Minggu, 22 Oktober 2017

PILIHAN REDAKSI

Artikel-artikel pilihan Redaksi Kampung Gusdurian

Menuju Muara Kader Transformatif : Catatan dari Pelatihan Kader Gusdurian

oleh : AHMAD NURHOLIS, 0 Komentar
Sekitar pukul 10. 36 keberangkatan kereta api Joglokerto jurusan Purwokerto-Solo mengantarkan rombongan Gusdurian Banyumas ke Jogja. Kami berempat (Taufik, Agus, Cholis, Kang Yusuf) menaiki kereta tersebut dan turun di stasiun Lempuyang tepat pukul 13. 50. Bersama rombongan dari Gusdurian Purbalingga langsung menuju lokasi Pelatihan Kader Gusdurian di Wisma Batik Yogyakarta. Ya itu kondisi keberangkatan kami dari Purwokerto mengikuti pelatihan pada tanggal 7-9 Oktober 2016 yang diikuti perwakilan dari masing-masing Kabupaten se Jawa Tengah-DIY.
Kategori : Headline , Opini , Pilihan Redaksi

Pojok GUSDURian Kampus Hadir di UIN Alauddin Makassar

oleh : ADMIN, 0 Komentar
Jaringan GUSDURian Makassar, secara perdana, memulai roadshow dialog Pojok GUSDURian Kampus, selasa (11/10) di UIN Alauddin Makassar. Agenda ini bertujuan meneruskan pemikiran, cita-cita dan perjuangan Gus Dur. Dialog bertema “Mengurai Prasangka, Menjembatani Perbedaan” tersebut, dihadiri oleh puluhan peserta dari kalangan mahasiswa, hadir sebagai narasumber Syamsurijal Ad’han (Pembina Jaringan GUSDURian Makassar) dan DR. Sabri AR (Dosen UIN Alauddin Makassar)
Kategori : Headline , Peristiwa , Pilihan Redaksi

Cocokologi, Riset Minus Peta Jalan

oleh : PURKON HIDAYAT, 0 Komentar
Belakangan ini kembali marak fenomena mencocok-cocokan sebuah peristiwa, dan mencari justifikasinya dalam kitab suci. Misalnya, yang terbaru saat ini mengenai pandangan bumi datar yang menyandarkan dari ayat al-Quran. Mereka memahami secara tekstual arti kata Suthihat, farasy, Bisatha dalam al-Quran surat al-Ghasiyah ayat 20, surat al-Dhariyat ayat 48, serta ayat lainnya yang dipandang sejalan, untuk membenarkan pendapatnya.
Kategori : Headline , Opini , Pilihan Redaksi

Anugerah Nurani Kemanusiaan bagi Setiap Insan Manusia

oleh : JAYA SUPRANA, 0 Komentar
Seluruh jiwaraga saya melemas tidak berdaya apa pun pada saat menyaksikan kedahsyatan kesaktian belalai alat berat mengobrak-abrik gubuk warga RW 9,10,11,12 Bukit Duri yang berdasar perintah Pemerintah DKI Jakarta hukumnya wajib dibumi-ratakan atas nama pembangunan infra struktur demi menjadikan ibukota Indonesia lebih tertib, bersih, sehat, sejahtera dan gemerlap. Konon pembongkaran secara paksa dan secara sadar melanggar hukum sebab Bukit Duri masih dalam proses hukum itu memang harus cepat dilakukan agar Jakarta tampak indah-permai pada saat Asian Games diselenggarakan. Dapat dibayangkan betapa mengerikan angkara murka pembongkaran dilakukan apabila Jakarta menjadi tuan rumah Olimpiade !
Kategori : Headline , Opini , Pilihan Redaksi

Gusdurian Banyumas Gelar Kelas Pemikiran Gus Dur

oleh : ADMIN, 0 Komentar
Komunitas Gusdurian Banyumas pada tangggal 17-18 menyelenggarakan Kelas Pemikiran Gus Dur angkatan ke-2. Acara ini diikuti oleh 18 peserta dari berbagai latar belakang. Kegiatan KPG ini adalah yang kedua kalinya yang diselenggrakan Komunitas Gusdurian Banyumas. Tidak seperti KPG sebelumnya, KPG angkatan ke-2 ini dilaksanakan di markas baru mereka.
Kategori : Headline , Peristiwa , Pilihan Redaksi

Komunitas Gusdurian Kampung Sinaoe: Beraksi untuk Para Pengungsi

oleh : ADMIN, 0 Komentar
Dalam rangka membantu sekaligus membagikan ilmu , para guru Kampoeng Sinaoe(KS) telah beraksi untuk mengajar anak-anak pengungsi dari Madura. Dalam proses kegiatan tersebut, anak-anak yang duduk di bangku Paud hingga Sekolah Dasar(SD) menjadi sasaran untuk diikutkan dalam kelas terbuka. Dalam kegiatan yang berlangsung pada (10/09/16) itu, ada 10 tenaga pengajar dari KS yang ikut serta dalam kegaiatan sosial tersbut. Hal itu dilatarbelakangi oleh kurangnya sumber daya manusia yang dimiliki anak-anak pengungsi. Dari sekian penjalasan dan pertanyaan yang diberikan oleh tenaga pegajar KS, hanya beberapa persen saja yang mampu faham dan mengerti dengan pemebelajaran yang didapat.
Kategori : Headline , Peristiwa , Pilihan Redaksi

Lumbung Amal Gusdurian untuk Longsor

oleh : ADMIN, 0 Komentar
Ribuan rumah telah hancur disapu banjir atau tertimbun longsor yang melanda 16 kabupaten kota akibat hujan lebat yang turun sejak Sabtu (18/6/) siang hingga malam hari di Purworejo, Banjarnegara, Kendal, Sragen, Purbalingga, Banyumas, Sukoharjo, Kebumen, Wonosobo, Pemalang, Klaten, Magelang, Wonogiri, Cilacap, Karanganyar, dan Kota Solo.
Kategori : Peristiwa , Pilihan Redaksi

Membumikan Pemikiran Gus Dur: Kelas Pemikiran Gus Dur Blitar

Dalam upaya menyebarkan pemahaman pemikiran Gus Dur, sekelompok pemuda Blitar yang tergabung dalam Jaringan Gus Durian Blitar mengadakan Kelas Pemikiran Gus Dur. Kegiatan dilaksanakan di PP. Darur Roja' selokajang, srengat kabupaten Blitar. kegiatan berlangsung selama 3 hari ini diikuti oleh berbagai elemen pemuda di Blitar. Tujuan dari Kelas Pemikiran Gus dur untuk mengajak pemuda Blitar memahami nilai pemikiran Gus dur yang terangkum dalam sembilan Nilai utama Gus Dur.
Kategori : Headline , Peristiwa , Pilihan Redaksi

Gus Dur Pembela Pertama dalam Suaka Kemanusiaan Ignasius Sandy

oleh : ADMIN, 0 Komentar
Ignasius Sandyawan Sumardi mengatakan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) adalah Uskup (dari NU) yang pertama membelanya. Pernyataan itu sangat beralasan bagi Sandy sebab Gus Dur (selain juga Romo Mangunwijaya dan Danuwinata) adalah tokoh yang menjadi pembela Romo Sandy dalam gerakan Suaka Kemanusiaan Kasus 27 Juli 1996. Sandy mengisahkan pengalaman tersebut dalam Forum Jumat Pertama (FJP) Jaringan Gus Durian, Jumat (2/9) malam di Griya Gus Dur, Jl. Taman Amir Hamzah Jakarta Pusat. FJP malam itu bertema ‘Gus Dur dan Rakyat Kecil’, didatangi puluhan hadirin, yang mayoritas kaum muda.
Kategori : Headline , Peristiwa , Pilihan Redaksi

Dialog Tanpa Senjata

oleh : SARJOKO, 0 Komentar
“Maaf, boleh saya minta air putih saja?” kata Felip Karma, saat diberi segelas teh hangat untuk menemani diskusi. “Saya bernazar untuk tidak meminum selain air putih, sampai Papua merdeka,” sambungnya lagi. Sebuah nazar yang menunjukkan betapa kuat dan gigihnya ia dalam berjuang. Sebelum 22 Agustus kemarin, nama Filep Karma sangat asing di telinga saya. Beberapa kali mengikuti berita soal penangkapan pejuang OPM, saya tidak menghafal nama-nama tokohnya. Bahkan saya tidak menyadari bahwa Filep Karma adalah salah satu dari lima tahanan politik yang dibebaskan oleh Jokowi tahun 2015 lalu. Ia ditahan karena turut mengibarkan bendera kejora di Jayapura tahun 2004. “Setelah saya dibebaskan, saya tetap akan berjuang. Selama Papua belum merdeka, berarti perjuangan saya belum selesai!” tegasnya.
Kategori : Headline , Opini , Peristiwa , Pilihan Redaksi