Sabtu, 16 November 2019

GUSDURIAN MAKASSAR GELAR DISKUSI SEMBILAN NILAI GUS DUR DAN MERAWAT KEBHINEKAAN

Selasa, 05 November 2019
oleh : Andi Ilham Badawi
Dibaca sebanyak 141 kali
MAKASSAR - Komunitas Gusdurian Makassar bekerjasama dengan Komite Mahasiswa Penegak Keadilan Study Club FH UMI menyelenggarakan Pojok Gusdurian dengan mengangkat tema “Memahami 9 nilai utama Gus Dur, merawat kebhinnekaan.” Di pelataran Masjid Umar bin Khattab UMI, senin (4/11/2019).

Dialog perdana Pojok Gusdurian UMI yang menjadi pembicara pada kesempatan ini dari kalangan akademisi ialah Muhammad Syahrul S.Psi, M.Pd, dan dari kalangan mahasiswa ialah Andi Tanra, serta Andi Muhammad Muslim selaku moderator.

Tan yang menjadi pembicara pertama memulai diskusi dengan memaparkan satu persatu dari 9 nilai utama Gus Dur dan menekankan agar 9 nilai ini dapat dipahami serta di aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.

“Keseluruhan nilai utama Gus Dur tidak dapat di pisahkan antara satu sama lain, karena 9 nilai utama itu adalah satu kesatuan yang saling berkaitan. Contohnya nilai kemanusiaan, ia tidak dapat terwujudkan jika tidak ada keadilan yang menopangnya dan kesetaraan yang juga salah satu hal penting dalam mewujudkan kemanusiaan “ katanya.

Sementara Syahrul sebagai pembicara kedua, beliau menjelaskan terdapat pergeseran nilai dari akar kearifan masyarakat. Dari 9 nilai utama harus sering-sering di perbincangkan. Bukan hanya di dalam teks semata tetapi 9 nilai utama ini segera mungkin mendapatkan konteks dalam realitas sosial masyarakat. Untuk menampilkan eksistensi yang mengangkat nilai tradisi kelokalan kita.

Lanjut Syahrul “menilai kebenaran tidak di tempatkan pada individu semata tetapi mengikut sertakan konteks individu berada.”

Terdapatnya distorsi oleh karena ada nya kepentingan-kepentingan digiring sehingga mengubah paradigma yang dibangun oleh pemerintah.

Gus Dur merupakan seorang warga negara yang bukan dihormati hanya karena individunya. Tetapi adanya kultur yang bervariasi dalam konteks kenusantaraan. Indonesia sangatlah kaya akan nilai masing-masing wilayah yakni kearifan tradisi.

Pada kesempatan kali ini tidak hanya dihadiri oleh mahasiswa di lingkungan UMI saja, datang pula mahasiswa dari pojok Gusdurian Universitas Hasanudin yang ikut dalam dialog tersebut.

 

Andi Ilham Badawi, penulis adalah kontributor berita dari Gusdurian Makassar.