Selasa, 25 Juni 2019

PILIHAN REDAKSI

Artikel-artikel pilihan Redaksi Kampung Gusdurian

Gus Dur dan “Wa’tashimu bi Hablillahi jami`an Wala Tafarroqu”

Gus Dur menyebutkan bahwa: “Kitab suci kita menyatakan: “Berpeganglah kalian kepada tali Allah secara menyeluruh, Dan janganlah terpecah-belah/saling bertentangan (wa’ tashimû bi hablillâh jamî’an walâ tafarraqû)” (QS Ali Imran [3]:103). Islamku Islam Anda Islam Kita, hlm. 29 Ayat ini mengandung penafsiran-penafsiran tentang kata Hablullah, seperti disebutkan dalam Ad-Durrul Mantsur (III: 710), demikian: Al-Qur’an/Kitabullah, Ahlu Bait, al-Jama`ah (taat dan al-Jama`ah), dan al-Islam. Sedangkan berhubungan dengan perintah “berpegang teguh” (wa’tashimu), maknanya adalah: “Taat kepadanya” (Imam al-Hasan), berpegang dengan janji Alloh dan perintah-Nya (Qotadah); ikhlas lillahi ta'ala wahdah (Abul Aliyah). Dan menafsirkan “wala tafarroqu”: “Al-ikhlas wakunu `alaihi ikhwanan”, supaya dalam menjalani Islam itu dengan dasar ikhlas dan menjadikan orang lain sebagai saudara dan senang dengan persaudaraan.
Kategori : Headline , Opini , Pilihan Redaksi

Apa Jadinya Islam Indonesia Jika Tidak Ada NU dan Muhammadiyah?

oleh : ANNAS ROLLI MUCHLISIN, 0 Komentar
Judul di atas sempat terbesit di pikiran penulis setelah mengikuti seminar bertajuk “Islam Indonesia di Pentas Global: Inspirasi Damai Nusantara Untuk Dunia” yang diselenggarakan oleh Pusat Studi Keamanan dan Perdamaian (PSKP) UGM pada Jum’at 25 Januari 2019. Selain untuk mengemukakan penemuan riset mereka yang dituangkan dalam buku Dua Menyemai Damai Peran dan Kontribusi Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama dalam Perdamaian dan Demokrasi, seminar ini juga dalam rangka mendukung dua organisasi Muslim Indonesia terbesar tersebut untuk meraih Nobel Perdamaian.
Kategori : Headline , Opini , Pilihan Redaksi

PERAYAAN TAHUN BARU KAUM BIDAH

oleh : AHMAD Z. EL HAMDI, 0 Komentar
Di dalam buku yang sudah menjadi klasik, Pergolakan Pemikiran Islam Indonesia, (alm.) Ahmad Wahib pernah menyatakan bahwa umat Islam perlu memperbanyak bidah kultural. Bidah kultural adalah suatu kreativitas kultural yang dibutuhkan sebagai respon tepat terhadap kebuyaan manusia yang bersifat dinamis. Menghindar dari bidah kultural atas nama apapun hanya akan terjerembab ke dalam konservatisme.
Kategori : Headline , Opini , Pilihan Redaksi

Multikulturalisme; Corak Keberagaman Bangsa

oleh : FATHULLAH SYAHRUL, 0 Komentar
Sebagai negara majemuk Indonesia dihuni oleh beberapa suku, agama, ras dan budaya. Tolok ukur Indonesia sebagai negara yang majemuk terletak pada keberagaman. Keberagaman, itu dikukuhkan dalam semboyan “Bhineka Tunggal Ika”, walaupun berbeda-beda tetapi tetap satu. Dalam aspek agama misalnya, Indonesia salah satu negara yang cukup beragama, agama dan kepercayaan (pluralisme). Karena itu, agama sebagai penopang hidup atau bingkai bernegara dan bermasyarakat harus diarahkan untuk menerima dan merawat perbedaan sebagai bagian dari kekuatan bernegara (Bhineka Tunggal Ika).
Kategori : Opini , Pilihan Redaksi

2018 ASIA DEMOCRACY AND HUMAN RIGHTS AWARD : ACCEPTANCE SPEECH FROM GUSDURIAN NETWORK INDONESIA

oleh : ALISSA WAHID, 0 Komentar
When my father, president Abdurrahman Wahid of Indonesia, or Gus Dur as we fondly call him, passed away on Dec 30 2009, millions of Indonesians and many around the globe mourned him. His grave was never short of people paying tribute or just praying for him. Nine years after he passed away, 3,000 people to 15,000 people every day visits his grave. We mourned him, but the real mourning for me came one day in 2010 as I sat comfortably in a coffee shop in a mall. I received a short message about an Ahmadi village being attacked by Islamist hardliners. I immediately sought out contacts inside the village and local activists networks to go straight to the place. And for the whole day, I worked from 500km away to assist those under attacks.
Kategori : Headline , Peristiwa , Pilihan Redaksi

Menelusuri Islam di Kenya (2): Assalamu'alaikum, Mombasa

oleh : SARJOKO WAHID, 0 Komentar
"Are you a moslem?" tanya seorang chief di restoran tempat saya menginap, ketika saya meminta telor ceplok sebagai menu sarapan. Saat itu saya mengenakan sarung dan kemeja lengan panjang yang masih saya kenakan sejak menunaikan salat subuh. Sontak saya langsung mengangguk dan bertanya balik, bagaimana dia bisa menebak demikian? Ternyata sarung inilah yang membuatnya yakin bahwa saya seorang muslim. Kami terlibat dalam percakapan singkat mengenai sarung yang konon banyak ditemukan di Mombasa city. "Ya, di sana banyak orang muslim," jelas chief tersebut.
Kategori : Opini , Pilihan Redaksi

Perempuan, Pelecehan Seksual, dan Perkosaan

oleh : HARIS EL MAHDI, 0 Komentar
"Saya pernah mengalami pelecehan seksual. Ini baru pertama kali saya ceritakan. Kejadian di asrama dinas tempat keluarga saya tinggal. Pelaku adalah ayah dari sahabat saya, ia meremas payudara saya......." Cerita berhenti, perempuan itu histeris, menangis cukup lama. Memorinya terbuang ke masa itu, saat pelecehan seksual menimpa dirinya. Trauma yang ia pendam lama tak cukup kuat untuk diucap dalam kata-kata yang lugas. Kemudian, setelah forum berhenti sejenak, perempuan lain bercerita tentang pengalamannya dilecehkan secara seksual oleh laki-laki.
Kategori : Headline , Opini , Peristiwa , Pilihan Redaksi

Menelusuri Islam di Kenya (1): Membincangkan Keberagaman

oleh : SARJOKO WAHID, 0 Komentar
Beberapa hari lalu saya menghadiri sebuah pertemuan di county (setingkat kabupaten) Kwale, bagian dari regional Coast, Kenya. Kenya merupakan sebuah negara di Afrika Timur yang berpenduduk lebih dari 40 juta jiwa. Dari segi keberagamaan, 80% penduduk Kenya menganut Kristiani. Sekitar 10% memeluk Islam, dan lainnya adalah pemeluk agama Hindu dan agama lokal.
Kategori : Opini , Pilihan Redaksi

Perlukah Perda Syariah untuk Mengatur Kehidupan Islami?

oleh : FATIKHATUL FAIZAH, 0 Komentar
Tahun politik kali memang tak henti memberikan kejutan-kejutan bagi bangsa Indonesia. Kali ini kejutan hadir dari pernyataan Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Grace Natalie. Pernyataannya membuka kembali kontroversi tentang Perda (Peraturan Daerah) Syariah. Grace menyatakan menolak atau bahasa halusnya tak sependapat dengan adanya Perda syariah. Sebenarnya ketidaksetujuannya tidak hanya pada Perda syariah, tapi lebih kepada perda-perda berdasarkan kepentingan kelompok tertentu karena rawan diskriminasi.
Kategori : Opini , Pilihan Redaksi

Buku Pemikiran Gus Dur Berbahasa Inggris Diluncurkan

oleh : LOLA LOVEITA, 0 Komentar
Buku pemikiran Gus Dur berbahasa Inggris akhirnya diluncurkan ke publik oleh INFID bersama LKiS dalam rangkaian Festival HAM Indonesia 2018 di Wonosobo (14/11). Buku yang diluncurkan di sini adalah buku Gus Dur berbahasa Inggris bertajuk Gus Dur on Religion, Democracy & Peace yang diterbitkan oleh penerbit Gading. INFID dan LKiS ingin berupaya menyebarkan gagasan-gagasan dan inisiatif-inisiatif mengenai demokrasi, perdamaian dan keadilan ke lingkup dunia internasional dari kalangan muslim Indonesia.
Kategori : Headline , Peristiwa , Pilihan Redaksi