Rabu, 26 Juni 2019

GUSDURIAN TUBAN DAN BOJONEGORO ADAKAN KELAS PEMIKIRAN GUS DUR

Selasa, 01 Maret 2016
TUBAN. Sabtu-Minggu (27-28/02), sekitar 40 anak muda berkumpul di desa Gunung Anyar Kecamatan Soko, Tuban, untuk mengikuti Kelas Pemikiran Gus Dur (KPG). Kelas Pemikiran Gus Dur ini dilaksanakan pertama kalinya atas kerjasama GUSDURian Tuban dengan GUSDURian Bojonegoro. Menurut Heri, Kelas Pemikiran Gus Dur merupakan pintu masuk dalam memahami lanskap pemikiran Gus Dur yang multidimensi. Melihat Gus Dur tidak hanya dari laku geraknya saja, tetapi juga ide, gagasan, dan pemikiran yang pernah beliau tulis

“Tujuan kami mengadakan Kelas Pemikiran Gus Dur tidak lain mengajak temen-temen para pecinta Gus Dur agar lebih mengerti bagaimana sosok Gus Dur yang sebenarnya. Agar bisa melihat Gus Dur secara utuh, tidak hal-hal yang kontroversialnya saja yang dilihat”ujar Heri, selaku panitia acara.

Ia menambahkan, Kelas Pemikiran Gus Dur diikuti oleh 40 peserta dari hasil seleksi yang dilakukan panitia dengan menyertakan artikel, tulisan tentang Pemikiran Gus Dur.

“Peserta sengaja kami batasi, yang terdiri dari latar belakang mahasiswa dan aktivis, yang kami utamakan dari warga Tuban dan Bojonegoro.”kata Heri.

Kelas ini diadakan selama dua hari, Sabtu-Minggu (27-28/02) dengan berbagai materi. Sesi 1 diisi dengan materi “Biografi Intelektual Gus Dur” dengan narasumber Alissa Wahid. Pada malam harinya, sesi Ke-2 dan ke-3, diisi dengan materi “Gagasan Keislaman Gus Dur” oleh narasumber Aminoto Sa’dullah. Dan sesi ke-3 dengan Materi Gus Dur dan Demokrasi, dengan narasumber Ahmad Zainul Ihsan.

Pada hari Minggu dilanjutkan sesi Ke-4 dengan tema “Jaringan Gusdurian " diisi oleh Muhammad Autad Annasher. Sesi 5 dengan tema “Gus Dur dan Gerakan Sosial” diisi oleh Roy Murtadho. Sesi Ke-6, ditutup dengan tema “Gus Dur dan Kebudayaan” oleh Hasan Bisri, sekaligus dilanjut RTL dari Seknas GUSDURian.

Dalam penutupnya, Tasyhudi, sebagai senior GUSDURian Tuban menyatakan, bahwa Kelas Pemikiran Gus Dur diharapkan mampu melahirkan generasi-generasi muda yang bisa meniru sosok Gus Dur.

“Semoga kajian yang diadakan selama dua hari ini mampu membuka pikiran anak-anak muda, sehingga mereka bisa menjadi penerus perjuangan beliau di daerahnya masing-masing.”harapnya.