Senin, 19 Agustus 2019

PILIHAN REDAKSI

Artikel-artikel pilihan Redaksi Kampung Gusdurian

Birokratisasi Gerakan Islam

oleh : KH. ABDURRAHMAN WAHID, 0 Komentar
Yang dimaksudkan dengan birokratisasi adalah keadaan yang berciri utama kepentingan para birokrat menjadi ukuran. Sama saja halnya dengan militerisme jika kepentingan pihak militer merupakan ukuran utama bagi perkembangan sebuah negeri. Jadi bukannya apabila kaum birokrat turut serta dalam kepemimpinan, seperti halnya jika para pemimpin militer ada dalam pemerintahan. Kata kunci dalam kedua hal ini adalah di tangan siapa kekuasaan itu.
Kategori : Pilihan Redaksi

Memaknai Khittah Kemerdekaan

oleh : ADEN MANSYUR, 0 Komentar
Ketika setiap akan mau memasuki tanggal dan bulan kemerdekaan, ada sebuah pertanyaan yang selalu terdengar di telingga kita, "benarkah bangsa Indonesia ini sudah merdeka?"
Kategori : Pilihan Redaksi

Ras dan Diskriminasi di Negara Ini

oleh : KH. ABDURRAHMAN WAHID, 0 Komentar
Dalam perjalanan ke gedung TVRI saat subuh awal Feb­ruari 2003, penulis mendengar siaran sebuah radio swasta Jakarta yang menyiarkan dialog tentang masalah ras dan diskriminasi. Karena format siarannya dialog interaktif, maka dapat dimengerti jika para pendengar melalui telepon me­ngemukakan pendapat dan pernyataan berbeda­-beda mengenai kedua hal itu. Ada yang menunjuk kepada keterangan etnografis, yang menyatakan orang­-orang di Asia Tenggara, Jepang, Korea, Tiongkok, Amerika Utara, Amerika Tengah, Amerika Selatan mempunyai penduduk asli dari ras Mongol (Mongoloid). Karena itu narasumber pada dialog itu, menolak perbedaan antara kaum asli dan kaum turunan di Indonesia. Menurutnya kita semua ber­asal dari satu turunan dan tidak ada bedanya satu dari yang lain. Maka pembagian kelompok asli dan keturunan di negeri kita ti­dak dapat diterima dari sudut pemikirannya.
Kategori : Pilihan Redaksi

Islam, Negara dan Rasa Keadilan

oleh : KH. ABDURRAHMAN WAHID, 0 Komentar
Dalam dua sumber tekstual kitab suci al-Qurân mengenai keadilan, tampak terlihat dengan jelas bagaimana keadilan dapat ditegakkan, baik dari masalah prinsip hingga prosedurnya. Dari sudut prinsip, kitab suci al-Qurân menyatakan; “Wahai orang­orang yang beriman, tegakkan keadilan dan jadilah saksi­saksi bagi Allah, walaupun mengenai diri kalian sendiri (yâ ayyuha alladzîna âmanû kûnû qawwâmîna bi al-qisthi syuhadâ’a li Allâhi walau ‘alâ anfusikum)” (QS al­Nisa [4]:135). Dari ayat ini tampak jelas bahwa, rasa keadilan menjadi titik sentral dalam Islam.
Kategori : Pilihan Redaksi

Gus Dur dan Keadilan Ideologis

oleh : SYARIF HIDAYAT S, 0 Komentar
Keadilan adalah watak natural manusia, juga watak khas agama Islam. Tulisan ini akan mengulas bagaimana konsep keadilan menurut KH Abdurrahman Wahid atau akrab disapa Gus Dur. Dalam kumpulan tulisan tokoh-tokoh Islam yang diedit oleh Budhy Munawar Rahman berjudul Kontekstualisasi Doktrin Islam Dalam Sejarah (Mei: 1994), Gus Dur menulis tentang konsep keadilan menurut Islam. Menurut Gus Dur, konsep keadilan dalam Islam bermula dari Allah sebagai Tuhan Yang Maha Adil. Efek positif lanjutannya, al-Qur’an sebagai firman Allah juga menjadi sumber pemikiran tentang keadilan.
Kategori : Pilihan Redaksi

PROKLAMASI

oleh : HARIS EL MAHDI, 0 Komentar
“Tidaklah pernyataan ini dituliskan di atas perkamen dari emas. Kalimat-kalimat ini hanya digoreskan pada secarik kertas” – Ir. Soekarno
Kategori : Pilihan Redaksi

Posisi Perempuan Dalam Ruang Politik Praktis

oleh : FAISAL SAIDI, 0 Komentar
Di zaman yang terlampau maju ini, kesadaran kita dalam memosisikan perempuan justru semakin memprihatinkan. Kedudukan perempuan menjadi tidak aman dan terkesan harus lebih waspada dalam beraktifitas di dunia yang serba praktis seperti ini. Apalagi hampir seluruh pergerakan perempuan seolah-olah diawasi dengan nilai moral. Artinya, perempuan dalam ruang sosial, agama, lebih-lebih dalam ruang politik [partai poltik], akan dinilai dengan pendekatan moralitas. Tidak demikian dengan ‘laki-laki’. Jarang sekali kita melihat, mendengar, atau menyaksikan bahwa ukuruan perilaku laki-laki dinilai dari pendekatan moralitas.
Kategori : Opini , Pilihan Redaksi

Jejak Gus Dur di Tanah Persia

oleh : PURKON HIDAYAT, 0 Komentar
“Khaili mamnun, lutf kardid, terima kasih, sudah berbaik hati memberi ini”, ujar seorang pria berusia mendekati lima puluh tahun dengan raut wajah sumringah ketika saya sodorkan sebuah gantungan kunci sebagai hadiah. Dengan aksen Persia yang sangat kental, dia mencoba mengeja tulisan yang tertera di gantungan kunci plastik bundar berdiameter kurang dari enam centimeter berwarna padu; hijau, kuning, putih, dan sedikit hitam dan merah. “Yang Lebih penting dari politik adalah kemanusiaan -KH.Abdurrahman Wahid”. “Ishan roshan fekr Mosalman ast, beliau adalah intelektual Muslim !”, tutur pakar tasawuf dan filsafat ini, sambil mengarahkan jari telunjuk ke arah gambar Gus Dur yang tersenyum, lengkap dengan kacamatanya dalam gantungan kunci pemberian teman-teman Seknas Gusdurian tahun lalu di Yogyakarta.
Kategori : Headline , Opini , Pilihan Redaksi

Apapun Salahnya, Salah Amerika dan Yahudi!

oleh : MOHAMMAD PANDU, 0 Komentar
Bermula dari komentar saya atas postingan seorang kawan di status media sosialnya, kami pun terlibat diskusi kecil. Dalam postingannya, dia membagikan berita tentang meninggalnya 100 anak hafidz-hafidzah di Afghanistan akibat serangan udara sebuah helikopter. Anak-anak ini meninggal di hari bahagia kelulusannya.
Kategori : Opini , Pilihan Redaksi

Menolak Ide Khilafah

oleh : MOH MAHFUD MD, 0 Komentar
“Buktikan bahwa sistem politik dan ketatanegaraan Islam itu tidak ada. Islam itu lengkap dan sempurna, semua diatur di dalamnya, termasuk khilafah sebagai sistem pemerintahan”. Pernyataan dengan nada agak marah itu diberondongkan kepada saya oleh seorang aktivis ormas Islam asal Blitar. Saat saya mengisi halaqah di dalam pertemuan Muhammadiyah se-Jawa Timur ketika saya masih menjadi ketua Mahkamah Konstitusi.
Kategori : Opini , Pilihan Redaksi