Senin, 16 September 2019

GUSDURIAN JOMBANG: DIALOGKAN MAKNA PUASA DALAM TRADISI AGAMA

Kamis, 18 Juni 2015
Forum Gusdurian Jombang berdiskusi dengan tema, “Puasa Dalam Tradisi Agama-agama,” dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan bagi umat Islam. Pertemuan ini diselenggarakan di pasturan gereja Katolik Santa Maria Jombang, Jawa Timur, senin (15/6). Aan Anshori sebagai koordinator Gusdurian Jombang mengungkapkan, tema ini dimaksudkan untuk memberikan pemahaman tentang tradisi puasa juga ada di agama/ keyakinan lain, sembari menegaskan forum Gusdurian itu sendiri adalah media silahturami para murid Gus Dur yang berjuang untuk meneruskan nilai dasar perjuangan Gus dur.

”Puasa adalah identitas yang sama di banyak agama, kesamaan ini merupakan modalitas besar untuk memperkuat dialog antar iman, “ demikian kata Aan Anshori.

 

Gus Athoillah, sebagai ulama muslim menambahkan, “Puasa Ramadhan dalam Islam merupakan perintah Tuhan, sebagaimana yang juga telah dilaksanakan umat-umat Islam sebelumnya. Tujuannya agar manusia semakain bertaqwa kepada Tuhan, menjadi orang yang saleh secara personal dan sosial, personal lebih bersifat ritualistik, seperti sholat, sedangkan kesalehan sosial dicirikan dengan relasi kasih sayang terhadap orang lain.”

Penggerak Gusdurian Jombang Andreas Kristianto yang juga calon pendeta GKI Jombang mengatakan, “spiritualitas puasa bagi orang kristen bukan spiritualitas yang ‘pamer’, tetapi spiritualitas yang ‘tersembunyi’, ketika berpuasa tidak perlu dilihat orang banyak, hanya Tuhan yang tahu, supaya yang ‘tersembunyi’ itu terpancar dalam hati, menjadi lebih peka kepada orang yang menderita dan semakin terbuka kepada sesama, dan ini adalah manusia yang otentik.”

Andreas kristianto menegaskan dalam iman Kristen, Puasa tidak bisa dilepaskan dari hal berdoa dan memberi sedekah, ketiga hal ini saling berkaitan dan menjadi spiritualitas yang hidup.

Jenny Sudjiono yang merupakan majelis di agama Konghucu mengatakan, “Puasa biasanya dilakukan setiap perayaan Imlek, hari besar konghucu dan setelah tahun tahun baru Imlek selama 1 Minggu. Hakikat puasa sendiri adalah membersihkan hati agar selalu sejalan dengan 5 kehendak Tuhan, yakni cinta kasih, kebenaran, kesusilaan, bijaksana dan dapat dipercaya,”

Dalam pandangan agama Hindu, Sukirno yang hadir mengatakan, “Tradisi puasa telah diajarkan dalam agama Hindu jauh sebelum masehi, tujuannya untuk mendekatkan diri pada Tuhan dan berempati kepada sesama. Macam-macam puasa misalnya ngrowot, putih atau ngeplak (semalam suntuk).”

Romo Aloysius Ari yang bertugas di gereja Khatolik Santa Maria Jombang mengungkapkan, “Dalam iman khatolik, puasa merupakan cara seseorang untuk menjaga jarak dari keduniawian, biasanya bermakna sebagai tanda pertobatan. Ini menjadi bentuk latihan rohani yang mendekatkan diri pada Tuhan dan sesama.”

Acara ini diikuti oleh puluhan pemuda lintas iman di Jombang yang berasal dari pemuda Gusdurian Jombang dan intelektual muda Nahdliyyin dari ikatan Sarjana NU. Acara yang berlangsung sejak pukul 19.00 hingga 21.45 cukup menarik bagi peserta dan diakhiri dengan doa penutup yang dipimpin oleh Romo Ari. (Kontributor: Andreas Kristianto)