Sabtu, 21 Juli 2018

GUSDURIAN ALTERNATIF GERAKAN SOSIAL UNTUK PERJUANGKAN RAKYAT

Jumat, 30 Maret 2018
oleh : Muhammad Autad Annasher
Dibaca sebanyak 220 kali
Purbalingga-Komunitas Gusdurian harus menjelma menjadi gerakan sosial untuk menjembatani masyarakat memperoleh hak-haknya. Komunitas ini mesti mampu menjadi penggerak sosial di tengah-tengah kehidupan masyarakat. Hal tersebut diungkapkan oleh Koordinator Umum Sekretariat Nasional (Seknas) Jaringan Gusdurian, Alissa Wahid, dalam acara temu Komunitas Gusdurian Purbalingga, Rabu sore lalu (28/3).

"Yang terpenting dalam membangun kehidupan berbangsa dan bernegara adalah meleburnya keakuan menjadi kita. Sehingga tidak ada sekat konflik dalam memperjuangkan nilai-nilai Gus Dur,” katanya.

Alissa mengatakan, dalam memperjuangkan hak-hak masyarakat, Gusdurian juga harus menggunakan prinsip win-win solution sebagai seni berjuang. Syaratnya adalah tidak merugikan pihak manapun

Ia pun mengajak agar Gusdurian mandiri. Selama ini, Gusdurian memang tak pernah memperoleh dana dari pemerintah.

“Itu karena figur dan reputasi Gus Dur yang semasa hidupnya telah berjasa kepada masyarakat," ujarnya.

Menurut dia, keberadaan media sosial penting dalam kehidupan demokrasi. Sejalan dengan itu risiko sebagai mimbar bebas sosial pun muncul.

Dia mengkiritik ujaran kebencian melalui media sosial yang justru menjadi komoditas politik atau bagian dari agenda politik. Bahkan, ada tim khusus yang menyusun narasi kebencian dengan situs atau portal tertentu seperti yang banyak muncul di media daring.

"Ujaran kebencian tidak akan masuk dan memengaruhi diri kita asal fokus pada arah atau tujuan akhir dari ujaran kebencian itu. Kita fokus pada nilai-nilai yang kita perjuangkan dengan memberikan narasi alternatif. Tugas kita bukan menginsyafkan orang-orang yang berseberangan dengan kita, tapi memperjuangkan apa yang menjadi kebutuhan mereka," ujarnya.

Sementara, Koordinator Gusdurian Purbalingga, KH Basyir Fadlullah mengatakan, kehadiran Alissa Wahid ke Purbalingga untuk menjalin silaturahmi dengan komunitas Gusdurian di Purbalingga. Setelah dialog dengan komunitas, dilanjutkan dengan temu tokoh masyarakat Purbalingga di Pendapa Dipokusumo Purbalingga.

Sumber: gatra.com