwimas Sasongko. Film tersebut menjadi film perdana yang diputar dalam rangkaian festival film toleransi di Yogyakarta mulai di Student Center UNY, sekretariat Gusdurian (16/11) dan di Republik Guyub Pringwulung (18/11).
Kategori : Headline , Peristiwa , Pilihan Redaksi