Minggu, 19 Agustus 2018

RICHARD CHANDRA

TANGERANG SELATAN
BERGABUNG : 08 Januari 2014
TOTAL POST : 1
  • Anda harus login dengan akun yang terdaftar pada GUSDURian Jakarta untuk ikut beraktifitas pada forum ini.

GALAU

Selamat malam untuk rekan2 semua,

sesuai judul, saya lagi galau, bukan galau karena masalah asmara tentunya hahahaha, tetapi galau karena kondisi sosial politik di negeri ini tentunya.

Seperti yang sudah kita ketahui 19 April 2019 nanti ada pemilu untuk Legislatif dan Presiden. namun melihat kondisi perpolitik saat ini saya prihatin dan kecewa oleh pihak2 yang membuat suhu politik di Indonesia semakin memanas. saya berumur 34 tahun, dalam mengikuti alam demokrasi, saya tidak pernah melihat kondisi yang sangat memprihatinkan seperti saat ini, dimana elite politik secara terang - terangan membela aksi persekusi di CFD kemarin, sebelumnya saya tidak pernah mendengar di tempat ibadah ada yang menyerukan untuk jihad mengganti pemimpin. sekarang, secara terang2an, masyarakat dijejali masalah yang kompleks dan tak dimengerti masyarakat, sehingga menimbulkan persepsi yang salah (contohnya, hutang negara).

Sepertinya, elite sekarang seperti melecehkan kecerdasannya sendiri demi kepentingan golongannya. hal itu terlihat dari berbagai pihak. semakin sulit untuk berkomunikasi dua arah di antara masyarakat karena pandangan yang terlalu ekstrim dan sikap yang tidak saling menghargai ( contoh di medsos). di tengah itu semua, hantu2 lama muncul kembali dari isu PKI dan anti cina. bila ini berlanjut, maka yang menjadi korban adalah kalangan minoritas (termasuk saya).

Banyak sekali bila anda lihat di media sosial, seruan2 untuk mengulangi kembali tragedi mei 98. mereka menganggap bahwa kami kaum minoritas punya agenda untuk menguasai pemerintahan dengan memperbudak pribumi di negara ini (????, aneh banget kan). cerita seperti itu saya ga tau dari mana awalnya, tapi sepertinya banyak banget yang percaya sama kisah fiktif macam itu. sepertinya orang2 ini selalu aja dalam setiap gesekan politik mencoba untuk memunculkan isu tersebut, terutama pada saat pilkada dki kemarin dan pilpres nanti.

ketidak dewasaan politik pada elite2 oposisi membuat saya sebagai minoritas di tanah air tidak nyaman, kami seakan2 selalu dijadikan kambing hitam. jujur aja, saya bingung loh, kok kita dibenci gitu sih sama orang2 ini?. orang2 ini juga merasa rendah diri, katanya pribumi selalu dibegoin sama cina ( maksudinya keturunan cina ya). mana mungkin lah, sy dari sd ( tk lupa gurunya), smp, sma, kuliah s1 dan s2, guru2, dosen dan profesor ( i love you all) yang saya hormati semuanya Pribumi loh, kalo ga ada mereka, saya bukan siapa2, lulusan terbaik di s1 dan s2 pun juga pribumi, jadi sy bingung kalo dibilang org keturunan lbh pinter dari pribumi.

Rekan2 saudaraku semuanya, sy juga mengkhawatirkan keselamatan anak dan istri saya pada saat pilpres nanti, bila nanti ada satu pihak yang tidak terima, maka kami kaum minoritas dijadikan sasaran... apakah bila perlu saya mengirimkan anak istri saya ke keluarga saya di malang pada saat pilpres nanti???

 

PS: mohon maaf bila kepanjangan dan mohon maaf bila ini bukan tempatnya, mohon kritik dan saran. tapi bener saya bingung si