Minggu, 22 Oktober 2017

ROHINGYA, MAKNA CINTA, MAKNA MARAH

Jumat, 29 September 2017
oleh : Makhfud Syawaludin
Dibaca sebanyak 157 kali
Rohingya Manusia seperti Kita Mempercayai Tuhan Yang Maha Esa Celakanya... Tak diakui kewarganegaraannya

 

 

Rohingya

Nyata adalah Manusia

Tak benar-benar menjadi manusia

Hidupnya teraniaya dan tak berdaya

Terusir dan diatas kata “sengsara”

 

Rohingya

Sebagai sesama manusia

Ingin sekali ku pinjam sumpah Ibu Malin Kundang

Jadilah Batu wahai kebencian

Tiba-Tiba kudengar seruan agama

Ini Bela Islam Jihad Di Jalan Tuhan

Serang Agama Budha dan Kepung Borobudur

Hingga bermacam-macam ekspresi kemarahan

Kebencian

Kebringasan

Kezholiman

Membara-bara

Agama makin menjauh dari kemanusiaan

Padahal “Agama jangan jauh dari Kemanusiaan” kata Gus Dur

 

Rohingya

Kuputuskan untuk berdoa

Sebab Para Kyai dan pemimpin negaraku sudah berusaha

Selesaikan lara dan duka

Untuk senyum manis Rohingya

 

Pasuruan, 6 September 2017

Makhfud Syawaludin

Penggerak KGSKR (Komunitas Gitu Saja Kok Repot) Jaringan GusDurian Pasuruan