Sabtu, 25 November 2017

SOROT

Sorot adalah ruang khusus untuk menyuarakan sikap Jaringan Gusdurian Indonesia dan Redaksi kampung Gusdurian. Rubrik ini akan memuat pernyataan sikap, pengumuman, dan ulasan khusus dari Seknas Jaringan Gusdurian dan redaksi Kampung Gusdurian.

Peringatan Hari Toleransi Internasional 2015 Jaringan Gusdurian Indonesia

oleh : ADMIN, 0 Komentar
Tanggal 16 November adalah hari ketika umat manusia di seluruh dunia memperingati Hari Toleransi. Pada kesempatan Hari Toleransi Internasional ini Jaringan Gusdurian Indonesia kembali mengajak sekaligus mengingatkan semua pihak bahwa toleransi adalah sikap aktif untuk mewujudkan kesetaraan dalam perbedaan. Toleransi bukan semata-mata membiarkan dan mengabaikan perbedaan begitu saja. Kesetaraan dalam perbedaan baik suku, agama, bahasa, maupun etnisitias itu hanya bisa terwujud jika hukum ditegakkan secara benar. Karena itu perjuangan mewujudkan toleransi tidak bisa dilepaskan dari perjuangan untuk menegakkan hukum yang menjamin semua orang setara tanpa diskriminasi. Itulah yang akan menopang kehidupan damai di antara berbagai kelompok sosial yang ada.
Kategori : Sorot

Pernyataan Jaringan Gusdurian terhadap Aksi Kekerasan di Aceh Singkil

oleh : ADMIN, 0 Komentar
Tanggal 13 Oktober 2015 kembali terjadi peristiwa berdarah yang menodai persatuan, perdamaian, dan toleransi yang selama ini telah dengan keras diperjuangkan. Peristiwa kekerasan ini terjadi di Kabupaten Aceh Singkil, Aceh. Ratusan orang bersenjata tajam mengamuk dan menyerang sejumlah gereja. Terjadi bentrokan dan setidaknya dua buah gereja dibakar oleh massa. Sebelumnya, beredar seruan gelap melalui teks pesan pendek yang menyerukan permusuhan kepada gereja di Aceh Singkil. Selain rusaknya tempat ibadah, korban dari kedua belah pihak yang bertikai pun berjatuhan. Sejumlah orang mengalami luka-luka, dan terdapat korban jiwa akibat terkena tembakan. Salah seorang yang menjadi korban tewas adalah seorang warga muslim. Kekerasan ini, sekali lagi, menambah catatan aksi intoleransi, pelanggaran hak warga negara yang dijamin konstitusi yakni hak untuk menjalankan ibadah, termasuk hak untuk mendirikan tempat ibadah, di negeri ini. Aksi kekerasan yang melibatkan banyak orang ini juga menandai bahwa dalam isu-isu kegamaan, kekerasan masih menjadi bahasa utama. Kekerasan ini juga menunjukkan masih terlalu banyak kebencian dan ketidakmampuan untuk hidup bersama dalam perbedaan. Berkaitan dengan peristiwa menyedihkan tersebut, Jaringan GUSDURian Indonesia menyatakan:
Kategori : Sorot

Pesan JGD di Hari Perdamaian Dunia: Perdamaian Tanpa Keadilan Adalah Ilusi

oleh : ADMIN, 0 Komentar
Tanggal 21 September setiap tahun diperingati sebagai Hari Perdamaian Internasional atau yang secara tidak resmi disebut hari perdamaian dunia (World Peace Day). Tanggal tersebut ditetapkan sebagai hari perdamaian internasional oleh PBB dengan tujuan memperkuat gagasan perdamaian baik antar bangsa maupun di dalam sebuah bangsa. Di setiap tanggal itu pula perdaimaian selalu dikumandangkan. Tahun ini misalnya, PBB mengusung tema “Partnerships for Peace – Dignity for All” yang bertujuan untuk menekankan pentingnya semua segmen masyarakat bekerja bersama mewujudkan perdamaiaman.
Kategori : Sorot

Pernyataan Sikap JGD terkait Kekerasan TNI kepada Petani Urutsewu

oleh : ADMIN, 0 Komentar
Hari Sabtu 22 Agustus 2015 di Desa Wiromartan Kecamatan Mirit, Kebumen Jawa Tengah terjadi tindak kekerasan yang dilakukan aparat TNI terhadap para petani. Kekerasan tersebut mengakibatkan sejumlah petani mengalami luka parah. Peristiwa ini merupakan rentetan konflik yang terjadi di Urutsewu terkait penguasaan tanah yang selama ini dikelola oleh para petani namun kemudian dipagari pihak TNI. Konflik tanah Urutsewu terjadi di sejumlah desa di pantai Kebumen Selatan, yaitu: Desa Ayamputih, Setrojenar, Bercong (Kecamatan Buluspesantren); Desa Entak, Kenoyojayan Ambal Resmi, Kaibon Petangkuran, Kaibon, Sumberjati, (Kecamatan Ambal); Mirit Petikusan, Mirit, Tlogodepok, Tlogopragoto, Lembupurwo, dan Wiromartan (Kecamatan Mirit).
Kategori : Sorot

Gus Dur dan Muktamar NU

Nahdlatul Ulama (NU), sebagai organisasi massa Islam terbesar di negeri ini, mempunyai peran yang sangat penting dalam memberi arah pergerakan bangsa. Sepanjang sejarahnya, organisasi Nadhlatul Ulama bersama warganya menjadi batang tubuh utama umat islam Indonesia yang mewakili wajah Islam Indonesia. Muktamar, sebagai forum tertinggi organisasi, menjadi ajang yang sangat penting terutama untuk melhat sauh mana dinamika organisasi dan warga nahdliyin menghadapi tantangan di masa kini dan masa depan. Hampir di sepanjang hayatnya, Gus Dur mendedikasikan hidupya untuk membangun NU. Hampir tidak mungkin memisahkan hidup, kiprah, dan gagasan Gus Dur dengan NU. Kiprah dan gagasan Gus Dur tersebut selalu bisa ditandai dalam setiap muktamar yang diikutinya. Dari muktamar ke muktamar kita bisa melihat jejak-jejak pemikiran dan gagasan besar Gus Dur mewarnai dinamika NU.
Kategori : Sorot

Pernyataan Jaringan Gusdurian Indonesia tentang Kekerasan dan Intoleransi di Tolikara, Papua

oleh : ADMIN, 0 Komentar
Hari Idul Fitri 1436 H diwarnai dengan peristiwa yang menyedihkan. Sebuah masjid di Tolikara, Papua dibakar massa yang menentang pelaksanaan ibadah sholat Ied. Pada prinsipnya, di semua penjuru negeri ini, semua orang bebas dan berhak untuk menajalankan ibadah. Tidak ada orang atau kelompok yang boleh menghalangi dan melanggar hak orang untuk beribadah sesuai dengan ajaran agamanya. Hak beragama dan menjalankan ibadah tersebut adalah hak asasi yang termaktub di dalam konstitusi Republik Indonesia. Karena merupakan hak konstitusional warga, maka hak beribadah tidak terkait dengan persoalan jumlah, baik mayoritas atau minoritas mempunyai hak yang sama yang harus dilindungi. Mengingat pentingnya peristiwa tersebut dalam konteks kebersamaan sebagai bangsa, Jaringan Gusdurian menyatakan:
Kategori : Sorot

Pribumisasi Islam dan Islam Nusantara

Sebagai bagian dari proses kebudayaan, masuknya agama Islam ke suatu wilayah akan selalu menjalani proses perjumpaan dengan kebudayaan-kebudayaan lokal. Tidak terkecuali di nusantara. Berbagai ekpresi kebudayaan dan keislaman di nusantara adalah buah dari perjumpaan antara islam dan budaya lokal setempat. Abdurrahman Wahid pernah menelurkan konsepsi “pribumisasi islam” untuk menjelaskan proses tak terelakkan ketika agama bertemu dengan budaya lokal tersebut. Pribumisasi ini dilakukan agar kita tidak tercerabut dari akar budaya.Islam, dalam proses pribumisasi ini, mengakomodasi perjumpaan agama dan budaya yang bersifat alami ini. Akomodasi ini yang pada giliran berikutnya melahirkan pribumisasi. Contoh kasusnya di antaranya adalah adat pamantangan di Banjar, gono gini di Jawa, dan berbagai ekspresi kebududayan islam lokal di sekujur nusantara.
Kategori : Sorot

Solidaritas Jaringan GUSDURian Untuk Pengungsi Rohingnya

oleh : ADMIN, 0 Komentar
Hari-hari ini, kita dihadapakan pada salah satu isu kemanusiaan yang cukup besar. Ribuan orang yang lari dari Myanmar, menaiki kapal, terkatung-katun di laut lepas tanpa bisa merapat ke daratan manapun. Sejauh ini negara-negara di Asia Tenggara menolak untuk menerima para pengungsi Rohingnya tersebut. Sebagai penerus perjuangan Gus Dur yang selalu mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan, Jaringan GUSDURian Indonesia menyatakan hal-hal sebagai berikut:
Kategori : Sorot

Pernyataan Sikap Jaringan GUSDURian terhadap Pemblokiran “Situs-situs Radikal”

oleh : ADMIN, 1 Komentar
Sebagaimana dikabarkan oleh sejumlah media, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) telah melakukan permintaan pemblokiran puluhan situs yang dianggap berbau radikal kepada Kementerian Komunikasi dan Informatika. Kemudian beredar surat Kementerian Komunikasi dan Informatika kepada penyelengara ISP yang meminta menambahkan sejumlah situs ke dalam sistem filtering. Hal tersebut memicu kontroversi. Selama ini sejumlah situs memang ditengarai menganjurkan kekerasan dan menebarkan kebencian. Sejumlah situs bahkan ditengarai mengajarkan aksi terorisme. Jaringan GUSDURian sangat menentang isi sejumlah situs yang mengajarkan kekerasan dan kebencian terhadap kelompok lain yang berbeda. Namun, secara prinsip, hak berekspresi dan berpendapat adalah hak asasi yang dijamin oleh konstitusi. Setiap tindakan pembatasan terhadap hak asasi oleh negara, harus dilakukan dengan memenuhi kaidah pembatasan, yakni pembatasan tersebut harus diatur di dalam undang-undang serta dilakukan dengan transparan dan dapat dipertanggungjawabkan. Terhadap pemblokiran sejumlah situs yang dianggap radikal, Jaringan GUSDURian Indonesia menyatakan:
Kategori : Sorot

Selamatkan KPK!

oleh : ADMIN, 0 Komentar
Pada hari Jumat 23 Januari 2015, Bareskrim Mabes Polri telah menangkap Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto terkait kasus keterangan palsu dalam sengketa pilkada di tahun 2010. Penangkapan ini terjadi di dalam suasana ketika calon Kapolri Budi Gunawan baru saja ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK dalam kasus gratifikasi. Penangkapan Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto dilakukan secara tiba-tiba tanpa surat panggilan terlebih dulu. Penangkapan tersebut dilakukan di jalan raya, di hadapan seorang anak perempuannya. Perlakuan kepada Wakil Ketua KPK juga tidak sesuai dengan kewajaran penangkapan tersangka, yaitu dengan pemborgolan di hadapan publik. Hal ini secara vulgar tampak sebagai upaya intimidasi untuk melemahkan KPK sebagai institusi, mengiringi berbagai serangan yang akhir-akhir ini dilakukan untuk merusak legitimasi dan kredibilitas KPK.
Kategori : Sorot