Minggu, 29 Maret 2020

PILIHAN REDAKSI

Artikel-artikel pilihan Redaksi Kampung Gusdurian

Empat Sisi Menarik Buku “Menjerat Gus Dur”

oleh : ZAENAL ALIMIN, 0 Komentar
Penghujung tahun 2019 jagat publik Indonesia digegerkan dengan terbitnya satu buku fenomenal “Menjerat Gus Dur” karya anak muda bernama Virdika Rizky Utama. Buku yang belum sempat dilaunching tapi sudah ludes di pasaran tersebut mengungkap fakta-fakta sejarah yang otentik tentang konspirasi politik yang “menjijikan” dalam proses pemakzulan Gus Dur dari tampuk kursi Presiden RI.
Kategori : Opini , Pilihan Redaksi

Wabah dan Perilaku yang "Tak Direstui" Agama

oleh : AFRIZAL QOSIM, 0 Komentar
Bukan lagi soal ustaz, pendeta dan rabi yang menyebut wabah corona sebagai 'tentara Allah,' tapi seorang remaja sekolah menengah atas di Yogyakarta yang sangat berani menampik anjuran Ibunya yang melarangnya untuk mengikuti Ziarah Wali di Jawa Tengah.
Kategori : Opini , Pilihan Redaksi

Lockdown dan Konsekuensinya

oleh : MUSTOLIH SIRADJ, 0 Komentar
Beberapa hari belakangan ini berbagai kalangan masyarakat mendorong agar pemerintah pusat segera melakukan lockdown secara nasional sebagai respon penyebaran virus Corona yang makin meningkat sebagaimana yang dilakukan oleh beberapa negara yang telah terjangkit.
Kategori : Opini , Pilihan Redaksi

Social Distancing dan “Puasa” Sosial Kita

oleh : MUHAMMAD BAKHRU THOHIR, 0 Komentar
Farid Stevy adalah seorang seniman seni rupa dan juga vokalis band lokal Yogyakarta bernama FSTVLST. Dalam sebuah wawancara, ia menjelaskan makna puasa yang menurut saya memiliki makna yang dalam sekali. Ia menyebutkan bahwa puasa itu menahan perbuatan yang kita suka. Hal ini ditanyakan lantaran Farid memang rutin melaksanakan puasa sosial media, Farid puasa menggunakan Twitter dan Instagram selama weekday dan ia berbuka saat akhir pekan.
Kategori : Opini , Pilihan Redaksi

Jaringan GUSDURian Bantu Kelompok Rentan Corona

oleh : ADMIN, 0 Komentar
Selasa 24 Maret 2020, tim relawan GUSDURian Peduli berkeliling membagikan 100 paket multivitamin kepada tukang ojek online dan pangkalan di wilayah Jakarta. Tujuannya untuk membantu menjaga daya tahan tubuh para tukang ojek yang masih melayani kebutuhan logistik warga yang berdiam di rumah akibat pandemi virus Corona.
Kategori : Peristiwa , Pilihan Redaksi

Gejala Menyombong di Depan Tuhan Lewat Ungkapan “Takutlah Pada Allah, Jangan Takut Virus Corona”

oleh : EDI AH IYUBENU, 0 Komentar
Ungkapan sejenis “takutlah hanya kepada Allah Swt, jangan takut virus Corona” secara hakikat tauhid jelas sahih. Hanya saja, tepat di detik yang sama, saya kira ia sungguh rawan menempiaskan gejala kecerobohan-kecerobohan yang mendalam secara tauhid, syariat, dan sosial. Mari cermatilah, telitilah, dan hati-hatilah.
Kategori : Opini , Pilihan Redaksi

The Trolley Problem: Bagaimana Mengatasi Wabah?

oleh : RIKA IFFATI FARIHAH, 0 Komentar
Bayangkan situasi ini: ada sebuah kereta barang tanpa masinis meluncur di rel. Di depan sana, persis di atas rel, ada lima orang dalam keadaan terikat dan tak bisa bergerak. Kereta itu meluncur cepat ke arah mereka. Anda berdiri agak jauh dari tempat kereta berada, di dekat sebuah tuas. Jika Anda menarik tuas ini, kereta akan berpindah ke jalur lain. Namun, Anda melihat bahwa di atas jalur kereta yang lain itu juga ada satu orang.
Kategori : Opini , Pilihan Redaksi

Social Distancing: Kita Bukan Berpisah, Hanya Jaga Jarak

oleh : MAKMUN RASYID, 0 Komentar
Badai virus Corona siap menyergap siapa pun; entah dia yang taat beragama ataukah manusia-manusia yang selalu menjunjung tinggi jabatannya, kepangkatannya dan hartanya. Bisa pula mereka yang selalu membanggakan kadar intelektualitasnya. Tak terkecuali mereka yang membusungkan dadanya, sembari berkata “sesama mahluk-Nya, tak ada yang perlu ditakuti”.
Kategori : Opini , Pilihan Redaksi

Social Distancing yang Disalahpahami Umat Islam di Tengah Pandemi Corona

oleh : ANWAR KURNIAWAN, 0 Komentar
Himbauan pemerintah, para pakar (ulama) dan tokoh yang menyebut agar kita menghindari ruang publik serta pertemuan yang melibatkan banyak orang (social distancing) untuk sementara waktu ternyata disalah-pahami secara serampangan oleh beberapa pihak, bil khusus umat Muslim. Padahal, tujuan dari himbauan itu sungguh sederhana: meminimalisir pesebaran virus corona (Covid-19).
Kategori : Opini , Pilihan Redaksi