Senin, 11 Desember 2017

GUS DUR, HABIB JAKFAR, DAN SYAIKH IBRAHIM

Rabu, 04 Januari 2017
diunggah oleh : Yasir Alimi
Ada yg sangat menarik dari acara haul Gus Dur. Saat Habibana Umar Muthohhar akan mengakhiri tausiah, Habibana Jakfar Al-Kaff yang terkenal majdhub meminta Habib Umar melanjutkan lagi. "Harus ngomong ttg apa lagi Bib" tanya Bib Umar. "Tentang karomah. ..Karomah Syaikh Ibrahim bin Adham" bisik santri Bib Jakfar kepada Bib Umar. Yang tadinya udah penutupan Bib Umar bercerita tentang Syaikh Ibrahim. Dalam suatu kapal besar ditengah lautan. Dihantam ombak sana sini semua orang berdoa semakin keras, justru ombak semakin keras.

 

Image may contain: 4 people, people sitting

Cerita yg sangat bermanfaat untuk saat ini. Yg penuh badai, bgmn seorang ulama seharusnya, bgmn berthoriqoh. Penumpang kapal semakin galau badai semakin besar. Semakin berdoa dan semakin keras, justru badai semakin keras. Saat itulah mereka melihat di pojok laki laki sederhana Syaikh Ibrahim dengan  pakaian orang biasa. Penghuni kapal mengharap dg sangat pertolongan doa Sang Syaikh.

Menengadah Syaikh Ibrahim berdoa: " Ya Alloh Engkau sudah menunjukkan ke maha kekuasaanMu, sekarang tunjukkan kelembutanMu Ya Rabb". Badaipun menghilang. Lautan tenang.

Mengapa doa Syaikh Ibrahim dikabulkan? Menurut Habib Umar krn Syaikh Ibrahim kasih sayangnya luas kepada umat dan beliau rela meninggalkan popularitas.

Ditinggalkan kebangsawanannya. Sebagaimana Gus Dur berpaling dr istana dg menggunakan celana pendek. Begitulah seharusnya sikap thd dunia, melambaikan tangan, dg celana pendek krn tak menganggapnya. Paragraf ini tambahan saya sendiri.

Habib jakfar dlm doanya sering menyebut Gus Dur bersama wali-wali yg lain sbg tawassul agar indonesia aman makmur ekonomi gampang.