Jumat, 17 Agustus 2018

SOROT

Sorot adalah ruang khusus untuk menyuarakan sikap Jaringan Gusdurian Indonesia dan Redaksi kampung Gusdurian. Rubrik ini akan memuat pernyataan sikap, pengumuman, dan ulasan khusus dari Seknas Jaringan Gusdurian dan redaksi Kampung Gusdurian.

Pernyataan Jaringan Gusdurian Indonesia tentang Kekerasan dan Intoleransi di Tolikara, Papua

oleh : ADMIN, 0 Komentar
Hari Idul Fitri 1436 H diwarnai dengan peristiwa yang menyedihkan. Sebuah masjid di Tolikara, Papua dibakar massa yang menentang pelaksanaan ibadah sholat Ied. Pada prinsipnya, di semua penjuru negeri ini, semua orang bebas dan berhak untuk menajalankan ibadah. Tidak ada orang atau kelompok yang boleh menghalangi dan melanggar hak orang untuk beribadah sesuai dengan ajaran agamanya. Hak beragama dan menjalankan ibadah tersebut adalah hak asasi yang termaktub di dalam konstitusi Republik Indonesia. Karena merupakan hak konstitusional warga, maka hak beribadah tidak terkait dengan persoalan jumlah, baik mayoritas atau minoritas mempunyai hak yang sama yang harus dilindungi. Mengingat pentingnya peristiwa tersebut dalam konteks kebersamaan sebagai bangsa, Jaringan Gusdurian menyatakan:
Kategori : Sorot

Pribumisasi Islam dan Islam Nusantara

Sebagai bagian dari proses kebudayaan, masuknya agama Islam ke suatu wilayah akan selalu menjalani proses perjumpaan dengan kebudayaan-kebudayaan lokal. Tidak terkecuali di nusantara. Berbagai ekpresi kebudayaan dan keislaman di nusantara adalah buah dari perjumpaan antara islam dan budaya lokal setempat. Abdurrahman Wahid pernah menelurkan konsepsi “pribumisasi islam” untuk menjelaskan proses tak terelakkan ketika agama bertemu dengan budaya lokal tersebut. Pribumisasi ini dilakukan agar kita tidak tercerabut dari akar budaya.Islam, dalam proses pribumisasi ini, mengakomodasi perjumpaan agama dan budaya yang bersifat alami ini. Akomodasi ini yang pada giliran berikutnya melahirkan pribumisasi. Contoh kasusnya di antaranya adalah adat pamantangan di Banjar, gono gini di Jawa, dan berbagai ekspresi kebududayan islam lokal di sekujur nusantara.
Kategori : Sorot

Solidaritas Jaringan GUSDURian Untuk Pengungsi Rohingnya

oleh : ADMIN, 0 Komentar
Hari-hari ini, kita dihadapakan pada salah satu isu kemanusiaan yang cukup besar. Ribuan orang yang lari dari Myanmar, menaiki kapal, terkatung-katun di laut lepas tanpa bisa merapat ke daratan manapun. Sejauh ini negara-negara di Asia Tenggara menolak untuk menerima para pengungsi Rohingnya tersebut. Sebagai penerus perjuangan Gus Dur yang selalu mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan, Jaringan GUSDURian Indonesia menyatakan hal-hal sebagai berikut:
Kategori : Sorot

Pernyataan Sikap Jaringan GUSDURian terhadap Pemblokiran “Situs-situs Radikal”

oleh : ADMIN, 1 Komentar
Sebagaimana dikabarkan oleh sejumlah media, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) telah melakukan permintaan pemblokiran puluhan situs yang dianggap berbau radikal kepada Kementerian Komunikasi dan Informatika. Kemudian beredar surat Kementerian Komunikasi dan Informatika kepada penyelengara ISP yang meminta menambahkan sejumlah situs ke dalam sistem filtering. Hal tersebut memicu kontroversi. Selama ini sejumlah situs memang ditengarai menganjurkan kekerasan dan menebarkan kebencian. Sejumlah situs bahkan ditengarai mengajarkan aksi terorisme. Jaringan GUSDURian sangat menentang isi sejumlah situs yang mengajarkan kekerasan dan kebencian terhadap kelompok lain yang berbeda. Namun, secara prinsip, hak berekspresi dan berpendapat adalah hak asasi yang dijamin oleh konstitusi. Setiap tindakan pembatasan terhadap hak asasi oleh negara, harus dilakukan dengan memenuhi kaidah pembatasan, yakni pembatasan tersebut harus diatur di dalam undang-undang serta dilakukan dengan transparan dan dapat dipertanggungjawabkan. Terhadap pemblokiran sejumlah situs yang dianggap radikal, Jaringan GUSDURian Indonesia menyatakan:
Kategori : Sorot

Selamatkan KPK!

oleh : ADMIN, 0 Komentar
Pada hari Jumat 23 Januari 2015, Bareskrim Mabes Polri telah menangkap Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto terkait kasus keterangan palsu dalam sengketa pilkada di tahun 2010. Penangkapan ini terjadi di dalam suasana ketika calon Kapolri Budi Gunawan baru saja ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK dalam kasus gratifikasi. Penangkapan Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto dilakukan secara tiba-tiba tanpa surat panggilan terlebih dulu. Penangkapan tersebut dilakukan di jalan raya, di hadapan seorang anak perempuannya. Perlakuan kepada Wakil Ketua KPK juga tidak sesuai dengan kewajaran penangkapan tersangka, yaitu dengan pemborgolan di hadapan publik. Hal ini secara vulgar tampak sebagai upaya intimidasi untuk melemahkan KPK sebagai institusi, mengiringi berbagai serangan yang akhir-akhir ini dilakukan untuk merusak legitimasi dan kredibilitas KPK.
Kategori : Sorot

AKSI 2015 Jaringan GUSDURian Indonesia: 15 PESAN UNTUK MASA DEPAN

oleh : ADMIN, 0 Komentar
Pada tanggal 15 Januari 2015 komunitas-komunitas gusdurian di berbagai kota yang tergabung dalam Jaringan GUSDURian Indonesia (JGD) meluncurkan program 2015 Pesan Rakyat Untuk Pembangunan seiring dengan diluncurkannya kampanye global Action/2015. Action/2015 atau di Indonesia dikenal dengan aksi/2015 merupakan kampanye global yang akan menampung hasil-hasil ambisius di tahun 2015 untuk mengamankan masa depan yang lebih baik bagi masyarakat dan bumi. Kampanye global dilakukan untuk pendidikan publik tentang pembangunan serta mendorong keterlibatan rakyat dalam penentuan arah dan pelaksanaan pembangunan. Selain itu kampanye ini juga untuk memberi informasi dan menyadarkan masyarakat tentang target pembangunan yang menjadi kewajiban pemerintah. JGD bergabung dalam koalisi masyarakat sipil dalam kampanye global Action/2015 ini.
Kategori : Sorot

GUSDURian Peduli Banjarnegara.

oleh : ADMIN, 0 Komentar
Sahabat, mari berbagi untuk meringankan beban saudara kita yang tengah menghadapi musibah longsor. Bantuan bisa sahabat kirim via Rekening Yayasan Bani Kyai Haji Abdurrahman Wahid BCA KCP Abdul Muis acc: 6550020333. Bila sahabat sudah transfer, mohon konfirmasi SMS (format: nama, domisili, dan nominal) ke nomor hotline 082141232345. Bantuan sahabat meringankan beban saudara kita. Saat ini, kebutuhan mendesak selain makanan dan selimut adalah evakuasi jenazah, air bersih, dan tandon.
Kategori : Sorot

Keadilan untuk Papua

oleh : ADMIN, 0 Komentar
Kekerasan kembali pecah di Papua. Setidaknya 4 warga Paniai, Papua, tewas dan belasan orang luka-luka. Kejadian kekerasan semacam ini bukan yang pertama terjadi di Papua. Sejak masa Orde Baru, kekerasan yang melibatkan aparat keamanan seringkali terjadi di Papua. Sudah sekian lama, masyarakat Papua mengalami diskriminasi dan represi. Seringkali, berbagai persoalan di Papua selalu dilihat dari kacamata keamanan semata sehingga pendekatan represi selalu dikedepankan. Diskriminasi dan ketidakadilan ekonomi, sosial, dan politik adalah problem mendasar yang belum terpecahkan hingga kini di Papua. Kekayaan alam Papua yang disedot habis oleh korporasi multinasional, namun di sisi lain masyarakat Papua justru tertinggal secara sosial, ekonomi, dan politik hingga seolah menjadi warga negara Indonesia kelas dua. Pecahnya kerusuhan di Paniai berada dalam konteks seperti itu. Kekerasan di Papua harus dihentikan dan keadilan ekonomi-politik di Papua harus ditegakkan.
Kategori : Sorot

Pernyataan Sikap Jaringan GUSDURian Terhadap Pembubaran Paksa Aksi Tolak Pabrik Semen Rembang

oleh : ADMIN, 0 Komentar
Pada hari Kamis 27 November 2014 telah terjadi tindak pembubaran aksi massa puluhan ibu yang menolak pendirian pabrik semen di Rembang. Pembubaran yang dilakukan aparat keamanan tersebut disertai aksi kekerasan dan perampasan terhadap alat aksi. Aksi massa yang dilakukan para ibu petani di Rembang ini merupakan rangkaian aksi panjang selama berbulan-bulan. Mereka menuntut agar PT Semen Indonesia menghentikan aktvitas pembangunan pabrik hingga ada putusan peradilan tetap atas gugatan warga di PTUN Semarang. Sebelumnya Komnas HAM juga mengeluarkan rekomendasi agar aktivitas pembangunan pabrik di Kecamatan Gunem dihentikan sampai ada putusan pengadilan berkekuatan hukum tetap. Namun ternyata aktivitas pembangunan pabrik tetap terus dilakukan, hal inilah yang membuat para ibu petani di Rembang tersebut terus melakukan aksi massa.
Kategori : Sorot

Menerima Perbedaan, Mewujudkan Kesetaraan: Peringatan Hari Toleransi Internasional 2014

oleh : ADMIN, 0 Komentar
Toleransi pada dasarnya adalah mengakui perbedaan sekaligus kesetaraan. Tidak cukup hanya dengan mengakui adanya perbedaan, toleransi harus mewujud dalam kesetaraan semua orang dengan latar belakang identitas sosial, politik, dan agama apapun. Kesadaran akan posisi setara tersebut mengandaikan bahwa kita tidak dalam posisi yang lebih baik dan lebih benar sehingga orang atau kelompok yang berbeda harus dipaksa mengikuti jalan kita. Perbedaan pada umumnya memang diterima sebagai kenyataan sosial, namun tidak semua orang bisa menerima bahwa semua orang adalah setara. Padahal mewujudkan dunia tanpa diskriminasi, menerima perbedaan saja tidaklah cukup, harus ada upaya agar semua orang adalah setara.
Kategori : Sorot