Kamis, 19 September 2019

GUSDURIANJOGJA LUNCURKAN MAJALAH SANTRI DAN KAJIAN BULANAN

Sabtu, 23 Januari 2016
diunggah oleh : Mohammad Pandu
Gerimis yang mengguyur Jogjakarta semalam (22/1),sama sekali tidak menyurutkan semangat para pemuda untuk datang ke Pendopo Hijau Yayasan LKiS di Sorowajan. Sekitar 50 orang peserta rela datang berbasah-basahan untuk menghadiri acara Kajian Bulanan GUSDURianJogja (KBGJ). Selain forum diskusi, acara semalam agaknya spesial, sebab bebarengan dengan peluncuran Majalah Santri Gusdur edisi perdana oleh Komunitas Santri Gus Dur (GUSDURianJogja). Diskusi semalam dipantik langsung oleh Nur Khalik Ridwan sebagai narasumber, yang membahas tentang “Islam Nusantara dan Pribumisasi Islam (Antara Madzhab dan Manhaj)”. Tema diskusi ini selaras dengan tema yang diangkat dalam Majalah Santri Gusdur yaitu “Pribumisasi Islam”

 

Acara dimulai pukul 20.00 dan dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya oleh semua peserta dan panitia. Dilanjutkan dengan sambutan dari pemred (pemimpin redaksi) Majalah Santri Gusdur, Agung Hidayat, yang memaparkan tentang ide pembuatan dan isi dari majalah yang terbit secara digital tersebut. “Sebenarnya ide tentang pembuatan majalah ini bermula dari komitmen kami untuk menyuarakan gagasan Gus Dur yang tak pernah ada habisnya untuk dibedah,” ujar Agung. “Kami berharap untuk terus menerbitkan majalah yang benar-benar khusus menyuarakan gagasan Gus Dur secara utuh ini,” lanjutnya.

 

Majalah digital (e-magazine) yang bisa diunduh secara gratis tersebut disajikan dengan dua bahasa (bilingual), yaitu dalam bahasa Indonesia dan Inggris. Penyajian dalam bentuk dwibahasa ini tidak terlepas dari harapan tim redaksi untuk menyuguhkan bacaan yang mudah dijangkau secara lebih luas. “Hal ini bertujuan untuk menyebarluaskan ide-ide soal kemanusiaan, perdamaian, dan toleransi yang telah diteladani oleh Gus Dur ke seluruh dunia,” terang Agung.

Sedangkan terkait tema majalah yang bertajuk “Pribumisasi Islam”, Nur Khalik Ridwan memberikan tanggapan ketika sesi diskusi berlangsung. “Pribumisasi Islam yang dikenalkan oleh Gus Dur adalah bagaimana seseorang berislam itu tidak tercerabut dari akar tradisinya. Kabehora kuduserba Arab (semua tidak harus serba Arab),” ujar pria yang biasa disapa Cak Nur tersebut. Acara yang berlangsung seru dan antusias semalam berakhir pada pukul 22.00, dengan penyerahan buku sebagai kenang-kenangan kepada narasumber.

Unduh Majalah Santri Gusdur edisi perdana di sini: http://santrigusdur.com/2016/01/unduh-majalah-santri-gusdur-edisi-1/