Jumat, 22 November 2019

SERUAN JARINGAN GUSDURIAN “DUKA SRI LANKA, DUKA UMAT MANUSIA”

Jumat, 26 April 2019
oleh : Admin
Dibaca sebanyak 471 kali
Dunia kembali berduka. Di tengah suasana khusyu peringatan hari Paskah 2019, sejumlah bom meledak di beberapa titik di negara Sri Lanka. Ledakan awal terjadi di dua gereja di Negombo kemudian disusul ledakan di 3 hotel mewah di Colombo. Ledakan lainnya mengguncang satu gereja di Batticaloa dan selang beberapa jam kemudian bom kembali meledak di dua tempat, di sebuah hotel dan rumah di Dehiwala dan Dematagoda. Aksi tersebut merupakan kejahatan yang tidak bisa dibenarkan atas nama apapun.
Peristiwa di Sri Lanka menambah daftar kasus di mana sebagian orang gagal memahami indahnya keberagaman. Kejadian tersebut sekaligus menunjukkan betapa ideologi kebencian memiliki daya rusak bagi kehidupan kita. Sayangnya, penggunaan kebencian untuk menyikapi perbedaan cenderung meningkat. Salah satu indikatornya adalah semakin masifnya penggunaan politik identitas primordial di berbagai belahan dunia, terutama terkait dengan politik kekuasaan. Politik identitas membuat orang tidak lagi melihat perbedaan sebagai jalan untuk berlomba-lomba dalam kebaikan, tetapi melihat yang berbeda sebagai pihak yang salah dan perlu dimusnahkan.
 
Perbuatan teror hingga menghilangkan nyawa merupakan bukti bahwa para pelaku tidak lagi mengindahkan nilai-nilai kemanusiaan dan ketuhanan dalam memandang kehidupan keberagaman. Peristiwa memilukan tersebut terjadi tepat ketika jutaan umat manusia melakukan doa untuk memperingati kebangkitan Yesus Kristus yang semestinya diselimuti kedamaian. Untuk itu umat manusia dan tokoh agama perlu menyerukan semangat toleransi agar ideologi kebencian tidak menular. Bagaimana pun keberagaman adalah anugerah dari Tuhan Yang Maha Esa yang mesti dirawat dan dirayakan.
 
Berkenaan dengan peristiwa tersebut, Jaringan Gusdurian Indonesia menyatakan:
 
Pertama, menyampaikan duka cita yang mendalam bagi seluruh warga Sri Lanka, terutama kepada keluarga korban yang ditinggalkan akibat peristiwa memilukan ini
 
Kedua, mengutuk keras aksi terorisme beserta ideologi kebencian yang diperjuangkan olehnya. Aksi tersebut adalah kejahatan terhadap nilai-nilai kemanusiaan dan ketuhanan.
 
Ketiga, mendukung langkah-langkah pemerintah Indonesia untuk memberikan berbagai bentuk bantuan terhadap pemerintah Sri Lanka, baik saat pemulihan hingga langkah pencegahan terkait terorisme di masa mendatang
 
Keempat, menyerukan kepada seluruh warga dunia terutama warga Indonesia untuk senantiasa menjaga toleransi dan perdamaian serta menolak segala bentuk provokasi yang menjurus pada peminggiran atau diskriminasi terhadap identitas tertentu. 
 
Kelima, mengajak segenap masyarakat Indonesia untuk bersikap empatik dengan tidak menyebarkan kabar bohong menyangkut peristiwa yang terjadi di Sri Lanka dan wilayah lain di dunia.
 
Koordinator Jaringan Gusdurian Indonesia
Alissa Wahid