Senin, 18 November 2019

PILIHAN REDAKSI

Artikel-artikel pilihan Redaksi Kampung Gusdurian

Unggah-ungguh dan Kearifan Tradisi

oleh : RAHMA DIANA SAYIDAH, 0 Komentar
“Unggah-ungguh”atau dalam bahasa Indonesia disebut dengan etika atau tata krama. Masyarakat Jawa dikenal dengan masyarakat yang sangat menjunjung tinggi “ unggah-ungguh” atau yang biasa dikenal tata krama tersebut. Masalah unggah-ungguh atau tata krama sendiri termasuk masalah yang sangat krusial dan sangat diperhatikan oleh orang Jawa. Orang tua-orang tua di Jawa telah mendidik anak-anaknya sejak dini untuk memiliki unggah-ungguh yang sopan, semisal ketika lewat di depan rumah orang kita harus berkata “nderek langkung” atau “nuwun sewu” yang artinya permisi.
Kategori : Headline , Opini , Pilihan Redaksi

Gusdurian Peduli Galang Bantuan untuk Wamena

oleh : ADMIN, 0 Komentar
Lebih dari seminggu, saudara-saudara kita di Wamena hidup dalam keadaan yang tidak nyaman. Pasca kerusuhan yang terjadi di Wamena pekan lalu, ribuan masyarakat tinggal di pengungsian. Mereka mulai kehabisan kebutuhan pokok. Banyak diantaranya adalah bayi dan balita, ibu menyusui serta orang lanjut usia.
Kategori : Headline , Peristiwa , Pilihan Redaksi

Indonesia yang Bhinneka, Kini Kehilangan Ika

oleh : NURUL KHASANAH, 0 Komentar
Memperbincangkan keberagaman dan pentingnya toleransi di negeri ini rasanya takkan selesai sampai kapanpun. Kita telah ketahui bersama negara Indonesia ini adalah negara yang multikultural. Memiliki dataran dengan 17.504 pulau, terbentang dari Sabang sampai Merauke, dari Pulau Miangas sampai Pulau Rote. Dengan penduduk yang tak sedikit, mencapai 265 jiwa, terdiri dari bergagai suku, ras, bangsa, bahasa dan agama yang sangat beragam.
Kategori : Headline , Opini , Pilihan Redaksi

JOKOWI DAN DILEMA PERPPU KPK

oleh : HARIS EL-MAHDI, 0 Komentar
Merespon demonstrasi mahasiswa yang marak di beberapa kota, Pada 26 September 2019, Presiden Jokowi mengundang para tokoh, budayawan, akademisi, pelaku seni, dan beberapa aktivis. Jokowi bermaksud meminta nasehat terutama dalam merespon tuntutan mahasiswa menolak UU KPK hasil revisi.
Kategori : Headline , Opini , Pilihan Redaksi

Ketika Seorang Bertanya: Mengapa Takut Salafi?

oleh : AHMAD Z. EL-HAMDI, 0 Komentar
Ketika membaca tulisan saya yang mempertanyakan kemana saja NU dan Muhammadiyah saat Salafi merajalela, seorang kolega bertanya “mengapa takut Salafi?”. Jika yang dipertanyakan adalah sikap keterbukaan saya, maka saya katakan, saya sepenuhnya sadar bahwa eksklusivisme adalah cara beragama yang tidak sehat dan dewasa. Emas yang keluar dari mulut anjing tetaplah emas. Bahkan jika berbicara tentang pluralisme, yang sering dihujat kalangan salafi pun, mensyaratkan adanya keberanian untuk saling belajar dengan kelompok lain yang berbeda. Fokus saya terletak pada potensi kekerasan yang mengeram dalam aliran Salafi-Wahabi.
Kategori : Headline , Opini , Pilihan Redaksi

Gus Dur dan Penghargaan kepada Kaum Difabel

oleh : NAISA AQILA, 0 Komentar
Indonesia pernah menjadi tuan rumah ASIAN Paragames. Ajang olahraga yang dikhususkan bagi para atlet difabel ini memiliki tujuan untuk mewadahi kaum difabel berkiprah secara profesional di bidang olahraga serta meningkatkan kesejahteraan difabel melalui aktivitas olahraga.
Kategori : Headline , Opini , Pilihan Redaksi

Tidak Ada Agama yang Lebih Tinggi dari Kejujuran

oleh : MOH. KAMIL ANWAR, 0 Komentar
Ada setidaknya tiga nash popular di kalangan Muslim yang kemudian tidak dimaknai lebih lanjut dan menutup cara berpikirnya. Pertama, ayat [5:3] “...Pada hari ini telah Aku sempurnakan agamamu untukmu, dan telah Aku cukupkan nikmat-Ku bagimu, dan telah Aku ridhai Islam sebagai agamamu...”. Kedua, ayat [3:19] “Sesungguhnya agama di sisi Allah adalah Islam...”. Ketiga, hadis Nabi riwayat Bukhari “Islam itu unggul dan tidak dapat diungguli” (Al-Islam Ya’lu wa la Yu’la ‘alaih).
Kategori : Headline , Opini , Pilihan Redaksi

Gus Dur dan Wacana Berpikir Kritis bagi Kalangan Pesantren di Indonesia

oleh : FUAD FAIZIN, 0 Komentar
Perkembangan intelektualisme muslim Indonesia mulai berkembang sejak abad XVII/XVIII dengan ditandai munculnya tulisan-tulisan tentang Islam dari ulama’ Nusantara misalnya Hamzah Fansuri, Nuruddin Ar Raniri, Samsuddin As Sumatrani di Sumatera Syekh Yusuf al Makasari di Sulawesi, Syekh Arsyad Al Banjari di Kalimantan serta Syekh Mahfudz At Tarmasi, Syekh Nawawi Al Bantani dan Kiai Kholil Bangkalan di Jawa dan masih banyak lainnya. Perjuangan mereka kemudian diteruskan oleh murid-muridnya dengan mendirikan banyak pesantren yang bertahan hingga sekarang. Mayoritas pesantren yang didirikan oleh murid-murid mereka mempunyai kemiripan dalam kurikulum maupun sistem pendidikannya yaitu menggunakan kitab-kitab ulama’ klasik yang beraliran Ahlussunnah wal Jamaah dan mayoritas bermazhab Syafii dengan metode pengajaran
Kategori : Headline , Opini , Pilihan Redaksi

Kemerdekaan, Milenial dan Keteladanan Gus Dur

oleh : FERDIANSAH JY, 0 Komentar
Sudah lebih sebulan yang lalu peringatan hari Kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia, tepat 74 tahun yang silam bangsa Indonesia telah menyemai kemerdekaan dan terlepas dari kungkungan para Penjajah. Momentum ini harus kita jadikan refleksi terhadap diri dan masyarakat akan pentingnya kemerdekaan, baik kemerdekaan diri, pendidikan, ekonomi, bangsa dan negara.
Kategori : Headline , Opini , Pilihan Redaksi

Pesantren, Kearifan Lokal, dan Kebudayaan Indonesia

oleh : FATIKHATUL FAIZAH, 0 Komentar
Indonesia rumah bersama. Sebagaimana semboyan Bhinneka Tunggal Ika-berbeda-beda tetapi tetap satu. Namun, dewasa ini sebagian golongan mempermasalahkan adanya keragaman itu, sikap intoleran pun semakin meluas di masyarakat. Golongan ekstrimis semakin ekstrim, golongan radikalis semakin radikal, golongan fundamentalis semakin fundamental, tidak mau kalah saing, golongan wasathiyyah (tengah) pun semakin gencar mempromosikan prinsip ketengahannya.
Kategori : Headline , Opini , Pilihan Redaksi