Sabtu, 25 November 2017

SOROT

Sorot adalah ruang khusus untuk menyuarakan sikap Jaringan Gusdurian Indonesia dan Redaksi kampung Gusdurian. Rubrik ini akan memuat pernyataan sikap, pengumuman, dan ulasan khusus dari Seknas Jaringan Gusdurian dan redaksi Kampung Gusdurian.

AKSI 2015 Jaringan GUSDURian Indonesia: 15 PESAN UNTUK MASA DEPAN

oleh : ADMIN, 0 Komentar
Pada tanggal 15 Januari 2015 komunitas-komunitas gusdurian di berbagai kota yang tergabung dalam Jaringan GUSDURian Indonesia (JGD) meluncurkan program 2015 Pesan Rakyat Untuk Pembangunan seiring dengan diluncurkannya kampanye global Action/2015. Action/2015 atau di Indonesia dikenal dengan aksi/2015 merupakan kampanye global yang akan menampung hasil-hasil ambisius di tahun 2015 untuk mengamankan masa depan yang lebih baik bagi masyarakat dan bumi. Kampanye global dilakukan untuk pendidikan publik tentang pembangunan serta mendorong keterlibatan rakyat dalam penentuan arah dan pelaksanaan pembangunan. Selain itu kampanye ini juga untuk memberi informasi dan menyadarkan masyarakat tentang target pembangunan yang menjadi kewajiban pemerintah. JGD bergabung dalam koalisi masyarakat sipil dalam kampanye global Action/2015 ini.
Kategori : Sorot

GUSDURian Peduli Banjarnegara.

oleh : ADMIN, 0 Komentar
Sahabat, mari berbagi untuk meringankan beban saudara kita yang tengah menghadapi musibah longsor. Bantuan bisa sahabat kirim via Rekening Yayasan Bani Kyai Haji Abdurrahman Wahid BCA KCP Abdul Muis acc: 6550020333. Bila sahabat sudah transfer, mohon konfirmasi SMS (format: nama, domisili, dan nominal) ke nomor hotline 082141232345. Bantuan sahabat meringankan beban saudara kita. Saat ini, kebutuhan mendesak selain makanan dan selimut adalah evakuasi jenazah, air bersih, dan tandon.
Kategori : Sorot

Keadilan untuk Papua

oleh : ADMIN, 0 Komentar
Kekerasan kembali pecah di Papua. Setidaknya 4 warga Paniai, Papua, tewas dan belasan orang luka-luka. Kejadian kekerasan semacam ini bukan yang pertama terjadi di Papua. Sejak masa Orde Baru, kekerasan yang melibatkan aparat keamanan seringkali terjadi di Papua. Sudah sekian lama, masyarakat Papua mengalami diskriminasi dan represi. Seringkali, berbagai persoalan di Papua selalu dilihat dari kacamata keamanan semata sehingga pendekatan represi selalu dikedepankan. Diskriminasi dan ketidakadilan ekonomi, sosial, dan politik adalah problem mendasar yang belum terpecahkan hingga kini di Papua. Kekayaan alam Papua yang disedot habis oleh korporasi multinasional, namun di sisi lain masyarakat Papua justru tertinggal secara sosial, ekonomi, dan politik hingga seolah menjadi warga negara Indonesia kelas dua. Pecahnya kerusuhan di Paniai berada dalam konteks seperti itu. Kekerasan di Papua harus dihentikan dan keadilan ekonomi-politik di Papua harus ditegakkan.
Kategori : Sorot

Pernyataan Sikap Jaringan GUSDURian Terhadap Pembubaran Paksa Aksi Tolak Pabrik Semen Rembang

oleh : ADMIN, 0 Komentar
Pada hari Kamis 27 November 2014 telah terjadi tindak pembubaran aksi massa puluhan ibu yang menolak pendirian pabrik semen di Rembang. Pembubaran yang dilakukan aparat keamanan tersebut disertai aksi kekerasan dan perampasan terhadap alat aksi. Aksi massa yang dilakukan para ibu petani di Rembang ini merupakan rangkaian aksi panjang selama berbulan-bulan. Mereka menuntut agar PT Semen Indonesia menghentikan aktvitas pembangunan pabrik hingga ada putusan peradilan tetap atas gugatan warga di PTUN Semarang. Sebelumnya Komnas HAM juga mengeluarkan rekomendasi agar aktivitas pembangunan pabrik di Kecamatan Gunem dihentikan sampai ada putusan pengadilan berkekuatan hukum tetap. Namun ternyata aktivitas pembangunan pabrik tetap terus dilakukan, hal inilah yang membuat para ibu petani di Rembang tersebut terus melakukan aksi massa.
Kategori : Sorot

Menerima Perbedaan, Mewujudkan Kesetaraan: Peringatan Hari Toleransi Internasional 2014

oleh : ADMIN, 0 Komentar
Toleransi pada dasarnya adalah mengakui perbedaan sekaligus kesetaraan. Tidak cukup hanya dengan mengakui adanya perbedaan, toleransi harus mewujud dalam kesetaraan semua orang dengan latar belakang identitas sosial, politik, dan agama apapun. Kesadaran akan posisi setara tersebut mengandaikan bahwa kita tidak dalam posisi yang lebih baik dan lebih benar sehingga orang atau kelompok yang berbeda harus dipaksa mengikuti jalan kita. Perbedaan pada umumnya memang diterima sebagai kenyataan sosial, namun tidak semua orang bisa menerima bahwa semua orang adalah setara. Padahal mewujudkan dunia tanpa diskriminasi, menerima perbedaan saja tidaklah cukup, harus ada upaya agar semua orang adalah setara.
Kategori : Sorot

Pernyataan Sikap Jaringan GUSDURian Indonesia Terkait Pelarangan Diskusi LkiS di Jagongan Media Rakyat (JMR) 2014-10-23

oleh : ADMIN, 0 Komentar
Pada tangal 24 Oktober 2014 sedianya akan diselenggarakan Diskusi “Melek Media:Menanggulangi Konten Negatif Fundamentalisme Agama di Dunia Maya” di arena Jagongan Media Rakyat di Jogja National Museum. Namun acara tersebut dibatalkan karena adanya surat dari Polres Kota Yogyakarta bernomor R/53/XI/2014/Intelkam yang menyatakan menolak pelaksanan kegiatan tersebut karena adanya penolakan-penolakan oleh Ormas Islam. Sebelumnya beredar SMSyang mengatasnamakan Forum Umat Islam Yogyakarta yang mengajak untuk memprotes kegiatan tersebut.
Kategori : Sorot

Pernyataan Dukungan Kepada Pemerintahan Jokowi Untuk Memberikan Jaminan Penghormatan,Perlindungan dan Pelayanan Agama, Kepercayaan, dan Aliran Kepercayaan di Indonesia

oleh : ADMIN, 0 Komentar
Jika tidak ada halangan, Presiden Terpilih Joko Widodo bersama Wakil Presiden Terpilih Jusuf Kalla akan dilantik pada tanggal 20 Oktober 2014.Tidak hanya sebuah harapan bagi bangsa Indonesia, Majalah TIME menyambut era ini sebagai A New Hope dengan menjadikan wajah Presiden Jokowi sampul edisi terbarunya. Terpilihnya duet Jokowi-JK juga memberikan ekspektasi baru bagi situasi kebebasan beragama/berkeyakinan yang memburuk selama 10 tahun terakhir ini.Berbagai catatan dan hasil penelitian menunjukkan fenomena ini baik pada peningkatan jumlah kasus kekerasan berbasis agama pada kelompok minoritas, maupun pada gejala peningkatan sikap intoleran pada masyarakat umum, serta diskriminasi pelayanan Negara yang diterima oleh sebagian masyarakat beragama minoritas di Indonesia.
Kategori : Sorot

Siaran Pers Jaringan Gusdurian Indonesia Terkait Situasi Nasional Pasca Pemilu Presiden 2014

oleh : ALISSA WAHID, 0 Komentar
Proses pemungutan suara dalam Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden 2009-2014 pada tanggal 9 Juli 2014 telah berlangsung dengan lancar, aman, tertib, dan damai. Kita mengapresiasi partisipasi masyarakat yang dengan sangat antusias mengikuti pemungutan suara di TPS-TPS dengan tertib. Pada perkembangan selanjutnya diketahui bersama bahwa sejumlah penyelenggara hitung cepat (quick count) menghasilkan data yang berbeda. 7 (tujuh) lembaga penyelenggara hitung cepat yakni SMRC, RRI, CSIS-Cyrus, Lingkaran Survei Indonesia, Litbang KOMPAS, Indikator Politik, dan Populi Center menyatakan bahwa pasangan Joko Widodo dan Jusuf Kalla unggul atas pasangan Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa. Sementara itu, 4 (empat) lembaga penyelenggara hitung cepat yakni IRC, JSI, LSN, dan Puskaptis menyatakan pasangan Prabowo dan Hatta unggul tipis atas pasangan Joko Widodo dan Jusuf Kalla.
Kategori : Sorot

Siaran Pers Jaringan GUSDURian Indonesia Terkait Pilpres

oleh : ALISSA WAHID, 0 Komentar
Mencermati perkembangan akhir-akhir ini terkait dengan Pemilihan Presiden 2014, terutama menyangkut berbagai klaim dan pernyataan dukungan pada capres-cawapres tertentu dari sejumlah pihak yang mengatasnamakan Jaringan Gusdurian, maka Sekretariat Nasional Jaringan GUSDURian Indonesia (JGD Indonesia) merasa perlu menyampaikan sejumlah hal berikut ini:
Kategori : Sorot

Pernyataan Sikap JGD Terkait Kasus Kekerasan Terhadap Ketua Forum Lintas Iman Gunung Kidul

oleh : ALISSA WAHID, 0 Komentar
Kekerasan dengan dalih agama kembali terjadi. Kali ini menimpa salah seorang aktivis Forum Lintas Iman, Aminuddin Azis, yang terjadi di Gunung Kidul pada hari Jum’at (02/05/2014). Menurut sejumlah sumber, aksi kekerasan dilakukan oleh segerombolan orang dari FJI (Front Jihad Islam). Segerombolan orang itu merusak dan mencaci-maki Aminuddin Aziz di sebuah perempatan di Gunung Kidul. Kekerasan ini dipicu oleh pernyataan korban di sebuah media massa. Peristiwa ini mengikuti peristiwa-peristiwa kekerasan atas nama agama yang sebelumnya terjadi di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta seperti perusakan kantor Yayasan LkiS, ancaman terhadap Rausyan Fikr, ancaman penutupan Gereja dan lain-lain.
Kategori : Sorot