Selasa, 22 Oktober 2019

AGENDA KEGIATAN KAMPUNG GUSDURIAN

Agenda Kegiatan Kampung Gusdurian
Jumat, 18 Oktober 2019

Forum Jumat Pertama GUSDURian Jakarta "ADA APA DENGAN INDONESIAN?"

Forum Jumat Pertama GUSDURian Jakarta "ADA APA DENGAN INDONESIAN?" Dalam persepektif 9 nilai Gus Dur Acara ini akan di isi Oleh: Anita Wahid (Senior Advisor Jaringam Gusdurian) Fajri Nursyamsi (dir Advokasi dan jaringan pusat studi hukum dan kebijakan) Usman Hamid (Direktur Amnesty international Indonesia) DR Azmi Syahputra (ketua Asosiasi Ilmuwan Praktisi Hukum) Moderator : Andika Baehaqi Jumat, 18 Oktober 2019 Pukul 18. 30 - Selesai Rumah pergerakan Griya Gus Dur, Jl. Taman Amir Hamzah No.8, Pegangsaan, Jakarta Pusat. Narahubung: Ita ( +62 895-6177-21914) Yuk hadir, jangan lupa bawa botol minum Kalian masing masing ya.
Jumat, 11 Oktober 2019

Pojok GUSDURian Makassar

Demokrasi dan Demokratisasi Indonesia Pembicara: Muh Asratillah 11 Oktober Pelataran Gedung UNHAS 15.30-selesai
Selasa, 08 Oktober 2019

Ngaji Gus Dur Gusdurian Jogja

Ngaji Gus Dur Gusdurian Jogja Antara NKRI dan Federalisme Taman Belakang Griya Gusdurian Jogja Selasa 8 Oktober 15.00-17.00 wib
Rabu, 18 September 2019

Forum Titik Temu “Kerja Sama Multikultural untuk Persatuan dan Keadilan”.

Waktu : Rabu, 18 September 2019, pukul 08.00 – 13.00 Tempat : Makara Ballroom DoubleTree Hilton Hotel Jl. Pegangsaan Timur No. 17, Cikini, Jakarta Pusat 10310 Presiden Republik Indonesia Ir. H. Joko Widodo akan hadir untuk memberikan pidato dan membuka FORUM TITIK TEMU para tokoh bangsa ini. Sejumlah tokoh hadir guna menyampaikan seruan moral dan pesan perdamaian, antara lain Ahli Tafsir dan Pendiri Pusat Studi Al-Quran Muhammad Quraish Shihab, tokoh agama perempuan yang juga istri almarhum KH Abdurrahman Wahid, Shinta Nuriyah Abdurrahman Wahid, dan tokoh perempuan yang juga istri almarhum Nurcholish Madjid, Omi Komaria Nurcholish Madjid. Selain tokoh-tokoh dan sesepuh FORUM TITIK TEMU di atas, hadir juga tokoh-tokoh lain seperti Jenderal (Purn) Moeldoko, Azyumardi Azra, Yudi Latif, Richard Louhenapessy, Simon Petrus Lili Tjahjadi, Komarudin Hidayat, Yayah Khisbiyah, Haidar Bagir, Henny Supolo Sitepu, Bhante Nyanasuryanadi Mahathera, Lies Marcoes-Natsir, Ratu Shr Bhagawan Narayana Putra Natha Nawa Wangsa Pemayun, Juwita Jatikusumah Putri, Ws. Chandra Setiawan, Muhamad Wahyuni Nafis, Inayah Wahid, Abd. Rohim Ghazali, Faizah Binti Awad, dan Ulil Abshar Abdalla.
Minggu, 21 Juli 2019

Kampung Lali Gadget Gusdurian Sidoarjo

Kampung Lali Gadget Dusun Ngumbuk Desa Pagerngumbuk, Wonoayu, Sidoarjo Minggu 21 Juli 2019 08.00- selesai Acara: Permainan tradisional Edukasi Kuliner Tradisional Wayang Kulit Olahraga Seni Tradisi Edukasi Satwa dll
Rabu, 17 Juli 2019

Forum-17-an-Gusdurian-Surabaya

Forum 17-an Gusdurian Surabaya Edisi Juli 2019 Surabaya menuju kota modern, dengan segala pembangunan dan pertumbuhan manusianya. Apa yg perlu dibenahi dan apa yg perlu dijaga demi menunjang sebuah kota yg tak sekedar ikut menjadi "modern" ?? Kali ini bekerjasama dengan yayasan Alit Surabaya, Ikuti dialog guyub bersama kami pada : Rabu, 17 Juli 2019 Jam 18.00 sd selesai Di Yay. Alit Jl.Ketintang Madya 73 Surabaya Tema : Surabaya berkebudayaan dan menjawab tantangan zaman Yang dihadiri pula oleh : 1. DR. Pingky Saptandari, MA *Eks. Dewan Kota Surabaya* 2. Arief Affandi *Mantan Wakil Walikota Surabaya* 3. Kuncarsono Prasetyo, *budayawan Muda Surabaya* 4. M. Sholeh *Generasi Muda Surabaya* 5. Dhimas Anugerah, *Intelektual muda Surabaya* Selain itu ada kopi dan perjumpaan dengan kawan kawan dan saudara yg jelas sayang untuk dilewatkan. Narahubung : 087851547061 Follow us IG: gerdusuroboyo
Jumat, 17 Mei 2019

Diskusi Gusdurian Jakarta: People Power, Kekuatan Rakyat atau Menunggangi Rakyat?

People Power, Kekuatan Rakyat atau Menunggangi Rakyat? Pasca Pemilu 2019, Politik elektoral memainkan diksi "People Power" kembali sebagai upaya menggerakkan massa dengan mengatasnamakan rakyat. Fenomena People Power sebenarnya muncul di awal Revolusi Prancis saat penggulingan oligarki Keabsolutan Raja Louis XVI. Di Indonesia fenomena People Power juga dipakai saat Gerakan Reformasi 1998. Namun, lain hal dengan hari ini. Diksi People Power muncul dari satu kelompok politik di kancah elektoral untuk menurunkan rezim yang sedang memegang pemerintahan. Dari latarbelakang tersebut, Gusdurian jakarta kembali berdiskusi untuk menterjemahkan dan memaknai kembali People Power dilihat dari kacamata sejarah maupun politik masyarakat itu sendiri. Turut mengundang narasumber 1. Mugiyanto (Aktivis 98) 2. Ivan Aulia Hasan ( Sejarawan UI, Redaktur Tirto.id) 3. Moderator : Fatma Utami Jauharoh (Gusdurian Jakarta) Acara akan dilaksanakan sambil menunggu waktu berbuka puasa pada, Jumat, 17 Mei 2019 Pukul 15.30 Di Jalan Taman Amir Hamzah no 8, Matraman
Jumat, 17 Mei 2019

Diskusi Gusdurian Jogja: Mikul Demokrasi Mendem Emosi

ndonesia sebagai Negara demokrasi telah melaksanakan hajatnya pada 17 April bulan lalu. Pemilu serentak yang berlangsung kemarin adalah pemilu terberat dalam sejarah bangsa ini. Tidak hanya memilih presiden beserta wakilnya. Namun juga memilih DPR RI, DPD RI, DPRD Provinsi, dan DPRD Kab/Kota. Dengan beban yang berat itu, tentu mempunyai risiko yang harus dibayar dengan harga yang mahal. Sejauh ini ada sekitar 469 petugas KPPS yang telah meninggal dunia, akibat dari kelelahan bekerja keras mengumpulkan data para pemilih. Pemilu kemarin banyak evaluasi dan kritik untuk perbaikan kedepannya. Banyak hal yang harus dibenahi, utamanya yang menyangkut jaminan kemaslahatan para petugas KPPS, baik yang menyangkut honorarium maupun kesehatan para petugas. Sehingga pesta demokrasi menjadi pesta yang benar-benar memanusiakan. Di sisi lain, Pemilihan Umum kemarin masih menyisakan sampah-sampah kebencian dan emosi antara kedua pendukung, baik kubu 01 maupun kubu 02. Polarisasi terbentuk sangat nyata di tengah-tengah masyarakat dengan hadirnya istilah cebong dan kampret. Bahkan, di ruang-ruang diskusi, sampai hari ini masih terus dibicarakan. Kata-kata kotor seperti dungu, setan gundul, IQ jongkok, dan lain-lain juga masih mewarnai timeline media sosial kita. Pertanyannya, bersediakan para elit politik di negeri ini meredam syahwat kekuasaannya dan semuanya berupaya untuk bersikap dewasa, terutama dengan melihat hasil pemilu kemarin? Sebagaimana galibnya sebuah kontestasi politik, pasti akan ada pihak yang tampil sebagai pemenang dan pihak yang tersungkur dalam kekalahan. Juga akan muncul ketidakpuasan dari pihak yang kalah. Kita bersyukur, pernah mempunyai seorang tokoh besar demokrasi, yaitu Gus Dur (KH. Abdurrahman Wahid). Kita patut belajar banyak tentangnya bagaimana demokrasi yang sesungguhnya sehingga dapat memanusiakan manusia. Bahkan, Gus Dur yang pada waktu itu dilengserkan dari kursi kepresidenan pun bersikap arif dan dewasa. Baginya, tidak ada jabatan di dunia ini yang harus dipertahankan mati-matian, apalagi hingga mengorbankan nyawa dan kemanusiaan. Hadir ya teman-teman, kolaborasi @campusministryusd dengan @santrigusdur (Gusdurian Yogyakarta) untuk memberikan ruang pendidikan politik bagi mahasiswa, belajar nilai-nilai dari Gus Dur, dan buka puasa bersama. Narasumber dalam acara ini adalah Mas Hairus Salim, seorang Budayawan sekaligus muird Gus Dur, dan Romo Nikolas Kristiyanto, SJ, Dosen Fakultas Teologi Wedabhakti USD. Beliau berdua akan mendaras nilai kemanusiaan Gus Dur pasca pemilu 2019. Yuk, datang di forum Kongkow Bareng Gusdurian Jogja (KBGJ) pada hari Jumat, 17 Mei 2019 di Ruang kegiatan Campus Ministry Kampus III USD Paingan Gedung Utama LT 3. Acara ini terbuka untuk umum dan gratis! Sampai bertemu :)
Jumat, 17 Mei 2019

Gusdurian Surabaya: Diskusi dan Pemutaran Film Jack

Bahagialah jika anda adalah warga Surabaya !! Yuk, ikuti acara Nonton bareng dan Diskusi Film " Jack " Sebuah film yg memotret peradaban pergaulan di Surabaya. Film yg baru akan di putar serentak pada 16 Mei 2019 ini adalah sebuah film yg segar, sarat dengan nilai nilai ke bhinekaan dengan di bungkus dialog yg bercampur ala "jowo" Suroboyoan dan lokasi shooting di kota Surabaya akan membuat kita mampu memotret secara cepat bgm orang Surabaya bergaul dan berkomunikasi. Anda tinggal di Surabaya ? Atau bahkan anda orang Surabaya ? Maka wajib tonton film ini ... ASFN dengan di dukung oleh - GEMA Indonesia - Gema INTI - Jaringan Gusdurian Surabaya (Gerdu Suroboyo) menyelenggarakan acara nonton bareng,diskusi dan buka bersama pada Jumat, 17 Mei 2019 Mulai 12.00 s/d 17.00 Di Ciputra World SBY Diskusi akan menghadirkan a.Inaya Wahid Jaringan Gusdurian, putri Bungsu Gus dur yang juga akan di temani oleh b.Kuncarsono Prasetyo, Suroboyo Mbois b. Aan Anshori, Gusdurian Jombang dan Aktivis Jiad Indonesia Biaya : patungan Rp.150.000, / orang Include ; a.1 tiket masuk nobar b. Ikut acara diskusi c. Sumbang 1 tiket nonton gratis untuk pelajar SMU/SMK d. Paket bukber Ayo ajak teman teman dan keluarga di acara yg menghibur, mendidik sambil ber amal ini, komplit 3in1 Hubungi ; Yuska Harimurti Gerdu Suroboyo di 081 331789006 Atau Liza Kusuma 081 9333 91971 @jaringangusdurian @inayawahid #jaringangusdurian #gusdur #gerdusruoboyo #forum17an #forum17angerdu