Jumat, 17 Agustus 2018

SOROT

Sorot adalah ruang khusus untuk menyuarakan sikap Jaringan Gusdurian Indonesia dan Redaksi kampung Gusdurian. Rubrik ini akan memuat pernyataan sikap, pengumuman, dan ulasan khusus dari Seknas Jaringan Gusdurian dan redaksi Kampung Gusdurian.

Pernyataan Sikap Jaringan GUSDURian Indonesia Terkait Pelarangan Diskusi LkiS di Jagongan Media Rakyat (JMR) 2014-10-23

oleh : ADMIN, 0 Komentar
Pada tangal 24 Oktober 2014 sedianya akan diselenggarakan Diskusi “Melek Media:Menanggulangi Konten Negatif Fundamentalisme Agama di Dunia Maya” di arena Jagongan Media Rakyat di Jogja National Museum. Namun acara tersebut dibatalkan karena adanya surat dari Polres Kota Yogyakarta bernomor R/53/XI/2014/Intelkam yang menyatakan menolak pelaksanan kegiatan tersebut karena adanya penolakan-penolakan oleh Ormas Islam. Sebelumnya beredar SMSyang mengatasnamakan Forum Umat Islam Yogyakarta yang mengajak untuk memprotes kegiatan tersebut.
Kategori : Sorot

Pernyataan Dukungan Kepada Pemerintahan Jokowi Untuk Memberikan Jaminan Penghormatan,Perlindungan dan Pelayanan Agama, Kepercayaan, dan Aliran Kepercayaan di Indonesia

oleh : ADMIN, 0 Komentar
Jika tidak ada halangan, Presiden Terpilih Joko Widodo bersama Wakil Presiden Terpilih Jusuf Kalla akan dilantik pada tanggal 20 Oktober 2014.Tidak hanya sebuah harapan bagi bangsa Indonesia, Majalah TIME menyambut era ini sebagai A New Hope dengan menjadikan wajah Presiden Jokowi sampul edisi terbarunya. Terpilihnya duet Jokowi-JK juga memberikan ekspektasi baru bagi situasi kebebasan beragama/berkeyakinan yang memburuk selama 10 tahun terakhir ini.Berbagai catatan dan hasil penelitian menunjukkan fenomena ini baik pada peningkatan jumlah kasus kekerasan berbasis agama pada kelompok minoritas, maupun pada gejala peningkatan sikap intoleran pada masyarakat umum, serta diskriminasi pelayanan Negara yang diterima oleh sebagian masyarakat beragama minoritas di Indonesia.
Kategori : Sorot

Siaran Pers Jaringan Gusdurian Indonesia Terkait Situasi Nasional Pasca Pemilu Presiden 2014

oleh : ALISSA WAHID, 0 Komentar
Proses pemungutan suara dalam Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden 2009-2014 pada tanggal 9 Juli 2014 telah berlangsung dengan lancar, aman, tertib, dan damai. Kita mengapresiasi partisipasi masyarakat yang dengan sangat antusias mengikuti pemungutan suara di TPS-TPS dengan tertib. Pada perkembangan selanjutnya diketahui bersama bahwa sejumlah penyelenggara hitung cepat (quick count) menghasilkan data yang berbeda. 7 (tujuh) lembaga penyelenggara hitung cepat yakni SMRC, RRI, CSIS-Cyrus, Lingkaran Survei Indonesia, Litbang KOMPAS, Indikator Politik, dan Populi Center menyatakan bahwa pasangan Joko Widodo dan Jusuf Kalla unggul atas pasangan Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa. Sementara itu, 4 (empat) lembaga penyelenggara hitung cepat yakni IRC, JSI, LSN, dan Puskaptis menyatakan pasangan Prabowo dan Hatta unggul tipis atas pasangan Joko Widodo dan Jusuf Kalla.
Kategori : Sorot

Siaran Pers Jaringan GUSDURian Indonesia Terkait Pilpres

oleh : ALISSA WAHID, 0 Komentar
Mencermati perkembangan akhir-akhir ini terkait dengan Pemilihan Presiden 2014, terutama menyangkut berbagai klaim dan pernyataan dukungan pada capres-cawapres tertentu dari sejumlah pihak yang mengatasnamakan Jaringan Gusdurian, maka Sekretariat Nasional Jaringan GUSDURian Indonesia (JGD Indonesia) merasa perlu menyampaikan sejumlah hal berikut ini:
Kategori : Sorot

Pernyataan Sikap JGD Terkait Kasus Kekerasan Terhadap Ketua Forum Lintas Iman Gunung Kidul

oleh : ALISSA WAHID, 0 Komentar
Kekerasan dengan dalih agama kembali terjadi. Kali ini menimpa salah seorang aktivis Forum Lintas Iman, Aminuddin Azis, yang terjadi di Gunung Kidul pada hari Jum’at (02/05/2014). Menurut sejumlah sumber, aksi kekerasan dilakukan oleh segerombolan orang dari FJI (Front Jihad Islam). Segerombolan orang itu merusak dan mencaci-maki Aminuddin Aziz di sebuah perempatan di Gunung Kidul. Kekerasan ini dipicu oleh pernyataan korban di sebuah media massa. Peristiwa ini mengikuti peristiwa-peristiwa kekerasan atas nama agama yang sebelumnya terjadi di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta seperti perusakan kantor Yayasan LkiS, ancaman terhadap Rausyan Fikr, ancaman penutupan Gereja dan lain-lain.
Kategori : Sorot

Siaran Pers Jaringan GUSDURian Indonesia

oleh : ALISSA WAHID, 0 Komentar
Sebagaimana telah diberitakan di sejumlah media massa, pada tanggal 11 April 2014, ditemukan sebuah paket mencurigakan disertai surat ancaman yang ditujukan kepada “Koordinator Gusdurian Nasional, Tarso Ngudinugroho” di Kantor Dewan Pengurus Pusat Partai Kedaulatan Bangsa Indonesia Baru (PKBIB) di Jalan Kalibata Timur 1 No 12, Jakarta; yang sebelumnya adalah kantor Dewan Pengurus Pusat Partai Kebangkitan Bangsa versi Gus Dur (PKB GD). Berkaitan dengan hal tersebut Jaringan GUSDURian Indonesia (JGD) merasa perlu untuk menyampaikan sejumlah hal:
Kategori : Sorot

Posko dan Donatur untuk Kelud

oleh : HERU PRASETIA, 0 Komentar
Jaringan GUSDURian (JGD) membuka Posko Kemanusian Kelud. Bantuan bisa dikirimkan ke rekening: Rekening Bank Permata 701347234 a/n Yayasan Bani Kyai Haji Abdurrahman Wahid
Kategori : Sorot

Simpul Jaringan GUSDURian

oleh : HERU PRASETIA, 0 Komentar
Sejak wafatnya Gus Dur, keluarga Ciganjur sebagai satu kesatuan berusaha melanjutkan visi perjuangan beliau. Dalam sisi politik, perjuangan tersebut dilanjutkan oleh Yenny Wahid, sementara warisan perjuangan non-politik praktis dirawat melalui Jaringan Gusdurian yang dikelola oleh Alissa Wahid. Jaringan Gusdurian (JGD) adalah gerakan jejaring yang mengabdikan dirinya pada kegiatan kultural dan tidak berpolitik praktis. Di dalam Jaringan Gusdurian tergabung individu, komunitas/forum lokal, dan organisasi yang merasa terinspirasi oleh teladan nilai, pemikiran, dan perjuangan Gus Dur. Berbagai komunitas dan individu tersebut membangun jaringan dalam koordinasi Seknas Jaringan Gusdurian yang bermarkas di Yogyakarta dengan koordinator umum Alissa Wahid.
Kategori : Sorot

Hari Toleransi Internasional dan Kebinekaan Indonesia: Sikap Jaringan Gusdurian

oleh : ADMIN, 0 Komentar
Tanggal 16 November, sejak tahun 1995, telah ditetapkan oleh Perserikatan Bangsa-bangsa( PBB) sebagai “Hari Toleransi Internasional.” Ditetapkannya Hari Toleransi Internasional adalah untuk mengingatkan dan memberikan pendidikan kepada masyarakat tentang kebutuhan akan toleransi dan dampak negatif dari intoleransi. Hari Toleransi adalah saat yang tepat untuk mengajak masyarakat untuk mengakui dan menghargai hak dan keyakinan orang lain serta menyadari betapa ketidakadilan, penindasan, rasisme, diskriminasi, kebenciaan berbasis agama, dan sejenisnya mempunyai dampak yang sangat buruk bagi kehidupan bersama.
Kategori : Sorot