Selasa, 18 Februari 2020

PILIHAN REDAKSI

Artikel-artikel pilihan Redaksi Kampung Gusdurian

Sanad Spirit Pembebasan Gus Dur: dari Mbah Hasyim Hingga Rasulullah

oleh : AHMAD SAJIDIN, 0 Komentar
Sepeninggal Gus Dur pada akhir Desember tahun 2009 silam, bangsa Indonesia telah kehilangan sosok yang begitu penting bagi sejarah peradaban bangsa Indonesia. Sosok tersebut tidak meninggalkan warisan kekayaan ataupun harta benda mewah, melainkan produk-produk pemikiran, keteladan, dan karya yang sampai hari ini dapat kita nikmati dalam berbagai bentuk, seperti tulisan-tulisannya maupun dari cerita kesaksian dari sahabat dan keluarga beliau. Dari sana lah maka lahir 9 nilai utama Gus Dur yang salah satunya adalah pembebasan.
Kategori : Opini , Pilihan Redaksi

Gus Dur dan Proses NU Kembali ke Khittah pada Muktamar Situbondo 1984

oleh : M. FAKHRU RIZA, 0 Komentar
Gus Dur memiliki peran besar dalam proses kembalinya NU kepada khittah. Saat itu situasinya adalah setelah transisi Orde Lama ke Orde Baru, kebijakan politiknya Suharto tidak mengenakkan buat partai-partai Islam. Semula, banyak kalangan partai Islam berharap dengan naiknya Suharto dengan Orde Barunya, kalangan partai Islam bakalan mendapatkan kesempatan politik yang bebas.
Kategori : Opini , Pilihan Redaksi

Intoleransi dan Kelas Sosial

oleh : AMIN MUDZAKKIR, 0 Komentar
Tadi malam saya posting "pertanyaan dalam hati". Mungkin karena ilustrasinya kurang pas, beberapa orang bertanya: loh apa hubungannya tinggal di perumahan mewah dan intoleransi? Tetapi karena pertanyaan ini pula saya justru menemukan inti permasalahannya: bagi banyak orang, intoleransi tidak ada hubungannya dengan kelas sosial.
Kategori : Headline , Opini , Pilihan Redaksi

PERNYATAAN SIKAP GUSDURIAN SURABAYA TERKAIT PILKADA SURABAYA

oleh : ADMIN, 0 Komentar
Kota Surabaya akan menghadapi pilkada untuk memilih walikota dan wakil walikota. Di tengah situasi politik menjelang pilkada tersebut mulai banyak suara dukungan terhadap sejumlah calon dari berbagai kelompok masyarakat. Terakhir muncul berita di portal beritajatim.com pada Rabu, 5 Februari 2020, dengan judul “GUSDURian Surabaya Siap Jadikan Fandi Utomo Wali Kota." Berita tersebut tentu mengundang pertanyaan publik mengenai kaitan pilkada Surabaya dengan GUSDURian Surabaya.
Kategori : Peristiwa , Pilihan Redaksi

Obituari Gus Sholah: Ulama yang Menjaga Marwah Indonesia

Indonesia kembali kehilangan satu putra terbaiknya. Tadi malam, pada tanggal 2 Februari 2020, KH. Sholahuddin Wahid – sering disapa Gus Sholah – telah meninggalkan kita semua. Wafatnya beliau dikonfirmasi oleh putranya, Irfan Sudirman Wahid, dalam cuitan di twitter. Gus Sholah menghembuskan nafas terakhir di RS Jantung Harapan Kita Jakarta pada pukul 21;00 WIB setelah kondisi kritis.
Kategori : Headline , Opini , Pilihan Redaksi

Adik Gus Dur, KH. Salahuddin Wahid Wafat

oleh : REDAKSI, 0 Komentar
Gusdurian.Net – KH. Salahuddin Wahid atau yang lebih populer disapa Gus Sholah, adik Gus Dur dan sekaligus pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng Jombang, wafat di Rumah Sakit Harapan Kita, Jakarta, hari Ahad (02/02), pukul 20:55 WIB.
Kategori : Peristiwa , Pilihan Redaksi

Obituari: Gus Dur dan Gus Sholah adalah Hadiah Mbah Hasyim untuk Negeri Ini

oleh : ULIL ABSHAR ABDALLA, 0 Komentar
Duka bagi NU, Inna lillahi wa inna ilaihi rajiun. Malam ini, saya membaca di laman Facebook banyak ucapan belasungkawa dan takziyah atas wafatnya Kiai Salahuddin Wahid atau dikenal sebagai Gus Sholah. Menderasnya ucapan belasungkawa ini menunjukkan betapa luasnya pengaruh Gus Sholah, dan betapa wafatnya sosok ini dirasakan sebagai kehilangan dan kesedihan oleh banyak orang.
Kategori : Opini , Pilihan Redaksi

Sesat Pikir

Penduduk sebuah kota kecil memutuskan membangun jembatan untuk menghubungkan dua sisi kota. Untuk itu, mereka merekrut seorang penjaga. Seorang warga mengusulkan untuk merekrut akuntan guna mengurus gaji si penjaga. Sang akuntan kemudian minta dibantu oleh staf keuangan. Untuk mengurus tiga orang pekerja, tentu saja diperlukan seorang manajer. Suatu saat, Dewan Kota memutuskan untuk mengurangi anggaran pengelolaan jembatan dengan mengurangi tanggungan SDM. Maka penduduk memutuskan: penjaga jembatanlah yang harus di-PHK, karena ini adalah pekerjaan yang lebih rendah kastanya!
Kategori : Headline , Opini , Pilihan Redaksi