Senin, 29 Mei 2017

JARINGAN GUSDURIAN

Gusdurian adalah sebutan untuk para murid, pengagum, dan penerus pemikiran dan perjuangan Gus Dur. Para GUSDURian mendalami pemikiran Gus Dur, meneladani karakter dan prinsip nilainya, dan berupaya untuk meneruskan perjuangan yang telah dirintis dan dikembangkan oleh Gus Dur sesuai dengan konteks tantangan zaman.

Apa itu Jaringan gusdurian?

Jaringan gusdurian adalah arena sinergi bagi para gusdurian di ruang kultural dan non politik praktis. Di dalam jaringan gusdurian tergabung individu, komunitas/forum lokal, dan organisasi yang merasa terinspirasi oleh teladan nilai, pemikiran, dan perjuangan Gus Dur. Karena bersifat jejaring kerja, tidak diperlukan keanggotaan formal.

Jaringan gusdurian memfokuskan sinergi kerja non politik praktis pada dimensi-dimensi yang telah ditekuni Gus Dur, meliputi 4 dimensi besar: Islam dan Keimanan, Kultural, Negara, dan Kemanusiaan

Apa Misi Jaringan Gusdurian?

Nilai, pemikiran, perjuangan GusDur tetap hidup dan mengawal pergerakan kebangsaan Indonesia;  melalui sinergi karya para pengikutnya, dilandasi 9 Nilai Gus Dur: Ketauhidan, Kemanusiaan, Keadilan, Kesetaraan, Pembebasan, Persaudaraan, serta Kesederhanaan, Sikap Ksatria, dan Kearifan Tradisi.

Apa itu 9 Nilai Gus Dur?

Klik di sini untuk masuk page 9 Nilai Gus Dur

Apa saja isu strategi yang ditangani oleh Jaringan Gusdurian?

Sebagaimana Gus Dur yang mendasarkan perjuangannya kepada nilai-nilai luhur, jaringan gusdurian tidak membatasi isu yang dikelola, sepanjang terkait dengan 9 Nilai Gus Dur.  Saat ini jaringan gusdurian berkonsentrasi pada isu-isu kebangsaan, pendidikan, dan ekonomi rakyat.

Menginjak tahun 2013, beberapa isu strategis yang menjadi perhatian jaringan gusdurian adalah NU & Pesantren, Islam Indonesia, Intolerasi , Pemiskinan dan Pembangunan Ekonomi,  serta Transisi Demokrasi.

Di mana Jaringan Gusdurian berada?

Jaringan gusdurian tidak terikat tempat, karena para gusdurian alias anak-anak ideologis Gus Dur tersebar di berbagai penjuru Indonesia, bahkan di manca negara. Di beberapa tempat, terbentuk komunitas-komunitas lokal, namun sebagian besar terhubung melalui forum dan dialog karya.

Munculnya komunitas gusdurian lokal banyak dimotori oleh gusdurian generasi muda (angkatan 2000an), yang bersemangat untuk berkumpul mendalami dan mengambil inspirasi dari teladan Gus Dur. Setidaknya sekitar 60an komunitas gusdurian lokal telah dirintis sampai akhir tahun 2012.

Untuk merangkai kerja bersama dalam arena Jaringan Gusdurian, dibentuklah Sekretariat Nasional Jaringan GUSDURian. Amanah yang diemban adalah menjadi penghubung dan pendukung kerja-kerja para gusdurian di berbagai penjuru.

Apa yang sudah dilakukan oleh Jaringan Gusdurian?

Dalam menjalankan amanah jaringan, SekNas JGD memfokuskan diri pada program-program penyebaran gagasan, memfasilitasi konsolidasi jaringan, memberikan dukungan pada upaya (program) lokal, program kaderisasi, dan peningkatan kapasitas jaringan.
Selain itu, SekNas juga menjadi koordinator untuk program-program bersama lintas komunitas gusdurian, serta menginisiasi kelas-kelas khusus terkait jaringan. Beberapa di antaranya:

  • Kelas Pemikiran Gus Dur
  • Forum kajian dan diskusi
  • Kampanye Anti Korupsi
  • Pelatihan entrepreneurship
  • Forum budaya
  • Workshop Social Media
  • Koperasi Jaringan Gusdurian


Sedangkan kegiatan-kegiatan advokasi dilakukan melalui organisasi-organisasi yang berafiliasi dengan jaringan gusdurian dalam bentuk dukungan kerja yang bersifat khas. Misalnya untuk respons insiden Sampang melalui CMARs Surabaya, dan seterusnya.