Sabtu, 25 November 2017

TINJAUAN

Ulasan terhadap buku, film, pertunjukan, acara diskusi, dan lain-lain dengan tema-tema yang sesuai dengan prinsip dan visi Jaringan Gusdurian.

Hari Santri : Gusdurian Kuala Lumpur Gelar Do’a Untuk Negeri

oleh : ADMIN, 0 Komentar
Kuala Lumpur, 22/10/2016,- Komunitas Gusdurian Kuala Lumpur ikut ambil bagian dalam Peringatan Hari Santri Nasional 22 Oktober 2016. Acara yang mengambil tema “Do’a Untuk Negeri” tersebut, diadakan di kediaman salah seorang anggota Gusdurian di Shah Alam, Selangor Darul Ehsan. Acara yang dihadiri 40 orang, yang terdiri dari para anggota Gusdurian Kuala Lumpur dan para simpatisan diawali dengan pembacaan Basmallah dan dilanjutkan dengan mengheningkan cipta, membaca Al-fatihah serta bertawassul kepada para sesepuh dan para pahlawan yang telah gugur.
Kategori : Headline , Peristiwa , Pilihan Redaksi , Tinjauan

Teladan Spiritual Gus Dur

oleh : M. MUSHTOFA, 0 Komentar
Gus Dur adalah sosok multidimensi. Dia seorang kiai, aktivis demokrasi, pemikir, juga budayawan. Namun demikian, menurut Greg Barton, Gus Dur hanya bisa dipahami jika kita mencermati keyakinan religius dan kehidupan batinnya. Buku ini berusaha menggali sisi spiritualitas Gus Dur. Abdul Wahid Hasan, penulis buku ini, berusaha memotret akar terbentuknya spiritualitas Gus Dur, bentuk pendidikan spiritual yang diperjuangkan Gus Dur, serta strategi pendidikan spiritual yang dijalankan Gus Dur.
Kategori : Headline , Pilihan Redaksi , Tinjauan

Ketika Perempuan Bicara Gus Dur

oleh : MUSTAGHFIROH RAHAYU, 0 Komentar
Buku Gus Dur Di Mata Perempuan adalah buku yang berisi pemikiran, pandangan dan praktik Gus Dur terkait perempuan yang ditulis oleh perempuan. Ada 24 perempuan yang terlibat dalam penulisan buku ini. Mereka adalah istri, saudara, kenalan, murid dan orang-orang yang pernah disentuh hidupnya oleh Gus Dur. Buku ini mengupas banyak aspek dalam kehidupan Gus Dur ketika bersentuhan dengan isu perempuan melalui penuturan para penulisnya. Ia mencakup isu kesehatan reproduksi, parenting, politik, hubungan antar agama dan lain sebagainya. Namun, ada juga beberapa tulisan yang tidak sepenuhnya berbicara mengenai Gus Dur terkait dengan isu perempuan, akan tetapi menyoroti praktik Gus Dur dalam memperlakukan perempuan dalam interaksi penulis dengan Gus Dur.
Kategori : Headline , Pilihan Redaksi , Tinjauan

Butir-Butir Hikmah dan Keteladanan Gus Dur

oleh : MUHAMMAD AUTAD AN NASHER, 0 Komentar
Dari segala dimensi, KH. Abdurrahman Wahid atau yang akrab disapa dengan Gus Dur selalu diterima oleh banyak kalangan. Mulai dari kalangan lintas agama, suku, ras dan status sosial seseorang. Begitu beragam dan tak mengenal sekat. Di sisi lain, pemikirannya pun berserakan dimana-mana, mulai dari yang membicarakan tema keislaman dan toleransi, inklusifisme, humanitarianisme universal, soal indonesia dan keindonesiaan, kiai dan pesantren, pribumisasi, civil society dan demokrasi, sepak bola hingga ziarah kubur. Oleh sebab itu, menurut saya, Gus Dur adalah aset bangsa yang tiada duanya di dunia ini, karena memang orangnya yang unik nan nyentrik.
Kategori : Pilihan Redaksi , Tinjauan

Tinjauan Film Lincoln

oleh : ISNA LATIFA DAN WAHIB RAMADAN, 0 Komentar
Beberapa waktu yang lalu, Jaringan GUSDURian bekerjasama dengan LkiS menyelenggarakan Sekolah Menulis Esei di Yogyakarta yang diikuti oleh sejumlah peserta dari berbagai kota. Sebagai tindak lanjut dari sekolah menulis tersebut, para peserta kemudian membuat komunitas belajar menulis. Mereka menulis esei, membuat tinjauan dan lain-lain. Setiap minggu mereka berkumpul untuk membahas tulisan masing-masing. Sebagai bagian dari mendukung proses belajar tersebut, Redaksi Kampung Gusdurian mempublikasikan tulisan-tulisan para alumnus sekolah menulis tersebut. Berikut ini adalah dua tulisan oleh Isna Latifa dan Wahib Ramadan yang berupa tinjauan film Lincoln arahan sutradara Steven Spielberg
Kategori : Pilihan Redaksi , Tinjauan

Pemenang Kompetisi Film Dokumenter 'Pemuda Bicara Gus Dur

oleh : DIMAS JAY, 0 Komentar
19 karya diberikan oleh panitia kepada tim juri, dan tim juri diberikan tugas untuk memilih emat pemenang untuk kategori juara 1, 2, 3, serta kategori khusus “jury special mention”. Kompetisi film dokumenter “Pemuda Bicara Gus Dur” ditujukan sebagai wahana mengumpulkan opini kaum muda Indonesia mengenai Gus Dur.
Kategori : Peristiwa , Tinjauan

Risalah Kemanusiaan Gus Dur

oleh : A. MUSTOFA ASRORI, 0 Komentar
KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) pernah berpesan agar di pusaranya dipahat sebuah tulisan, “Di Sini Dimakamkan Seorang Humanis”. Artinya, dia ingin dikenang sebagai pejuang kemanusiaan. Dus, gelar tokoh humanis agaknya lebih tepat disematkan kepadanya. Sebab, humanisme Gus Dur benar-benar berangkat dari nilai-nilai Islam paling dalam; melampaui etnis, teritorial, hingga batas kenegaraan.
Kategori : Pilihan Redaksi , Tinjauan

Laku Suluk Gus Dur

oleh : MUHAMAD RIFAI, 0 Komentar
Identitasnya plural. Ada yang menyebutnya sebagai politisi, kiai, budayawan, pelawak, penulis atau pemikir. Itulah Gus Dur. Hebatnya, dalam setiap gelar yang disematkan padanya, memiliki keunikan tersendiri. Sebagai politisi jujur. Sebagai kiai tidak disiplin pakai peci dan sarung. Sebagai budayawan sering berpolitik. Sebagai pelawak tak jarang marahnya keras. Sebagai penulis dan pemikir tidak pernah menuliskan sebuah karya utuh dengan satu tema.
Kategori : Tinjauan

Jejak Pluralisme dalam Islam

oleh : MOHAMMAD MAHPUR, 0 Komentar
Pelbagai peristiwa kekerasan agama yang terjadi acapkali dan didasari oleh ketegangan agama di Indonesia ini kian membuktikan bahwa perbedaan belum dihargai laiknya sebuah rahmah. Padahal jika laku hidup kita semakin terampil dalam mengelola perbedaan, maka kemajemukan adalah sebuah keniscayaan. Sengkarut ini yang coba diterakan oleh Husein Muhammad, sosok Kiai feminis, dalam buku bertajuk ‘Mengaji Pluralisme kepada Mahaguru Pencerahan’, yang berusaha menyumbangkan nalar pluralisme dengan menggali pemikiran lima mahaguru umat Islam. Mereka adalah Al-Ghazali, Ibnu Rusyd, Ibn ‘Arabi, Al-Hallaj, dan Ar-Razi. Selain itu, Kiai Husein ingin membawa Islam ke perspektif religio-humanistik agar keberagamaan kita toleran pada perbedaan.
Kategori : Tinjauan

Jejak Politik Kaum Sarungan

oleh : ROMEL MASYKURI, 0 Komentar
Judul Buku : Rakyat Kecil, Islam, dan Politik Penulis : Martin van Bruinessen Penerbit : Gading Cetakan : 1 Agustus 2013 Tebal : xx + 482 hlm
Kategori : Tinjauan