Minggu, 17 Desember 2017

PILIHAN REDAKSI

Artikel-artikel pilihan Redaksi Kampung Gusdurian

Jabal, Hipsi dan Gusdurian Lampung Gelar Baksos Penyembuhan Alternatif

Lembaga Pengembangan Kesenian dan Kebudayaan Teater Jabal bekerjasama dengan Himpunan Pengusaha Santri Indonesia (Hipsi) dan Gusdurian Lampung menggelar bakti sosial penyembuhan alternatif untuk berbagai penyakit. Ajengan Teater Jabal, WD Fatchurrochman Syam, di Tanggamus, Ahad (26/2), menyatakan kegiatan itu dihelat dalam rangka memperingati Hari Bahasa Ibu Internasional.
Kategori : Headline , Peristiwa , Pilihan Redaksi

Ikuti Kelas Pemikiran Gus Dur di Jakarta, Ini Persyaratannya

oleh : ADMIN, 0 Komentar
Gusdurian Jakarta akan menggelar Kelas Pemikiran Gus Dur (KPG) angkatan kedua pada Sabtu-Ahad, 25-26 Maret 2017. Ketua Panitia KPG 2, Agustina Iskandar menuturkan kelas tersebut merupakan upaya memperkenalkan sosok, gagasan, dan perjuangan Gus Dur di bidang agama, politik, sosial, seni dan budaya secara lebih sistematis dan mudah dipahami. “Forum juga dimaksudkan untuk meningkatkan wawasan tentang nilai-nilai yang diperjuangkan Gus Dur sekaligus menghubungkan dengan berbagai isu dan bidang-bidang tersebut,” katanya melalui rilis yang diterima NU Online, Sabtu (18/2).
Kategori : Headline , Peristiwa , Pilihan Redaksi

Gus Dur dan Kewarganegaraan Kultural

Renato Rosaldo (2003), antropolog asal Amerika Serikat, mengritik pendekatan dan teori dari Ben Anderson tentang nasionalisme yang kemudian menjadi klasik dengan apa yang dikenal imagined communities. Dengan rumusan nasionalisme individualistik yang bersumber dari media dan sarana komunikasi modern lainnya, menurut Rosaldo, Anderson telah jatuh pada selektif. Hanya mereka yang terliput dan memiliki akses kepada media modern lah yang tercakup ke dalam nasionalisme, sedangkan mereka yang marjinal, tersingkir, mioritas dan miskin, tidak terliput.
Kategori : Headline , Opini , Pilihan Redaksi

Gus Dur – Edward Soeryadjaya, Rahasia Membentuk NU-Summa

Bukan Gus Dur jika tidak membuat manuver yang mengejutkan lawan-lawan politiknya. Bahkan, internal para pengurus Nahdlatul Ulama dan warga Nahdliyyin seringkali harus merenung mendalam untuk memahami langkah taktis Gus Dur. Pertemanan Gus Dur dengan orang-orang Tionghoa tidak sekedar dalam aspek kebudayaan. Gus Dur bergerak maju dengan membentuk kongsi bisnis untuk membangun ekonomi kerakyatan.
Kategori : Headline , Opini , Pilihan Redaksi

Benarkah Gus Dur Keturunan Tan Kim Han?

Benarkah Gus Dur keturunan Tionghoa? Pada beberapa forum, Gus Dur sering menyatakan bagaimana nasab keluarganya tersambung dengan darah Tionghoa. Gus Dur juga sering mengungkapkan silsilah keluarganya, hingga tersambung dengan jaringan Tionghoa muslim pada masa kerajaan Majapahit, dan terkait dengan sejarah muhibah Laksamana Cheng Ho (Zheng He, 1371-1433/1435). Bagaimana kisahnya?
Kategori : Headline , Opini , Pilihan Redaksi

Setia Menjaga Jembatan

oleh : ADMIN, 0 Komentar
AKHIR tahun lalu keluarga ini menggelar haul ke-7 wafatnya KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Kepergian Presiden Keempat Republik Indonesia (RI) itu pada 30 Desember 2009 memiliki makna lain bagi Alissa Qotrunnada Munawaroh. Tidak semata kehilangan sosok sang ayah, momen itu menjadi babak baru bagi perempuan yang akrab disapa Alissa Wahid tersebut. Selama 10 tahun (1999-2009) ia memutuskan menjauh dari dunia politik, baik itu politik praktis maupun kebangsaan. Keputusannya menjauh itu karena mengalami trauma selama berada di istana pada 1999-2001. Semua curah­an hati putri sulung Gus Dur itu diungkapkannya saat Media Indonesia bertemu di The Wahid Institute, Jakarta, Kamis (5/1).
Kategori : Headline , Pilihan Redaksi , Sosok

Om Siuman Om

oleh : GATOT ARIFIANTO, 0 Komentar
Pesan berantai dan media sosial masih menjadi sarana efektif membangun citra hingga opini publik dengan berbagai sudut pandangnya, satu contoh, dizalimi. Pesan berantai belakangan ini muncul di sejumlah linimassa hingga grup-grup Whatsapp ialah "Gerakan Siluman". Padanan kata tersebut sepertinya enak dibahas sembari ngopi dengan pertanyaan: baru siuman, om? Pesan berantai dimaksud intinya menyebarkan isu, ada desain dibuat lembaga bentukan institusi negara agar masyarakat di berbagai daerah ramai-ramai sepakat, membubarkan organisasi identik dengan radikal, suka menghujat dan merasa paling benar sebagaimana performance pemimpinnya yang bisa disaksikan di youtube.
Kategori : Headline , Opini , Pilihan Redaksi

Siapakah yang Layak Disebut Kafir?

oleh : SHOHIB SIFATAR, 0 Komentar
Seneng ngafirke marang liyane Kafire dewe ora digateke Dalam Kitab Suci Al-Qur’an, kata kafir dipakai bukan semata sebagai konsep teologis, tetapi juga konsep etis. Memahami konsep ini semata-mata sebagai sebutan untuk mereka yang non-Muslim (kategori teologis) sangatlah simplistis. Karena banyak penggambaran dalam al-Qur’an mengenai kata kafir ini juga banyak merujuk konsep etis. Ini contoh pengunaan kata kafir dalam dua ayat berbeda, yang sangan popular di kalangan Islam. Ayat pertama, pernyataan Allah dalam surat Luqman ayat 12. Ayat tersebut menyebut kafir bagi orang yang tidak syukur nikmat. Ayat kedua dalam surat al-Ma’un, “pendusta agama” (frase lain untuk kufr) juga digunakan untuk mereka yang tidak punya sensitivitas pada keadilan sosial, meskipun rajin bersembahyang. Wal hasil, siapa saja, termasuk orang Muslim, bisa saja terperosok pada jurang kekafiran.
Kategori : Headline , Opini , Pilihan Redaksi

Spirit Gus Dur untuk Menyuarakan Perdamaian

oleh : ADMIN, 0 Komentar
Haul Gus Dur adalah peringatan rutin setiap tahun, sebagai wujud refleksi dan semangat juang GUSDURian Malang dalam menebarkan nilai utama KH. Abdurrahman Wahid, alias Gus Dur. GUSDURian Malang pada perayaan Haul Gus Dur 7 mengambil tema “Merawat Kebhinekaan dan Menyuarakan Perdamaian”. Bertempat di Sasana Krida Budaya, Jalan Tretes Selatan, Kelurahan Rampal Celaket RT 06 RW 05 Kecamatan Klojen. (7/01)
Kategori : Headline , Peristiwa , Pilihan Redaksi

Dengan Mati Gus Dur Abadi

oleh : YUDI LATIF, 0 Komentar
"Tunjukkan padaku seorang pahlawan, niscaya akan kutulis suatu tragedi,” ujar pujangga F Scott Fitzgerald. Di tengah gemuruh takbir dan derai isak tangis yang mengiringi kepergian KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), sebuah ode ditulis banyak orang di media dan jejaring maya yang menobatkannya sebagai pahlawan. Pahlawan adalah mereka yang berani mengubah tragedi menjadi jalan emansipasi. Seperti itu jualah Gus Dur. Secara individual ataupun komunal, ia tumbuh mengerami rangkaian kepahitan dan keterpinggiran.
Kategori : Headline , Opini , Pilihan Redaksi