Senin, 18 November 2019

PILIHAN REDAKSI

Artikel-artikel pilihan Redaksi Kampung Gusdurian

Belajar Islam dari Internet dan Bermodalkan Terjemahan Saja, Kok Sudah Merasa Pintar?

oleh : ANNAS ROLLI MUCHLISIN, 0 Komentar
Sejak era reformasi, rakyat Indonesia telah mendapatkan kebebasan yang begitu luas tak terbendung setelah sekian lamanya dibungkam oleh rezim otoriter. Sudah menjadi rahasia umum bahwa pada saat kepemerintahan model diktatorsip dipaksakan di Indonesia, banyak orang yang tidak berani bersuara dan berpendapat. Karena itu, iklim akademik dan penyebaran informasi mengalami kemandekan, kecuali hanya di beberapa pusat intelektual.
Kategori : Headline , Pilihan Redaksi

Mayoritas, Minoritas, dan Kemaslahatan Sosial

oleh : ENDRIKA WIDDIA PUTRI, 0 Komentar
Indonesia adalah negara majemuk yang terdiri dari beragam suku bangsa, agama, dan kebudayaan. Kemajemukan Indonesia di satu sisi adalah sebuah kelebihan yang diberikan oleh Allah SWT. Di sisi lain, merupakan pemecah umat. Dianggap kelebihan yang diberikan oleh Allah SWT. karena dengan perbedaan atau kemajemukan yang ada bisa melahirkan sikap saling menghargai, tolong-menolong, dan toleransi serta bijaksana dalam menerima segala perbedaan yang ada dengan tetap teguh pada keyakinan masing-masing. Di sisi lain, dianggap pemecah umat, karena ada masyarakat yang kadang belum dewasa dan kurang bijak dalam melihat perbedaan sehingga menimbulkan konflik di dalam perbedaan tersebut.
Kategori : Opini , Pilihan Redaksi

MERINDU NEGARAWAN

oleh : ALISSA WAHID, 0 Komentar
Bagai banjir bandang, publik mengalami pendidikan literasi legislatif yang luar biasa dalam beberapa waktu terakhir ini. Rancangan regulasi dari berbagai sektor mengalir deras melalui semua kanal media informasi. Rancangan UU Pesantren, UU Pertanahan, UU Keamanan dan Ketahanan Siber, UU Penghapusan Kekerasan Seksual, Revisi UU Perkawinan dan Revisi UU KPK serta berbagai regulasi lainnya mendadak menjadi terminologi yang populer. Perdebatan sengit terjadi antara Pemerintah, partai politik, kelompok-kelompok pendukung Pemerintah, gerakan masyarakat sipil termasuk akademia, serta media massa offline dan online. Sebagai sebuah fenomena, ini adalah momen pendidikan politik rakyat.
Kategori : Headline , Opini , Pilihan Redaksi

Keteladanan Nabi dalam RUU-PKS

oleh : FAWWAZ AZMI, 0 Komentar
Alasan Dewan Perwakilan Rakyat urung mengesahkan Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU PKS) adalah, kata mereka, adanya sejumlah pasal yang bertentangan dengan nilai-nilai agama. Saya pun bertanya-tanya, apa yang bertentangan dengan nilai-nilai agama di sini? Jika kita berbicara tentang agama, tentu kita berpikir tentang tafsir atas suatu hukum. Di Islam dikenal ada empat sumber hukum: Alquran, Hadis, Ijma’ (kesepakatan ulama), dan Qiyas (kontekstualisasi fikih lampau dengan fenomena baru yang muncul).
Kategori : Headline , Opini , Pilihan Redaksi

Bolehkah Perempuan Mencari Nafkah?

oleh : AGRI SATRIO, 0 Komentar
Di dalam keluarga, penulis tidak pernah diajarkan secara implisit mengenai kesetaraan gender. Namun oleh orang tua ditunjukkan langsung mengenai tidak adanya subordinasi antara bapak sebagai laki-laki dan ibu sebagai perempuan dalam pembagian tugas rumah tangga. Keduanya sama-sama bekerja mencari nafkah untuk keluarga. Bahkan sewaktu penulis sekolah menengah, saat bapak saya menderita penyakit kronis yang menyebabkannya tidak mampu bekerja seperti sebelumnya, beliau melakukan pekerjaan rumah yang biasanya dilakukan oleh perempuan seperti mencuci baju dan menyapu halaman. Ibu juga bercerita ketika mereka menikah bapak lah yang mengajari beliau memasak.
Kategori : Headline , Opini , Pilihan Redaksi

Gus Dur Merancang KPK, Jokowi Mematikannya?

oleh : SARJOKO S, 0 Komentar
Koran Tempo edisi Kamis 12 September 2019 menurunkan sebuah headline yang membuat siapa saja teriris. ‘Selamat Jalan Komisi Pemberantasan Korupsi: 29 Desember 2002 – 11 September 2019. Ada ilustrasi yang melengkapi headline tersebut, yaitu dua wajah presiden Joko Widodo. Wajah pertama adalah wajah Jokowi tersenyum khas, akrab seperti pemimpin yang peduli pada rakyatnya. Ada caption yang menyertai gambar tersebut.
Kategori : Headline , Opini , Pilihan Redaksi

QUO VADIS REVISI UU KPK?

oleh : MARZUKI WAHID, 0 Komentar
Setelah berhari-hari terlibat pro-kontra soal perlunya revisi UU Nomor 30 Tahun 2002 tentang KPK, pada 11 September 2019 kemarin akhirnya Presiden Joko Widodo menandatangani dan mengirimkan Surat Presiden (Surpres) Nomor R-42/Pres/09/2019 ke DPR sebagai bentuk persetujuan revisi UU KPK. Harapan publik bahwa Presiden Jokowi berani menolak revisi UU KPK pupus sudah. Tidak ada harapan lain untuk memberantas korupsi di negeri ini, kecuali menunggu arah ke mana revisi ini hendak diputar DPR bersama Presiden: melemahkan atau menguatkan KPK?
Kategori : Headline , Opini , Pilihan Redaksi

Taliban, Oh Taliban. Kamu Ngapain Sih di KPK?

oleh : ANITA WAHID, 0 Komentar
Beberapa minggu terakhir saya perhatikan ada tulisan-tulisan yang seliweran di berbagai WAG, bicara tentang fenomena yang sedang terjadi di KPK. Intinya, tulisan-tulisan ini mau bilang begini: 1. KPK sudah masuk angin, kena radikalisasi 2. Akibatnya, sekarang ada pertentangan yang keras antara kubu polisi Taliban dengan kubu polisi India. Maksudnya tentu polisi Taliban itu yang udah kena asupan radikalisme. 3. Kelompok polisi Taliban ini selama bertahun-tahun sudah “memelihara” LSM-LSM yang sekarang sedang dikeluarkan untuk meributkan pansel dan capim KPK.
Kategori : Headline , Opini , Pilihan Redaksi