Sabtu, 18 Agustus 2018

SOROT

Sorot adalah ruang khusus untuk menyuarakan sikap Jaringan Gusdurian Indonesia dan Redaksi kampung Gusdurian. Rubrik ini akan memuat pernyataan sikap, pengumuman, dan ulasan khusus dari Seknas Jaringan Gusdurian dan redaksi Kampung Gusdurian.

REKOMENDASI JARINGAN GUSDURIAN INDONESIA Temu Nasional (Tunas) Jaringan GUSDURian Indonesia

“Perdamaian tanpa keadilan adalah ilusi”. Jaringan GUSDURian Indonesia memandang bahwa nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan adalah nilai dasar dalam menjawab berbagai persoalan yang saat ini mendera bangsa Indonesia. Sistem dan tatanan sosial-politik-ekonomi hanya bermakna jika ia dibangun untuk menegakkan keadilan bagi umat manusia. Pembelaan terhadap kelompok masyarakat yang diperlakukan tidak adil dan tidak manusiawi, bukan hanya menjadi tanggung jawab moral bagi Jaringan GUSDURian Indonesia, tapi juga tuntutan perjuangan yang harus ditindakkan dalam karya nyata. Oleh karena itu, upaya menciptakan tananan politik, sosial dan ekonomi yang adil dan manusiawi adalah perjuangan tiada akhir. Berdasarkan prinsip itulah, Jaringan GUSDURian Indonesia merekomendasikan
Kategori : Sorot

Jaringan Gusdurian Luncurkan Situs Penampungan Informasi Ujaran Kebencian dan DIskriminasi

oleh : ADMIN, 0 Komentar
Jaringan Gusdurian meluncurkan situs pengumpulan informasi mengenai diskriminasi dan ujaran kebencian (hate speech) melalui situs: www.kabarkan.org. Situs ini bertujuan untuk menampung informasi dari masyarakat mengenai diskriminasi dan ujaran kebencian belakangan ini marak terjadi . Melalui media sosial, ujaran kebencian, provokasi, dan narasi ekstremisme sangat mudah ditemui. Begitu juga dengan diskriminasi, terutama di lembaga pendidikan, sampai saat ini masih terjadi. Seperti penutupan sekolah atas dasar isu SARA, pemaksaan identitas dan simbol tertentu, dan sulitnya perizinan mendirikan sekolah karena ideologi masih menjadi perbincangan di tengah negara yang menjunjungi tinggi asas demokrasi.
Kategori : Headline , Peristiwa , Pilihan Redaksi , Sorot

Pernyataan Sikap Jaringan GUSDURian terkait Meningkatnya Aksi Terorisme

Kericuhan di Rumah Tahanan Cabang Salemba di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok pada 8 Mei 2018 mengakibatkan lima anggota kepolisian meninggal. Selain evaluasi sistem keamanan dalam penjara serta penanganan terhadap narapidana secara umum, peristiwa malam itu mengabarkan aksi teror yang nyata sebab para napi teroris menguasai ruang tahanan sekitar 36 jam serta hasil otopsi dokter Forensik Rumah Sakit Polri Kramat Jati Jakarta Timur menunjukkan kelima anggota kepolisian yang meninggal dunia menderita luka akibat senjata tajam pada sekujur tubuh.
Kategori : Sorot

Pernyataan Sikap Jaringan Gusdurian Indonesia atas Meningkatnya Aksi Intoleransi dan Kekerasan terkait Agama Tahun 2018

oleh : ADMIN, 0 Komentar
Belakangan ini aksi intoleransi berupa pemaksaan dan kekerasan kembali meningkat di tanah air. Januari lalu, tepatnya Mingggu, 28 Januari 2018, kekerasan dialami pemimpin Pondok Pesantren Al Hidayah Cicalengka, Kabupaten Bandung, KH Umar Basri (Mama Santiong). Ia menjadi korban penganiayaan usai Shalat Subuh di masjid. Belum lama berselang, Komando Brigade PP Persis, Ustaz Prawoto. Ustaz Prawoto meninggal dunia setelah sempat menjalani perawatan di rumah sakit akibat dianiaya seorang pria pada KKamis, 1 Februari 2018. Awal Februari ini juga beredar berita tentang biksu Budha yang dipaksa meninggalkan kediamannya di Tangerang. Di Yogyakarta, sebuah kegiatan bakti sosial gereja juga dipaksa untuk dibatalkan.
Kategori : Sorot

PERNYATAAN SIKAP JARINGAN GUSDURIAN INDONESIA TERKAIT PENYERBUAN KANTOR YLBHI 17 SEPTEMBER 2017

oleh : ADMIN, 0 Komentar
Minggu malam 17 September 2017 sekitar pukul 21.00 hingga Senin 18 September dini hari sekelompok orang mendatangi dan menyerbu gedung YLBHI. Massa melontarkan ancaman dan melempari gedung YLBHI dengan batu. Peserta acara #AsikAsikAksi, sebuah kegiatan pentas budaya damai diam terjebak di dalam gedung. Massa menuduh adanya kegiatan PKI di dalam gedung, yang tidak terbukti secara faktual. Penjelasan Kapolda Metro Jaya dan Kapolres Menteng bahwa kegiatan tersebut tidak berhubungan dengan PKI, tidak diindahkan oleh massa yang datang bergelombang. Massa baru berhenti setelah aparat penegak hukum mengambil tindakan pembubaran massa aksi dengan tegas.
Kategori : Sorot

Pernyataan Sikap Jaringan Gusdurian Indonesia Mengenai Vonis Ahok dan Hal-Hal yang Melingkupinya

oleh : ADMIN, 0 Komentar
Setelah melalui serangkain persidangan yang diwarnai aksi-aksi massa, tersangka ‘penistaan agama’ Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok akhirnya divonis dua tahun penjara. Mengacu pada pernyataannya yang bisa diikuti lewat rekaman video atau transkrip yang beredar, vonis ini terasa janggal, karena tidak ada nada Ahok sedang menghina. Namun jika melihat banyak kasus pelaporan penistaan agama yang disidangkan di mana terdakwa (sepertinya) tak ada yang lolos dari hukuman, maka vonis terhadap Ahok sesungguhnya tidak mengejutkan.
Kategori : Sorot

Dukungan Penuh untuk KPK: Sikap Jaringan Gusdurian (JGD) atas serangan terhadap Novel Baswedan

oleh : ADMIN, 0 Komentar
Pada hari selasa, 11 April 2017, pagi hari setelah menunaikan subuh di Masjid Al Iksan, Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan mendapatkan serangan teror fisik berupa penyiraman air keras. Peristiwa ini bukan pertama yang dialami KPK secara umum dan Novel Baswedan pada khususnya. Novel Baswedan pernah ditabrak mobil saat mengendarai sepeda motor menuju kantornya di Kuningan, Jakarta Selatan. Intimidasi lain juga kerap didapatinya. Kecelakaan mobil yang dialaminya di NTB juga ditengarai sebagai bagian dari serangan dan intimidasi. Kami menganggap bahwa serangan dan intimidasi tersebut merupakan bagian tak terpisahkan dari upaya untuk melemahkan KPK serta menghalangi penanggulangan korupsi di Indonesia secara umum. terhadap peristiwa ini Jaringan Gusdurian Indonesia menyatakan:
Kategori : Sorot

Ciganjur dan Jaringan Gusdurian

oleh : ADMIN, 0 Komentar
Sampai saat ini, masih banyak masyarakat awam yang belum tahu apa bedanya Jaringan Gusdurian dengan Wahid Foundation (dulunya Wahid Institute). Sebelum beranjak ke pertanyaan “apa bedanya”, sebaiknya perlu dimengerti dulu apa itu entitas Ciganjur. Keluarga Ciganjur atau keluarga almarhum KH. Abdurrahman Wahid, punya banyak sayap organisasi. Diantaranya Puan Amal Hayati, Wahid Foundation, ada Abdurrahman Wahid (AW) Center – UI, Jaringan Gusdurian dan Positive Movement. Semua sayap keluarga Ciganjur masing-masing memiliki fokus yang berbeda-beda.
Kategori : Sorot

Haul Gus Dur: Meneladani dan Meneruskan Perjuangan

oleh : ADMIN, 0 Komentar
Pada bulan Desember hingga Januari, tidak kurang dari 29 Komunitas Gusdurian di berbagai kota mengadakan peringatan Haul Gus Dur ke-7. Ada 26 kota di Indonesia dan 3 wilayah di luar negeri, diantaranya: Arab Saudi, Afrika, dan Iran, yang turut serta memperingati wafatnya KH. Abdurrahman Wahid. Jumlah penyelenggaraan haul ini belum menghitung yang diselenggarakan oleh pengurus wilayah, cabang, atau bahkan ranting NU di berbagai tempat atau haul yang diselenggarakan secara mandiri oleh komunitas-komunitas lain.
Kategori : Sorot