Sabtu, 25 November 2017

PERINGATAN HARI TOLERANSI INTERNASIONAL 2016 JARINGAN GUSDURIAN

Selasa, 15 November 2016
oleh : admin
Dibaca sebanyak 2262 kali
Sudah menjadi rutinitas agenda tahunan Jaringan Gusdurian Indonesia (JGD), bahwa tanggal 16 November selalu memperingati Hari Toleransi Internasional. Kampanye hari toleransi digemakan ke semua elemen masyarakat sebagai wujud untuk menyadarkan kembali betapa pentingnya hidup bertoleran. Karena toleransi antar sesama bukanlah semata-mata menghormati dan menghargai perbedaan, baik suku, agama, ras, dan etnisitas, namun juga upaya aktif untuk memastikan bahwa semuanya setara di mata hukum dan undang-undang.

 

Hal ini sebagaimana yang telah diperjuangkan oleh Gus Dur selama hidupnya, yakni melakukan pembelaan kepada kelompok yang terdiskriminasi dan juga melakukan advokasi serta dialog dengan pihak-pihak yang berkonflik. Memandang semuanya sama dan berhak mendapatkan keadilan dan perdamaian. Itulah hakikat dari hidup bertoleran: Yang sama jangan dibeda-bedakan yang beda jangan disama-samakan.

Dalam memperingati Hari Toleransi 16 November tahun 2016 ini, 28 (dua puluh delapan) Komunitas Gusdurian dari berbagai kota di seluruh Indonesia secara serentak mengadakan kegiatan kampanye toleransi. Komunitas-komunitas tersebut akan menggelar aksi simpatik diantaranya:

Festival Film Toleransi, Nobar Film Toleransi di Kampung, Pesantren dan Sekolah-sekolah, Karnaval Toleransi, Flashmob, Bakti sosial operasi katarak & kaki palsu (kerjasama dengan kodim & Yayasan Andi F. Noya), Dialog dan temu lintas Iman & Budaya, Apel Kebangsaan, Karnaval dan Jagongan lintas Iman, Religious Art Performance, Pameran Kearifan Lokal, Lomba Mewarnai mading, Bedah buku ‘Jalan Damai, Aksi menanam pohon di Biara, Stand Up santri tentang toleransi, Pelatihan Jurnalistik perdamaian untuk guru-guru lintas iman, dan Solidaritas lintas Iman untuk korban pengungsi banjir.

Kegiatan peringatan Hari Toleransi Internasional ini adalah bagian dari perjuangan Jaringan Gusdurian Indonesia (JGD) untuk mewujudkan cita-cita bersama agar setiap warganegara di Indonesia diperlakukan setara tanpa diskriminasi dan memberi kesadaran kepada masyarakat betapa pentingnya ruang dialog untuk mewujudkan perdamaian dan  toleransi..

 

 

Seknas Jaringan Gusdurian