Senin, 18 November 2019

PILIHAN REDAKSI

Artikel-artikel pilihan Redaksi Kampung Gusdurian

Rakornas Gusdurian dan Sidang Raya PGI (Refleksi ganda)

oleh : KRISTANTO BUDIPRABOWO, 0 Komentar
Seluruh anggota jemaat gereja-gereja kristen protestan yang terdaftar sebagai anggota daripada organisasi resmi gereja Indonesia dengan nama indah juga rohani; Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia, akhir pekan ini berbahagia bersyukur dan bangga hati atas terselenggaranya persidangan berkala tingkat nasional bertempat di pulau Sumba.
Kategori : Pilihan Redaksi

GUSDURian Pasca Gus Dur

oleh : M. FADLAN L NASURUNG, 0 Komentar
Saya adalah jenis manusia yang percaya, bahwa kata-kata bukanlah sekadar “kata-kata”. Kata-kata memiliki kuasa, ia adalah energi perubahan yang besar, karena kata-kata adalah sahabat karib pikiran manusia. Sedang perubahan selalu dimulai dari pikiran. Lewat kata dan bahasalah manusia meneguhkan dirinya sebagai mahluk berbudaya. Bahasa adalah senjata, dengannya ide-ide beredar dari kepala ke kepala. Saban waktu, ide-ide itu menjelma menjadi tindakan-tindakan nyata. Ia mencerahkan budi dan menggerakkan daya manusia. Mungkin kita tak menyadari, bahwa perjalanan umat manusia telah sampai sejauh ini. Manusia berubah menjadi ‘tuhan-tuhan’ kecil yang menciptakan sejarah peradabannya, pasca mengalami revolusi kognitif ratusan atau bahkan ribuan tahun yang lalu. Revolusi yang bermula saat manusia berhasil menemukan kode-kode bahasa dan menciptakan aksara.
Kategori : Headline , Pilihan Redaksi

Gus Dur dan Perkataan “Jangan Temani Orang yang Perilakunya tidak Membangkitkan Semangat kepada Allah…”

oleh : NUR KHALIK RIDWAN, 0 Komentar
Gus Dur mengatakan: “Dalam kitab al-Hikam, penulisnya merumuskan sebuah sikap yang sangat fundamental dalam mendidik religiositas: “Jangan temani orang yang perilakunya tidak membangkitkan semangat kepada Allah dan ucapan-ucapannya tidak menunjukkan kamu ke jalan menuju Allah” (Gus Dur, Pengantar dalam buku YB Mangunwijaya, Menumbuhkan Sikap Religiositas Anak-Anak (Jakarta: Gramedia, 1986).
Kategori : Headline , Opini , Pilihan Redaksi

Manakib Kebangsaan: Dari Soekarno Hingga Gus Dur dan Cara Menjadi Indonesia

oleh : RUMAIL ABBAS, 0 Komentar
Islam lahir setelah didahului berkembangnya Agama Hindu, Budha, Kristen-Katolik, Majusi, Zoroaster, Mesir Kuno, maupun agama-agama lain. Karena hal itu, Islam sangat memahami masyarakat pluralistik secara religius telah terbentuk dan Islam sangat sadar dengan kondisi seperti itu. Dengan membawa semangat tersebut, Islam datang ke bumi nusantara.
Kategori : Headline , Opini , Pilihan Redaksi

Sahabatku, Tak Setiap Habib itu Terhormat Loh

oleh : AHMAD Z. EL-HAMDI, 0 Komentar
Beberapa waktu lalu, saya menemani seorang kawan untuk menghadiri undangan jamuan makan malam di salah satu restoran mewah di Kota Surabaya. Kawan saya ini seorang tokoh nasional, dan dia layak untuk mendapatkan undangan makan malam jenis ini. Kawan saya ini diundang oleh salah seorang habib tajir di Kota Pahlawan. Dan, restoran itu milik si habib pengundang itu.
Kategori : Headline , Opini , Pilihan Redaksi