Sabtu, 20 Oktober 2018

SIKAP JARINGAN GUSDURIAN JAWA BAGIAN BARAT TENTANG PEMILIHAN KEPALA DAERAH SERENTAK DI JAWA BARAT

Kamis, 26 April 2018
oleh : Admin
Dibaca sebanyak 491 kali
Pada 27 Juli 2018, masyarakat Jawa Barat akan menggelar Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) secara serentak di 17 kabupaten / kota termasuk pemilihan gubernur dan wakil gubernur. Tidak kurang dari 61 Pasangan Calon (Paslon) akan memperebutkan kursi pemimpin di wilayah masing-masing. Hal ini tentu harus menjadi perhatian serius bagi semua pihak guna memastikan proses Pilkada dapat berjalan secara jujur, adil, bebas dan menghasilkan pemimpin-pemimpin terbaik. Jaringan Gusdurian Jawa Bagian Barat mencermati Jawa Barat merupakan salah satu wilayah dengan tingkat dinamika sosial politik yang paling tinggi di Indonesia, terlebih lagi pada momen-momen politik seperti Pilkada. Bahkan dalam beberapa kasus, Pilkada juga kerap memunculkan tren meningkatkan politik identitas dari pihak-pihak tertentu untuk tujuan meraup suara pemilih. Karena itu, sebagai salah satu elemen masyarakat, Jaringan Gusdurian Jawa Bagian Barat menyampaikan sikap sebagai berikut:
 
 
 
Mendukung terselenggaranya Pilkada yang aman, damai dan demokratis baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota. Menghimbau kepada seluruh Paslon dan Parpol pendukung agar menciptakan suasana kondusif  baik pada saat kampanye, masa tenang, hari pencoblosan, proses penghitungan hingga saat penetapan pemenang Pilkada.
 
Jaringan Gusdurian mengapresiasi cara-cara berpolitik yang beretika, bermartabat, demokratis, sportif, saling menghormati satu sama lain dan menjunjung tinggi hukum, budaya toleran dan inklusif. Karena itu, Jaringan Gusdurian menolak segala cara berpolitik yang tidak beretika dan bermartabat seperti politik identitas, kampanye kotor, penyebaran kebencian berbasis SARA, penyebaran berita bohong, politisasi agama dan kepercayaan dan lain-lain, karena selain tidak memberikan pendidikan politik yang baik kepada masyarakat, juga dapat memicu lahirnya konflik dan ketegangan yang dapat merugikan semua pihak terutama masyarakat.
 
Menghimbau kepada para penyelenggara Pemilu yakni KPU di semua tingkatan agar menjaga independensi dan profesionalisme dalam menjalankan semua proses Pilkada serta memastikan semua pihak yang memiliki hak politik dapat menikmatinya secara bebas, sukarela, mudah dan adil. Karena kualitas dan profesionalisme para penyelenggara Pilkada akan sangat menentukan kualitas pemimpin yang akan lahir.
 
Menghimbau kepada lembaga pengawas baik Panwaslu, pengawas dari masing-masing partai maupun pengawas independen untuk menjalankan fungsi pengawasan secara profesional sesuai hukum yang berlaku serta memproses semua pelanggaran Pilkada secara adil dan transparan.
Mendukung aparat keamanan dalam menjaga keamanan seluruh proses Pilkada dan menegakkan hukum terhadap siapa saja yang melakukan pelanggaran hukum.
 
Jaringan Gusdurian adalah jaringan sosial kemasyarakatan yang sejak berdiri independen dan tidak terikat oleh kepentingan politik praktis manapun. Karena itu Jaringan Gusdurian secara tegas menyatakan tidak mendukung Paslon atau Partai Politik manapun dalam Pilkada. Jaringan Gusdurian juga tidak membenarkan penggunaan nama, simbol atau atribut Jaringan Gusdurian oleh siapapun untuk mendukung Paslon atau Partai Politik tertentu.
 
Demikian pernyataan sikap ini disampaikan, agar dapat menjadi perhatian bersama.
 
20 April 2018 
 
Presidium Jaringan Gusdurian
Jawa Bagian Barat
 
M. Subhi Azhari (08158770114)
Marleni Adiya (085211695283)
Ryan Sevian (082116022757)