Rabu, 23 Mei 2018

PILIHAN REDAKSI

Artikel-artikel pilihan Redaksi Kampung Gusdurian

Pendekatan Kultural Gus Dur terhadap Konflik Aceh dan Papua

oleh : ADMIN, 0 Komentar
Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur telah meletakkasan dasar-dasar penyelesaian konflik Aceh dan Papua dengan Republik Indonesia secara damai pada masa kepresidennya 1999-2001. Presiden Gus Dur melakukannya dengan pendekatan kultural dan personal dengan penghormatan terhadap hak-hak kolektif masyarakat Aceh dan Papua dalam lingkup Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dengan dasar-dasar tersebut, maka penyelesaian damai Aceh dan Papua bersifat permanen. Demikian kesimpulan disertasi Ahmad Suaedy, Anggota Ombudsman RI dan mantan Direktur Eksekutif the Wahid Institute dan Anggota Board Jaringan GusDurian Indonesia, dalam ujian terbuka di paska UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dengan judul VISI KEWARGANEGARAAN KULTURAL ABDURRAHMAN WAHID DALAM PENYELESAIAN KONFLIK ACEH DAN PAPUA, 1999-2001, Senen (14/5) di Kampus Pasca UIN Suka, Yogya.
Kategori : Headline , Peristiwa , Pilihan Redaksi

Kartun Tempo dan Respon Gus Dur

oleh : HAMIDULLOHIBDA , 0 Komentar
Hebohnya kartun Majalah Tempo, edisi 26 Februari 2018 yang mengakibatkan Front Pembela Islam (FPI) demo besar-besaran harus menjadi pembelajaran. Kejadian itu membuktikan masyarakat masih “miskin literasi seni” dalam media massa. Literasi seni di sini meliputi membaca, mengapresiasi, menafsir, bahkan mengritik kartun sebagai produk seni, budaya, dan produk pers.
Kategori : Headline , Opini , Pilihan Redaksi

SIKAP JARINGAN GUSDURIAN JAWA BAGIAN BARAT TENTANG PEMILIHAN KEPALA DAERAH SERENTAK DI JAWA BARAT

oleh : ADMIN, 0 Komentar
Pada 27 Juli 2018, masyarakat Jawa Barat akan menggelar Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) secara serentak di 17 kabupaten / kota termasuk pemilihan gubernur dan wakil gubernur. Tidak kurang dari 61 Pasangan Calon (Paslon) akan memperebutkan kursi pemimpin di wilayah masing-masing. Hal ini tentu harus menjadi perhatian serius bagi semua pihak guna memastikan proses Pilkada dapat berjalan secara jujur, adil, bebas dan menghasilkan pemimpin-pemimpin terbaik. Jaringan Gusdurian Jawa Bagian Barat mencermati Jawa Barat merupakan salah satu wilayah dengan tingkat dinamika sosial politik yang paling tinggi di Indonesia, terlebih lagi pada momen-momen politik seperti Pilkada. Bahkan dalam beberapa kasus, Pilkada juga kerap memunculkan tren meningkatkan politik identitas dari pihak-pihak tertentu untuk tujuan meraup suara pemilih. Karena itu, sebagai salah satu elemen masyarakat, Jaringan Gusdurian Jawa Bagian Barat menyampaikan sikap sebagai berikut:
Kategori : Headline , Peristiwa , Pilihan Redaksi

Kelakar Madura Buat Gus Dur

oleh : ARIF GUMANTIA, 0 Komentar
Buku ini diterbitkan kembali dengan momen yang tepat, ketika ruang publik kita dibanjiri oleh narasi-narasi yang serius dan penuh kepalsuan ( kemunafikan ). Ruang publik baik di dunia nyata maupun dunia maya riuh rendah dengan narasi-narasi yang tidak mempunyai relevansi dengan esensi kehidupan. Buku yang pernah terbit tahun 2001 ini tidak hanya relevan untuk dibaca saat ini, tetapi juga signifikan. Buku karya ki Dalang H. Sujiwo Tejo ( penulisnya menyebut dirinya dalang, karena menurutnya seorang dalang dalam proses kreatifnya mesti menguasai sastra, musik, seni rupa, teater, dan sebagainya ) ini membuat pembaca seolah dibawa ke masa ketika Gus Dur masih hidup, ketika ruang publik kita banyak diwarnai dengan joke dan anekdot yang segar, ruang publik yang membuat kita tertawa lepas dan merayakan hidup dengan menertawakan diri sendiri.
Kategori : Headline , Opini , Pilihan Redaksi

Itikad Kata-kata

oleh : ALISSA WAHID, 0 Komentar
”Bu, apakah kita sama sekali tidak boleh menyebut kata banci? Bagaimana kalau kita sedang harus berdiskusi tentang itu? Masak tidak boleh disebut sama sekali?” Demikian tanya anak saya yang berusia 10 tahun.
Kategori : Headline , Opini , Pilihan Redaksi

Kepada Sayyidina Umar, Rindu Berat Ini Kami Alamatkan

oleh : SURAJI, 0 Komentar
Sebulan yang lalu kami menghadiri konferensi pers untuk meminta Presiden memberikan grasi kepada Kyai Nur Aziz, seorang Kyai kampung yang sedang menjalani vonis delapan tahun penjara, akibat memperjuangkan para petani Surokonto Wetan, Kendal Jawa Tengah. Mereka sudah lebih 25 tahun menggarap lahan Perhutani yang terlantar, dan harus melepas tanah tersebut.
Kategori : Headline , Opini , Pilihan Redaksi

Gusdurian Alternatif Gerakan Sosial untuk Perjuangkan Rakyat

oleh : MUHAMMAD AUTAD ANNASHER, 0 Komentar
Purbalingga-Komunitas Gusdurian harus menjelma menjadi gerakan sosial untuk menjembatani masyarakat memperoleh hak-haknya. Komunitas ini mesti mampu menjadi penggerak sosial di tengah-tengah kehidupan masyarakat. Hal tersebut diungkapkan oleh Koordinator Umum Sekretariat Nasional (Seknas) Jaringan Gusdurian, Alissa Wahid, dalam acara temu Komunitas Gusdurian Purbalingga, Rabu sore lalu (28/3).
Kategori : Headline , Peristiwa , Pilihan Redaksi

Gus Dur: Sebuah Buku yang Terbuka

oleh : ARIF GUMANTIA, 0 Komentar
K.H. Abdurrahman Wahid atau sering dipanggil Gus Dur adalah sebuah buku yang terbuka. Yang senantiasa siap kita baca, kita tafsirkan, kita diskusikan, dan barangkali juga siap untuk dicaci maki oleh lawannya. Meskipun Gus Dur tidak pernah memposisikan mereka yang berbeda ide dan pemikiran sebagai seorang “lawan”, melainkan lebih sebagai sahabat berdiskusi dan beradu argumentasi.
Kategori : Headline , Opini , Pilihan Redaksi

Gusdurian Purbalingga Gelar Workshop Video Dokumenter

oleh : MUHAMMAD AUTAD ANNASHER, 0 Komentar
Gusdurian Purbalingga berusaha mewadahi kreativitas dan potensi generasi muda dengan menggelar Workshop Video Dokumenter yang difasilitsi CLC Purbalingga yang selama ini sejalan bersama. Workshop yang rencana digelar selama sehari dari pagi hingga sore sempat molor hari berikutnya lantaran hujan pada Sabtu-Minggu, 17-18 Maret 2018. Materi teori diberikan di Sekretariat Gusdurian Purbalingga di Jl. Sekar Flamboyan Perumahan Griya Abdi Kencana Purbalingga.
Kategori : Peristiwa , Pilihan Redaksi